invisible bg invisible ico

Serba-Serbi Menstruasi – Hal yang Wajib Diketahui oleh Wanita

Serba-Serbi Menstruasi dan Cara Menghitung Masa SuburMenstruasi atau haid adalah keluarnya darah melalui vagina yang terjadi sebagai bagian yang normal dari siklus bulanan wanita. Setiap bulan, tubuh seorang wanita akan mempersiapkan diri untuk menyambut kehamilan. Dinding rahim akan menebal sebagai tempat pelekatan janin, yang terbentuk melalui pertemuan antara sel sperma pria dan sel telur wanita, nantinya. Namun apabila tidak ada kehamilan yang terjadi, dinding rahim ini akan meluruh. Dinding rahim yang menebal tersebut banyak mengandung pembuluh darah. Sehingga apabila dinding rahim ini meluruh akan keluar sebagai darah dan sebagian lainnya berupa jaringan.

Selain darah yang keluar dari vagina atau jalan lahir wanita, seorang wanita yang tengah mengalami menstruasi juga biasanya akan merasakan nyeri atau kram ringan di area perut, panggul, atau punggung bawah. Selain itu, ia juga mungkin mengalami nyeri di kedua payudara, ingin makan makanan tertentu, ketidakstabilan mood, sakit kepala, dan tubuh terasa lelah. Artikel ini akan membahas beberapa hal yang terkait dengan siklus bulanan wanita, mulai dari gangguan kesehatan yang berhubungan dengan haid hingga cara menghitung masa subur berdasarkan siklus bulanan.

Menarche atau Menstruasi Pertama: Momen yang Penting bagi Anak Perempuan

Datangnya haid adalah tanda utama dimulainya pubertas bagi anak perempuan, selain perubahan fisik lainnya. Anak perempuan umumnya mendapatkan haid pertama pada usia 11 – 14 tahun. Meskipun demikian, sekarang ini usia anak perempuan saat mendapatkan haid pertama relatif lebih muda, yakni 10 – 13 tahun.

Sebelum mendapatkan haid pertamanya, umumnya terjadi perubahan pada tubuh dan pola pikir anak perempuan. Tubuh mulai memproduksi hormon yang menyebabkan perubahan fisik seperti perkembangan payudara. Kira-kira 2 hingga 2.5 tahun setelah payudara seorang anak perempuan mulai berkembang, ia akan mendapatkan menstruasi pertamanya.

Sekitar 6 bulan sebelum haid pertamanya datang, seorang anak perempuan mungkin mengamati adanya cairan berwarna putih jernih mulai keluar dari vaginanya. Hal ini normal dan tidak perlu dikhawatirkan, kecuali jika cairan yang keluar tersebut berbau tajam atau busuk dan disertai gatal.

Menstruasi pertama ini, berikut serangkaian perubahan fisik yang menyertainya, menimbulkan berbagai respon dari seorang anak perempuan. Ada anak yang memang sudah memiliki pengetahuan tentang sistem reproduksinya dan tidak sabar menunggu hingga haid pertamanya datang. Ada pula yang merasa cemas, bertanya-tanya dan bahkan takut mengapa ada darah keluar dari organ tubuhnya. Bahkan beberapa anak mengira ia terkena semacam penyakit yang mematikan.

Tidak sedikit dari anak-anak perempuan yang tidak mengetahui apa sebetulnya haid itu, bagaimana konsep sistem reproduksi dan apa konsekuensi dari seseorang yang sudah mendapatkan haid. Untuk itu, sebagai orang tua sangat penting untuk menyampaikan pendidikan seks usia dini pada anak. Jangan beranggapan topik mengenai seks adalah hal yang tabu. Tentunya dalam menyampaikan informasi juga harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak dan kemampuan anak dalam mengolah informasi.

Siklus Menstruasi yang Normal

Siklus bulanan wanita dihitung dari hari pertama ia mendapatkan haid hingga hari pertama ia mendapatkan haid berikutnya. Beberapa wanita memiliki siklus bulanan sepanjang 28 hari, beberapa lainnya memiliki siklus bulanan 24 hari, 30 hari, atau lebih dari itu. Pada awal-awal setelah mendapatkan haid pertama, siklus haid bisa berkisar antara 21 – 45 hari. Setelah beberapa tahun, siklus bulanan tersebut bisa jadi mengalami pemendekan menjadi 21 – 35 hari, dimana ini adalah siklus haid yang normal.

Setahun pasca mendapatkan menstruasi pertama, bisa jadi siklus bulanan seorang wanita tidak teratur. Misalnya, ia akan mengalami siklus 28 hari selama dua bulan, lalu tidak mengalami haid pada bulan berikutnya. Hal ini normal, biasanya setelah setahun siklus bulanan akan menjadi normal dan dapat diketahui polanya.

Durasi haid dapat bervariasi pada setiap individu. Ada wanita yang hanya mengalami haid 2 – 3 hari tiap sikulsnya. Namun sebagian besar wanita mengalami haid selama kurang lebih 7 hari. Jumlah darah yang keluar pun bervariasi. Rata-rata seorang wanita harus berganti pembalut sebanyak 3 hingga 6 kali dalam sehari. Umumnya, pada hari-hari pertama haid darah keluar lebih banyak sehingga frekuensi berganti pembalut harus lebih sering.

Gangguan Menstruasi yang Sering Terjadi pada Wanita

Ada hal-hal yang harus diwaspadai seorang wanita terkait siklus bulanannya. Seperti misalnya jika seorang wanita mendadak tidak haid selama lebih dari 90 hari (sementara ia tidak sedang hamil), durasi haidnya berlangsung lebih dari 7 hari, atau jika volume darah yang keluar sangat banyak sehingga harus berganti pembalut setiap 1 atau 2 jam. Demikian pula jika siklus kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari, keluar darah di luar siklus haid, timbul rasa nyeri yang parah selama haid, atau jika mendadak siklus haid tidak teratur setelah sebelumnya teratur. Berikut adalah gangguan menstruasi yang sering timbul:

  • Amenore

Istilah ini digunakan untuk mendeskripsikan tidak terjadinya haid. Sebutan ini biasanya untuk anak perempuan yang tidak juga haid di usianya yang memasuki 15 tahun, juga untuk wanita dewasa yang tidak haid selama 90 hari atau lebih. Tidak mendapat haid bisa jadi karena ovarium berhenti memproduksi estrogen dalam kadar yang sesuai.

  • Dismenore

Ini adalah sebutan untuk nyeri haid yang parah, seringnya disertai kram. Pada remaja, kram pada saat menstruasi dapat disebabkan terlalu banyak produksi prostaglandin dalam tubuh. Meskipun demikian, sebagian besar remaja yang mengalami dismenore tidak memiliki penyakit serius. Lain halnya dengan wanita dewasa, kadang-kadang nyeri yang parah tersebut dapat disebabkan oleh kondisi medis tertentu seperti endometriosis atau fibroid.

Selain kedua kondisi tersebut, ada satu kondisi yang harus diwaspadai baik oleh remaja maupun wanita dewasa, yaitu toxic shock syndrome (TSS). TSS adalah penyakit yang langka namun sangat mematikan. TSS disebabkan oleh bakteri yang dapat memproduksi racun. Apabila tubuh kita tidak sanggup melawan racun tersebut, sistem pertahanan tubuh akan bereaksi dan menimbulkan berbagai tanda dan gejala seperti demam tinggi yang timbul mendadak, nyeri otot, diare, mual muntah, pusing, dan sakit tenggorokan. Lantas, apa hubungannya dengan haid?

Sebagian wanita lebih senang menggunakan tampon daripada pembalut ketika sedang menstruasi. Idealnya, tampon diganti setiap 4 – 8 jam. Tidak segera mengganti tampon artinya menahan darah kotor yang disenangi bakteri, yang membuat seorang wanita rentan terkena TSS. Tanda dan gejala TSS yang hanya menyerupai flu biasa membuat penderitanya cenderung mengabaikannya, yang membuat dampaknya makin fatal.

Cara Mengetahui Masa Subur Wanita

Masa subur wanita umumnya 12 – 16 hari sebelum masa haid berikutnya. Hal ini berlaku untuk wanita yang memiliki siklus haid teratur 28 hari. Dengan kata lain, rata-rata wanita mengalami masa subur antara hari ke-10 hingga 17 setelah hari pertama haid sebelumnya. Bagi wanita dengan siklus haid lainnya, masa subur dapat diketahui dengan rumus sederhana, asalkan terdapat catatan siklus menstruasi selama 8 bulan terakhir.

Caranya adalah, pertama ketahuilah siklus terpendek Anda. Misal siklus terpendek Anda adalah 24 hari. Kurangi angka ini dengan 18. Hasilnya: 6. Angka ini adalah hari pertama saat Anda dalam kondisi paling subur. Kemudian ketahui siklus terpanjang Anda. Misal 30 hari. Kurangi angka ini dengan 11. Hasilnya: 19. Angka ini adalah hari terakhir saat Anda paling subur. Dengan kata lain, apabila siklus Anda rata-rata 24 – 30 hari, maka Anda paling subur pada hari ke-6 hingga 19.

Demikian artikel ini mengupas masalah menstruasi mulai dari haid pertama, gangguan-gangguan sehubungan dengan haid yang kerap timbul, hal-hal yang harus diwaspadai, juga cara menghitung masa subur yang pastinya sangat penting bagi wanita usia subur dan pasangannya yang sedang berupaya memiliki momongan. Semoga artikel ini bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *