invisible bg invisible ico

Ketahui Obat dan Penanganan Tepat Muntaber pada Anak

Ketahui Obat dan Penanganan Tepat Muntaber pada AnakMengetahui obat dan penanganan tepat pada kondisi muntaber yang terjadi pada anak-anak adalah sangat penting. Penanganan yang salah dapat menyebabkan anak jatuh pada kondisi dehidrasi yang kronis dan dapat berujung pada kematian.

Artikel ini akan membahas berbagai penyebab muntaber, obat dan penanganan tepat serta bagaimana mencegah penularan muntaber kepada anggota keluarga yang lain. Selamat membaca!

Penyebab Muntaber dan Adakah Obat atau Penanganan Tepat?

Muntaber merupakan sebuah kondisi terjadinya muntah yang diiringi oleh berak pada anak – anak. Dalam istilah medis muntaber dikenal sebagai penyakit gastroenteritis. Yakni sebuah peradangan yang terjadi pada saluran pencernaan khususnya lambung, usus kecil dan usus besar.

Sifat penyakit ini sangat menular. Norovirus, Adenovirus, Rotavirus dan Astrovirus adalah berbagai virus yang dapat menyerang saluran pencernaan dan menyebabkan muntaber. Infeksi virus dapat ditularkan melalui kontak dengan anak yang terinfeksi atau makanan yang terinfeksi dengan virus tersebut.

Selain virus, bakteri Escherichia coli merupakan penyebab dari muntaber. Keracunan makanan akibat bahan kimia tertentu juga tidak jarang menjadi penyebab muntaber pada anak-anak. Berikut penanganan dan obat yang tepat untuk mengatasi muntaber di rumah:

  • Oralit dan Tambahan Cairan

Muntaber akan menyebabkan anak banyak kehilangan cairan. Sehingga mengembalikan cairan adalah salah satu penanganan utama pada anak yang mengalami muntaber. Dengan memberikan oralit dan memberikannya cukup cairan berupa air minum ataupun jus buah dapat membantu anak mengatasi kehilangan cairan berlebih.

Oralit dapat kita buat sendiri di rumah. Dengan mencampur setengah sendok teh garam dan dua sendok teh gula kedalam segelas air hangat (setara 200 ml). Aduk hingga garam dan gula larut dalam air. Berikan setiap selesai buang air besar. Perlu diingat bahwa oralit dapat diberikan pada anak yang telah berusia di atas 6 bulan.

Jika usia anak Anda saat ini masih pada usia menyusui. Berikan ASI secara intensif. Hindari pemberian susu formula, karena bisa jadi kondisi muntabernya disebabkan oleh ketidakcocokan pada susu formulanya.

  • Pemberian Makanan Padat tidak Tinggi Serat

Pada kondisi muntaber, virus sedang menyerang sistem pencernaan anak. Tidak jarang berat badan anak Anda akan turun secara drastis ketika menderita muntaber. Pemberian makanan yang terlalu tinggi serat tidak dianjurkan pada masa ini. Berikanlah makanan padat berkuah seperti nasi dengan sup ayam hangat, bubur ayam, atau sereal oatmeal dengan susu hangat.

Memberikan porsi makanan sedikit tapi sering dapat Anda laksanakan. Berikan camilan camilan sehat yang disukai oleh anak, seperti biskuit susu atau bubur kacang hijau. Pemberian makanan sedikit tapi sering dapat menurunkan resiko muntah yang berulang.

  • Air Kelapa Muda

Air kelapa muda memiliki kandungan nutrisi dan mineral setara dengan cairan tubuh. Memberikan air kelapa muda juga merupakan salah satu upaya tepat mengembalikan cairan tubuh anak yang banyak hilang akibat muntaber.

Anda dapat menambahkan madu atau kurma ke dalam campuran air kelapa muda. Untuk menambah kalori yang masuk ke dalam tubuh anak. Sehingga tubuhnya tidak lesu dan mempercepat kesembuhan.

  • Tidak Memberikan Antibiotik atau Obat Anti Diare

Antibiotik dan obat anti diare tidak cocok untuk diberikan pada anak yang sedang muntaber. Karena penyebab muntaber sendiri adalah virus. Obat paling ampuh untuk mengatasi muntaber adalah membiarkan anak menuntaskan muntah dan diare nya. Sehingga virus akan secara otomatis keluar dari tubuhnya melalui muntah dan diarenya tersebut.

Pemberian antibiotik yang salah dan tidak tepat dapat menyebabkan terjadinya resisten obat. Sehingga ketika nanti anak mengalami kondisi infeksi lain akibat bakteri, obat tersebut tidak akan ampuh mengatasi infeksi pada anak. Pemberian obat diare anak tanpa konsultasi terlebih dahulu dengan dokter pun dapat mengakibatkan kondisi yang justru tidak akan menyelesaikan gejala muntaber.

  • Tidak Dianjurkan Memberikan Bawang Putih Mentah

Sebuah penelitian yang terpublish dalam University of British Columbia Medical Journal oleh Gurinder & Adam (2017) mengenai berbagai penggunaan bawang putih sebagai obat herbal alami. Ternyata menunjukkan bahwa konsumsi bawang putih mentah dalam jangka panjang adalah pemicu terjadinya muntaber dan radang pada esophagus.

  • Pemberian Tablet Zinc pada Anak

Tablet zinc biasanya akan diberikan pada anak – anak usia balita yang mengalami diare. Zinc dapat memelihara kesehatan pencernaan balita. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa balita yang diberikan suplemen tambahan berupa suplemen zinc akan memiliki kondisi saluran pencernaan dan pernafasan yang lebih baik.

Organisasi Kesehatan Dunia dan UNICEF merekomendasikan pemberian tablet zinc sebesar 20 mg selama 10 hingga 14 hari pada balita yang mengalami diare akut. Untuk bayi berusia kurang dari 6 bulan direkomendasikan untuk pemberian tablet zinc sebesar 10 mg per harinya.

Selain pemberian tablet atau suplemen zinc, Anda dapat memberikan berbagai sumber bahan makanan yang juga kaya akan zinc seperti keju, kacang kacangan, sereal, dan lain-lain.

Apabila setelah melaksanakan berbagai obat dan penanganan muntaber yang telah tersebut di atas anak Anda tidak kunjung menunjukkan gejala kesembuhan. Justru semakin lemah dan tidak nafsu makan, segera bawa ke rumah sakit dan pelayanan kesehatan terdekat. Kondisi dehidrasi yang berkepanjangan dapat meningkatkan resiko terjadinya kematian pada anak.

Mencegah Penularan Muntaber pada Anggota Keluarga yang Lain

Setelah mengetahui berbagai penyebab dan penanganan muntaber pada anak. Sangat penting pula untuk mengetahui cara pencegahan penularan muntaber pada anggota keluarga yang lain. Karena tidak hanya anak-anak, orang dewasa pun beresiko terhadap tertularnya muntaber. Berikut cara pencegahan yang dapat Anda laksanakan:

  • Mencuci tangan dengan Air Mengalir dan Sabun

Virus dan bakteri penyebab muntaber dapat sangat infeksius dan menular. Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun sangat penting untuk dilaksanakan setiap setelah menyentuh tubuh anak yang sakit.

  • Menjaga Kebersihan Lingkungan

Virus dan bakteri penyebab muntaber muncul dari lingkungan atau makanan yang tidak bersih. Lalat adalah salah satu hewan yang mudah menyebarkan berbagai virus dan penyakit muntaber.

Menjaga kebersihan lingkungan dan menghindarkan anak untuk tidak bermain di tempat yang kotor harus dilaksanakan. Membiasakan anak untuk mencuci tangan sebelum makan juga merupakan salah satu cara yang ampuh untuk menghindarkan penyakit yang tidak kita inginkan.

  • Memisahkan Pakaian Anak yang terkena Muntah dan Kotoran ketika Mencuci

Bakteri dan virus penyebab muntaber menular melaui cairan termasuk muntah dan kotoran anak. Memisahkan pakaian anak yang terkena muntaber dengan pakaian keluarga yang lain sangat penting untuk dilakukan. Sehingga tidak akan terjadi penularan muntaber terhadap anggota keluarga yang lain.

  • Membersihkan Toilet dengan Cairan Disinfektan

Toilet dapat menjadi tempat yang sangat menularkan bakteri dan virus penyebab muntaber. Selalu membersihkan toilet dan kamar mandi dengan cairan disenfektan sangat dianjurkan untuk menghindari penyebaran penyakit.

  • Mengganti Popok Bayi Tepat Waktu

Tidak mengganti popok bayi yang sudah penuh dengan kotoran dan air kencing bayi dapat menjadi tempat bertumbuhnya bakteri dan virus penyebab muntaber. Selain muntaber, berbagai penyakit lain seperti ruam popok atau luka dapat terjadi akibat popok yang tidak diganti dengan rutin.

Demikian informasi mengenai berbagai obat dan penanganan muntaber dengan tepat. Menjaga kebersihan lingkungan adalah salah satu kunci utama kita terhindar dari berbagai penyakit yang tidak diinginkan. Semoga bermanfaat !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *