invisible hit counter invisible bg invisible ico

Obat Batuk untuk Ibu Menyusui? Mana Saja yang Aman?

bat Batuk untuk Ibu Menyusui? Mana Saja yang Aman?Memang menjadi perhatian khusus dan tidak boleh sembarangan terkait penggunaan obat batuk untuk ibu menyusui. Selama menyusui, asupan yang dikonsumsi oleh ibu sedikit banyak akan masuk juga dalam ASI yang diberikan kepada bayi. Oleh karena itu, penggunaan obat apa pun, termasuk dalam pembahasan ini adalah tentang batuk, tidak diperkenankan tanpa adanya resep dan juga anjuran dari dokter. Namun ibu tak perlu khawatir karena masih ada banyak alternatif yang bisa digunakan sebagai obat batuk untuk ibu menyusui tanpa perlu resep dokter yakni pengobatan secara alami.

Batuk merupakan sebuah respon alami tubuh saat terjadi gangguan luar pada saluran pernafasan. Secara umum batu bukanlah indikasi adanya sebuah penyakit yang serius dalam tubuh. Biasanya batuk justru akan sembuh dengan sendirinya setidaknya dalam rentang waktu 3 minggu. Penyebab batuk yang paling sering dijumpai adalah karena infeksi saluran pernapasan oleh virus. Batuk menjadi perlu penanganan segera jika tak sembuh dalam 3 minggu, bertambah parah, bahkan mengeluarkan darah.

Mengenal Jenis Obat Batuk secara Umum

Berikut ini adalah beberapa obat batuk yang biasa diberikan pada pasien umum. Berbagai macam obat batuk ini disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi yang tentu saja berbeda-beda.

1. Antitusif

Merupakan obat untuk mengatasi batuk kering. Cara kerjanya yakni menekan dan mengurangi reflek batuk. Jenis antitusif ini di antaranya dekstrometorfan (DMP), pholcodine, caramiphen, kodein, hydrocodone, dll.

2. Antihistamin

Berfungsi untuk mengatasi rasa gatal di tenggorokan. Selain itu, antihistamin juga memberi sensasi rasa tenang sehingga membuat tidur menjadi lebih nyenyak. Dalam praktiknya, antihistamin ini ditemui dalam produk kombinasi dengan komposisi lainnya.

3. Ekspektoran

Berfungsi untuk mengencerkan dahak (memudahkan mengeluarkan dahak). Kerja ekspektoran ini adalah mengurangi ketebalan pengeluaran bronkial sehingga meningkatkan aliran lendir yang lebih mudah untuk dibuang. Jenis ekspektorn yang biasa tersedia yaitu amonium klorida, kalsium iodida, guaifenesin, gliserol iodinasi, natrium sitrat, dll.

4. Mukolitik

Berfungsi untuk mengencerkan dahak juga. Bedanya dahak di sini adalah yang lebih lengket (kental). Kerja mukolitik yakni menjadikan lendir menjadi lebih tipis dan dapat di buang melalui batuk. Dalam produksinya, beberapa obat sudah mengombinasikan antara mukolitik dan ekspektoran sehingga cara kerjanya lebih maksimal. Contohnya adalah bromhexine dan ambroxol.

Obat Batuk untuk Ibu Menyusui yang Aman

Penjelasan sebelumnya telah menyebutkan berbagai macam obat batuk yang biasa digunakan untuk pengobatan pasien umum. Namun, mana sajakah obat batuk untuk ibu menyusui yang sekiranya aman dikonsumsi?

  • Antihistamin  ̶  dalam kadar sedikit, antihistamin bisa masuk dalam ASI. Namun tidak perlu dikhawatirkan karena tidak menyebabkan efek buruk pada bayi. Antihistamin aman bagi ibu menyusui berikut bayinya.
  • Dekongestan  ̶  sejauh ini belum ditemukan masalah yang diakibatkan oleh dekongestan pada ibu menyusui berikut bayinya. Disebutkan pula dalam sebuah jurnal bahwa pseudoephedrine (salah satu bentuk dekongestan) aman dikonsumsi ibu menyusui. Namun fakta ini masih akan terus berkembang seiring dengan penelitian yang ada.
  • Dekstrometorfan  ̶  belum ada data pasti yang menyebut bahwa dekstrometorfan terurai dalam ASI. Namun konsumsi dekstrometorfan dalam skala besar tentu saja tak direkomendasikan.
  • Acetaminophen  ̶  bisa dalam bentuk parasetamol. Sejauh ini penggunaannya aman bagi ibu menyusui dan bayinya.
  • Iodida dan Kodein  ̶  keduanya dinyatakan tidak aman bagi ibu menyusui. Iodida yang masuk dalam ASI berpengaruh pada penurunan aktifitas tiroid pada bayi. Bentuk iodida misalnya kalsium iodida, gliserol iodinasi. Bentuk kodein misalnya hydrocodone, dihydrocodein, hydromorphone.

Sekali lagi perlu diingat bahwa meski beberapa obat memang relatif aman dikonsumsi oleh ibu menyusui berikut bayinya, namun konsultasi dengan dokter tetap dianjurkan. Jangan mengonsumsi obat tanpa ada anjuran dari dokter sebelumnya.

Mengobati Batuk Ibu Menyusui secara Alami

Pengobatan secara alami relatif banyak dipilih karena tingkat efek samping yang rendah. Ada banyak alternatif obat batuk secara alami di antaranya:

1. Madu

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa madu memilik segudang manfaat bagi kesehatan. Salah satu manfaat madu yakni mengobati batuk. Bahkan disebutkan bahwa madu lebih berpotensi menyembuhkan batuk daripada DMP (dekstrometorphan). Madu mengandung ratusan bahan alami yang berfungsi sebagai antioksidan dan antimikroba. Antibakteri ini muncul dari sifat osmosis, hidrogen peroksida, dan keasaman yang tinggi.

Cara mengonsumsinya pun beragam. Bisa diminum secara langsung, bisa dicampurkan dengan teh hangat, bisa juga dicampur dengan lemon. Madu berkhasiat untuk melegakan tenggorokan dan meredakan berbagai gejala peradangan. Madu yang dikonsumsi bersamaan dengan teh hangat bisa menghangatkan tubuh.

2. Jahe

Jahe adalah alternatif alami sebagai obat batuk untuk ibu menyusui. Cara mengonsuminya pun mudah. Jahe yang sudah digeprek bisa diseduh dengan air panas. Sebaiknya tidak menggunakan gula dalam menyeduhnya. Konsumsi jahe ini sebaiknya rutin karena salah satu khasiatnya adalah melegakan tenggorokan dan menghilangkan gatal-gatal.

3. Kencur

Bumbu dapur ini bermanfaat dan berperan juga untuk mengobati batuk. Cara mengonsumsinya bisa dengan menghaluskan lalu diambil sarinya. Sari kencur ini sebaiknya rutin-rutin dikonsumsi untuk melegakan tenggorokan dan menyembuhkan batuk.

4. Lemon

Lemon berkhasiat pula untuk meredakan batuk. Cara mengonsumsinya bisa dengan meminum sarinya setelah diperas, jika dirasa terlalu asam, bisa dibuat dalam bentuk jus. Atau bisa juga dengan varian lain dengan mencampurkan pada teh hangat. Yang jelas, konsumsi lemon harus secara teratur.

5. Jeruk Nipis

Jeruk nipis mengandung banyak vitamin C yang sangan dibituhkan dalam mengobati batuk. Cara mengonsumsinya mudah yakni cukup dengan diperas. Air perasan jeruk nipis tadi bisa dicampurkan dengan kecap atau madu. Rutin diminum pagi dan sore.

6. Daun Sirih

Ternyata daun sirih tak hanya bermanfaat untuk urusan kewanitaan saja, namun juga bisa mengobati batuk. Cara mengonsumsinya mudah. Rebus daun sirih yang telah dicampur dengan irisan jahe. Jahe boleh digeprek. Aduk hingga mendidih. Air rebusan disaring dahulu sebelum dikonsumsi hangat-hangat. Biasakan diminum setidaknya sehari sekali.

7. Daun Kemangi

Barangkali ada yang tak pernah menyangka bahwa kemangi yang sering digunakan sebagai lalapan itu ternyata berkhasiat juga untuk menyembuhkan batuk. Lantas bagaimana cara mengonsumsinya? Cukup mudah yakni merebus beberapa lembar daun kemangi yang telah dicuci bersih sebelumnya. Jika sudah mendidih, ambil airnya untuk teratur diminum.

8. Air Garam

Air garam bermanfaat untuk meredakan batuk. Cukup dengan melarutkannya dalam segelas air hangat. Air ini dipergunakan untuk berkumur-kumur. Dengan cara ini dipercaya bisa mengurangi rasa gatal-gatal pada tenggorokan juga mengurangi refleks batuk.

Demikian tadi beberapa penjelasan tentang obat batuk untuk ibu menyusui. Obat-obat kimiawi yang aman dikonsumsi tetap harus melalui rekomendasi dokter dahulu untuk mengonsumsinya. Obat-obat versi alami lebih dianjurkan karena lebih aman dan minimum efek samping yang ditimbulkan. Hal yang jauh tak kalah lebih penting adalah menjaga kebugaran tubuh untuk mencegah munculnya batuk itu sendiri. Bisa dengan mengonsumsi vitamin C, sayur mayur, buah, dan minum air putih setidaknya 2,5 liter tiap harinya. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *