invisible hit counter invisible bg invisible ico

Umur Berapa Bayi Bisa Tengkurap? Inilah Penjelasannya

Umur Berapa Bayi Bisa Tengkurap? Inilah Penjelasannya

Setiap orang tua pasti ingin tahu pada umur berapa bayi bisa tengkurap. Hal ini karena tengkurap menjadi salah satu proses awal di mana bayi mulai aktif menggerakkan tubuhnya. Adapun perkembangan motorik untuk bayi sebelum dapat berjalan adalah tengkurap, merangkak, duduk, dan berjalan. Semua hal itu pada dasarnya berpusat pada kemampuan bayi sendiri. Apabila bayi dapat tengkurap, maka dapat dipastikan perkembangan motorik lain bayi hingga dapat berjalan tidak terhambat.

Sebaliknya, apabila ternyata saat usia bayi telah cukup namun bayi belum dapat tengkurap, orang tua harus waspada karena mungkin saja ada hal yang salah dalam organ bayi. Lantas pada usia berapakah seorang bayi mulai tengkurap? Serta kondisi seperti apa yang harus diwaspadai oleh orang tua pada bayi yang belum dapat tengkurap?

Umur Berapa Bayi Bisa Tengkurap dan Ciri-Ciri yang Harus Diwaspadai

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa tak semua bayi memiliki kepastian umur berapa bulan hingga dapat tengkurap. Ada beberapa faktor yang memengaruhi hal ini, salah satunya adalah berat badan si bayi. Untuk bayi yang memiliki bertubuh gemuk atau montok, mereka akan lebih sulit bergerak sehingga malas tengkurap. Begitu juga sebaliknya.

Dengan kata lain, apabila anak Anda telah berusia 4 bulan namun belum dapat tengkurap sedangkan anak lain di usia 3 bulan sudah tengkurap, Anda tak perlu khawatir. Masih banyak waktu yang dapat dihabiskan sebelum bayi benar-benar tengkurap sendiri.

Meski demikian, hal yang perlu diperhatikan adalah apabila bayi telah berusia 6 bulan atau lebih namun belum dapat tengkurap. Ketika buah hati mengalami hal ini, maka sebaiknya Anda menghubungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat. Berikut adalah ciri-ciri yang harus diwaspadai saat bayi masih belum mampu tengkurap:

  • Kaki dan tangan bayi tidak aktif bergerak

Pada umumnya, seorang bayi yang sehat akan selalu aktif menggerakkan tangan dan kakinya. Hal ini karena terdapat rangsangan motorik dari otak sehingga bagian tubuh bayi senantiasa bergerak. Sebenarnya sejak kecil, bahkan di usia 1 bulan, bayi telah menggerakkan kaki dan tangannya. Untuk itulah, sebaiknya orang tua senantiasa memantau kondisi bayi.

  • Tangan bayi tidak dapat menggenggam sesuatu

Ciri selanjutnya yang juga harus diwaspadai adalah saat tangan bayi tak dapat menggenggam sesuatu. Hal ini berarti terdapat kesalahan baik pada organ tangan bayi atau sistem motorik pada otak.

  • Kepala serta bagian leher bayi tak dapat terangkat tegak

Ciri lainnya adalah bayi belum dapat mengangkat leher dan kepalanya dengan tegak. Padahal saat usia bayi dapat tengkurap, yakni 3 atau 4 bulan, diawali dengan kemampuan bayi dalam mengangkat kepala serta lehernya. Ini adalah ciri yang cukup berbahaya karena kepala menjadi bagian vital tubuh.

  • Bayi belum bisa memiringkan tubuhnya sama sekali

Adapun ciri yang terakhir adalah bayi belum dapat memiringkan tubuhnya sama sekali. Pada umumnya proses tengkurap juga ditandai dengan keaktifan bayi dalam menggerakkan tubuhnya baik ke kanan atau ke kiri. Saat bayi tak dapat memiringkan tubuh, jangan ragu untuk membawanya ke dokter demi mendapatkan penanganan.

Bagaimana Cara Melatih Bayi untuk Dapat Tengkurap

Setelah mengetahui umur berapa bayi dapat tengkurap, hal lain yang juga harus dipahami oleh orang tua adalah cara melatih bayi tengkurap. Apakah dibutuhkan? Tentu saja. Meskipun secara alami bayi dapat tengkurap sendiri, namun bantuan orang tua juga akan memberikan dampak besar bagi perkembangan motorik si buah hati. Lantas bagaimana cara melatih bayi agar tengkurap? Anda dapat melakukan cara berikut ini.

  1. Saat ibu sedang menyusui bayi, biarkan bayi meraih dada ibunya sendiri. Hal ini berguna untuk melatih keaktifan bayi dalam memiringkan tubuh dan bergerak.
  2. Gunakan mainan berwarna-warni dan berbunyi untuk pada sisi kiri dan kanan bayi. Mainan yang berbunyi akan merangsang bayi untuk menolehkan tubuhnya ke kanan dan kiri karena otak telah menerima sebuah rangsangan suara.
  3. Cara lainnya adalah membantu bayi berapa pada posisi tengkurap. Pada langkah ini, posisikan tubuh bayi di atas tempat tidur empuk dengan tengkurap. Setelah itu, silangkan kaki bayi dan biarkan hingga ia mau tengkurap sendiri. Namun lakukan cara ini pada umur berapa bayi bisa tengkurap, yakni sekitar 3 hingga 4 bulan.

Keuntungan Saat Bayi Bisa Tengkurap Sejak Dini

Jika ulasan sebelumnya membicarakan tentang umur berapa bayi bisa tengkurap serta cara melatihnya, maka kini saatnya orang tua mengetahui keuntungan bayi yang sudah dapat tengkurap. Berikut ini merupakan beberapa manfaat yang dapat diperoleh bayi saat tengkurap. Di antaranya adalah sebagai beriku:

  1. Memberikan waktu istirahat pada bagian tubuh belakang bayi. Bayi yang terlalu lama terlentang akan membuat tubuh bagian belakang menjadi lebih mudah lelah dan panas. Untuk itu, posisi tengkurap akan memberikan sejenak waktu istirahat.
  2. Merangsang keaktifan tubuh bayi saat bergerak. Pada posisi tengkurap, maka bayi akan lebih kuat dalam menendang-nendangkan kakinya ke belakang. Selain itu, tangan bayi secara otomatis juga akan lebih kuat dan sering bergerak.
  3. Keuntungan selanjutnya adalah kemampuan motorik bayi akan semakin terasah. Saat posisi tengkurap, si kecil juga akan mencoba menarik dan menggenggam sesuatu yang ada di dekatnya.

Tahapan Perkembangan Bayi dari Tengkurap Hingga Berjalan

Ulasan di atas adalah tentang umur berapa bayi bisa tengkurap. Hal lain yang juga harus diketahui oleh setiap orang tua adalah mengenai tahapan perkembangan buah hati mereka dari tengkurap hingga berjalan. Ini untuk berjaga-jaga agar apabila terjadi hal yang kurang normal dalam pertumbuhan anak, Anda sebagai orang tua dapat segera memeriksakan kondisi tubuhnya. Adapun tahap perkembangan bayi adalah sebagai berikut:

  • Usia 3 – 4 Bulan

Saat Anda bertanya umur berapa bayi bisa tengkurap, maka jawaban yang paling ideal adalah antara usia 3 – 4 bulan. Ini adalah tahapan pertama yang dialami oleh sebagian besar bayi. Meskipun ada juga bayi yang baru berusia 1 atau 2 bulan namun dapat tengkurap.

  • Usia 4 Bulan

Pada usia ini, bayi harusnya sudah dapat mengangkat kepalanya dengan tegak. Tak hanya itu saja, bayi yang telah berusia 4 bulan atau lebih akan mulai menengadahkan kepalanya dan mencari sumber suara.

  • Usia 7 – 8 Bulan

Saat usia bayi 7 bulan hingga 8 bulan, maka bayi dapat menggenggam erat benda dengan kedua tangannya. Selain itu, bayi juga telah mampu memindahkan benda dari satu tangan ke tangan yang lainnya. Di usia ini pula bayi sudah dapat duduk dan mencoba merangkak. Merangkak adalah proses perkembangan di mana bayi ingin melakukan eksplorasi di sekitar tempatnya. Saat bayi mulai memasuki usia 8 bulan, memberikan asupan makanan bergizi juga harus diperhatikan untuk perkembangannya.

  • Usia 9 – 13 Bulan

Ketika bayi memasuki usia 9 bulan hingga 13 bulan, pada umumnya bayi mulai dapat menggerakkan tubuhnya dengan berjalan. Di usia inilah keseimbangan tubuh yang dimiliki oleh bayi mulai berfungsi dengan bagus. Meski tak semua bayi dapat berjalan pada usia 9 bulan atau 13 bulan. Ada pula bayi yang baru berjalan di usia 15 hingga 16 bulan.

  • Usia 18 – 24 Bulan

Setelah semua proses perkembangan motorik buah hati berfungsi dengan baik, kini saatnya Anda menunggu kapankah si kecil akan mulai berbicara. Saat awal mengucapkan kata-kata, biasanya suara yang keluar dari mulut bayi kurang sempurna. Namun kata-kata tersebut perlahan akan menjadi kata yang sangat bermakna seperti mama, ayah, papa, susu, dan sebagainya.

Bagaimana? Anda sudah tahu umur berapa bayi bisa tengkurap, kan? Apapun kondisinya, apabila pergerakan tubuh bayi belum dapat dilakukan dengan normal meskipun usianya telah memadai, maka jangan ragu untuk membawanya ke dokter. Semoga bermanfaat .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *