invisible hit counter invisible bg invisible ico

Penyebab Kanker Payudara yang Harus Diwaspadai Kaum Wanita

Alasan kita harus mewaspadai penyebab kanker payudara adalah karena kanker payudara termasuk salah satu jenis kanker yang paling banyak ditemukan. Pada tahun 2012, kanker payudara menempati peringkat pertama sebagai jenis kanker yang paling banyak menyerang wanita dengan presentase sebesar 43.3%. Di Amerika Serikat, satu dari delapan wanita yang ada menderita penyakit ini. Negara kita pun mengalami situasi yang tidak jauh berbeda. Berdasarkan data yang dihimpun dari Rumah Sakit Kanker Dharmais dari tahun 2010 hingga 2013, didapatkan data bahwa kasus kanker payudara adalah yang terbanyak, disusul oleh kanker serviks dan kanker paru yang menempati posisi kedua dan ketiga.

Kanker payudara adalah tumor ganas yang tumbuh dari sel-sel payudara. Banyak orang beranggapan bahwa kanker payudara hanya dapat menyerang wanita. Namun faktanya, pria pun tidak luput dari kanker payudara meskipun presentasenya lebih kecil. Salah satu contoh pria yang terkena kanker payudara adalah ayah dari penyanyi dan musisi handal Melly Goeslaw, yang menghembuskan nafas terakhir setelah cukup lama menderita kanker payudara dan kanker paru-paru.

Apa Saja Penyebab Kanker Payudara?

Terjadinya kanker payudara adalah karena sel-sel payudara yang normal mengalami mutasi DNA sehingga menjadi sel-sel ganas. Dalam DNA manusia terdapat satu gen yang disebut dengan proto-oncogenes, yang berfungsi membantu pertumbuhan sel. Apabila gen tersebut mengalami mutasi, sel-sel yang dikendalikan oleh gen tersebut akan tumbuh tak terkendali dan akhirnya menjadi kanker.

Penyebab kanker payudara hingga saat ini belum dapat diketahui secara pasti. Para ahli kesehatan hanya dapat menyebutkan beberapa faktor resiko, dimana apabila seseorang memiliki faktor resiko tersebut, ia memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk terkena kanker payudara. Berikut adalah faktor-faktor resiko tersebut, beberapa di antaranya tidak dapat dimodifikasi, namun beberapa lainnya dapat dihindari untuk meminimalkan kemungkinan terkena kanker payudara.

  • Jenis kelamin

Jenis kelamin wanita adalah salah satu faktor resiko kanker payudara. Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, pria pun dapat menderita kanker payudara. Namun, tidak dipungkiri bahwa penyakit ini 100 kali lebih banyak menyerang wanita daripada pria. Hal ini mungkin karena pria memiliki hormon estrogen dan progesteron yang jauh lebih rendah (kedua hormon tersebut berkontribusi terhadap pertumbuhan sel-sel kanker yang menjadi penyebab kanker payudara).

  • Usia

Selain jenis kelamin, usia pun menjadi salah satu faktor resiko yang tidak dapat dimodifikasi. Semakin bertambah usia seseorang, resiko ia terkena kanker payudara pun semakin besar. Kanker payudara yang dapat bermetastasis ke anggota tubuh lainnya banyak ditemukan pada wanita yang berusia 55 tahun atau lebih.

  • Ada anggota keluarga yang menderita kanker payudara

Wanita dengan anggota keluarga dekat yang menderita kanker payudara memiliki resiko lebih besar untuk juga terkena kanker payudara. Lebih jauh lagi, wanita dengan ibu/saudara perempuan/anak perempuan yang menderita kanker payudara memiliki resiko 2 kali lipat untuk terkena kanker payudara. Mengapa hal ini bisa terjadi? Telah dijelaskan bahwa penyebab kanker payudara adalah karena adanya mutasi gen yang menyebabkan pertumbuhan sel tidak terkendali. Mutasi gen inilah yang terkadang ‘diwariskan’ ke keturunan berikutnya.

  • Usia saat pertama kali menstruasi dan saat menopause

Wanita yang memiliki lebih banyak siklus menstruasi selama hidupnya (karena usia saat pertama kali mendapatkan menstruasi di bawah 12 tahun) memiliki kemungkinan sedikit lebih besar terkena kanker payudara. Peningkatan resiko ini mungkin dikarenakan tubuh mereka terpapar hormon estrogen dan progesteron lebih lama.

Selain usia saat pertama kali menstruasi, usia saat seorang wanita memasuki masa menopause juga termasuk dalam salah satu faktor resiko kanker payudara. Umumnya, wanita yang memasuki masa menopause setelah usia 55 tahun beresiko lebih besar (meskipun hanya sedikit) untuk terkena kanker payudara. Alasannya sama, yaitu karena tubuh mereka terpapar hormon estrogen dan progesteron lebih lama.

  • Konsumsi alkohol

Jenis kelamin, usia, riwayat keluarga, maupun usia saat pertama kali menstruasi dan saat menopause adalah faktor resiko kanker payudara yang tidak dapat diubah. Namun tidak usah berkecil hati. Anda tetap masih bisa melakukan modifikasi gaya hidup untuk mencegah atau meminimalkan kemungkinan mutasi gen yang menyebabkan pertumbuhan tak terkendali sel-sel penyebab kanker payudara.

Salah satu modifikasi gaya hidup yang dapat Anda lakukan adalah menghindari konsumsi alkohol. Konsumsi alkohol berhubungan dengan peningkatan resiko kanker payudara. Tidak hanya itu, seseorang yang mengkonsumsi alkohol secara berlebihan juga memiliki resiko lebih besar untuk menderita kanker jenis lainnya.

  • Obesitas pasca menopause

Kelebihan berat badan, terutama yang terjadi setelah menopause, juga dapat memicu pertumbuhan abnormal sel penyebab kanker payudara. Sebelum menopause, produksi estrogen terbanyak dilakukan oleh ovarium. Jaringan lemak hanya memproduksi sedikit estrogen.

Setelah menopause, dimana ovarium tidak lagi menghasilkan estrogen, otomatis tubuh hanya bergantung pada jaringan lemak untuk memproduksi estrogen. Pada orang yang mengalami kelebihan berat badan, semakin banyak lemak yang tertimbun di tubuh setelah menopause otomatis meningkatkan kadar estrogen dan memperbesar kemungkinan untuk terkena kanker payudara.

  • Kurang aktifitas fisik

Di zaman yang makin sedentari sekarang ini, orang semakin mudah menemukan alasan untuk tidak melakukan aktifitas fisik atau olahraga secara teratur. Padahal, aktifitas fisik dan olahraga teratur tidak hanya dapat mencegah pertumbuhan abnormal sel-sel yang menjadi penyebab kanker payudara, namun juga dapat mempertahankan kesehatan dan kebugaran tubuh secara holistik. Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh Women’s Health Initiative, berjalan cepat selama 2.5 jam saja per minggu dapat mengurangi kemungkinan seseorang terkena kanker payudara sebanyak 18%.

  • Tidak memiliki anak dan/atau tidak menyusui

Wanita yang tidak memiliki anak atau memiliki anak pertama pada usia di atas 30 tahun memiliki resiko yang lebih tinggi untuk terkena kanker payudara. Kita tentunya telah mengetahui manfaat menyusui bagi bayi, baik untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya maupun untuk memperkuat ikatan dengan ibu. Namun ternyata menyusui juga membawa manfaat bagi sang ibu, di antaranya adalah mencegah pertumbuhan tidak terkendali sel-sel payudara yang memicu kanker. Menyusui hingga 1.5 atau 2 tahun dapat menurunkan resiko seorang wanita terkena kanker payudara.

  • KB hormonal

Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang menggunakan pil KB sebagai alat kontrasepsi memiliki resiko menderita kanker payudara lebih besar. Apabila seorang wanita berhenti menggunakan pil KB, resiko untuk menderita kanker payudara perlahan turun hingga normal kembali. Selain pil KB, metode kontrasepsi lain yang melibatkan pemberian hormon seperti KB suntik juga dapat meningkatkan resiko kanker payudara. Untuk itu, sebelum mengggunakan KB hormonal, diskusikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan yang menangani Anda tentang faktor resiko kanker payudara lainnya yang Anda miliki.

Bagaimana dengan penggunaan deodoran? Meskipun disebut-sebut dapat menyebabkan kanker payudara, namun hingga kini belum ada penelitian yang dapat mendukung pernyataan tersebut. Itulah beberapa faktor resiko yang ditengarai berkontribusi terhadap pertumbuhan abnormal sel penyebab kanker payudara. Dengan melakukan pola hidup sehat untuk menghindari faktor resiko yang dapat dimodifikasi, diharapkan penyakit kanker payudara pun dapat dicegah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *