invisible bg invisible ico

Tips dan Cara Membuat Kaldu untuk Bayi Sehat

Untuk ibu yang ingin memberikan asupan vitamin bagi buah hati, ada banyak cara membuat kaldu untuk bayi sehat yang dapat coba dilakukan. Hal ini karena bayi membutuhkan asupan protein untuk tumbuh kembangnya. Namun di usia mereka yang masih kecil, tentu saja belum dapat mengunyah atau memakan protein hewani secara langsung seperti ikan, ayam, dan sapi. Padahal ketiga bahan makanan tersebut sangat baik untuk pertumbuhan bayi.

Adapun cara satu-satunya yang dapat dilakukan oleh orang tua adalah mengolah daging ayam, sapi, ataupun ikan menjadi kaldu. Dengan begitu, buah hati akan lebih mudah mengonsumsinya. Lantas bagaimana cara membuat kaldu untuk bayi? Daripada penasaran, simak ulasan berikut.

Cara Membuat Kaldu untuk Bayi dengan Mudah

Seperti yang dijelaskan di atas bahwa ada 3 jenis kaldu yang baik untuk perkembangan tubuh bayi yakni kaldu ikan, ayam, dan sapi. Sebagai informasi, untuk makanan bayi yang masih berusia 7 bulan, kaldu yang paling baik dikonsumsi adalah kaldu sapi dan ayam. Sedangkan untuk bayi berusia 9 hingga 13 bulan, maka cobalah memberikan kaldu ikan pada si bayi. Hal ini untuk menghindari terjadinya alergi pada bayi. Adapun cara yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut

  • Langkah membuat kaldu ayam

Cara membuat kaldu untuk bayi berbahan dasar daging ayam terbilang cukup mudah. Bahan yang diperlukan adalah 500 gram daging ayam yang telah dipotong kecil-kecil, 1 siung bawang putih, 2 batang seledri, 1 batang daun bawang, dan 2 lembar daun salam.

Untuk langkahnya, didihkan air sebanyak 1 liter. Setelah itu, masukkan potongan daging ayam pada air mendidih. Biarkan hingga air menyusut menjadi ¾ persen. Selanjutnya, masukkan semua bahan di atas ke dalam rebusan daging ayam. Biarkan selama 20 menit dan rebus menggunakan air kecil. Angkat semua lemak yang ada pada air dan buang. Terakhir, tuang air rebusan dalam penyaringan dan dinginkan.

  • Langkah membuat kaldu sapi

Adapun cara membuat kaldu untuk bayi dari daging sapi harus mempersiapkan beberapa bahan. Di antaranya adalah 500 gram daging sapi atau tulang sapi, 2 siung bawang putih dan bawang merah yang digerus, 2 batang daun seledri, 1 batang daun bawang, 1 lembar daun salam, dan 1 ruas jahe yang telah digerus.

Langkahnya adalah didihkan air dan masukkan bahan-bahan yang telah disebutkan di atas. Selama melakukan perebusan, gunakan api kecil dan biarkan volume air menyusut hingga ¾ panci. Terus rebus dan biarkan selama 20 menit. Angkatlah lemak yang buang. Tuangkan rebusan air tersebut dalam penyaringan dan biarkan hingga dingin. Kaldu daging sapi untuk bayi siap dikonsumsi.

  • Langkah membuat kaldu ikan

Untuk membuat kaldu ikan, langkah serta bahan yang dibutuhkan sama persis dengan saat membuat kaldu daging sapi. Hal yang membedakan adalah bahan dasarnya, yakni 1 kilogram daging ikan.

Adapun jenis ikan yang sangat baik dikonsumsi untuk bayi adalah ikan lele, ikan salmon, dan ikan kakap. Hal ini karena ikan tersebut memiliki kandungan omega 3 yang cukup tinggi sehingga berkhasiat baik untuk si buah hati. Namun apabila saat bayi mengonsumsi kaldu ikan dan terjadi tanda-tanda alergi, seperti muncul ruam merah pada kulit bayi, sebaiknya berhenti memberikan kaldu ikan tersebut. (Baca juga: Resep MPASI bayi 9 bulan)

Cara Menyimpan Kaldu Ayam untuk Bayi

Setelah mengetahui cara membuat kaldu untuk bayi, kini saatnya Anda tahu bagaimana cara penyimpanan kaldu tersebut. Hal ini karena dalam sekali masak, kaldu tersebut tentu tak akan dapat dihabiskan sekali waktu. Untuk itulah Anda dapat menyimpan kaldu agar dapat digunakan dalam beberapa porsi ke depan. Berikut cara penyimpanan kaldu untuk bayi.

Pertama, tuangkan kaldu ke dalam wadah plastik tertutup atau cetakan es yang bersih. Setelah itu, masukkan kaldu tersebut ke dalam mesin pendingin lemari es (freezer). Kedua, apabila kaldu telah membeku, maka keluarkan dari wadah. Selanjutnya ambil kantong plastik dengan perekat atau clip. Ketiga, masukkan kaldu ke dalam plastik klip secukupnya. Anda harus memperkirakan berapa banyak kaldu yang dapat dihabiskan bayi dalam sekali konsumsi. Setidaknya satu plastik untuk sekali konsumsi.

Langkah yang keempat, tempelkan pula kertas label dan tulis tanggal pembuatan kaldu. Hal ini untuk memudahkan Anda dalam mengingat tanggal dibuatnya kaldu untuk bayi tersebut. Setelah itu, simpan kembali pada lemari es.

Perlu diingat, setelah kaldu atau makanan apapun telah siap makan, maka batas waktu maksimal mengonsumsi makanan tersebut untuk bayi adalah selama 48 jam. Setelah itu, ada 3 pilihan yang dapat dilakukan yakni mengonsumsinya, memasukkannya ke dalam mesin pembeku, atau membuangnya. Hal tersebut untuk menghindari perubahan zat dari kaldu karena terkena udara bebas.

Batas Waktu Penyimpanan Kaldu Beku di dalam Lemari Es

Langkah di atas menjelaskan tentang bagaimana cara menyimpan kaldu di dalam lemari es. Lalu berapa lama kaldu tersebut layak dikonsumsi untuk si buah hati? Biasanya dalam temperature terendah freezer, yakni -12 derajat celcius, kaldu dapat bertahan selama 1 hingga 3 bulan. Namun sebaiknya jangan gunakan kaldu yang telah berusia 1 bulan agar tidak terjadi hal yang diinginkan pada buah hati Anda.

Hal lain yang juga harus diperhatikan adalah saat hendak memberikan kaldu beku dari Freezer untuk buah hati, jangan diberikan dalam keadaan dingin dan beku. Setidaknya Anda harus mencairkan dan menghangatkan kaldu tersebut terlebih dahulu. Inilah salah satu makanan sehat pengganti ASI yang baik untuk tumbuh kembang bayi.

Cara Mencairkan Kaldu Beku agar Dapat Dikonsumsi oleh Bayi

Dalam mencairkan makanan pendamping asi atau MPASI, berupa kaldu, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan. Hal ini agar bayi tetap dapat nyaman selama mengonsumsi kaldu. Adapun langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Keluarkan kaldu dari dalam freezer dan tempatkan pada bagian dalam lemari es (bukan freezer). Diamkan selama 2 hingga 3 jam.
  2. Apabila kaldu mulai mencair, Anda dapat menghangatkannya menggunakan panci dengan api kecil. Agar Anda tidak repot dalam mencuci panci karena kaldu, cukup letakkan kaldu ke dalam pinggan tahan panas. Setelah itu berikan sedikit air pada panci dan masukkan pinggan atau wadah hingga kaldu mencair.
  3. Saat proses pencairan kaldu menggunakan panci, sebaiknya juga aduklah kaldu secara perlahan dan merata. Cicipi tingkat panas kaldu sebelum diberikan pada bayi agar tidak terlalu panas.
  4. Langkah terakhir, kaldu bayi siap dikonsumsi.

Sebagai saran, tambahkan pula sayur-sayuran saat memberikan kaldu pada bayi. Sayuran yang dapat dipilih sebaiknya juga sayuran rebus agar mudah dikunyah oleh bayi sehingga buah hati tidak tersedak.

Dengan rutin memberikan kaldu untuk bayi, maka kebutuhan asupan protein buah hati pun akan terpenuhi. Saat pertama kali memberikan makanan pendamping asi untuk bayi berupa kaldu, sebaiknya cukup gunakan porsi secukupnya. Cobalah apakah bayi suka dengan makanan tersebut. (baca juga: Pilihan Makanan Sehat untuk Bayi 6 Bulan selain ASI)

Itulah beberapa cara membuat kaldu untuk bayi, cara penyimpanannya, dan bagaimana cara memanaskan kaldu agar layak konsumsi. Dengan demikian, maka tumbuh kembang buah hati akan semakin baik. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *