invisible bg invisible ico

Khawatir dengan Benjolan di Leher? Inilah Berbagai Penyebabnya

Khawatir dengan Benjolan di Leher? Inilah Berbagai PenyebabnyaAdanya benjolan di leher tentunya akan membuat seseorang merasa khawatir dan bertanya-tanya apa yang menjadi penyebabnya dan berbahaya atau tidak. Biasanya orang berfikir bahwa terdapatnya benjolan pada leher akan dikaitkan dengan tumbuhnya tumor atau kanker. Padahal tidak semua benjolan itu diakibatkan oleh tumor atau kanker, bisa juga disebabkan oleh faktor-faktor lain. Dan bahaya atau tidaknya benjolan yang terdapat di leher tergantung dari penyebabnya dan ketepatan serta kecepatan dalam menanganinya. Oleh karena itu deteksi dini perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya perkembangan penyakit yang lebih parah.

Hal yang perlu diperhatikan dalam mendeteksi keberadaan benjolan di leher antara lain yaitu ukurannya, konsistensinya, warna, dan letak benjolan. Selain itu juga harus diperhatikan gejala yang menyertainya, misalkan disertai rasa sakit atau tidak, mengganggu pernafasan atau proses menelan makanan atau tidak, adanya gatal-gatal, demam, penurunan berat badan, kelelahan yang terus-menerus, dan sebagainya. Anda juga perlu memperhatikan apakah benjolan pada leher tersebut tumbuh semakin besar atau tidak, dan apakah benjolan itu dapat digerakkan atau tidak.

Berbagai Penyebab Munculnya Benjolan di Leher

Secara umum, apapun jenis benjolan yang terdapat di leher perlu diwaspadai, namun Anda juga jangan terlalu panik. Sebaiknya periksakan ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan terutama mengenai tingkat bahayanya dan tindakan apa yang seharusnya dilakukan. Ada berbagai faktor yang dapat menjadi penyebab timbulnya benjolan di leher, antara lain yaitu sebagai berikut:

1. Pembengkakan kelenjar tiroid (gondok)

Kelenjar tiroid berperan penting dalam mengatur metabolisme energi, protein, dan berperan dalam pertumbuhan serta kecerdasan anak. Letak kelenjar tiroid berada di leher dan berbentuk seperti kupu-kupu. Suatu ketika, kelenjar tiroid ini dapat mengalami pembesaran atau pembengkakan yang sering disebut sebagai gondok. Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan terjadinya gondok, antara lain yaitu kinerja kelenjar tiroid yang terlalu berlebihan (hipertiroidesme) atau sebaliknya terlalu menurun (hipotiroidesme), keurangan garam yodium, atau karena kelebihan zat tiosianat (banyak terdapat pada rokok).

2. Pembengkakan kelenjar getah bening

Kelenjar getah bening merupakan kelenjar yang berperan penting dalam sistem pertahanan tubuh. Kelenjar ini terletak di beberapa tempat, yang salah satunya adalah di pangkal leher. Jika tubuh kita mengalami suatu peradangan atau masuknya kuman penyakit tertentu baik virus maupun bakteri maka kelenjar getah bening yang terdapat di pangkal leher tersebut dapat membesar sebagai mekanisme pertahanan untuk melawan kuman penyakit. Kelenjar getah bening yang membesar ini dapat diraba atau tampak sebagai benjolan di leher.

Berbagai penyakit yang dapat menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening antara lain yaitu radang tenggorokan, TBC, infeksi pada gigi, campak, influenza, penyakit lupus, dan sifilis. Benjolan ini biasanya hanya berlangsung sementara, artinya akan mengecil atau kempes dengan sendirinya ketika kondisi tubuh mulai membaik atau kekuatan kuman penyakit sudah mulai melemah.

3. Mumps (gondongan)

Mumps atau gondongan merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyerang kelenjar parotid (kelenjar air liur). Penyakit ini lebih sering diderita oleh anak-anak dan dapat menular. Virus yang menyebabkan gondongan berasal dari keluarga paramyxovirus. Jika terkena virus ini maka kelenjar parotid yang letaknya di bawah telinga akan membengkak dan pembengkakan itu terjadi di leher bagian atas, baik pada salah satu sisi maupun kedua sisinya.

4. Radang amandel

Penyebab benjolan di leher yang berikutnya yaitu karena radang amandel. Amandel atau tonsil merupakan kelenjar yang berperan dalam sistem pertahanan tubuh yang aktif pada masa anak-anak. Sehingga radang amandel biasanya dialami oleh anak-anak. Berbagai faktor yang dapat menyebabkan radang amandel antara lain yaitu adanya infeksi bakteri atau virus, penurunan kekebalan tubuh, kurangnya kebersihan diri, kurang asupan cairan, dan kontaminasi polusi atau zat kimia tertentu. Pada kondisi yang ringan, radang amandel ini dapat hilang sendirinya. Tetapi pada beberapa kasus, amandel harus diangkat melalui tindakan operasi.

5. Cedera otot leher

Cedera pada otot leher atau yang sering disebut sebagai tortikolis juga dapat menyebabkan terjadinya benjolan di leher. Tortikolis ini biasanya diakibatkan karena adanya pergeseran tulang belakang daerah leher. Pada kondisi yang ringan tortikolis bisa diatasi dengan memakai penyangga leher, tetapi pada kondisi yang berat memerlukan tindakan operasi.

6. Iritasi dan alergi

Iritasi terjadi biasanya terjadi karena pergesekan antara kulit yang satu dengan yang lain atau dapat juga terjadi karena bergesekan dengan pakaian. Iritasi ini dapat menimbulkan benjolan termasuk di bagian leher yang biasanya bentuknya kecil dan berwarna kecoklatan. Benjolan ini pada umumnya tidak menimbulkan rasa sakit dan bisa hilang dengan sendirinya. Sedangkan benjolan yang diakibatkan karena alergi hampir sama dengan benjolan yang diakibatkan karena iritasi tetapi yang berbeda adalah faktor pencetusnya, dimana alergi dipicu oleh zat tertentu yang memberikan reaksi sensitif terhadap tubuh seseorang, baik karena makanan tertentu, suhu dingin, binatang tertentu, dan sebagainya.

7. Kista

Benjolan di leher juga dapat disebabkan karena adanya kista. Kista merupakan benjolan kecil yang berisi cairan yang pada umumnya bersifat jinak. Jika diraba, biasanya kista berbentuk seperti kacang dan dapat bergeser jika ditekan. Walaupun bersifat jinak namun Anda tetap harus waspada dengan memeriksakan kondisinya ke dokter.

8. Kanker

Kanker yang sering menyebabkan terjadinya benjolan di leher yaitu kanker kelenjar getah bening atau sering disebut sebagai limfoma. Penyakit ini sangat berbahaya dan cukup mematikan. Kanker ini biasanya dipicu akibat banyak terpapar oleh zat-zat yang bersifat karsinogen, faktor genetik, maupun melemahnya kekebalan tubuh. Ciri-cirinya antara lain yaitu terjadinya pembengkakan di leher, demam, penurunan berat badan secara drastis, sering berkeringat di malam hari, nafsu makan menurun, mudah lelah, dan sesak nafas.

Ketika Anda menyadari terdapat benjolan di leher, hal yang perlu Anda lakukan adalah memeriksa keberadaan benjolan tersebut.  Anda harus segera memeriksakannya ke dokter terutama jika terdapat tanda-tanda antara lain yaitu benjolan tersebut tidak kunjung mengecil (kempes) dalam waktu lebih dari satu bulan, benjolan terus membesar, teraba keras dan tidak bergerak saat disentuh, dan terasa sakit/nyeri. Selain itu benjolan yang berbahaya biasanya diiringi dengan gejala lain seperti demam, sesak nafas, mengalami kesulitan atau nyeri saat menelan makanan, sulit berbicara (suara serak), jantung berdebar-debar, adanya perubahan warna kulit, terdapatnya darah pada air liur, dan penurunan berat badan secara signifikan.

Dokter biasanya akan memeriksa keadaan fisik benjolan dan keluhan apa saja yang Anda rasakan. Kemudian akan dilakukan serangkaian pemeriksaan untuk memastikan diagnosanya. Pemeriksaan yang dilakukan antara lain yaitu melalui pemeriksaan sampel darah, USG, X-ray, MRI, maupun biopsi. Sedangkan tindakan yang dilakukan bisa bervariasi, seperti memberikan obat-obatan tertentu agar benjolannya mengecil, dilakukan penyedotan, sampai dilakukan tidakan pembedahan/operasi. Hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya benjolan di leher antara lain yaitu dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, makan makanan yang bersih dan bergizi, mengkonsumsi garam beryodium, dan menghindari makanan yang bersifat karsinogenik (pemicu kanker) .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *