invisible hit counter invisible bg invisible ico

Pemeriksaan Wajib pada Wanita Hamil yang Penting untuk Dilakukan

Pemeriksaan Wajib pada Wanita Hamil yang Penting untuk DilakukanMelaksanakan pemeriksaan wajib wanita hamil sesuai dengan anjuran dokter atau bidan merupakan salah satu langkah nyata yang bisa dilakukan guna mengurangi angka kematian ibu yang masih cukup tinggi di negara kita. Selain itu tentunya juga untuk mengetahui perkembangan janin yang dikandung. Angka kematian ibu sendiri bermakna jumlah kematian seorang ibu yang diakibatkan oleh proses kehamilan, persalinan dan paska persalinan per 100.000 kelahiran hidup pada masa tertentu.

Pemeriksaan pada saat kehamilan ini dikenal dengan istilah Antenatal Care (ANC) yang dianjurkan dilakukan oleh setiap wanita hamil minimal sebanyak 4 kali dalam periode 9 bulan kehamilan normal pada umumnya. Pemeriksaan ini dapat dilakukan di pusat pelayanan primer seperti puskesmas ataupun rumah sakit dan juga pada tenaga kesehatan seperti bidan, dokter umum dan juga dokter spesialis kandungan. Di dalam artikel ini kita akan sama-sama membahas mengenai pemeriksaan kehamilan yang penting bagi ibu hamil, silahkan membaca!

7T Pemeriksaan Wajib Wanita Hamil

Angka kematian ibu di Indonesia pada tahun 2015 masih berada di atas target internasional yakni 102 kasus per 100.000 kelahiran hidup1, dimana kita masih harus berjuang keras untuk menekannya. Untuk itu pemeriksaan wajib wanita hamil di bawah ini dapat mengurangi penyulit-penyulit kehamilan yang sering kali menjadi penyebab kematian seorang wanita hamil.

1. Timbang berat badan

Pemeriksaan wajib wanita hamil yang pertama untuk dilakukan adalah pengukuran berat badan. Pengukuran berat badan ini dilakukan guna melihat status gizi sang ibu yang tentu saja akan menentukan perkembangan sang buah hati juga. Seorang wanita selama hamilnya memang akan mengalami peningkatan berat badan.

Perhitungan peningkatan berat badan ini dipengaruhi oleh tinggi badan sang ibu, karena tinggi badan ini diperlukan untuk mengukur Indeks Massa Tubuh (IMT) seorang wanita hamil. Pengukuran IMT menggunakan rumus berat badan (dalam kilogram) dibagi tinggi badan (dalam meter) yang dikuadratkan. Berdasarkan IMT, jika seorang wanita hamil memiliki IMT yang normal (antara 18,5-24,9) maka diperkirakan dirinya akan mengalami peningkatan berat badan sebanyak 11 hingga 16 kilogram selama hamil.

Untuk itu, tidak perlu khawatir akan peningkatan berat badan selama hamil ya Bunda. Usahakan untuk mengkonsumsi makanan yang sehat selama masa kehamilan guna mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan janin yang berada di dalam kandungan anda.

2. Tekanan darah

Pemeriksaan wajib wanita hamil selanjutnya adalah pengukuran tekanan darah secara rutin. Hal ini mengingat salah satu penyakit penyulit kehamilan yang sering kali ditemui mengganggu kehamilan adalah penyakit preeklampsia dan eklampsia. Kedua penyakit ini lebih dikenal oleh masyarakat dengan istilah keracunan pada kehamilan.

Kedua penyakit ini ditandai dengan peningkatan tekanan darah di atas 140/90 mmHg bagi wanita hamil yang ditemui setelah usia kandungan sang ibu menginjak usia 20 minggu. Peningkatan tekanan darah ini tentu saja tidak baik bagi perkembangan janin di dalam kandungan dan juga sangat membahayakan bagi keselamatan sang ibu.

Jika saat melakukan pemeriksaan kehamilan didapatkan hasil dimana anda mengalami peningkatan tekanan darah yang tidak normal, maka anda akan diobservasi selama kehamilan. Apabila terdapat tanda bahaya maupun komplikasi selama kehamilan, anda akan segera mendapatkan pemeriksaan dan juga penanganan yang tepat.

3. Tinggi fundus uteri

Pengukuran tinggi fundus uteri merupakan sebuah teknik pengukuran puncak rahim guna menafsirkan perkiraan besarnya rahim seorang wanita hamil. Pengukuran tinggi fundus uteri ini juga merupakan salah satu pemeriksaan wajib wanita hamil yang harus dilakukan pada ANC. Pengukuran besarnya ukuran rahim secara kasar ini ditujukan guna melihat apakah terdapat kelainan atau tidak dengan kehamilan seorang wanita.

Seperti contoh, jika ukuran rahim seorang wanita tidak sesuai dengan usia kehamilannya. Jika ukuran rahim seorang wanita lebih besar dari usia kehamilannya, maka dapat dicurigai bahwa wanita tersebut mengalami kehamilan kembar. Akan tetapi terdapat beberapa kemungkinan penyakit pada saat kehamilan yang bisa menyebabkan seorang wanita hamil mengalami ukuran rahim yang lebih besar seperti pada kehamilan anggur ataupun pada gangguan cairan amnion pada kehamilan.

Sebaliknya jika seorang wanita hamil memiliki ukuran rahim yang lebih kecil dari usia kandungan seringkali mengindikasikan kegagalan pertumbuhan janin dan bisa menjadi tanda adanya aborsi.

4. Tetanus toksoid

Tetanus toksoid adalah salah satu pemberian imunisasi wajib bagi seorang wanita hamil guna mencegah penyakit tetanus. Penyakit tetanus sendiri merupakan penyakit infeksi bakteri yang dapat terjadi karena adanya luka yang tidak bersih. Hal ini rawan terjadi pada proses persalinan yang tidak steril.

Penyakit tetanus ini bisa menyerang ibu maupun bayi pasca persalinan. Untuk itu seorang ibu perlu menerima imunisasi tetanus toksoid ini, selain untuk melindungi dirinya sendiri juga untuk melindungi sang anak dari penyakit berbahaya ini ketika dilahirkan.

Pemberian imunisasi tetanus ini sendiri pada wanita hamil diberikan sebanyak 5 kali, dengan aturan imunisasi pertama diberikan saat kunjungan kehamilan pertama kali. Imunisasi kedua diberikan dengan jarak 4 minggu setelah imunisasi pertama, imunisasi ketiga diberikan 6 bulan setelah imunisasi kedua. Imunisasi keempat dan kelima diberikan dengan jarak 1 tahun setelah pemberian imunisasi tetanus sebelumnya.

5. Tablet zat besi

Pada pemeriksaan kehamilan seorang wanita hamil akan diberikan asupan zat besi tambahan guna mencegah terjadinya kurang darah selama kehamilan yang akan mengganggu perkembangan janin di dalam kandungan. Selama kehamilan seorang wanita hamil akan diberikan tablet besi sebanyak 90 tablet dan umumnya pemberian tablet besi ini dijadwalkan pada trimester kedua kehamilan. Hal ini dilakukan guna mengurangi rasa mual yang bisa terjadi karena konsumsi tablet besi tersebut.

6. Tes terhadap penyakit menular seksual

Pemeriksaan wajib wanita hamil berikutnya yang perlu dilakukan oleh seorang wanita hamil adalah tes terhadap penyakit menular seksual (PMS). Pentingnya tes terhadap PMS ini dikarenakan penyakit-penyakit ini dapat menganggu pertumbuhan janin anda dan tidak jarang menyebabkan seorang bayi terlahir cacat karena sang ibu tidak diketahui mengidap salah satu PMS tersebut. Selain itu beberapa penyakit menular seksual ini juga diketahui dapat menyebabkan ketuban pecah dini yang berujung pada bayi lahir prematur.

7. Temu wicara

Temu wicara disini berarti setiap tenaga medis yang telah melakukan pemeriksaan kehamilan dan menemukan adanya gangguan atau penyulit pada kehamilan seorang wanita harus melakukan edukasi dan juga berdiskusi guna merujuk pasien tersebut ke pusat pelayanan kesehatan yang lebih besar. Hal ini dilakukan guna mengurangi keterlambatan penanganan terhadap suatu masalah kesehatan pada wanita hamil.

Demikianlah hal-hal yang bisa kami rangkum dan kami bagikan mengenai pemeriksaan wajib wanita hamil. Seperti sudah sempat dibahas di atas, pemeriksaan hamil ini dianjurkan minimal dilakukan sebanyak 4 kali, dengan jadwal 1 kali pada trimester pertama, 1 kali pada trimester kedua dan 2 kali pada trimester terakhir. Jadi, jangan sampai lupa jadwal pemeriksaan kehamilan anda ya Bunda.

Footnote
1. http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin-ibu.pdf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *