invisible bg invisible ico

Kenali Tanda-Tanda Usus Buntu dan Cara Pengobatannya

Kenali Tanda-Tanda Usus Buntu dan Cara PengobatannyaTanda-tanda usus buntu perlu Anda ketahui sejak dini agar lebih mudah ditangani dan tidak berkembang menjadi lebih parah. Sebab jika penyakit usus buntu ini lebih awal ditangani maka tingkat keberhasilan dalam penyembuhannya sangat tinggi, namun dapat berakibat fatal apabila telah terjadi komplikasi sehingga berpotensi mengancam jiwa seseorang. Komplikasi tersebut biasanya terjadi karena usus buntu telah pecah dan kumannya dapat menyebar ke daerah di sekitarnya.

Komplikasi dari usus buntu yang sering timbul adalah terjadinya abses dan peritonitis. Abses adalah kantung yang berisi kumpulan nanah yang berada di sekitar usus dan menimbulkan rasa yang sangat menyakitkan. Sedangkan peritonitis adalah infeksi yang terjadi karena bakteri dari usus buntu yang pecah telah menyebar ke daerah peritonium (selaput lapisan perut bagian dalam).

Usus buntu adalah sebuah kantung kecil berukuran sekitar 5-10 cm yang terhubung dengan usus besar dan berada di dekat ujung usus halus (gambar posisi usus buntu). Jika kantung ini mengalami radang, maka terjadilah penyakit usus buntu yang sering disebut sebagai appendicitis. Penyebab usus buntu belum diketahui secara pasti, tetapi diperkirakan akibat terjadinya sumbatan di pintu masuk saluran usus buntu.

Sumbatan dapat terjadi karena adanya feses yang terperangkap di saluran usus buntu, pembengkakan kelenjar getah bening di dinding usus akibat proses peradangan penyakit lain, ataupun karena timbunan gas yang terjadi di area sekitar usus buntu. Penyakit usus buntu dapat menyerang siapa saja, namun kasus yang paling tinggi adalah pada anak-anak dan remaja.

Mengenali Tanda-Tanda Usus Buntu sejak Dini

Pada awalnya, mungkin seseorang tidak menyadari bahwa dirinya menderita penyakit usus buntu. Sebab gejalanya agak mirip dengan penyakit pencernaan lainnya, seperti maag atau diare. Namun jika Anda lebih jeli mengamati gejalanya maka Anda dapat mengarah dugaan ke arah penyakit usus buntu. Tanda-tanda usus buntu yang dapat Anda kenali antara lain sebagai berikut:

1. Nyeri perut

Nyeri perut merupakan ciri-ciri terjadinya usus buntu yang paling mudah dikenali. Nyeri perut pada usus buntu cukup khas, yaitu mula-mula terjadi pada bagian pusar kemudian menjalar ke area perut bagian kanan bawah. Rasa nyeri pada pusar dirasakan sebagai sensasi seperti ditusuk-tusuk maupun menimbulkan rasa panas seperti terbakar. Kemudian rasa nyeri menjalar ke perut bagian kanan bawah yang merupakan titik sentral tempat organ usus buntu.

Anda dapat melakukan tes sederhana untuk memeriksa perut, yaitu dengan cara menekan pada area perut kanan bawah, kemudian lepaskan. Jika Anda merasakan nyeri pada saat tekanan dilepaskan, maka besar kemungkinan Anda menderita penyakit usus buntu.

Nyeri pada perut bagian bawah tersebut juga dapat menyebar ke daerah selangkangan kaki kanan. Nyeri dapat bertambah hebat ketika kaki kanan ditekuk atau ketika penderitanya sedang batuk. Nyeri pada penyakit usus buntu pada awalnya mungkin hanya ringan dan berlangsung hilang timbul. Namun lama kelamaan intensitasnya semakin sering dan nyeri akan bertambah parah. Nyeri tersebut membuat penderitanya susah berkonsentrasi, susah tidur, dan tentunya mengganggu aktifitas kerja.

2. Demam

Demam merupakan tanda-tanda usus buntu yang merupakan respon alami tubuh akibat terjadinya proses infeksi pada usus buntu. Demam ini diitandai dengan peningkatan suhu tubuh penderita (lebih dari 38°C), dan dapat pula terjadi menggigil atau mengeluarkan keringat dingin. Anda mungkin susah membedakan demam biasa dengan demam karena penyakit usus buntu. Tetapi jika Anda merasakan keluhan nyeri perut hebat disertai demam maka Anda harus curiga ke arah radang usus buntu.

3. Kembung

Pada penyakit usus buntu dapat timbul tanda-tanda usus buntu berupa perut kembung. Kembung di sini dirasakan sebagai perasaan penuh pada perut walaupun tidak sedang makan dalam jumlah yang banyak. Kembung pada usus buntu biasanya terjadi akibat gas yang terperangkap sehingga menyebabkan penderitanya susah buang angin. Perut kembung ini menyebabkan perut penderitanya terlihat membesar, terutama pada perut bagian kanan bawah. Baca juga: Cara Mudah Mengatasi Perut Kembung yang Perlu Dicoba.

4. Mual atau muntah

Tanda-tanda usus buntu yang berikutnya yaitu terjadinya mual atau muntah. Mual muntah ini terjadi karena adanya proses infeksi di dalam usus buntu yang memicu kontraksi di dalam usus sehingga menyebabkan mual atau muntah. Kondisi ini dapat diperparah ketika menerima asupan makanan dari luar. Makanan setelah sampai ke perut rasanya tidak nyaman dan ingin memuntahkannya. Oleh karena itu penderitanya rawan mengalami kekurangan nutrisi.

5. Terjadi diare atau konstipasi

Diare atau konstipasi dua-duanya dapat menjadi tanda-tanda usus buntu. Diare dapat terjadi adanya pengaruh bakteri penyebab penyakit usus buntu yang menimbulkan reaksi usus untuk mengeluarkan semua isi di dalam perut berupa BAB encer atau diare. Sedangkan konstipasi dapat terjadi akibat terganggunya proses penyerapan nutrisi makanan oleh usus, baik usus besar maupun usus kecil, karena adanya proses radang di dareah pencernaan. Ini akan memperlambat kerja usus.

6. Nafsu makan berkurang

Penderita penyakit usus buntu biasanya juga mengalami penurunan nafsu makan. Gejala usus buntu ini juga diikuti dengan kondisi badan penderita yang lemah, letih, lesu, dan tampak tidak bersemangat dalam menjalankan aktifitas sehari-hari. Apalagi ditambah dengan terjadinya mual dan muntah maka nafsu makan akan semakin menurun. Jika asupan makanan maupun cairan ke dalam tubuh penderita sangat kurang maka dapat terjadi malnutrisi dan dehidrasi sehingga memerlukan perawatan medis untuk mengembalikan kondisi tubuhnya.

Pengobatan Usus Buntu yang Bisa Dilakukan

Pengobatan usus buntu secara medis dilakukan dengan cara operasi untuk mengangkat bagian usus buntu yang terkena radang. Operasi ini dinamakan apendiktomi. Ada dua jenis apendektomi yaitu dengan cara laparoskopi dan operasi sayatan terbuka. Laparoskopi merupakan tindakan yang hanya membutuhkan sayatan kecil untuk mengangkat usus buntu. Tindakan ini memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi dan hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja untuk melakukannya, Jadi Anda tidak perlu takut dalam menjalani tindakan operasi ini.

Sedangkan operasi sayatan terbuka merupakan tindakan yang dilakukan untuk mengangkat usus buntu dengan tindakan pembedahan atau sayatan besar. Tindakan ini biasanya dilakukan karena usus buntu telah pecah dan infeksi menyebar ke daerah di sekitarnya, sehingga diperlukan pembersihan rongga perut melalui operasi ini. Untuk tindakan ini tentunya memerlukan waktu pengerjaan dan pemulihan yang lebih lama dibandingkan dengan operasi sayatan kecil. Setelah dilakukan operasi dokter akan tetap memantau perkembangannya dan memberikan penanganan segera jika terjadi keluhan atau gangguan pasca operasi.

Walaupun penyebab usus buntu belum diketahui secara pasti, namun hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah terjadinya usus buntu antara lain yaitu dengan makan makanan yang bersih dan sehat dan dimasak secara sempurna, BAB di tempat semestinya (toilet), memperbanyak asupan sayuran dan buah-buahan untuk melancarkan pencernaan, dan olahraga secara teratur untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Jika Anda memiliki tanda-tanda usus buntu seperti yang telah dipaparkan di atas, maka segera hubungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut dan mendapatkan penanganan segera untuk mencegah terjadinya komplikasi yang lebih parah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *