invisible hit counter invisible bg invisible ico

Obat Masuk Angin untuk Ibu Hamil yang Dapat Anda Coba

Ketika hamil daya tahan tubuh Anda menjadi lebih lemah daripada biasanya yang membuat Anda lebih rentan terserang masuk angin, padahal tidak semua obat aman dikonsumsi selama masa kehamilan, lantas apa obat masuk angin untuk ibu hamil yang alami dan aman? Sistem kekebalan tubuh yang bekerja pada performa yang lebih rendah dari biasanya selama masa kehamilan sesungguhnya merupakan hal yang baik, karena hal itu mencegah tubuh ‘mengeluarkan’ bayi Anda (yang meskipun merupakan darah daging Anda, namun secara teknis dianggap sebagai ‘benda asing’ bagi tubuh). Sebagai dampaknya, tubuh menjadi lebih rentan terkena penyakit, di antaranya masuk angin.

Masuk angin adalah sebutan masyarakat Indonesia untuk kondisi dimana badan terasa tidak enak, otot terasa nyeri, kedinginan, demam, sakit kepala, kehilangan nafsu makan, perut kembung, dan tidak jarang diikuti mual, muntah, atau pilek. Meskipun lazim dialami oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, namun ternyata istilah masuk angin tidak dikenal dalam dunia medis. Udara dingin sering disalahkan sebagai penyebab masuk angin. Namun sebenarnya penyebab masuk angin dapat merupakan gabungan dari kelelahan, kurang menjaga asupan makanan, dan stres psikologis.

Obat Masuk Angin untuk Ibu Hamil: Menghalau Masuk Angin dengan Langkah-Langkah Mudah

Ketika Anda sedang hamil, apalagi trimester pertama ketika pembentukan organ-organ tubuh janin, memang tidak disarankan untuk sembarangan mengkonsumsi obat. Terlebih lagi, gejala masuk angin mirip dengan tanda-tanda awal kehamilan seperti mual muntah, sakit kepala, tidak nafsu makan, maupun mudah lelah. Sehingga, obat masuk angin untuk ibu hamil lebih berupa langkah-langkah penanganan yang dapat Anda simak sebagai berikut.

  • Banyak beristirahat

Dua belas minggu pertama masa kehamilan adalah yang paling rentan. Untuk itu, ibu hamil dianjurkan untuk lebih banyak beristirahat, apalagi jika ditengarai sedang mengalami masuk angin. Dengan beristirahat, tubuh mendapatkan energi yang cukup untuk kembali bugar dan memulai aktivitas sehari-hari seperti biasa.

  • Tetap penuhi asupan nutrisi Anda

Obat masuk angin untuk ibu hamil adalah nutrisi yang sehat. Meskipun Anda sedang tidak nafsu makan, apalagi jika Anda mengalami morning sickness, tetap usahakan untuk mencerna sedikit makanan secara teratur dalam satu hari tersebut agar nutrisi Anda dan janin tercukupi. Usahakan mengkonsumsi buah dan sayuran yang mengandung asam folat dan vitamin C. Buah yang mengandung vitamin C misalnya jeruk, strawberry, melon, kiwi, mangga, tomat, dan pepaya. Usahakan pula agar kebutuhan karbohidrat, protein, lemak, serta vitamin dan mineral lainnya juga tercukupi.

  • Banyak minum

Tidak jarang masuk angin yang Anda rasakan dibarengi dengan pilek, yang menimbulkan sensasi hidung tersumbat yang tidak nyaman. Untuk mengatasinya, Anda harus banyak minum air putih (tubuh yang cukup asupan cairan akan membuat dahak pada rongga hidung menjadi encer sehingga mudah dikeluarkan).

Minumlah banyak air sehingga air seni Anda berwarna bening (bukan kuning atau oranye). Jika air seni Anda berwarna kuning atau oranye, atau jika Anda tidak buang air kecil tiap 2-3 jam sekali, itu tandanya Anda kurang minum. Jika meminum air putih saja membuat Anda mual, Anda bisa mencoba minuman hangat seperti teh, sup ayam panas, atau jus buah.

  • Menjaga tubuh agar tetap hangat

Obat masuk angin untuk ibu hamil yang lainnya adalah dengan menjaga tubuh agar tidak terpapar suhu dingin lebih daripada sebelumnya. Caranya bermacam-macam. Bisa dengan mengenakan penutup kepala dan baju hangat ketika keluar rumah sehingga terlindung dari angin, udara dingin, dan air hujan. Atau dengan mengenakan baju hangat atau selimut ketika tidur. Bisa juga dengan mengenakan sarung tangan dan kaus kaki untuk menjaga kehangatan kulit, karena banyak di antara orang yang masuk angin mengeluhkan tangan dan kakinya terasa dingin.

  • Kerokan

Kerokan adalah cara yang sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia untuk mengusir masuk angin. Anda cukup menyediakan sebuah koin dan balsem lalu melakukan kerokan di bagian tubuh yang Anda kehendaki (bagian tubuh yang paling sering dikerok biasanya adalah punggung, tengkuk, dan dada). Meskipun tidak diketahui secara jelas mekanisme kerokan untuk menghilangkan masuk angin, namun bagi sebagian besar orang metode ini sangat efektif. Kerokan sempat menjadi kontroversi, namun sebagian besar ahli menyatakannya aman dilakukan asal tidak terlalu sering.

  • Menghindari minum minuman beralkohol

Kunci mengobati masuk angin adalah dengan mempertahankan panas tubuh. Minuman beralkohol dapat mengganggu kemampuan badan untuk mengatur suhu tubuh, akibatnya badan kehilangan panas tubuh lebih cepat sehingga masuk angin tidak segera sembuh. Selain itu, minuman beralkohol juga tidak baik untuk kesehatan janin pada ibu yang sedang hamil.

Anda mungkin mempertimbangkan untuk meminum jamu, karena bagi orang Indonesia jamu pun dapat digunakan sebagai obat masuk angin. Namun Anda harus berhati-hati karena beberapa jenis jamu tradisional atau bahan makanan yang tidak boleh dikonsumsi oleh wanita yang sedang hamil.

  • Madu alami

Beberapa sendok teh madu alami dapat menjadi salah satu obat masuk angin untuk ibu hamil. Anda dapat mengkonsumsinya secara langsung atau mencampurnya dengan segelas air perasan jeruk nipis hangat untuk meredakan gejala masuk angin yang Anda rasakan.

  • Mengkonsumsi obat-obatan untuk meredakan gejala

Apabila masuk angin yang Anda rasakan disertai dengan tanda dan gejala flu, mungkin Anda akan mempertimbangkan untuk minum obat agar tanda dan gejala yang Anda rasakan mereda. Akan tetapi, harus selalu diingat bahwa konsumsi obat masuk angin untuk ibu hamil harus selalu setelah berkonsultasi dengan dokter untuk menghindari dampak negatif pada janin Anda. Obat yang secara umum dianggap aman untuk dikonsumsi oleh ibu hamil di antaranya adalah acetaminophen (untuk meredakan demam, sakit kepala, maupun nyeri otot), beberapa jenis obat batuk, dan antihistamin.

Dari langkah-langkah di atas, Anda tetap harus berkonsultasi ke dokter apabila masuk angin yang Anda rasakan tidak juga mereda setelah 10 hingga 14 hari. Hal ini karena mungkin Anda tidak sekedar menderita masuk angin biasa, namun tanda dan gejala yang Anda alami telah berkembang mengarah pada infeksi sekunder, dan obat dari dokter mungkin diperlukan untuk memastikan keselamatan Anda dan bayi Anda.

Periksakan diri Anda apabila Anda mengalami demam lebih dari 380C, pilek yang cukup parah sehingga membuat Anda sulit bernafas atau beristirahat, batuk hingga mengeluarkan dahak berwarna kekuningan atau kehijauan, batuk yang disertai dengan nyeri dada atau nafas yang berbunyi, serta daerah sinus terasa nyeri.

Selain mempraktikkan cara atau obat masuk angin untuk ibu hamil di atas, juga jangan anggap ringan masuk angin yang Anda alami apabila nyeri perut dan kembung yang Anda rasakan tidak mereda, diare atau konstipasi yang berkepanjangan dan tidak terkontrol, penurunan berat badan, serta apabila ada darah pada tinja. Demikian artikel yang dapat kami sajikan, semoga bermanfaat untuk kita semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *