invisible bg invisible ico

Ketahui Efek Samping dari Konsumsi Kunyit Putih yang Berlebihan

Ketahui Efek Samping dari Konsumsi Kunyit Putih yang BerlebihanKunyit dikenal sebagai rempah yang sangat kaya akan manfaat baik sebagai bumbu masakan maupun sebagai tanaman obat. Ternyata, tumbuhan ini memiliki banyak sekali spesies dan warnanya. Termasuk juga Curcuma oligantha atau disebut kunyit putih. Berikut penjelasan mengenai perbedaan kunyit kuning dengan kunyit putih, kandungan dan manfaat serta efek samping dari penggunaan kunyit putih yang berlebihan. Selamat membaca!

Perbedaan dan Manfaat Kunyit yang Penting untuk Anda Ketahui

Kunyit atau kunir merupakan akar rimpang dari tanaman yang memiliki nama ilmiah Curcuma longa. Tumbuhan ini masih satu family dengan tumbuhan dengan jahe. Kunyit putih tumbuh subur pada area Asia bagian selatan. Memiliki sebutan dan nama lokal yang berbeda di tiap negara, dan kaya akan manfaat kesehatan dan pengobatan.

Tumbuhan ini akan hidup pada kisaran suhu 20 – 30 derajat celcius, serta membutuhkan curah hujan yang banyak. Indonesia merupakan negara yang sangat cocok untuk pertumbuhan tanaman kunyit. Tinggi tanamannya dapat mencapai 1 meter, dengan bentuk daun yang memanjang. Akar rimpangnya berbentuk bundar dan lonjong, terbungkus dengan kulit yang tebal dan bersegmen.

Pada umumnya, bagian dalam kunyit berwarna kuning kecoklatan cenderung oranye. Kunyit memiliki banyak sekali spesies dan warna. Termasuk yang akan dibahas pada artikel ini adalah jenis kunyit putih.

Di dalam 100 g kunyit putih terkandung kalori sebesar 390 kcal, 10 g lemak, 3 g lemak tidak jenuh, 0.2 g kalsium. Selain itu juga terkandung berbagai mineral seperti fosfor sebesar 0.26 g, natrium sebesar 10 mg, kalium sebesar 2500 mg, 47.5 mg kandungan zat besi, 0.9 mg tiamin, 0.19 mg riboflavin, 4.8 mg niacin, 50 mg asam askorbat. Terkandung pula sebanyak 69.9 gr karbohidrat total, 21 gr serat, 3 gr gula, serta 8 gr protein.

Tidak jauh berbeda antara kandungan kunyit yang berwarna kuning dengan kunyit putih. Selain warna dan penampakannya yang jelas berbeda, kunyit putih memiliki rasa yang lebih segar. Mirip dengan jahe namun agak sedikit lebih pahit dibandingkan dengan jahe.

Sekitar 80% penyuplai kunyit dunia adalah India. Namun kunyit putih kurang populer di negara asalnya. Akar tumbuhan ini lebih banyak dibudidayakan dan dikonsumsi oleh penduduk Indonesia. Beberapa manfat dari kunyit putih antara lain mengobati penyakit maag atau asam lambung yang meningkat serta dipercaya untuk mengatasi pertumbuhan dan metastase atau penyebaran sel kanker dalam tubuh manusia.

Untuk mendapatkan khasiat dan fungsinya secara maksimal. Kunyit putih dapat dimakan secara langsung. Selain itu dapat pula langsung diparut dan diperas menjadi ekstrak bersama air putih. Bentukan serbuk dan serbuk instan juga tersedia. Cukup menyeduh serbuk kunyit dengan air hangat, maka manfat kunyit putih Anda nikmati dengan mudah. Tersedia juga kapsul suplemen yang berisi bubuk kunyit putih maupun ekstrak bentuk tetes drop yang dapat dibeli dengan mudah di toko obat tradisional maupun apotek.

Efek Samping dari Konsumsi Kunyit Putih yang Berlebihan

Tidak ada yang baik dari konsumsi segala sesuatu secara berlebihan. Meskipun kunyit putih mengandung banyak khasiat terutama untuk gangguan pencernaan seperti maag dan mengatasi pertumbuhan sel dari berbagai jenis sel kanker dalam tubuh manusia. Konsumsi kunyit putih secara berlebihan sangat tidak dianjurkan.

Secara umum pada orang dewasa, untuk jika Anda mengkonsumsi kunyit secara langsung maupun bentuk serbuk dan serbuk instan maka dosis maksimal adalah 1.5 hingga 3 gram per hari. Untuk sediaan kapsul suplemen konsumsi maksimal adalah 400 – 600 mg per hari. Untuk bentuk extrak kunyit putih 30 – 90 tetes per hari. Belum terdapat penelitian mengenai dosis kunyit yang baik untuk anak.

Berikut beberapa hal yang dapat terjadi ketika konsumsi kunyit putih secara berlebihan dari dosis maksimal harian.

1. Anemia

Anemia zat besi dapat terjadi pada seseorang yang mengkonsumsi kunyit putih melebihi dosis harian yang dianjurkan. Anemia dapat terjadi ketika kadar hemoglobin dalam darah lebih rendah dari 12 gr/dl pada orang dewasa. Curcuminoid adalah sebuah zat aktif yang terkandung dalam kunyit putih, yang menyebabkan penurunan perlekatan zat besi oleh sel darah merah.

Anemia zat besi sangat berbahaya jika dialami oleh ibu hamil. Karena kelebihan dosis curcuminoid dalam darah juga akan menyebabkan penurunan perlekatan asam folat. Ibu hamil akan beresiko mengalami keguguran.

2. Kondisi Gula Darah yang Rendah

Kunyit putih dapat menyebabkan rendahnya kadar gula darah dalam tubuh seseorang. Tentu hal ini menjadi sangat berbahaya bagi pasien dengan diabetes mellitus atau penyakit gula. Kadar gula darah yang terlalu rendah dapat menyebabkan seseorang kehilangan kesadaran, mati rasa bahkan dapat berujung pada kematian sel otak.

3. Berinteraksi dengan Obat Lain

Kunyit putih dapat berinteraksi dengan beberapa obat obatan pengencer darah seperti warfarin, clopidogrel dan aspirin. Mengkonsumsi bersamaan dengan obat obatan ini akan menyebabkan pengeceran darah terjadi lebih dari seharusnya. Resiko perdarahan hebat justru dapat terjadi dalam tubuh manusia.

Perdarahan di otak dapat mengakibatkan stroke, perdarahan di saluran pencernaan dapat mengakibatkan melena atau BAB yang berwarna hitam dan muntah darah. Resiko terjadinya kematian dapat terjadi. Perdarahan ini juga akan beresiko jika terjadi setelah proses operasi. Hindari konsumsi kunyit putih selama 2 minggu sebelum dan sesudah menjalani operasi.

Penggunaan kunyit putih bersamaan dengan obat – obatan lambung justru akan meningkatkan produksi asam lambung. Termasuk juga dengan obat omeprazole. Asam lambung yang diproduksi berlebihan justru akan menciptakan berbagai gejala seperti mual, muntah disertai rasa terbakar pada dada.

Selalu berkonsultasi dengan Dokter jika Anda memiliki penyakit yang berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah dan hendak menambah dengan berbagai terapi herbal termasuk kunyit putih.

4. Gangguan Pencernaan dan Perkemihan

Kunyit putih yang dikonsumsi berlebihan dapat mengganggu organ dalam pencernaan dan perkemihan manusia. Pada saluran pencernaan dapat memperparah kondisi GERD (Gastro Esophageal Reflux Disease) atau refluks asam lambung kepada kerongkongan. Rasa nyeri dan terbakar pada dada dapat terjadi pada kasus ini.

Batu ginjal dan batu empedu salah satunya. Konsumsi kunyit putih dapat memperberat kerja ginjal dalam menyaring darah, dapat pula menambah ukuran batu dalam saluran perkemihan.

5. Gangguan Kehamilan dan Menyusui

Seperti yang telah tersebut sedikit di atas, konsumsi kunyit putih berlebihan dapat mengakibatkan gangguan kehamilan. Kunyit dapat menstimulasi rahim untuk berkontraksi, perdarahan dari dalam rahim yang mirip menstruasi dapat terjadi selama kehamilan.

Hal inipun didukung dengan fakta bahwa masih belum ada penelitian lengkap mengenai efek samping konsumsi kunyit pada masa menyusui. Gejala apa yang dapat terjadi serta efek apa yang dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan. Menghindari dahulu konsumsi berlebihan kunyit putih pada kondisi menyusui sangat dianjurkan.

6. Gangguan Kesuburan

Efek konsumsi kunyit putih yang berlebihan pada laki laki dewasa dapat mengganggu produksi hormon testosteron dalam darah. Padahal hormon ini sangat dibutuhkan untuk pematangan sperma di dalam organ reproduksi pria. Ketidaksuburan dapat terjadi akibat konsumsi kunyit putih dengan berlebihan. Kemandulan dapat terjadi pula pada wanita yang mengonsumsi kunyit putih secara berlebihan.

Telah tersaji informasi mengenai efek samping kunyit putih, dengan tambahan informasi lain mengenai kandungan serta manfaat kunyit tubuh bagi kesehatan. Obat herbal memang banyak mengandung manfaat, namun tetap penggunaannya haruslah sesuai dengan dosis dan aturan yang dianjurkan. Semoga artikel ini bermanfaat, salam sehat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *