invisible bg invisible ico

Penyebab Mimisan pada Orang Dewasa dan Cara Menanganinya

Penyebab Mimisan pada Orang Dewasa dan Cara MenanganinyaPenyebab mimisan pada orang dewasa antara satu dengan yang lainnya seringkali berbeda-beda, hal ini dikarenakan beragamnya hal-hal yang dapat menjadi penyebab mimisan ini. Mimisan atau hidung berdarah di dalam dunia medis dikenal dengan istilah epistaksis, yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah hidung. Secara anatomis mimisan dibedakan menjadi 2 yakni epistaksis anterior, dimana pembuluh darah yang pecah terdapat di bagian depan hidung dan epistaksis posterior yang terjadi akibat pecahnya pembuluh darah bagian belakang hidung Anda.

Sembilan puluh persen dari jenis mimisan merupakan tipe anterior dan tidak membutuhkan penanganan serius karena dapat berhenti dengan sendirinya. Mimisan dengan tipe anterior ini memang lebih banyak ditemui pada anak-anak dibandingkan dengan orang dewasa. Sebagian besar penyebab yang melandasi terjadinya mimisan adalah trauma langsung ataupun iritasi pada lapisan dalam (mukosa) dari hidung seseorang. Di dalam artikel ini selain akan dibahas mengenai apa saja penyebab mimisan pada orang dewasa, kita juga akan membahas cara sederhana mengatasi mimisan ini.

Berbagai Penyebab Mimisan pada Orang Dewasa

Secara garis besar penyebab mimisan dapat dibagi menjadi 3 kelompok besar yakni penyebab lokal, penyebab sistemik ataupun idiopatik. Masing-masing kelompok ini memiliki angka kejadian yang berbeda pada berbagai kelompok usia. Mari kita simak pembahasannya satu persatu!

1. Penyebab lokal

Yang dimaksudkan dengan penyebab lokal mimisan pada orang dewasa adalah penyebab yang terjadi secara langsung terhadap pembuluh darah dan mukosa hidung seseorang. Yang termasuk di dalam penyebab lokal ini adalah berbagai jenis trauma langsung pada mukosa hidung seperti kebiasaan mengorek hidung yang berlebihan maupun terjadinya benturan dan pukulan pada hidung. Selain itu udara yang kering dan juga cuaca yang dingin juga dapat menjadi penyebab lokal mimisan pada orang dewasa.

Udara yang kering dan cuaca dingin dapat menyebabkan iritasi pada mukosa hidung dan menyebabkan pecahnya pembuluh darah di hidung. Selain karena cuaca, iritasi pada mukosa juga dapat terjadi setelah infeksi saluran nafas atas (ISPA) dan juga pada pajanan zat kimiawi tertentu pada hidung. Benda asing di dalam saluran hidung juga dapat menyebabkan Anda mengalami mimisan. Penyebab-penyebab lokal seperti trauma dan juga adanya benda asing di dalam hidung memang lebih banyak ditemukan pada anak-anak dibandingkan orang dewasa.

2. Penyebab sistemik

Berikutnya merupakan kumpulan penyebab mimisan pada orang dewasa yang paling banyak ditemui. Yang dimaksud dengan penyebab sistemik adalah kumpulan penyebab yang terjadi secara menyeluruh di seluruh tubuh seseorang dan berujung pada kelemahan dan pecahnya pembuluh darah atau kapiler di hidung.

Penyebab pertama yang bisa menyebabkan seseorang mengalami perdarahan hidung adalah kelainan perdarahan seperti kelainan pembekuan darah baik yang primer maupun sekunder. Selain itu penggunaan obat-obatan tertentu untuk penyakit lain juga dapat berefek pada perdarahan dari pembuluh darah hidung, seperti pada pasien dengan masalah jantung dimana sebelumnya mengalami pemasangan ring jantung atau katup jantung mekanik yang mengharuskan dirinya mengkonsumsi obat anti pembekuan darah seperti warfarin.

Beberapa penyakit juga secara langsung dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah hidung seperti tekanan darah tinggi (hipertensi) yang tidak terkontrol dengan baik. Begitu pula dengan aterosklerosis yang terjadi pada banyak orang dewasa, dimana terjadi penumpukan lemak di dalam pembuluh darah sehingga menyebabkan diameter pembuluh darah menjadi semakin kecil dan mudah rapuh.

Pada penyakit sistemik seperti demam berdarah dengue (DBD) maupun demam tifoid dimana seorang pasien mengalami gangguan sel darah terutama trombosit juga dapat menyebabkan penderitanya mengeluhkan perdarahan dari hidung. Selain itu penyebab mimisan pada orang dewasa juga dapat disebabkan oleh penyakit hati, dimana mekanisme yang mendasarinya sama seperti pada gangguan sistem pembekuan darah. Tumor juga bisa menjadi salah satu penyebab mimisan pada orang dewasa yang perlu diperhatikan jika tidak ditemukan penyebab-penyebab lain seperti di atas.

3. Idiopatik

Yang terakhir akan dibahas adalah penyebab idiopatik mimisan pada orang dewasa yang terjadi pada kurang lebih 10% kasus. Idiopatik merupakan istilah yang digunakan di dalam dunia medis jika penyebab yang mendasari terjadinya suatu penyakit belum diketahui dengan jelas. Pada beberapa kasus mimisan atau epistaksis memang tidak ditemukan penyebab yang mendasari pecahnya pembuluh darah di hidung walaupun sudah dilakukan sejumlah pemeriksaan.

Cara Sederhana Tangani Mimisan pada Orang Dewasa

Setelah di atas kita membaca mengenai apa saja kemungkinan penyebab mimisan pada orang dewasa, sekarang kita akan membahas mengenai bagaimana cara untuk menanganinya. Pecahnya pembuluh darah hidung bagian depan akan mengakibatkan perembesan darah terus-menerus, namun tidak begitu hebat jika dibandingkan dengan perdarahan dari bagian belakang hidung.

Pada kasus-kasus epistaksis posterior sangat jarang perdarahannya dapat berhenti sendiri, jumlah perdarahan biasanya lebih banyak dan berisiko mengganggu jalan nafas. Semua hal ini disebabkan lokasi pembuluh darah yang sulit dijangkau menyebabkan perdarahan ini lebih sulit dikontrol. Penanganan mimisan pada orang dewasa dan juga anak kecil bertujuan untuk memperbaiki kondisi umum penderitanya, mencari sumber perdarahan dan menghentikannya sesegera mungkin, namun sebagian besar hal tersebut memang harus dilakukan oleh tenaga medis.

Setelah memperhatikan keadaan umum penderita apakah lemas atau tidak, posisikan penderitanya untuk duduk tegak jika mampu. Namun jika penderitanya merasa lemas, maka posisi setengah duduk atau berbaring dengan posisi kepala ditinggikan merupakan pilihan. Setelah penderitanya berada pada posisi yang tepat, mintalah agar badan mereka dicondongkan ke depan dan posisikan kepala tegak namun jangan menengadah. Posisi kepala penderita mimisan tidak boleh ditengadahkan karena bisa menyebabkan masuknya darah ke dalam saluran nafas dan hal ini sangat berbahaya.

Setelah dalam posisi seperti di atas, lakukan penekanan langsung dengan jari pada kedua cuping hidung ke arah tengah yakni pada sekat pembatas lubang hidung kanan dan kiri (septum nasi) selama 10 hingga 15 menit. Saat melakukan tindakan ini, mintalah penderita mimisan ini untuk bernafas melalui hidung. Biasanya dengan melakukan penekanan ini perdarahan dapat berhenti dan jangan memberi atau memasukan sesuatu ke dalam hidung yang sedang berdarah. Jika perdarahan tidak kunjung berhenti, ulangi penekanan seperti di atas sambil mencari pertolongan ke rumah sakit terdekat.

Pada kasus-kasus mimisan pada orang dewasa yang tidak berhenti dengan penekanan maka di rumah sakit Anda akan diberikan tampon untuk menyumbat hidung. Tampon ini akan diberikan obat untuk menghentikan perdarahan. Jenis tampon yang diberikan pada kasus epistaksis anterior maupun posterior tentu akan berbeda.

Demikianlah pembahasan mengenai kumpulan penyebab mimisan pada orang dewasa dan juga penanganan sederhana yang bisa Anda lakukan. Sekali lagi diingatkan jika Anda menemukan atau mungkin mengalami sendiri mimisan seperti di atas jangan panik! Sebagian besar kasus mimisan dapat berhenti sendiri dan tidak akan membahayakan nyawa Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *