invisible bg invisible ico

Mengenali Ciri-Ciri Kanker Payudara Sedini Mungkin

Mengenali Ciri-Ciri Kanker Payudara Sedini MungkinApakah setiap benjolan yang ada pada payudara adalah ciri-ciri kanker payudara? Kanker payudara termasuk dalam salah satu penyebab kematian yang paling sering menimpa kaum wanita. Di Amerika Serikat, kanker payudara adalah jenis kanker yang paling umum terjadi pada wanita. Satu dari delapan wanita di negara tersebut menderita kanker payudara. Sementara di Indonesia, kanker payudara merupakan jenis kanker terbanyak pada pasien rawat inap/jalan di seluruh rumah sakit di Indonesia. Seperti yang dikutip dari Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI, kanker payudara merupakan penyakit kanker dengan persentase kasus baru tertinggi, yakni sebesar 43.3%. Ironisnya, sekitar 70 persen pasien kanker payudara baru datang ke fasilitas kesehatan pada stadium lanjut.

Ada beberapa tipe kanker payudara yang berbeda, dilihat dari kemampuan masing-masing tipe untuk menyebar (bermetastasis) ke jaringan tubuh lainnya. Ada tipe kanker payudara yang disebut ductal carcinoma in situ, yang tidak menyebar ke jaringan tubuh sekitarnya dan oleh sebab itu memiliki tingkat kesembuhan yang sangat tinggi meskipun ia bermanifestasi klinis sebagai ciri-ciri kanker payudara.

Tipe kanker payudara yang lain awalnya tumbuh di jaringan payudara, lalu menyebar ke jaringan sekitarnya. Ini disebut dengan invasive ductal carcinoma, yang merupakan tipe kanker payudara yang paling banyak dijumpai, persentasenya sekitar 80%. Terdapat pula kanker payudara yang diawali dengan pertumbuhan sel kanker pada kelenjar susu. Tipe kanker payudara ini disebut dengan invasive lobular carcinoma, dengan angka kejadian yang jauh lebih rendah yaitu hanya 10%.

Kenali Ciri-Ciri Kanker Payudara Berikut Ini

Untuk menegakkan diagnosa kanker payudara, dokter perlu melakukan pemeriksaan menggunakan mammogram (wanita yang berusia 45 tahun lebih disarankan untuk menjalani pemeriksaan mammogram setiap tahun hingga usianya mencapai 54, sedangkan wanita berusia 55 tahun lebih disarankan untuk menjalani pemeriksaan mammogram dua tahun sekali). Meski demikian, sebelum dilakukan pemeriksaan dokter akan menanyakan apakah seorang wanita memiliki tanda dan gejala yang menunjukkan ciri-ciri kanker payudara seperti yang tercantum di bawah ini:

  • Benjolan di payudara

Seperti yang telah disinggung di awal artikel, salah satu tanda dan gejala kanker payudara yang paling mudah diamati adalah timbulnya benjolan pada payudara dan/atau ketiak. Benjolan yang muncul akan teraba keras atau tebal. Selain benjolan, payudara juga mungkin akan mengalami pembengkakan dan kemerahan. Warna kulit pada payudara juga bisa menjadi semakin gelap. Benjolan di payudara ini bisa juga diikuti dengan pembengkakan kelenjar getah bening di leher atau ketiak.

  • Keluar cairan dari puting

Pada prinsipnya, apabila seorang wanita tidak sedang menyusui (atau sedang hamil trimester ketiga dimana biasanya ASI sudah mulai keluar) maka semua cairan yang keluar dari puting dianggap sebagai anomali, tidak peduli apapun warnanya (bening maupun kemerahan). Puting juga mungkin akan lecet. Selain itu seorang wanita mungkin akan merasakan sakit di daerah tertentu di payudaranya yang tidak juga hilang.

Oleh sebab itu, pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dilakukan ketika seorang wanita tidak sedang menstruasi. Karena jika dilakukan pada saat menstruasi, akan sulit membedakan apakah sensasi tertentu yang dirasakan di payudara adalah karena PMS atau karena ada keganasan. Untuk mengenali ciri-ciri kanker payudara yang khas, lakukan SADARI ketika Anda tidak sedang menstruasi.

  • Perubahan bentuk dan/atau ukuran dari payudara atau puting

Amati bentuk atau ukuran payudara Anda, jika ada pembesaran yang tidak wajar. Amati pula puting Anda. Salah satu tanda dan gejala kanker payudara adalah puting payudara tertarik masuk ke dalam (tentu berbeda kasusnya dengan wanita yang sedari awal memang memiliki bentuk puting payudara yang demikian). Selain itu, puting akan tampak bersisik dan terasa gatal atau muncul ruam.

  • Perubahan tekstur kulit

Kulit payudara umumnya memiliki tekstur licin dan kenyal. Untuk memastikan apakah Anda memiliki tanda dan gejala kanker payudara, amatilah tekstur kulit payudara Anda. Yang harus Anda waspadai adalah apabila kulit payudara berubah timbul kerutan, berlekuk, atau menjadi kasar seperti kulit jeruk.

Tanda dan gejala awal kanker payudara secara umum tidak mudah dikenali. Itulah mengapa pemeriksaan mammogram penting untuk mendeteksi kanker pada stase yang masih sangat awal. Bahkan, beberapa kasus kanker payudara yang sudah lanjut tidak selalu menampakkan tanda dan gejala tertentu. Namun, tidak ada salahnya pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dilakukan, asal tidak ketika menstruasi dan tidak dekat dengan waktu menstruasi (baik sebelum atau sesudah).

Setelah Mengetahui Ciri-Ciri Kanker Payudara, Pahami Penyebab Kanker Payudara Berikut Ini

Setiap orang memiliki apa yang kita sebut dengan faktor resiko untuk menderita penyakit tertentu. Apabila seseorang memiliki faktor resiko tersebut, tidak berarti ia pasti akan mengalami penyakit tersebut di kemudian hari. Namun, kemungkinan ia untuk mengalami penyakit tersebut lebih besar dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki faktor resiko.

Pada prinsipnya, kanker terjadi apabila sel-sel tubuh yang normal mengalami mutasi DNA sehingga mereka menjadi ganas. Penyebab kanker hingga hari ini belum diketahui secara pasti. Namun ada beberapa faktor resiko, yang apabila satu atau lebih di antaranya melekat pada individu, kemungkinan individu tersebut untuk terserang kanker akan lebih besar. Demikian pula dengan kanker payudara.

Ada beberapa faktor resiko yang tidak dapat kita ubah, seperti misalnya usia. Semakin tua usia seorang wanita, semakin tinggi resikonya terserang kanker payudara. Selain itu, gen termasuk dalam faktor resiko yang tidak dapat kita ubah. Dua jenis gen yang disebut dengan BRCA1 dan BRCA2 memperbesar resiko seseorang menampakkan ciri-ciri kanker payudara. Gen ini bersifat diturunkan. Dengan kata lain, seorang wanita yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat kanker payudara atau ovarium wajib memeriksakan diri karena bisa jadi ia memiliki “gen penanda kanker” yang sama.

Faktor resiko ketiga yang tidak dapat dimodifikasi atau diubah adalah usia ketika pertama kali mendapatkan menstruasi (menarche) dan usia ketika menopause. Kelompok wanita yang pertama kali haid sebelum usianya 12 tahun, atau mereka yang menopause setelah usia 55 memiliki resiko yang lebih tinggi untuk terkena kanker payudara.

Selain faktor-faktor resiko tersebut yang sudah tidak dapat diubah, terdapat beberapa faktor resiko kanker payudara yang dapat diubah seperti obesitas, penggunaan terapi penggantian hormon, menggunakan pil KB, minum alkohol, dan tidak memiliki anak atau memiliki anak pertama di atas usia 35 tahun. Dengan memahami faktor-faktor resiko tersebut kejadian kanker payudara dapat diwaspadai dan dicegah.

Sembari mewaspadai ciri-ciri kanker payudara, di saat yang bersamaan kita juga harus melakukan langkah-langkah pencegahan agar terhindar dari penyakit ini. Kembali ke gaya hidup SEHAT adalah solusi paling mudah yang dapat kita coba. (S)eimbangkan gizi, (E)nyahkan rokok, (H)indari stress, (A)mbil/periksa tekanan darah secara teratur, dan (T)eratur berolahraga. Banyak-banyaklah mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan karena kedua jenis bahan makanan tersebut dapat menjadi antioksidan alami penangkal radikal bebas penyebab kanker dalam tubuh kita. Salam hidup sehat !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *