invisible hit counter invisible bg invisible ico

Proses Pembentukan Urine, Mulai dari Awal hingga Akhir

Proses Pembentukan Urine, Mulai dari Awal hingga AkhirProses pembentukan urine merupakan proses yang terjadi dalam tubuh manusia guna mengeluarkan zat-zat sisa dan tidak dibutuhkan lagi dari dalam tubuh. Proses pembentukan urine menjadi salah satu proses penting yang perlu kita ketahui, karena sejumlah kondisi yang disebabkan oleh kebiasaan buruk sehari-hari juga beberapa penyakit di luar sistem pembentukan urine dapat menggangu proses ini. Sebut saja kebiasaan minum air yang kurang dari 8 gelas per hari, sejumlah penyakit seperti tingginya kadar asam urat darah yang bisa memicu pembentukan batu ginjal dan bahkan penyakit diabetes bisa merusak pembuluh darah di ginjal. Seluruh proses pembentukan urine terjadi pada ginjal dan melalui sejumlah proses khusus yang seluruhnya diatur oleh bagian-bagian tertentu pada ginjal seseorang. Untuk itu dalam artikel ini sebelum kita membahas tahap-tahap dalam proses pembentukan urine, kami akan menyajikan sedikit pembahasan mengenai struktur ginjal manusia. Selamat membaca!

Ginjal, Organ Penting dalam Proses Pembentukan Urine!

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, seluruh proses pembentukan urine terjadi dalam organ yang dalam istilah medis dikenal dengan sebutan ren (ginjal). Manusia memiliki 2 buah ginjal yang menempel pada dinding belakang perut, ginjal manusia berbentuk seperti kacang dengan ukuran panjang kurang lebih 10-12 sentimeter, lebar kurang lebih 5-7 sentimeter dan tebalnya kurang lebih 2,5-4 sentimeter. Jika ginjal seseorang dipotong melintang maka akan tampak 2 bagian yang berbeda yang disebut korteks dan medula ginjal.

Korteks ginjal merupakan bagian luar ginjal yang berwarna merah coklat sedangkan bagian sebelah dalam ginjal disebut medula ginjal yang berwarna lebih terang. Secara mikroskopik ginjal terdiri dari banyak sekali nefron yang merupakan bagian terkecil dari ginjal yang memegang peranan penting dari seluruh proses pembentukan urine. Setiap ginjal manusia mengandung kurang lebih 1 sampai 1 ½ juta nefron dan setiap nefron ini memiliki elemen pembuluh darah dan juga epitel (jaringan yang berperan melapisi organ seseorang). Elemen-elemen penting ini akan bekerja sama dalam mengalirkan darah ke dalam dan keluar ginjal serta menyaring darah dan menjadikannya urine yang siap dikeluarkan dari dalam tubuh.

Di dalam ginjal darah akan dibawa masuk melalui arteriol aferen dan selanjutnya akan masuk ke dalam  kapsula bowman dan disaring atau difiltrasi di dalam glomerulus (struktur pembuluh darah yang berfungsi sebagai tempat penyaringan utama bagi darah yang masuk ke ginjal). Selanjutnya darah yang lolos akan keluar melalui arteriol eferen dan melalui vena renalis akan dikeluarkan dari ginjal, sedangkan hasil filtrasi yang dilakukan oleh glomerulus akan mengalami serangkaian proses lainnya dalam pembentukan urine mulai dari tubulus contortus proksimal, Ansa Henle (Lengkung Henle) dan tubulus contortus distal.

Setelah itu hasil filtrasi yang sudah hampir menjadi urine ini akan dialirkan ke dalam tubulus coligentes dan akhirnya dialirkan ke dalam papila renalis pada bagian medula ginjal kemudian calyx minor dan calyx mayor (seluruh bagian tadi adalah bagian pengumpul urine pada ujung medula ginjal) hingga sampai pada ureter. Dari ureter urine akan dialirkan menuju kandung kemih dan jika kandung kemih kita teregang karena volume urine yang bertambah di dalamnya maka akan dikirimkan sinyal ke otak sehingga timbul rasa ingin berkemih dan urine akan dikeluarkan melalui urethra.

Tahap-Tahap Penting dalam Proses Pembentukan Urine

Setelah tadi kita membaca secara singkat penjelasan mengenai organ ginjal yang berperan penting dalam pembentukan urine, sekarang kita akan mulai membahas mengenai proses apa saja yang terjadi di dalam ginjal dalam pembentukan urine manusia. Inti dari keseluruhan proses ini adalah filtrasi atau penyaringan. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, darah akan dibawa ke dalam struktur fungsional ginjal yakni glomerulus melalui arteriol afferen. Tekanan pada arteriol afferen memang cukup tinggi sehingga mendorong cairan darah ke dalam glomerulus dan menyebabkan proses penyaringan berlangsung secara optimal, akan tetapi pada glomerulus terdapat barrier (penghalang) yang akan menjaga agar molekul-molekul berukuran besar seperti sel darah dan berbagai protein tidak tembus dalam proses penyaringan ini.

Molekul-molekul besar ini akan tertahan dan darah akan meninggalkan glomerulus melalui arteriol efferen, sedangkan hasil filtrasi glomerulus akan memasuki tubulus ginjal untuk menjalani proses lainnya. Perlu kita ketahui bahwa filtrat glomerulus berbeda dengan urine baik dari volume dan juga komposisinya karena kerja dari tubulus ginjal, mulai dari tubulus contortus proksimal, Ansa Henle hingga tubulus contortus distal proses pembentukan urine yang terjadi adalah reabsorbsi (proses penyerapan kembali) dan juga proses eksresi (pengeluaran substansi yang tidak dibutuhkan tubuh).

Sel-sel di sepanjang bagian-bagian ginjal yang sudah disebutkan tadi akan secara selektif menyerap kembali substansi-substansi yang terdapat dalam filtrat glomerulus, proses penyerapan kembali ini akan disesuaikan dengan kebutuhan tubuh akan substansi tersebut. Substansi makanan seperti glukosa akan diserap kembali seluruhnya, sedangkan penyerapan kembali elektrolit (garam-garam anorganik) seperti Natrium, Kalsium, Kalium, Klorida akan disesuaikan dengan kadar dari masing-masing substansi di dalam darah. Seperti contoh jika di dalam plasma kandungan natrium berlebih maka di tubulus ginjal natrium tidak akan diserap kembali, 80% natrium diserap pada tubulus contortus proksimal dan air akan mengikutinya.

Hampir 99% air yang terkandung dalam filtrat glomerulus akan diserap kembali oleh tubulus ginjal sebelum sampai ke ureter. Dari 170 liter air yang terkandung dalam filtrat glomerulus yang terbentuk selama 24 jam, 168,5 liter akan diserap kembali sehingga per harinya hanya 1,5 liter yang dikeluarkan dalam bentuk urine. Proses penyerapan kembali air yang dilakukan oleh tubulus ginjal ini juga dipengaruhi oleh hormon antidiuretik yang dikeluarkan oleh kelenjar hipofisis. Setelah mengalami serangkaian proses pembentukan urine mulai dari penyaringan, penyerapan kembali hingga ekskresi diginjal maka urine akan dikeluarkan melalui ureter kemudian ditampung di kandung kemih sebelum dikeluarkan.

Demikianlah serangkaian informasi yang bisa kami bagikan mengenai organ yang berperan dan tahap-tahap dalam proses pembentukan urine dalam tubuh manusia. Serangkaian proses ini terjadi setiap saat dalam kehidupan dan seperti yang anda lihat bergantung dan akan menyesuaikan pada kondisi keseluruhan tubuh kita. Untuk itu kita harus menjaga kondisi kesehatan tubuh agar tidak menambah menambah beban pada ginjal dalam menjalankan tugasnya.

Terapkan pola makan sehat, cukup gula dan garam juga minumlah minimal 8 gelas setiap harinya. Jika anda memiliki penyakit lain seperti tekanan darah tinggi atau diabetes, konsumsilah obat-obatan yang sudah diberikan oleh dokter dan rutinlah melakukan check-up atau kontrol akan penyakit anda tersebut karena komplikasi pada ginjal bisa menyerang anda kapan saja. Akhir kata semoga artikel kami mengenai organ yang berperan dan tahap-tahap dalam proses pembentukan urine ini berguna untuk menambah wawasan kita semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *