invisible bg invisible ico

Macam-Macam Cairan Infus dan Fungsinya yang Berbeda

Macam-Macam Cairan Infus dan Fungsinya yang BerbedaBagi kebanyakan orang, mengetahui macam-macam cairan infus mungkin bukan menjadi hal yang menarik untuk dilakukan. Hal ini karena pada umumnya infus cairan infus hanya akan ditemui ketika seseorang sedang sakit. Oleh karena itulah banyak yang menganggap tidak penting untuk mengetahui apa saja macam cairan infus.

Perawatan dengan infus sendiri memanfaatkan selang infus yang kemudian dialirkan ke dalam tubuh melalui pembuluh darah. Meskipun sekilas terlihat sama, namun ternyata ada banyak sekali jenis cairan infus yang tentunya memiliki kandungan dan fungsi yang berbeda-beda. Untuk itu, pada kesempatan kali ini akan diulas tentang macam-macam cairan infus serta fungsinya.

Inilah Macam-Macam Cairan Infus berserta Fungsinya

Ketika seseorang yang sedang sakit membutuhkan cairan yang mudah masuk ke dalam tubuh, infus digunakan untuk membantu tubuh pasien dalam memenuhi semua kekurangan cairan tubuh. Dengan begitu, ada banyak jenis infus yang masing-masing fungsinya pun berbeda. Di antaranya adalah:

  • Asering

Adapun kandungan infus yang terdapat di dalam setiap liternya adalah Na 130 mEq, Ca 3 mEq, Cl 109 mEq, Garam/Asetat 28 mEq, dan K 4 mEq. Cairan infus asering biasanya digunakan pada semua pasien yang mengalami dehidrasi, trauma, demam berdarah, luka bakar, asidosis, dan shock hemoragik.

Untuk fungsinya adalah untuk meningkatkan tonisitas pasien sehingga mampu mengurangi risiko terserang edema serebral. Selain itu, suhu tubuh sentral pasien pada tindakan anestasi dan isofluran dapat lebih terjaga, khususnya ketika kandungan asetat pasien ketika dibedah.

  • Cairan Kristaloid

Macam-macam cairan infus yang kedua adalah kristaloid. Pada jenis cairan infus yang satu ini, terdapat beberapa kandungan seperti normal saline, ringer laktat, ringer asetat, dan deaktrosa. Semua kandungan tersebut memiliki komposisi serta fungsi yang berbeda pula.

Untuk kandungan normal saline, komposisinya adalah Na 154 mmol/l dan Cl 154 mmol/l. Fungsinya yakni menggantikan cairan yang hilang untuk pasien diare, mengganti cairan elektrolit, dan menjaga cairan elektrolit serta ekstra seluler sehingga metabolit nitrogen padi penderita penyakit ginjal akut dapat meningkat.

Adapun ringer laktat berfungsi untuk menggantikan cairan tubuh ketika dehidrasi, konduksi otak dan saraf pasien, mengatasi kondisi shock hihpovolemik, serta mampu membantu untuk menentukan kondisi tekanan osmotik karena terdapat natrium di dalamnya.

Di dalam deaktrosa, terdapat kandungan glukosa yang cukup tinggi. Seperti yang kita tahu, dengan adanya kandungan glukosa tersebut, maka manfaatnya adalah mengatasi dehidrasi, memberikan energi bagi pasien yang sedang sakit, serta sangat diperlukan ketika pasien melakukan terapi intravena.

  • Cairan Mannitol

Macam-macam cairan infus yang selanjutnya adalah cairan mannitol. Cairan yang satu ini memiliki komposisi berupa hidrogen, karbon, dan oksigen. Fungsinya yakni untuk menetralisir tekanan intrakranial yang terlalu tinggi atau rendah pada pasien. Selain itu, cairan mannitol juga dapat membantu proses peningkatan diuresis pada pasien yang mengalami gagal ginjal. (baca juga: cara menghitung tetesan infus dan prosedur pemasangan infus)

  • KA-EN 1B

Jenis cairan infus yang selanjutnya adalah KA-EN 1B. Komposisi yang terdapat di dalam cairan ini untuk setiap 1000 ml yakni anhidrosa dekstros, sodium klorida, dan elektrolit serta glukosa. Cairan yang satu ini digunakan untuk pasien yang mengalami demam dan tak dapat menyerap asupan nutrisi serta cairan dari mulut. Tak hanya itu saja, jenis cairan infus ini pun juga biasanya diberikan untuk bayi yang lahir dalam keadaan premature karena kekurangan cairan.

  • KA-EN 3A dan KA-EN 3B

Jenis cairan infus yang berikutnya adalah KA-EN 3A dan KA-EN 3B. Cairan infus yang satu ini memiliki kandungan utama sodium klorida, sodium laktat, potassium klorida, anhydrous dekstros, glukosa, dan elektrolit. Hal yang membedakan adalah banyaknya kandungan yang terdapat di dalamnya. Fungsi dari macam-macam cairan infus yang satu ini adalah untuk membantu tubuh pasien mendapatkan elektrolit serta cairan yang cukup.

  • KA-EN 4A

Untuk jenis cairan infus yang satu ini, biasanya diberikan kepada anak-anak dan balita yang mengalami kekurangan cairan. Selain itu, fungsinya yakni membantu untuk menormalkan konsentrasi serum kalium yang terjadi pada tubuh pasien. Dengan begitu, setiap pasien yang mengalami dehidrasi hipertonik dapat mendapatkan cairan yang cukup. Untuk komposisi yang terdapat di dalam KA-EN 4A adalah natrium, kalium, glukosa, dan laktat.

  • KA-EN 4B

Macam-macam cairan infus yang berikutnya adalah KA-EN 4B. Komposisi dari cairan infus ini adalah Na 30 mEq/L, Laktat 10 mEq/L, Glukosa 37,5 gr/L, K 8 mEq/L, dan Cl 28 mEq/L. Cairan infus ini dapat diberikan pada bayi yang berusia kurang dari 3 tahun agar dapat meminimalisir risiko terkena hipokalemia saat pasien mengalami kekurangan cairan elektrolit dan kalium.

  • MARTOS-10

Apabila dibandingkan dengan cairan infus di atas, mungkin jenis cairan infus yang satu ini memiliki komposisi yang sangat sederhana yakni 400 kcal/L saja. Untuk manfaatnya, MARTOS-10 dapat digunakan untuk mencukupi suplai karbohidrat dan air pada pasien yang mengalami penyakit diabetes. Selain itu, MARTOS-10 juga mampu mencukupi nutrisi eksogen untuk penderita infeksi berat, tumor, serta pasien yang mengalami defisiensi protein.

  • AMIPAREN

Amiparen adalah jenis cairan infus yang biasanya diberikan pada pasien dengan masalah stress metabolik tingkat akut, luka bakar, serta menjadi cairan untuk mencukupi nutrisi parental. Komposisi dari cairan infus amiparen sangat banyak jika dibandingkan dengan jenis cairan infus di atas.

  • TUTOFUSIN OPS

Dalam setiap liter cairan infus yang satu ini, terdapat komposisi natrium, kalsium, kalium, sorbitol, klorida, dan magnesium. Dengan komposisi tersebut, maka cairan infus ini dapat memberikan banyak manfaat bagi pasien yang kekurangan asupan nutrisi. Biasanya, tutofusin OPS digunakan untuk pasien yang akan atau sudah mengalami operasi. Sebagai informasi, setiap orang yang mengalami operasi akan kehilangan banyak kandungan elektrolit dalam tubuh mereka. Selain itu, ada risiko pasien mengalami dehidrasi isotonik.

  • Otsu-NS

Komposisi dari macam-macam cairan infus ini adalah natrium dan klorida. Dengan komposisi tersebut, maka pasien yang kekurangan natrium dan klorida tersebut tetap mampu memenuhi cairan harian. Adapun kondisi di mana seorang pasien dapat menggunakan cairan infus ini adalah ketika diabetikum, luka bakar, dan insufisiensi adrenokortial.

  • Cairan Koloid

Cairan koloid adalah jenis cairan yang di dalamnya terdiri dari molekul-molekul besar yang susah menembus membran kapiler. Pada umumnya, jenis infus ini digunakan pada pasien yang kehilangan caian intravaskuler. Selain itu, pasien yang mengalami tekanan osmose plasma juga dapat menggunakan infus yang satu ini. Mengenai komposisi yang terdapat di dalamnya adalah protein, glukosa, straches, polimer glukosa, dan kolagen.

Itulah macam-macam cairan infus yang pada umumnya digunakan oleh pasien. Dengan mengetahui banyaknya jenis cairan infus tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa meskipun bentuk dan warna dari cairan infus itu sama, namun fungsinya berbeda-beda dan dapat digunakan untuk pasien masalah yang dialami oleh pasien tersebut. Semoga sedikit ulasan tersebut bermanfaat .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *