invisible hit counter invisible bg invisible ico

Obat Penyakit Herpes yang Penting untuk Diketahui

Obat Penyakit Herpes yang Penting untuk DiketahuiMengapa kita perlu mengetahui obat penyakit herpes? Jawabannya sederhana, karena penyakit herpes harus diobati sesegera mungkin agar tidak menimbulkan komplikasi yang berbahaya dan mengganggu kualitas hidup Anda dikemudian hari. Penyakit herpes sendiri adalah salah satu dari sekian banyak penyakit kulit yang disebabkan oleh virus. Penyakit kulit herpes ini lebih dikenal dengan istilah cacar ular atau cacar api di masyarakat yang menyerang orang tua dengan rentang usia di atas 50 tahun.

Penyakit herpes atau cacar ular ini disebabkan oleh virus yang sama dengan penyebab cacar air pada anak-anak, yakni Varicella Zooster Virus (VZV). Setelah kita sembuh dari penyakit cacar air semasa kecil, virus ini ternyata tidak hilang begitu saja melainkan menetap di dalam serabut saraf kita dan dapat muncul menjadi penyakit herpes. Untuk itu mari kita simak pembahasan mengenai perjalanan penyakit herpes dan apa saja obat penyakit herpes di bawah ini!

Apa Saja Obat Penyakit Herpes yang Penting untuk Anda Ketahui?

Untuk mengobati penyakit herpes, Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapat diagnosis juga terapi yang tepat. Hal ini dikarenakan, keluhan kulit yang ditimbulkan oleh Varicella Zooster Virus memerlukan penanganan yang berbeda pada setiap orangnya sesuai dengan jenis lesi yang ada di tubuh penderita. Sebagian besar penderita herpes mengeluhkan timbul ruam berupa lepuhan berisi cairan dengan dasar yang kemerahan, disertai rasa nyeri dan perih juga gatal pada beberapa orang.

Setelah didiagnosis oleh dokter Anda akan diberikan beberapa obat guna mengurangi keluhan tersebut di atas. Salah satunya adalah obat anti virus, seperti Acyclovir, Famcyclovir dan golongannya. Obat-obatan ini memiliki kemampuan untuk membatasi infeksi virus dalam tubuh, dengan cara membatasi proses replikasi atau perkembangan virus. Obat ini harus Anda konsumsi setiap harinya selama 7 sampai 14 hari, optimalnya obat anti virus ini akan diresepkan selama 10 hari.

Obat anti virus ini merupakan salah satu obat herpes kulit yang sangat dibutuhkan bagi penderita dengan gangguan sistem imun. Perlu kita ketahui, bahwa infeksi virus sebenarnya merupakan self limiting disease yang berarti infeksi ini dapat sembuh hanya dengan mengandalkan sistem pertahanan tubuh kita sendiri. Akan tetapi pada kasus-kasus dimana seseorang dengan daya tahan tubuh yang lemah dan terkena penyakit herpes maka diperlukan obat dari luar untuk menahan perkembangan virus di dalam tubuh. Orang-orang yang dimaksud antara lain pasien dengan usia tua, pasien HIV-AIDS, pasien dengan kencing manis dan lain-lain.

Selain obat anti virus, obat penyakit herpes yang sering kali diresepkan oleh dokter adalah anti nyeri atau analgesik. Hal ini mengingat bahwa penyakit herpes bisa menimbulkan rasa nyeri atau perih disekitar lesi kulit yang bisa dicetuskan oleh sentuhan maupun secara spontan. Obat-obat anti nyeri yang mungkin bisa Anda dapatkan antara lain paracetamol dan juga obat pereda rasa sakit yang lebih spesifik lainnya seperti gabapentin maupun amitriptilin.

Obat anti nyeri spesifik ini sebenarnya merupakan obat yang digunakan dalam menangani penyakit saraf. Seperti gabapentin yang merupakan obat anti kejang dan juga amitriptilin yang sebenarnya merupakan salah satu obat dari golongan anti depresi. Ingat, sebelum penyakit herpes kambuh, virus Varicella Zooster terlebih dahulu berdiam di dalam serabut saraf kita sehingga terkadang kita membutuhkan terapi berupa obat-obatan saraf. Selain itu perlu kita ketahui juga bahwa nyeri ditimbulkan oleh penyakit kulit herpes ini adalah nyeri yang berpusat pada sistem saraf kita sehingga terkadang pengobatannya tidak mempan hanya dengan anti nyeri biasa.

Semua pengobatan di atas merupakan pengobatan yang hanya bisa Anda dapatkan dari dokter. Selain menggunakan pengobatan dari dokter, seperti sudah dibahas sebelumnya Anda tetap harus menjaga daya tahan tubuh Anda dengan mengkonsumsi makanan bergizi dan juga beristirahat yang cukup agar sistem pertahanan tubuh dapat melawan infeksi virus ini. Beberapa tips lain juga bisa dilakukan di rumah untuk mengurangi keluhan penyakit kulit herpes Anda.

Tips sederhana tersebut antara lain jangan gunakan baju yang terlalu ketat sehingga menghindari gesekan antara permukaan baju dengan lesi yang berada di kulit Anda. Selain itu, jika lepuhan yang timbul telah pecah Anda bisa membersihkan dengan cara sering mengkompres daerah lesi dengan air yang bersih dan juga dengan kasa steril. Jika Anda merasakan gatal di sekitar lokasi lesi, Anda bisa menaburkan bedak seperti kaladin untuk mengurangi rasa gatal tersebut. Hindari menggaruk daerah lesi dan juga menggunakan plester untuk menutup lepuhan yang sudah pecah, karena hal tersebut dapat memperberat keluhan Anda dan menambah iritasi.

Perjalanan Penyakit Kulit Herpes

Seperti sudah kita ketahui sebelumnya penyakit herpes atau cacar ular ini merupakan bentuk reaktivasi dari penyakit cacar air yang dialami bertahun-tahun sebelumnya. Virus Varicella Zooster ini berdiam di dalam serabut saraf dan dapat kambuh kembali, mekanisme pasti mengapa jenis virus ini bisa aktif kembali belum diketahui. Kondisi fisik dan sistem pertahanan tubuh yang menurun pada orang tua serta keadaan stres diduga kuat memiliki peran pada kekambuhan penyakit ini.

Setelah teraktivasi kembali, Anda akan merasakan gejala berupa demam, nyeri kepala dan meriang atau pegal di seluruh tubuh dan diikuti dengan keluarnya lesi kulit berupa lepuhan berisi cairan dengan pola melingkar di salah satu sisi dada maupun perut. Akan tetapi lesi kulit ini juga bisa timbul di wajah dan jika tidak diobati dengan benar maka kelainan ini bisa mengiritasi mata Anda dan akhirnya menggangu penglihatan.

Penyakit kulit herpes yang tidak diobati dengan baik juga bisa menimbulkan kelainan yang disebut dengan neuralgia post herpetik. Neuralgia post herpetik merupakan sautu kelainan dimana penderitanya akan mengeluhkan nyeri yang terjadi dalam waktu yang sangat lama bisa berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Nyeri yang dirasakan merupakan nyeri yang berasal dari sensitasi saraf pada bekas lesi herpes, dengan pencetus nyeri yang bermacam-macam seperti tiupan angin dan juga sentuhan.

Selain itu komplikasi yang jarang dilaporkan tapi mungkin saja terjadi jika pengobatan yang dijalani tidak adekuat, adalah infeksi virus Varicella Zooster ke sistem saraf pusat yakni otak. Radang otak yang disebabkan oleh infeksi virus ini akan lebih sulit penanganannya dan sekali waktu dapat mengancam jiwa.

Penyakit herpes sendiri sebenarnya bukan merupakan penyakit berbahaya yang dapat mengancam jiwa, akan tetapi penanganannya haruslah cukup guna mencegah komplikasi di kemudian hari. Penyakit herpes ini juga sebenarnya tidak dapat ditularkan, akan tetapi bagi Anda yang belum pernah terkena cacar air sejak kecil Anda perlu menghindari penderita herpes karena Anda bisa saja tertular dan terkena cacar air untuk pertama kali dengan gejala yang lebih berat. Demikianlah artikel mengenai obat penyakit herpes dan juga perjalanan penyakitnya. Semoga bermanfaat bagi kita semua!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *