invisible bg invisible ico

Kapankah Datangnya Masa Subur setelah Melahirkan?

Kapankah Datangnya Masa Subur setelah Melahirkan? Ini PenjelasannyaKetika sebagian ibu yang baru saja melahirkan mungkin akan bertanya-tanya tentang kapankah masa subur setelah melahirkan kembali. Hal ini karena bagi setiap ibu yang telah selesai masa nifasnya dan berhubungan suami istri dengan pasangan akan takut jangan-jangan siklus menstruasi yang tak kunjung datang menjadi pertanda bahwa ia telah hamil. Padahal bayi yang baru lahir masih sangat kecil, bahkan usianya tak lebih dari 3 bulan.

Rasa khawatir ini sebenarnya menjadi sebuah hal yang lumrah dan terjadi pada setiap pasangan yang baru memiliki anak pertama. Jika memang Anda sebagai seorang ibu bertanya-tanya tentang kapan siklus menstruasi kembali normal pasca melahirkan, ada baiknya apabila Anda mengetahui 2 faktor yang paling umum. Pertama adalah faktor menyusui anak yang juga dapat mengganggu hormon tubuh sehingga membuat menstruasi datang terlambat meskipun masa nifas telah habis. Faktor yang kedua adalah keputusan sepasang suami istri dalam menggunakan pengaman ketika melakukan hubungan badan.

Dengan kata lain, waktu terjadinya menstruasi pasca melahirkan tak dapat dipastikan. Terlebih hormon yang dimiliki oleh setiap wanita berbeda-beda. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini akan diulas tentang cara mengetahui masa subur setelah melahirkan yang tentunya harus dipahami oleh setiap ibu.

Bagaimana Cara Menentukan Masa Subur Setelah Melahirkan

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa tak ada patokan khusus yang dapat digunakan untuk menentukan kapan masa subur seorang ibu datang, terlebih setelah melahirkan. Berikut ini adalah beberapa pertanyaan serta jawaban yang akan membuat Anda mengetahui tentang masa subur setelah melahirkan.

Ketika Seorang Ibu Menyusui dengan ASI Eksklusif, Kapan Siklus Menstruasi Kembali?

Banyak sumber yang menyebutkan bahwa ketika seorang ibu menyusui buah hatinya dengan ASI eksklusif, maka siklus menstruasi yang berhubungan dengan masa subur akan datang lebih lama. Ini adalah hal yang sangat mungkin terjadi pada setiap wanita. Intinya adalah siklus menstruasi tak akan datang dengan cepat apabila ibu menggunakan ASI eksklusif.

Pada umumnya, siklus menstruasi akan mulai berjalan normal ketika usia bayi sudah menginjak 6 hingga 8 bulan. Namun tak sedikit juga siklus menstruasi baru datang ketika usia bayi 18 hingga 24 bulan.

Meski demikian, Anda tak perlu khawatir terhadap hal tersebut. Untuk menjaga kesehatan dan kebutuhan bayi akan nutrisi, tetap berikan ASI eksklusif secara rutin. Jangka waktu paling sedikit dalam pemberian ASI eksklusif adalah hingga bayi berusia 6 bulan. Hal ini karena ketika bayi berusia 6 bulan, Anda sudah dapat memberikan berbagai makanan sehat pengganti ASI. Namun alangkah lebih baiknya apabila pemberian ASI eksklusif tetap dilakukan hingga bayi berusia sekitar 18 bulan hingga 24 bulan atau genap 2 tahun.

Adapun alasan utama yang membuat pemberian ASI eksklusif dapat memengaruhi siklus menstruasi adalah karena ketika menyusui, maka kelenjar hipofisis akan memproduksi sebuah hormon prolaktin. Homon yang satu ini berfungsi untuk memberikan rangsangan bagi tubuh dalam memproduksi ASI. Dengan kata lain, apabila ASI eksklusif yang diberikan semakin rutin, maka produksi hormon ini pun akan semakin meningkat.

Efek dari peningkatan hormon prolaktin adalah menekan produksi hormon progesteron dan hormon estrogen yang fungsinya adalah sebagai pengendali utama siklus menstruasi. Inilah alasan utama pemberian ASI eksklusif memiliki pengaruh yang besar dalam datangnya siklus menstruasi dan masa subur setelah melahirkan.

Ketika Ibu Mengombinasikan Pemberian ASI dan Susu Formula, Kapan Siklus Menstruasi Kembali?

Apabila Anda mengombinasikan ASI eksklusif dan susu formula ataupun makanan pendamping ASI, maka produksi ASI oleh tubuh otomatis juga akan semakin berkurang. Kondisi hormon prolaktin dalam tubuh pun tidak akan meningkat secara drastis. Dengan kata lain, kemungkinan Anda mengalami siklus menstruasi akan semakin besar.

Dalam kondisi ini, ada beberapa perbedaan yang dialami oleh ibu dalam mendapatkan masa subur setelah melahirkan dengan ditandai oleh menstruasi. Ada ibu yang langsung menstruasi satu minggu setelah intensitas pemberian ASI pada bayi berusia 6 bulan ke atas berkurang. Ada juga yang mengalami menstruasi perlahan yang ditandai dengan adanya bercak merah darah.

Ketika Ibu tak Dapat Menyusui, Kapan Masa Menstruasi akan Kembali?

Ada sebuah kondisi di mana seorang wanita yang baru melahirkan tak dapat menyusui. Kondisi ini biasanya dipengaruhi oleh tubuh yang tak dapat memproduksi hormon prolaktin. Dengan begitu, maka ASI tak dapat keluar. Untuk itu, ibu harus menggunakan susu formula pada bayi mereka. Apabila kondisi ini terjadi pada Anda, maka jarak menstruasi akan muncul adalah selama 1 hingga 3 bulan pasca melahirkan.

Sebagai informasi, penjelasan ini hanya merupakan pola paling umum yang dialami oleh wanita setelah melahirkan. Jadi tidak ada jaminan bahwa untuk ibu yang tidak menyusui sekalipun, siklus menstruasi dan masa subur setelah melahirkan dapat berlangsung cepat. Hal ini karena apabila dihitung secara rata-rata, periode menstruasi akan dialami oleh seorang wanita setelah melahirkan adalah sekitar 3 hingga 8 bulan, baik itu dalam kondisi menyusui atau tidak.

Dengan Datangnya Siklus Menstruasi, Apakah Berarti Masa Subur juga Kembali?

Pertanyaan berikutnya adalah apakah ketika siklus menstruasi kembali normal, berarti masa subur juga ikut kembali? Jawabannya adalah kemungkinan besar iya. Mengapa? Hal ini karena ketika seorang wanita menstruasi, maka kondisi tersebut menjadi sebuah tanda awal kembalinya masa subur setelah melahirkan.

Meski demikian, tak semua wanita yang mengalami menstruasi pertama setelah melahirkan menunjukkan bahwa masa suburnya juga ikut kembali. Untuk kemungkinan kembalinya masa subur memang besar, namun hal ini kembali lagi pada kondisi hormon pada setiap wanita setelah melahirkan. Ada juga wanita yang tak kunjung mendapatkan masa subur pada menstruasi pertama. Namun jika menstruasi kedua datang, maka dapat dipastikan pada saat itulah masa subur datang. (baca juga: cara mengetahui masa subur wanita dan pria agar cepat hamil)

Masalah yang Kerap Dihadapi oleh Ibu ketika Mengalami Periode Menstruasi Pertama

Dari sedikit penjelasan di atas, Anda dapat mengetahui tentang datangnya periode menstruasi serta masa subur setelah melahirkan. Hal lain yang juga harus Anda ketahui adalah tentang beberapa masalah yang kerap dirasakan oleh ibu setelah melahirkan. Di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Menstruasi tak Dapat Diprediksi

Masalah yang pertama adalah datangnya periode menstruasi yang tak dapat diprediksi. Tak hanya itu saja, ketika menstruasi sudah terjadi, maka periode menstruasi selanjutnya tak dapat diprediksi kapan datangnya. Ada yang sesuai dengan perhitungan umum periode menstruasi, ada juga yang datang terlambat.

  • Mulai Muncul Tanda Pre-Menstruasi Syndrome

Masalah yang kedua yakni munculnya Pre-Menstruasi Syndrome atau yang dikenal dengan PMS. Apabila menstruasi pertama datang, maka ibu akan merasakan kram berlebih pada bagian pinggang, kaki, hingga sekujur tubuh. Ini adalah sebuah tanda menstruasi yang tentunya cukup menyakitkan bagi sebagian besar ibu pasca melahirkan.

  • Keluar Banyak Darah ketika Menstruasi

Masalah yang selanjutnya adalah saat menstruasi pertama kali datang, maka darah yang keluar akan lebih banyak dari biasanya. Tak hanya itu saja, darah menstruasi pun memiliki bentuk yang lebih kental. Jadi bukan hal yang aneh apabila seorang ibu yang baru pertama kali mengalami siklus ini sering berganti pembalut agar tidak terjadi kebocoran.

Demikian sedikit ulasan tentang datangnya periode menstruasi yang menjadi pertanda masa subur setelah melahirkan. Dengan mengetahui penjelasan di atas, maka tak perlu ada kekhawatiran lagi bagi Anda yang tak kunjung mengalami menstruasi. Semoga ulasan di atas bermanfaat .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *