invisible bg invisible ico

Ketahui Berbagai Penanganan dan Obat untuk Kuku yang Rusak

Ketahui Berbagai Penanganan dan Obat untuk Kuku yang RusakKuku merupakan asesoris tubuh manusia yang sangat penting untuk dirawat. Meski tersedia berbagai penanganan dan obat kuku rusak, namun kuku yang baru tumbuh biasanya tidak akan secantik dan semenarik kuku awal yang Anda miliki.

Berikut akan dibahas beberapa penyebab kuku rusak, serta penangan dan obat yang tepat untuk mengatasi setiap gejala. Penasaran kan, yuk segera di scroll ke bawah ya!

Apakah yang Menyebabkan Kuku Rusak dan Adakah Obatnya?

Ya, jawaban untuk pertanyaan pertama mengenai apakah penyebab kuku yang rusak adalah infeksi. Terutama infeksi yang disebabkan oleh jamur maupun bakteri. Selain infeksi jamur, kuku dapat mengalami kerusakan, disebabkan oleh trauma dan atau terpotong benda tajam.

Kuku bukanlah bagian dari tulang. Karena kuku terbentuk dari sebuah serat protein yang disebut dengan keratin. Karena bentuknya yang berserat inilah, kuku terlihat kuat, berfungsi melindungi ujung syaraf yang berada tepat dibawah kuku.

Kulit ari yang berada pada ujung kuku memiliki fungsi sebagai pelindung dari berbagai kotoran. Fungsi menakjubkan lainnya dari kuku kaki dan tangan kita adalah penyeimbang tubuh. Kuku kaki terutama membantu manusia memiliki kesadaran spasial, yakni sebuah kesadaran akan bentuk ruang dan lingkungan. Tidak akan mudah tersandung ketika seseorang memiliki kesadaran spasial yang baik.

Infeksi jamur pada kuku dikenal dengan istilah medis onychomycosis. Tanda yang nampak adalah ujung kuku akan berwarna kuning, terjadi penebalan pada kuku yang menyebabkan permukaan kuku tidak merata serta terjadinya keropos pada ujung kuku. Tidak hanya itu saja, kondisi kuku yang berjamur dan kronis dapat menyebabkan paresthesia atau kebas, nyeri dan penderitanya dapat kehilangan kemampuan ekstrimitas.

Kondisi jamur sebenarnya dapat menyebar tidak hanya pada ujungnya saja. Seluruh bagian kuku akan tampak rusak dan tidak terawat. Jamur yang menjadi penyebab infeksi pada kuku adalah jamur candida dan jamur berjenis dermatofits yang juga akan meningkatkan resiko terjadinya infeksi cacing pada tubuh manusia.

Selain infeksi jamur, terdapat sebuah kondisi infeksi yang sangat terkenal dengan sebutan awam cantengan. Dalam istilah medis disebut sebagai paronychia. Yakni sebuah kondisi peradangan pada ujung kiri dan kanan kuku. Sering terjadi pada area jempol yang menyebabkan luka dan nanah. Kondisi ini terjadi akibat menggunakan alas kaki yang terlalu sempit dan tidak sesuai dengan ukuran kaki.

Penyebab kedua kerusakan pada kuku adalah akibat trauma atau kuku yang terpotong benda tajam. Kuku yang mengalami trauma atau benturan ringan biasanya tidak menimbulkan gejala apapun. Namun apabila benturan terjadi sangat keras, kuku dapat berubah warna menjadi hitam. Hal ini menandakan bahwa terjadi kematian pada jaringan kuku. Selain itu kaki juga dapat menjadi bengkak.

Berbeda halnya dengan kondisi terpotong karena benda tajam. Kuku yang terpotong tidak bisa disambung melalui prosedur operasi. Yang harus dilakukan apabila kuku rusak akibat terpotong adalah mencabut keseluruhan bagian kuku yang tersisa dan membiarkannya tumbuh kembali secara normal.

Berikut rangkuman mengenai penanganan serta obat untuk kuku yang rusak akibat terjadinya beberapa penyebab di atas:

1. Obat Salep Jamur Topikal

Obat salep jamur topikal adalah obat salep yang dioleskan pada permukaan kuku. Berguna memberantas dan membunuh jamur. Berbagai merk salep jamur untuk kuku terjual bebas di apotek. Namun perlu diperhatikan bahwa sebelum memakaikan salep pada permukaan kuku, kuku yang berjamur harus dibersihkan dahulu dengan alkohol dan dikikir atau dilakukan proses penipisan.

2. Obat Anti Jamur Oral

Selain menggunakan obat salep topikal. Penggunaan obat anti jamur yang diminum akan membantu mempercepat pembersihan infeksi jamur pada tubuh Anda. Waktu yang diperlukan untuk menyembuhkan jamur antara lain selama 6 hingga 12 minggu. Atau sekitar 1.5 hingga 3 bulan.

Silahkan berkonsultasi dengan dokter untuk obat jamur kuku yang tepat dan sesuai dengan kondisi Anda. Untuk Ibu yang sedang hamil, obat jamur yang diminum tidak boleh leboh dari sekali dosis pemberian. Karena obat anti jamur beresiko menyebabkan kecacatan janin bila digunakan lebih dari sekali dosis pemberian.

3. Operasi Cabut Kuku

Operasi cabut kuku merupakan salah satu cara lain yang juga efektif dalam mengatasi kuku yang rusak. Operasi cabut kuku juga disebut sebagai proses ekstraksi kuku kaki. Dilakukan ketika telah terjadi infeksi yang parah terutama pada kuku dan area sekitar kuku kaki. Atau ketika kuku mengalami kerusakan akibat benturan atau terpotong benda tajam. Operasi cabut kuku ini juga cocok untuk kondisi paronychia atau cantengan.

Perlu diingat bahwa setelah melakukan tindakan operasi ini kuku Anda memang akan tumbuh kembali, namun apabila Anda tidak mengubah kebiasaan baik dalam merawat kuku kaki. Maka kondisi infeksi jamur maupun infeksi bakteri lain tetap akan datang kembali. Kuku yang tumbuh kembali biasanya pun tidak akan seindah kuku lama.

4. Terapi Laser

Terapi laser adalah jenis terapi lain yang dapat Anda pilih untuk mengatasi jamur pada kuku kaki. Jenis sinar yang digunakan adalah mendekati dengan spektrum sinar infra merah. Dengan panjang gelombang 780 nm – 3000 nm, sinar laser akan menaikkan temperatur pada area kuku.

Sebuah studi yang telah dilaksanakan untuk mengetahui efek terapi laser terhadap jamur di kuku yang dilakukan oleh Vural et al (2008) terpublish dalam PubMed, menunjukkan bahwa beberapa jamur dermatofits utamanya Trichopython rubrum dan Mycelia akan mati setelah penggunaan terapi laser.

Bagaimana Merawat Kuku Supaya Tidak Kembali Rusak

Memiliki riwayat kuku yang berjamur tentu menjadi mimpi buruk. Tidak hanya gangguan berjalan atau beraktivitas saja yang akan terjadi. Minder, malas bersosialisasi dan menarik diri dari lingkungan akan terjadi. Penting bagi Anda untuk merawat kuku agar tetap indah dan tidak berjamur. Berikut caranya:

  1. Penuhi Kebutuhan Protein dan Kalsium

Telah disebutkan bahwa zat pembentuk kuku adalah protein bernama Keratin. Dalam proses penyembuhan luka, Anda akan banyak membutuhkan nutrisi terutama protein dan kalsium untuk memperkuat dan memperindah kembali kuku baru yang akan tumbuh. Konsumsi bahan makanan yang kaya akan protein, serta buah dan sayuran untuk menunjang proses tersebut.

2. Rutin dan Berhati – hati Saat Memotong Kuku

Terjadinya paronychia adalah akibat memotong kuku yang tidak berhati – hati. Terlalu dalam sehingga melukai bagian tepi luar dan kulit di sekitar kuku. Menyebabkan bakteri masuk dan terjadilah infeksi. Haruslah berhati-hati ketika memotong kuku, terutama bagian kuku kaki, bersihkanlah tanpa membuat luka pada kuku kaki Anda.

3. Hindari Menggunakan Sepatu yang Terlalu Sempit

Sepatu yang terlalu sempit membuat kuku kaki tertekan. Sehingga akan menyebabkan luka pada bagian tepi luar dan kulit di sekitar kuku kaki. Seperti halnya penjelasan sebelumnya, bahwa infeksi terjadi ketika ada luka terbuka. Gunakan sepatu yang sesuai dengan ukuran kaki Anda.

4. Batasi Penggunaan Kutex atau Cat Kuku

Kutex dan cat kuku membuat sirkulasi dan pori – pori pada kuku tertutup. Hal ini bila berlanjut terus menerus dapat menjadi penyebab kuku yang rusak, hitam dan mati akibat kematian sel kuku. Selain itu kandungan alkohol dalam beberapa cat kutex membuat permukaan kuku kering. Menyebabkan kuku tidak terhidrasi dengan baik dan akan mengelupas.

5. Menjaga Kondisi Kaki Tidak Terlalu Lembab

Lembab dan basah merupakan lingkungan yang sangat disukai oleh jamur. Jamur tumbuh subur pada kaki yang lembab, menyebabkan bau serta merusak kuku kaki. Ketika musim hujan datang, persiapkanlah diri Anda dengan membawa sandal jepit atau sandal terbuka lain yang memungkinkan udara pada kaki bersirkulasi dengan baik. Sehingga jamur tidak akan datang dan menginfeksi kuku kaki Anda.

Demikian informasi mengenai penanganan dan obat kuku rusak akibat jamur, infeksi maupun trauma dan terkena potongan benda tajam. Semoga artikel ini bermanfaat, jagalah kesehatan kuku kaki Anda. Salam !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *