invisible bg invisible ico

Makanan Penambah Darah untuk Ibu Hamil untuk Mencegah Anemia

Inilah Makanan Penambah Darah untuk Ibu Hamil yang Penting untuk DikonsumsiAnemia atau kurang darah merupakan salah satu keluhan yang sering dialami seorang ibu yang sedang hamil. Mulai dari trimester pertama, kedua hingga ketiga. Kondisi Hb (hemoglobin) yang rendah menyebabkan seorang ibu hamil terlihat lemas, lesu dan sebagainya. Kondisi ini tentu tidak baik, bukan hanya bagi si ibu, namun juga untuk bayi dalam kandungan. Secara alami, makanan penambah darah untuk ibu hamil bisa dikonsumsi untuk mencegah terjadinya anemia tersebut.

Sebenarnya ada banyak sekali makanan yang mengandung zat besi pencegah anemia. Akan tetapi, kondisi hamil membuat para ibu harus lebih selektif memilih makanan. Apakah baik untuk perkembangan dan pertumbuhan janin atau tidak. Sebab kesalahan konsumsi makanan tentu berpengaruh terhadap jumlah dan jenis asupan nutrisi yang diterima oleh janin dalam kandungan.

Mengapa Penting Mengkonsumsi Makanan Penambah Darah untuk Ibu Hamil?

Sejak dari perkembangan janin di usia trimester pertama, kebutuhan akan pembentukan sel darah merah pada janin sudah dimulai. Asupan pada janin tentu saja diambil dari zat besi yang dikonsumsi oleh sang ibu. Oleh karena itulah, seorang ibu yang hamil harus mengkonsumsi zat besi pada jumlah yang lebih besar dibandingkan perempuan yang tidak hamil.

Jika ibu kekurangan zat besi, maka bukan hanya janin yang akan kekurangan, kesehatan ibu yang sedang mengandung pun akan terganggu. Selain meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung zat besi, untuk perkembangan sel darah merah juga dibutuhkan asam folat yang cukup. Hampir 85% kasus anemia pada ibu hamil, kebanyakannya adalah karena kekurangan zat besi dan asam folat.

Lalu apa hal paling membahayakan bagi ibu hamil jika mereka mengalami anemia? Salah satu resiko terbesar adalah pada saat persalinan. Koordinator Sistem Kesehatan dari Micronutrient Initiative, dr Adhi Sanjaya., MSc-IH mengatakan, ada dua hal yang menjadi resiko yang tidak diinginkan akibat anemia tersebut.

Pertama, ibu yang mengalami anemia atau kekurangan darah saat kehamilan akan beresiko melahirkan bayi yang prematur atau berat badan di bawah normal. Ada banyak kasus saat ini yang menunjukkan bayi sebelum 9 bulan sudah lahir duluan, ternyata salah satunya disebabkan oleh anemia tersebut.

Kedua, bagi ibu sendiri yang akan menjalani persalinan, baik secara normal maupun cesar, akan beresiko kehabisan darah. Pada kondisi mereka yang mengalami anemia, kekurangan darah akan sangat beresiko pada keselamatan jiwa. Ada banyak kasus ibu melahirkan yang akhirnya meninggal dunia karena faktor kekurangan darah. Karena kondisi kurang darah inilah, kebanyakan para ibu yang baru melahirkan wajahnya akan terlihat lebih pucat.

Penting untuk dibedakan, bahwa yang dimaksud kekurangan darah di sini adalah kurangnya jumlah darah yang membutuhkan transfusi, bukan kondisi dimana tekanan darah seorang ibu hamil yang rendah. Dua hal ini merupakan dua kondisi yang berbeda dan perlu untuk diperhatikan.

Berapa Jumlah Asupan Zat Besi Perhari untuk Ibu Hamil?

Meskipun dianjurkan untuk mengkonsumsi zat besi dalam jumlah yang banyak, tetap ada kadar maksimal asupan zat tersebut setiap harinya, baik untuk mereka yang hamil maupun yang sedang tidak hamil. Untuk ibu hamil, kebutuhan pada zat besi setiap harinya sebesar 30 miligram (mg). Kebutuhan ini sebaiknya dipenuhi melalui konsumsi sumber-sumber makanan alami yang lebih sehat. Konsultasikan juga kondisi kesehatan Anda pada dokter di setiap trimester kehamilan.

Jenis-Jenis Makanan Penambah Darah untuk Ibu Hamil

Ada banyak sekali jenis makanan penambah darah untuk ibu hamil yang ada di sekitar kita, baik yang mengandung zat besi maupun asam folat. Makanan-makanan tersebut bisa divariasikan konsumsinya setiap hari, karena umumnya merupakan menu makanan harian yang sering kita konsumsi. Beberapa diantara makanan tersebut adalah:

  1. Aneka jenis sayuran yang berdaun hijau, seperti misalnya bayam, kangkung, sawi, daun singkong dan sejenisnya. Sayuran ini harganya cukup terjangkau, namun ternyata memiliki khasiat yang cukup baik untuk penambah darah. Tak hanya itu, sayuran dengan daun berwarna hijau juga menjadi sumber asam folat yang dibutuhkan janin untuk perkembangan otak.
  2. Brokoli, brokoli menjadi salah satu jenis sayuran yang paling kaya dengan nutrisi. Bagi ibu hamil yang sering anemia, sayuran ini bisa dikonsumsi menjadi campuran setiap sayuran yang lain. Tak hanya untuk penambah darah, sayuran ini juga bagus untuk mengurangi kadar kolesterol pada tubuh, meningkatkan perkembangan otak, mencegah kanker dan sebagainya.
  3. Ikan, makanan ini juga menjadi makanan yang paling bagus dikonsumsi oleh ibu hamil. Selain untuk mengatasi anemia, ikan juga sangat baik untuk pertumbuhan otak. Perempuan di Jepang yang sedang hamil mengkonsumsi ikan dalam jumlah yang banyak untuk perkembangan otak janin mereka. Ikan juga mengandung kalsium yang dibutuhkan oleh janin.
  4. Kuning telur, jika sebagai ibu hamil Anda mengalami anemia, maka dianjurkan mengkonsumsi kuning telur sebagai salah satu sumber zat besi. Namun jika kondisi darah Anda normal, terlebih kolesterol Anda tinggi, sebaiknya memilih jenis sayuran yang mengandung zat besi untuk mengatasi anemia yang mungkin terjadi.
  5. Daging dan ayam, dua makanan ini menjadi protein yang paling sering dikonsumsi orang. Bagi ibu hamil yang mengalami kekurangan darah atau anemia, sebaiknya mengkonsumsi daging maupun ayam dalam jumlah yang cukup. Jangan berlebihan karena biasanya juga akan berpengaruh pada kondisi pencernaan ibu hamil. Komposisinya perlu diseimbangkan dengan asupan sayur.
  6. Anggur dan jeruk, bila ibu mengalami anemia, maka bisa merutinkan konsumsi buah anggur dan jeruk. Dua buah ini mengandung zat besi yang cukup baik  untuk kebutuhan harian. Selain itu, buah ini juga kaya dengan vitamin C yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh ibu hamil. Agar tidak mudah demam, flu, batuk dan sejenisnya.
  7. Udang dan kepiting, dari jenis makanan laut yang bisa dijadikan sebagai sumber zat besi adalah udang dan kepiting. Namun Anda juga harus mengatur konsumsinya agar tidak berlebihan sehingga menyebabkan hipertensi saat hamil. Sebab dua jenis makanan laut ini memiliki efek kesehatan yang tidak baik jika dikonsumsi secara berlebihan.

Konsultasikan kesehatan ibu hamil secara rutin di setiap trimesternya. Dengan demikian Anda akan tahu bagaimana kondisi kesehatan secara umum. Mungkin ada banyak keluhan penyakit yang membutuhkan asupan gizi tertentu sehingga juga penting diperhatikan untuk disesuaikan antara makanan dengan keluhan yang Anda rasakan.

Bila setelah konsultasi dengan dokter Anda memang dinyatakan mengalami anemia, maka sebaiknya mulailah mengkonsumsi makanan penambah darah bagi ibu hamil secara alami. Makanan tersebut, selain mengandung zat besi, biasanya juga mengandung nutrisi lain yang juga dibutuhkan oleh janin untuk tumbuh kembang di tiap trimester kehamilan. Bagi ibu hamil, penting untuk mengetahui setiap kandungan nutrisi dari apa saja yang masuk ke dalam perutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *