invisible bg invisible ico

Ini yang Harus Anda Lakukan Ketika Kepala Bayi Panas

pa yang Harus Anda Lakukan Ketika Kepala Bayi PanasTentu Anda tidak menginginkan bayi Anda sakit dan memiliki kepala yang panas bukan. Ketika terjadi kepala bayi panas, hal ini menunjukkan bahwa sedang terjadi sebuah infeksi di dalam tubuhnya.

Suhu yang semakin meningkat belum bisa di tolerir oleh sistem pertahanan tubuh bayi. Sehingga kepala yang semakin panas dapat menyebabkan ketidak seimbangan neuron dalam otaknya. Kejang demam dapat terjadi akibat kepala bayi yang panas.

Bagaimana Mengatasi Kepala Bayi yang Panas?

Kepala bayi yang panas harus segera ditangani dengan cepat dan tepat, sebelum terjadi kerusakan yang parah terutama pada area otak. Berikut beberapa rangkuman mengenai cara penanganan kepala bayi yang panas:

  1. Ukur Suhu Tubuhnya dengan Thermometer

Langkah pertama yang dapat Anda lakukan adalah mengukur suhu badan bayi dengan menggunakan thermometer. Thermometer yang dapat Anda gunakan dapat berupa thermometer digital, raksa maupun jenis terbaru yakni thermometer sensor infra merah.

Anda dapat meletakkan thermometer raksa maupun digital pada beberapa area tubuh bayi antara lain lipatan lengan dalam (ketiak) dan bawah lidah. Jika Anda menggunakan thermometer raksa, pastikan raksa berada pada angka 0 sebelum digunakan. Perhatikan juga kebersihan dan kesterilan alat thermometer yang Anda gunakan. Akan lebih baik jika thermometer digunakan pada satu area tubuh saja.

Suhu normal tubuh bayi berada pada rentang 36.5 hingga 37.5 derajat celcius. Di atas suhu tersebut maka dapat dikatakan bayi mengalami demam dan akan menunjukkan gejala kepala yang panas.

Apabila suhu tubuh bayi terus meningkat hingga melebihi 38 derajat celcius, segera bawa bayi ke pelayanan terdekat untuk mendapatkan perawatan kegawatan yang tepat. Kejang demam dapat terjadi ketika suhu tubuh bayi mencapai 40 derajat celcius. Sangat penting untuk mengetahui penanganan demam pada bayi sebagai pertolongan pertama Anda ketika bayi mengalami demam.

  1. Susui dan Cukupi Kebutuhan Cairannya

Kepala bayi yang panas menunjukkan proses infeksi di dalam tubuhnya sedang berlangsung. Peningkatan suhu tubuh satu derajat akan mengakibatkan kehilangan cairan sebesar 10%. Bagi dewasa, kehilangan cairan sebesar 10% mungkin tidak akan membahayakan, namun bagi bayi hal ini merupakan masalah serius dan harus segera ditangani.

Bayi yang mengalami demam tinggi dan kepala panas, dapat mengarah kepada kondisi dehidrasi atau kekurangan cairan. Segera susui sebanyak yang bayi inginkan, jika usianya telah melewati usia 6 bulan, Anda dapat menambah kebutuhan cairannya dengan pemberian air putih maupun jus buah sehat.

Apabila setelah dilakukan pemberian susu bayi malah muntah. Akan lebih baik segera bawa bayi ke pusat pelayanan kesehatan terdekat. Cairan infus akan diberikan kepada bayi yang mengalami dehidrasi dan mengalami gangguan susah menelan.

  1. Kompres Kepala Bayi

Memberikan kompres air hangat pada kepala bayi dapat membantu menurunkan suhu tubuhnya dan suhu kepala bayi dengan cepat. Jangan melakukan kompres air dingin maupun kompres dengan alcohol, karena dapat berdampak pada kondisi kesehatannya.

Kompres air dingin justru dapat mencetuskan menggigil dan kejang pada bayi. Hal ini dapat terjadi karena kompres dengan air dingin dapat menyebabkan peningkatan suhu yang lebih tinggi. Sedangkan untuk kompres alkohol sangat tidak dianjurkan, karena dapat menyebabkan keracunan maupun iritasi pada pernafasan dan kulit bayi.

Letakkan kain yang telah dibasahi air hangat pada area kepala, leher dan ketiak. Berdasarkan penelitian terbaru, mengompres kepala saja kurang optimal untuk menurunkan demam anak. Pada area leher dan lipatan dalam lengan atau ketiak terdapat pembuluh darah besar dan melakukan kompres pada area ini akan mempercepat proses dilatasi pembuluh darah sehingga suhu tubuh anak akan cepat turun.

Anda dapat pula menggunakan plester kompres demam anak yang mudah dijumpai di apotek atau toko obat terdekat. Untuk kompres dengan handuk, letakkan handuk basah kurang lebih 15 menit pada area yang telah tersebut di atas. Apabila menggunakan plester kompres demam selalu ikuti petunjuk penggunaanya dan perhatikan tanggal kadaluarsanya.

  1. Pakaikan Pakaian yang Tipis dan Tidak Menutup Kepalanya

Ketika bayi mengalami kondisi kepala yang panas hingga tubuhnya menggigil, jangan pakaian pakaian yang terlalu tebal. Terlebih penggunaan topi. Hal ini tidak disarankan, karena panas tubuh justru tidak dapat keluar dengan optimal dengan penggunaan pakaian tebal. Akibat penggunaan topi kepala bayi dapat menjadi lebih panas dan memicu terjadinya kejang demam.

Kenakan pakaian dan selimut tipis lebih disarankan untuk mempercepat penurunan panas pada bayi. Terutama pakaian berbahan katun dapat dikenakan pada bayi yang mengalami kepala panas akibat demam.

Penggunaan kipas dan AC dapat pula dilaksanakan, namun disarankan kipas atau AC tidak langsung ke arah bayi. Angin yang berhembus langsung ke tubuh bayi dapat menjadi penyebab bayi kembung dan semakin rewel.

  1. Berikan Obat Penurun Panas

Obat penurun panas dapat diberikan sesuai dengan dosis dan kebutuhan bayi. Selalu perhatikan dosis dan anjuran pemakaian obat untuk anak bayi. Bila tidak terpaksa, gunakan bahan alami penurun panas anak terlebih dahulu daripada menggunakan obat kimiawi yang dapat mengandung efek samping.

Namun perlu berhati-hati dan selalu diingat bahwa bahan alami yang dapat Anda gunakan sebagai penurun panas bayi dapat digunakan setelah usianya mencapai 6 bulan. Yakni setelah pencernaannya berfungsi dengan baik dan optimal.

Apabila Kepala Panas Berubah Menjadi Kejang Demam

Kejang demam dapat terjadi sewaktu-waktu terutama ketika kepala anak panas dan demam mencapai lebih dari 38 derajat. Pengetahuan tentang penanganan bayi ketika terjadi demam penting untuk Anda ketahui, sebelum terjadinya kejang demam.

Kejang demam dikenal juga dengan istilah awam ‘step’. Yang terjadi adalah kekakuan otot kaki dan tangan yang disertai dengan kelojotan pada sekujur tubuh. Anak juga akan mengalami ketidaksadaran ketika terjadi kejang demam.

Kejang demam sederhana berlangsung kurang dari 15 menit dan tidak berulang dalam kurun waktu 24 jam setelah pertama kejang. Untuk kejang demam kompleks, kejang dapat berlangsung lebih dari 15 menit, berulang dalam sehari dapat terjadi lebih dari sekali kejang dan terjadi hanya pada satu area atau sisi tubuh saja.

Hal pertama yang harus Anda lakukan ketika bayi mengalami kejang adalah tidak panik dan tetap tenang. Jaga bayi Anda dan jangan mencoba memeluk erat atau menghentikan kejang dengan cara menekuk anggota badan anak, hal ini justru dapat menyebabkan patah tulang pada bayi Anda.

Langkah selanjutnya adalah kendorkan baju anak, terutama pada area leher. Miringkan kepala nya ke arah kiri atau kanan, sehingga susu atau makanan yang tersisa tidak terjebak dan menutup saluran pernafasannya. Ukur suhu badan anak saat mengalami kejang, dan sesudah kejang berhenti.

Segera bawa bayi Anda menuju pusat pelayanan kesehatan dan gawat darurat terdekat dari rumah Anda sesaat setelah kejang demam berhenti. Obat-obatan penurun panas dan antikejang akan diberikan melalui infus apabila kejang demam tidak kunjung berhenti dan kondisi anak semakin lemah.

Demikianlah informasi singkat mengenai terjadinya gejala kepala anak yang panas, serta berbagai penyebab dan penanganan tepatnya. Dilengkapi pula informasi mengenai penanganan kejang demam apabila kepala panas dan demam anak semakin meningkat setelah dilaksanakan berbagai penatalaksanaan mandiri di rumah. Sekian .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *