invisible hit counter invisible bg invisible ico

Payudara Nyeri saat Hamil? Inilah Berbagai Solusinya!

Payudara nyeri saat hamil menjadi keluhan yang hampir dialami oleh kebanyakan ibu hamil meski tidak semua selalu begitu. Selama hamil, banyak perubahan fisik yang terjadi. Salah satu perubahan yang terjadi adalah membesarnya payudara. Ketidaknyamanan pun mendera ibu. Rasa nyeri yang sering datang semakin menambah ketidaknyamanan ibu. Apalagi jika kehamilan tersebut adalah kehamilan pertama, bisa dipastikan ibu belum terlalu paham cara untuk mengatasinya. Perawatan payudara selama hamil tidak boleh asal sembarangan karena ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Jika ditinjau dari sisi medis, perubahan payudara sebenarnya merupakan hal yang fisiologis atau normal terjadi pada ibu hamil. Hal ini disebabkan karena perubahan beberapa fungsi hormon selama hamil. Pada awal kehamilan, ibu akan merasakan payudara menjadi lebih lunak. Baru mulai pada bulan kedua, payudara akan bertambah besar. Selain itu, pembuluh darah di bawah kulit akan mulai tampak jelas. Puting dan aerola juga akan semakin besar dan menghitam.

Kolostrum (cairan penting sebelum ASI) biasanya akan diproduksi setelah bulan pertama. Cairan ini berwarna kekuningan. Kolostrum berasal dari kelenjar-kelenjar asinus. Dalam periode ini, air susu belum diproduksi karena hormon prolaktin belum berfungsi penuh. Hormon yang banyak berperan selama hamil adalah esterogen dan progesteron. Keberadaan hormon ini adalah salah satu penyebab timbulnya sensasi nyeri pada payudara selama hamil.

Tips Mengatasi Payudara Nyeri saat Hamil

Rasa ketidaknyamanan yang terjadi karena payudara nyeri saat hamil bisa diatasi dengan beberapa cara. Diantaranya adalah dengan mengompresnya dengan air hangat supaya payudara dapat rileks, pemilihan bra yang tepat, dan bisa juga diatasi dengan obat penghilang nyeri atas petunjuk dokter. Mari kita simak penjelasannya berikut:

1. Kompres dengan Air Hangat

Cara alami yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi nyeri adalah mengompres payudara dengan air hangat. Selain mengatasi nyeri, sensasi hangat yang ditimbulkan dari cara mengompres ini dapat pula memberikan kesan rileks. Cara ini cukup mudah dilakukan. Anda hanya perlu menyiapkan handuk kecil atau waslap, kom kecil, dan air hangat.

Langkah-langkahnya pun cukup simpel. Pertama, basahi handuk atau waslap dengan air hangat yang telah disiapkan. Selanjutnya, peras handuk tersebut hingga tidak terlalu berair lagi. Terakhir, tempelkan handuk pada payudara Anda hingga sensasi hangat yang ditimbulkan berangsur-angsur berkurang. Kompres air hangat ini sebaiknya dilakukan selama 3-5 menit dan dilakukan teratur pagi dan sore hingga nyeri pada payudara berkurang.

2.Pilih Bra yang Tepat

Hindari menggunakan bra kawat. Selain mengganggu kenyamanan, bra berkawat juga membatasi ruang bagi payudara. Pembesaran payudara juga menuntut bra yang sesuai dengan perubahan ukurannya. Pilih bra yang tidak terlalu ketat maupun longgar. Disarankan membeli bra berbahan katun yang lebih ramah pada payudara ibu hamil.

Pemilihan bra ini menjadi hal yang penting karena jika tidak ditopang dengan benar, payudara bisa kendur nantinya. Upayakan memilih bra dengan karet yang lebar di bawah cup. Selain itu carilah bra dengan tali bahu yang lebar sehingga tidak menekan keras ke dalam kulit. Bra yang mempunyai kait di belakang lebih baik daripada yang kait depan.

Saat awal hamil disarankan untuk membeli bra secara bertahap saja. Hal ini dikarenakan payudara terus akan mengalami pembesaran sehingga nantinya pun akan membutuhkan bra yang berukuran lebih besar pula. Bra yang tipis bisa menjadi pilihan untuk digunakan saat Anda akan tidur.

Perlu diketahui bahwa kolostrum yang sering keluar akan membuat area payudara Anda menjadi basah. Hal ini bisa diatasi dengan meletakkan kain kassa pada cup bra. Ganti jika sudah terasa cukup lembab. Jika Anda merasa kurang nyaman dengan cara ini, boleh dengan rajin mengganti bra saja jika didapati pengeluaran kolostrum.

3. Mengonsumsi Obat Penghilang Nyeri

Apabila payudara nyeri saat hamil yang dirasakan sangat mengganggu hingga tidak tertahankan lagi, maka mengonsumsi obat penghilang nyeri adalah opsi terakhir yang bisa diberikan. Nyeri payudara yang telah sedemikian hebat biasanya diikuti dengan demam tinggi. Hal ini biasanya menandai adanya gejala infeksi dalam tubuh.

Apabila ibu sudah dalam kondisi seperti ini, maka harus segera datang ke dokter untuk melakukan konsultasi dan mendapatkan penanganan yang tepat. Dokter akan menganalisa lebih mendalam tentang kondisi Anda. Tidak menutup kemungkinan Anda akan diberikan obat pereda nyeri dan antibiotk.

Perlu dicatat sekali lagi bahwa konsumsi obat-obatan selama hamil harus melalui rekomendasi dan konsultasi dokter terlebih dahulu. Ibu tidak boleh sembarang memilih obat untuk dikonsumsi selama hamil tanpa arahan dokter sebelumnya.

Tips Merawat Payudara selama Hamil

Selama hamil, Ibu perlu melakukan banyak perawatan, salah satunya perawatan payudara. Payudara penting dipersiapkan karena fungsinya pasca bersalin yang vital. Bayi membutuhkan ASI yang cukup dan berkualitas. Merawat payudara adalah salah satu bentuk upaya ibu untuk mempersembahkan yang terbaik untuk buah hati kelak.

Perlu diketahui bahwa perawatan payudara ini sebaiknya tidak dilakukan pada awal masa kehamilan. Hal tersebut disebabkan karena perangsangan pada puting dapat menimbulkan kontraksi pada rahim. Lalu bagaimanakah sebaiknya melakukan perawatan payudara?

Payudara perlu dirawat secara tepat. Sebenarnya tidak ada cara khusus terkait hal ini, cukup simpel saja. Prinsip dasarnya adalah menjaga payudara berada dalam kondisi bersih. Hal ini dapat diterapkan dengan rajin membersihkannya dengan minyak kelapa, minyak zaitun, atau baby oil.

Cara membersihkannya sederhana. Anda cukup mempersiapkan kapas atau kassa yang telah dibasahi dengan salah satu minyak tadi. Setelah itu, tempelkan kapas atau kassa tersebut pada payudara Anda, biarkan selama beberapa menit. Secara otomatis plak atau pun kotoran lain yang biasa menempel pada payudara akan terangkat.

Masalah Lain yang Biasa Terjadi pada Payudara selama Kehamilan

Ada beberapa kendala pada payudara ibu yang biasa muncul selain payudara nyeri selama hamil. Salah satu contohnya adalah sering kali ditemui beberapa ibu yang memiliki kondisi puting payudara yang rata selama kehamilannya. Hal ini biasanya cukup memberikan kesan cemas dan was-was pada ibu. Dalam istilah medis, kondisi ini biasa disebut retracted nipple. Belum ditemui penjelasan khusus tentang penyebab pasti kondisi ini.

Namun ibu tidak perlu khawatir jika memiliki kondisi payudara seperti ini. Secara alamiah, kondisi atau bentuk payudara akan berubah dengan sendirinya pasca bayi lahir atau pasca bersalin. Tidak ada perawatan khusus yang harus dilakukan selama masih dalam kondisi hamil. Adapun pada retracted nipple, dapat diberikan sejenis nipple former (sejenis alat pembentuk puting). Biasanya dokter atau bidan akan merekomendasikan hal ini.

Demikian informasi seputar solusi mengatasi payudara nyeri saat hamil dan beberapa informasi lainnya terkait hal tersebut. Ada beberapa informasi yang perlu kembali digarisbawahi yakni nyeri selama hamil adalah hal yang fisiologis (normal) terjadi pada ibu hamil. Ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk mengatasinya seperti misalnya mengompres dengan air hangat dan memilih bra yang tepat. Jika nyeri yang dirasakan disertai demam tinggi, maka segera untuk konsultasikan ke dokter .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *