invisible bg invisible ico

Waspadai Infeksi Saluran Pencernaan Jika BAB Bayi Berlendir

Waspada Terjadinya Infeksi Saluran Pencernaan Jika BAB Bayi Anda BerlendirAnda patut waspada dan khawatir jika bayi Anda mengalami BAB yang berlendir. Ini merupakan salah satu tanda terjadinya infeksi pada saluran pencernaan bayi. Berbagai hal dapat menjadi penyebab terjadinya kondisi ini. Artikel ini akan membahas berbagai penyebab BAB bayi yang berlendir serta bagaimana penanganan tepat untuk kondisi tersebut. Selamat membaca!

BAB Bayi yang Berlendir, Apakah Penyebabnya?

Pada bayi baru lahir hingga usianya mencapai 1 bulan, adanya sedikit lendir maupun busa pada BAB-nya merupakan hal yang masih normal. Namun apabila kondisi ini terus berlanjut hingga mencapai usianya 3 bulan, Anda wajib untuk mewaspadai beberapa hal lain penyebab BAB berlendir berikut ini:

1. Alergi Susu Sapi

Waspada kondisi alergi susu sapi jika bayi Anda mengalami BAB yang berlendir terus menerus hingga usianya 3 bulan. Alergi pada susu sapi bermakna bahwa bayi Anda mengalami alergi pada hampir semua turunan produk sapi. Bayi akan terus mengalami BAB dengan lendir ketika mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung protein sapi.

Tidak hanya BAB yang berlendir, kondisi alergi dapat pula nampak pada kulit bayi. Kemerahan dan bengkak dapat terjadi terutama pada area wajah. Tanpa perlu menunggu 3 bulan, bayi yang positif alergi susu sapi akan menunjukkan reaksi alergi seperti yang telah tersebut di atas.

2. Disentri

Disentri merupakan infeksi pada saluran pencernaan terutama usus. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Shigella dan parasit Entamoeba histolitica (amoebasis) yang menyerang pencernaan bayi. Di Indonesia, penyakit ini termasuk golongan endemis yang terjadi sepanjang tahun. Biasa terjadi pada penduduk yang tinggal di lingkungan padat dengan kondisi sanitasi yang buruk.

Bakteri dan parasit penyebab disentri menyebar melalui lingkungan yang kotor. Air minum yang tercemar serta kebiasaan tidak mencuci tangan setelah BAB menjadi salah satu faktor resiko penularan penyakit ini. Tidak hanya lendir, pada BAB bayi yang mengidap disentri biasanya juga akan ditemukan darah segar dan bayi akan sering rewel.

3. Iritasi pada Saluran Pencernaan

Iritasi pada saluran pencernaan disebut juga dengan istilah medis gastrointestinal irritation juga sering menjadi penyebab BAB bayi yang berlendir. Berbeda dengan disentri, pada kondisi ini yang menyerang saluran pencernaan bayi adalah virus berjenis Rotavirus. Tanda gejala bayi yang terinfeksi Rotavirus yang paling nampak adalah muntaber (muntah dan diare) dengan konsistensi feces atau kotoran yang cair dan berlendir.

Karena virus adalah menjadi penyebab utamanya penyakit ini, maka pemberian antibiotik biasanya tidak akan menyelesaikan masalah BAB berlendir akibat iritasi pada saluran pencernaan. Kondisi ini apabila berkepanjangan dapat mengancam nyawa bayi akibat dehidrasi yang berkepanjangan.

Selain virus, beberapa bakteri seperti Escheria coli, Salmonella dan Campylobacter adalah beberapa jenis bakteri yang juga menimbulkan gejala iritasi. Menjaga kebersihan lingkungan dan membiasakan mencuci tangan merupakan cara ampuh untuk mencegah terjadinya gejala ini.

4. Intusepsi

Intusepsi merupakan salah satu jenis penyakit adanya obstruksi atau sumbatan pada usus yang sering terjadi dan diketahui pada bayi berusia 3 bulan hingga 1 tahun. Intusepsi terjadi ketika terdapat bagian usus yang terjebak dalam bagian usus yang lain. Sumbatan ini mengakibatkan usus tidak mampu mencerna dengan baik, dapat muncul gejala BAB berlendir disertai dengan darah. Bahkan bisa jadi bayi akan memuntahkan isi perut sebelum makanan tersebut mencapai ususnya.

Selain BAB-nya berlendir dan berdarah, bayi yang semula tampak sehat biasanya nampak menangis kesakitan. Kedua kakinya terangkat ke atas secara bersamaan, bayi bahkan dapat mengalami kejang dan pucat karena menahan nyeri dari kondisi intusepsi. Nyeri perut dapat terjadi berulang dengan jarak 15 – 20 menit dan lama nyeri antara 2 hingga 3 menit.

Kondisi intusepsi merupakan kondisi kegawatan pada bayi yang harus segera mendapat penanganan di pusat pelayanan kesehatan terdekat. Bayi laki-laki cenderung mengalami penyakit ini. Tindakan operasi darurat merupakan tindakan medis yang dapat dilakukan ketika terdapat kondisi ini.

Bagaimana Penanganan Tepat untuk Bayi yang Mengalami BAB Berlendir?

Jika Anda mengetahui BAB yang berlendir pada bayi Anda, maka 5 langkah segera berikut ini harus Anda laksanakan. Berikut penjelasannya:

1. Tetap Penuhi Kebutuhan Hidrasi Bayi

Bayi yang mengalami BAB berlendir biasanya akan disertai dengan muntah dan hal ini mencetuskan kondisi dehidrasi atau kekurangan cairan pada tubuh bayi. Padahal air adalah penyusun 80% sel di dalam tubuhnya. Dehidrasi berkepanjangan dapat mengancam nyawa bayi. Sehingga salah satu cara utama adalah dengan tetap memenuhi kebutuhan hidrasi bayi.

Jika bayi Anda masih dalam usia kurang dari 6 bulan. Maka pemberian ASI harus Anda optimalkan. Untuk bayi yang mengalami alergi susu sapi, Anda dapat memberikan susu hipoalergenik (HA) maupun susu soya sebagai pengganti ASI. Perhatikan takaran pembuatan susu formula dengan benar. Karena susu yang terlalu encer menyebabkan nutrisi tidak dapat terserap dengan baik pada tubuh anak. Sedangkan susu yang terlalu kental justru akan menyebabkan sembelit dan berbagai masalah kesehatan pencernaan yang lain.

Untuk bayi yang sudah memasuki usia MPASI, Anda dapat memberikan asupan makanan tambahan yang banyak mengandung air dan kuah. Jika kondisi bayi tidak mampu menelan dan mengalami penurunan nafsu makan. Maka pemasangan infus harus dilakukan untuk menyelamatkan bayi dari kondisi dehidrasi dan resiko kematian.

2. Pemberian Obat-obatan

Obat-obatan akan diberikan setelah Anda berkonsultasi dan menemui Dokter Spesialis Anak. Obat-obatan yang diberikan biasanya adalah antibiotik dan pereda demam yang sekaligus mengandung pereda nyeri. Perhatikan selalu bungkus kemasan, tanggal kadaluarsa, cara pemakaian obat dan dosis yang harus diberikan pada anak usia bayi.

3. Berikan Tambahan Probiotik

Saluran pencernaan merupakan tameng utama dari terjadinya berbagai penyakit terutama yang menyebabkan BAB bayi berlendir. Beberapa penyakit infeksi pada saluran pencernaan terjadi ketika adanya ketidakseimbangan jumlah flora normal dengan bakteri patogen atau penyebab penyakit pada saluran pencernaan bayi.

Probiotik merupakan salah satu cara untuk menjaga keseimbangan flora normal dalam saluran pencernaan bayi. Dokter akan meresepkan probiotik dan dapat Ibu minumkan bersama dengan pemberian susu atau jus-nya.

4. Berikan Makanan Tinggi Protein Tinggi Kalori Rendah Serat

Makanan tinggi protein dan tinggi kalori namun rendah serat dibutuhkan apabila bayi Anda telah memasuki usia MPASI. Perhatikan pula bahan makanan sebagai dasar pembuatan MPASI yang harus disesuaikan dengan usia pertumbuhannya.

Bahan makanan rendah serat harus diberikan pada bayi yang mengalami infeksi maupun iritasi saluran pencernaan. Karena dinding ususnya sedang mengalami peradangan ketika terjadi infeksi atau iritasi. Sehingga pemberian makanan yang terlalu tinggi serat dapat melukai kembali saluran pencernaannya.

Perhatikan juga proses selama Anda memasak. Gunakan air yang bersih dan tidak tercemar. Selalu pastikan memasak bahan makanan hingga matang dengan suhu 100 derajat celcius. Untuk membunuh dan mematikan bakteri yang hidup dalam bahan makanan mentah.

5. Memulai Kebiasaan Cuci Tangan

Cuci tangan merupakan kebiasaan yang harus dilaksanakan. Terutama apabila Anda memiliki bayi. Selalu cucilah tangan Anda sebelum menyentuh bayi, terutama sebelum dan setelah mengganti popok nya. Berbagai penyebab infeksi menular terjadi akibat tangan pengasuh yang kurang menjaga kebersihan makanan dan lingkungan di sekutar bayi. Siapkan selalu antiseptic gel di setiap sudut rumah. Penyakit menular pada saluran pencernaan bayi dapat menular pada dewasa dan termasuk Anda sebagai pengasuhnya.

Demikian informasi mengenai BAB bayi yang berlendir, penyebab serta cara tepat penanganan bayi dengan kondisi BAB yang berlendir. Jangan menunggu lama untuk memeriksanakan kondisi bayi Anda yang sakit. Segera kunjungi pusat pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkankan penanganan dan perawatan dengan tepat. Semoga bermanfaat dan semoga anggota keluarga kita dilindungi dari berbagai bahaya kesehatan. Salam !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *