invisible bg invisible ico

Penyebab Gatal Mengganggu pada Area Kemaluan Wanita

Gatal pada Kemaluan Wanita: Berbagai Hal yang Perlu Anda KetahuiApabila terjadi gatal pada area kemaluan wanita, berbagai hal dapat menjadi penyebabnya. Faktor penyebab tersering adalah kurangnya menjaga kebersihan area kewanitaan. Selain kebiasaan yang kurang baik tersebut, berbagai penyakit dapat pula menjadi penyebab gatal pada area kemaluan wanita. Berikut akan disajikan informasi mengenai macam-macam penyebab gatal pada kemaluan wanita dan cara untuk mengatasinya. Selamat membaca!

Berbagai Penyebab Gatal pada Area Kewanitaan

Area kewanitaan merupakan salah satu area pada tubuh wanita yang sangat sensitif terhadap kondisi lingkungan. Pada area ini terdapat bakteri baik yang disebut juga flora normal. Bakteri ini sangat dipengaruhi dengan kondisi pH pada area kewanitaan.

pH normal pada area kewanitaan adalah berkisar antara 3.5 – 4.5. Perubahan dari pH akan menyebabkan perubahan jumlah bakteri baik, serta mempengaruhi pertumbuhan dari mikroorganisme lain pada area ini. Selain dari faktor lingkungan yang mempengaruhi jumlah bakteri baik, berikut akan dijelaskan penyebab gatal pada kemaluan wanita:

  1. Tidak Menjaga Kebersihan Area Kewanitaan

Gatal sering terjadi akibat kurangnya menjaga kebersihan pada area kewanitaan Keputihan adalah hal yang normal terutama pada masa subur, akan menstruasi maupun pada masa kehamilan. Namun, kebersihan harus dijaga dengan mengganti pakaian dalam minimal 2 kali sehari dan mengeringkan area kewanitaan dengan tissue setelah buang air kecil maupun besar untuk mencegah kondisi yang terlalu lembab.

Kondisi yang terlalu lembab akan mempermudah pertumbuhan berbagai bakteri, virus bahkan jamur yang menjadi penyebab gatal pada area kemaluan pada wanita. Selain itu mengganti pembalut ketika menstruasi juga harus dilaksanakan sesering mungkin. Darah menstruasi merupakan tempat tumbuh suburnya bakteri yang dapat menjadi penyebab gatal.

Mencukur bulu kemaluan juga merupakan salah satu cara menjaga kebersihan area kewanitaan. Bulu kemaluan yang terlalu lebat akan menyebabkan area kewanitaan cepat lembab dan berbau, akibat bakteri dan mikroorganisme yang tumbuh subur. Sekurangnya laksanakan mencukur bulu kemaluan sekali dalam sebulan terlebih sebelum menstruasi datang.

Hindari juga pemberian bedak tabur pada area kemaluan wanita. Beberapa wanita mempercayai dengan pemberian bedak tabur akan membuat harum daerah kewanitaan serta menyerap kelembapan. Padahal penggunaan bedak tabur justru dapat mengiritasi permukaan kulit kemaluan pada wanita, bahkan dapat naik menuju indung telur dan mengiritasi rahim.

Dr Charles Rockhead seorang dokter pakar obstetri-ginekology menyatakan bahwa penggunaan bedak tabur pada area kewanitaan akan mengubah kadar pH pada area tersebut. Mengubah kondisi asam menjadi basa, sehingga bakteri dan jamur akan mudah tumbuh menginfeksi dan menjadi penyebab gatal

  1. Penggunaan Pakaian Dalam Ketat dan Tidak Menyerap Keringat

Pakaian dalam maupun penggunaan celana dan baju yang terlalu ketat akan menyebabkan daerah kemaluan wanita cepat lembab. Tidak mendapat sirkulasi udara dengan baik. Sehingga bakteri, virus, parasit dan mikroorganisme akan mudah tumbuh subur menjadi penyebab gatal, keputihan hingga berbau tidak sedap.

Pilihlah pakaian yang tidak ketat dan menyerap keringat seperti bahan katun. Hindari penggunaan jeans lebih dari 12 jam dalam sehari untuk kesehatan kewanitaan Anda. Selain itu amat penting juga untuk mencuci celana Anda dengan rutin. Celana atau pakaian yang tidak di cuci dengan rutin dapat menjadikan kondisi tersebut terlalu lembab.

  1. Penyalahgunaan Obat-Obatan Pembersih Area Kewanitaan

Penggunaan obat obatan pembersih area kewanitaan yang terlalu sering dapat membunuh bakteri normal pada area kemaluan wanita. Selain itu, dapat pula merusak permukaan kulit sekitar area kewanitaan.

Penelitian yang dilaksanakan oleh National Institute of Environmental Health Sciences mengungkap fakta bahwa wanita yang memakai pembersih kewanitaan berisiko mengidap kanker ovarium sebesar 25% dibandingkan dengan wanita yang tidak memiliki kebiasaan membersihkan area kewanitaan dengan obat pembersih.

Ditemukan pula fakta bahwa para wanita yang berlebihan dalam pemakaian pembersih kewanitaan akan berisiko terhadap terjadinya kanker serviks atau kanker leher rahim. Kondisi kering pada kemaluan yang justru meningkatkan resiko luka ketika berhubungan suami istri sehingga memicu terjadinya radang panggul atau radang serviks.

Membersihkan daerah kemaluan dengan air bersih kemudian dikeringkan dengan tissue kering lebih dianjurkan untuk dilaksanakan daripada menggunakan obat-obatan pembersih area kewanitaan yang mengandung alkohol dan parfum.

  1. Diabetes Mellitus

Penyakit gula atau dikenal dengan istilah medis diabetes mellitus menjadi penyebab gatal pada area kemaluan pada wanita. Kondisi gula darah yang terlalu tinggi akan dikompensasi oleh tubuh dengan banyak kencing. Banyaknya cairan yang keluar dari tubuh akan menyebabkan kulit semakin kering namun kulit pada area kewanitaan justru akan semakin lembab.

Kondisi lembab dan ditambah dengan kandungan gula yang tinggi pada area kewanitaan menjadikan jamur candida mudah hinggap dan tumbuh pada kulit. Jamur candida inilah yang menjadi penyebab gatal, dan apabila Anda menggaruk hingga terluka dapat terjadi pernyebaran infeksi yang lebih parah. Luka pun akan sulit sembuh karena terjadi gangguan sirkulasi oksigen dan nutrisi yang sangat diperlukan dalam proses penyembuhan luka.

  1. Penyakit Infeksi dan Menular Seksual

Berbagai penyakit infeksi dan menular seksual memiliki tanda dan gejala gatal, terutama pada kemaluan wanita. Gonorea dan chlamydia merupakan jenis penyakit menular seksual yang diakibatkan oleh bakteri. Tanda awal terjadinya Herpes genitalia pun gatal, panas dan kemerahan pada organ kemaluan baik pria dan wanita.

Selain disebabkan oleh bakteri atau virus, gatal pada kemaluan dapat pula disebabkan oleh parasit. Kudis dan kutu rambut sebagai contohnya. Kudis dan kutu rambut dapat ditularkan tanpa melakukan hubungan seksual. Menggunakan pakaian dalam atau handuk bergantian dapat menjadi penyebab tertularnya penyakit ini.

Penyakit menular seksual dapat menyerang siapapun tanpa pandang bulu. Untuk mencegah terjadinya gatal yang disebabkan oleh penyakit infeksi dan menular seksual Anda harus selalu setia pada pasangan Anda, menjauhi alkohol dan narkoba untuk mencegah terjadinya hubungan seksual yang tidak aman, vaksinasi, menggunakan kondom serta membersihkan organ kemaluan setiap sebelum dan sesudah melaksanakan hubungan suami isteri.

Bahan Alami Pembersih Kewanitaan untuk Mengobati Gatal

Daripada menggunakan obat-obatan yang berbahaya dan beresiko pada kesehatan organ kewanitaan Anda. Beberapa bahan alami dan pengolahan yang mudah akan membantu Anda menjaga kebersihan dan kesehatan organ kewanitaan. Berikut penjelasannya:

  1. Rebusan Daun Sirih

Daun sirih merupakan bahan yang telah dikenal mengandung antiseptik. Dengan merebus segenggam daun sirih pada 250 ml air. Tunggu dingin kemudian saring air nya dan gunakan sebagai basuhan pada organ kewanitaan Anda.

Kandungan antiseptik dan baunya yang khas, akan mengobati anda dari gatal pada kemaluan. Serta menghilangkan bau tidak sedap dan keputihan yang berlebihan. Menggunakan rebusan daun sirih secara alami tidak memberikan efek samping yang negatif bagi kesehatan Anda.

  1. Bawang Putih

Konsumsi 1 – 2 siung bawang putih langsung di pagi hari. Dapat mengobati Anda dari segala macam penyakit, termasuk gatal pada organ kemaluan wanita. Kandungan antibakterial serta antioksidan dalam bawang putih secara tidak langsung akan menjaga kesehatan organ kewanitaan Anda.

Menjaga kebersihan diri merupakan wujud dari kecintaan kita dan rasa syukur atas apa yang telah diamanahkan Tuhan untuk dirawat dan dijaga sebaik-baiknya. Berbagai penyakit yang datang mungkin merupakan teguran dari Tuhan atas kelalaian kita dalam menjaga amanah tersebut.

Demikian artikel mengenai penyebab gatal pada kemaluan wanita, serta sedikit tambahan informasi mengenai bahan alami yang dapat Anda pilih untuk mengatasi gatal pada area tersebut. Semoga artikel ini bermanfaat. Salam Sehat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *