invisible bg invisible ico

Fungsi Usus Halus dalam Sistem Pencernaan Manusia

Fungsi Usus Halus dalam Sistem Pencernaan ManusiaAdanya masalah pencernaan mungkin salah satunya disebabkan oleh gangguan pada fungsi usus halus. Usus halus adalah bagian dari saluran pencernaan yang menghubungkan lambung pada ujung atasnya dan usus besar pada ujung bawahnya. Panjang usus halus pada orang dewasa mencapai 6 meter. Dengan panjang tersebut, usus halus berkelok-kelok dan terlipat dengan rapi di rongga perut manusia. Di usus halus inilah terjadi penyerapan zat gizi dari makanan yang dikonsumsi. Dinding usus halus dilapisi oleh jaringan yang berbentuk seperti jari dan sangat kecil, yang disebut dengan vili. Vili bertugas memperbesar area permukaan usus halus, sehingga kalori dan nutrisi dari makanan dapat lebih banyak lagi terserap.

Terdapat tiga bagian yang menyusun usus halus. Bagian pertama adalah duodenum, yang menghubungkan usus halus dengan lambung. Bagian kedua adalah jejunum. Bagian ketiga adalah ileum, yang menghubungkan usus halus dengan kolon. Fungsi dari masing-masing ketiga bagian tersebut akan dikupas lebih lanjut dalam artikel ini.

Sebelum Membahas Fungsi Usus Halus, Simak Fakta Menarik tentang Usus Halus Berikut!

Anda mungkin ingin mendengar tentang beberapa fakta yang menarik dari usus halus. Fakta menarik yang pertama adalah tentang panjang usus halus. Rata-rata panjang usus halus pada manusia adalah 3-5 meter. Meskipun demikian, ada individu yang memiliki usus halus yang pendek, hanya sepanjang 2.75 meter. Ada pula individu yang memiliki usus halus yang panjang hingga mencapai 10 meter. Panjang usus halus tersebut tergantung pada bagaimana cara pengukuran yang dilakukan dan tinggi individu yang bersangkutan.

Fakta menarik yang kedua adalah tentang diameternya. Pada orang dewasa, rata-rata diameter usus halus adalah 2.5 centimeter, sedangkan pada bayi baru lahir hanya selebar 1.5 centimeter saja. Jika pada pemeriksaan ronsen perut diameter usus halus menunjukkan angka lebih dari 3 centimeter, maka dianggap abnormal. Sedangkan pada pemeriksaan CT scan, diameter usus halus sudah dianggap abnormal apabila lebih dari 2.5 centimeter.

Fakta menarik yang ketiga adalah berkaitan dengan vili yang melapisi permukaannya. Telah disebutkan bahwa vili memperbesar permukaan usus halus sehingga zat gizi dari makanan dapat diserap dengan lebih optimal. Namun tahukah Anda bahwa jika vili tersebut ‘digelar’, luasnya dapat mencapai 30 meter persegi? Wah, luas sekali ya! Tidak heran apabila vili mengalami kerusakan, fungsi usus halus secara keseluruhan juga dapat mengalami gangguan.

Fungsi dari Usus Halus Dilihat dari Bagian-Bagiannya

Tugas usus halus adalah untuk menyerap sebagian besar dari zat gizi dari apa yang kita makan dan minum, hampir 90% penyerapan zat gizi terjadi di sini. Seperti yang telah disebutkan, terdapat tiga bagian dari usus halus. Ketiga bagian tersebut memiliki peran masing-masing dalam memastikan proses pencernaan berjalan lancar. Apa sajakah tugas dari ketiga bagian usus halus tersebut? Simak di sini!

  • Duodenum

Duodenum bertugas sebagai bagian dari usus halus yang menerima makanan yang sudah tercerna sebagian dari lambung. Duodenum adalah bagian terpendek dari usus halus, panjangnya hanya sekitar 25 centimeter dan mengelilingi sebagian dari pankreas. Duodenum melakukan satu fungsi usus halus yakni ‘mempersiapkan’ makanan untuk diabsorbsi.

Begitu makanan masuk ke duodenum, duodenum akan bereaksi dengan cara menghasilkan hormon kolesistokinin. Hormon ini yang akan ‘memanggil’ enzim pencernaan dari pankreas dan empedu untuk memasuki duodenum. Empedu dari hati dan enzim pencernaan dari pankreas dialirkan ke duodenum untuk dicampur dengan makanan yang sudah separuh tercerna tersebut.

Enzim pencernaan dari pankreas memecah protein yang terdapat pada makanan dan empedu, dan mengemulsi lemak sehingga makanan yang masuk ke duodenum dipecah menjadi gula, asam amino, dan asam lemak. Pada duodenum juga terdapat kelenjar yang memproduksi lendir yang mengandung bikarbonat, yang bersifat basa. Lendir ini, dikombinasikan dengan bikarbonat dari pankreas, berperan dalam menetralkan asam lambung yang terdapat dalam makanan yang memasuki usus halus.

  • Jejunum

Jejunum adalah bagian tengah dari usus halus, panjangnya sekitar 2.5 meter dan terdapat vili yang melapisi permukaan dindingnya. Fungsi usus halus untuk menyerap zat gizi berupa gula, asam amino, dan asam lemak berlangsung di sini. Zat-zat gizi tersebut kemudian dikirim ke dalam aliran darah untuk diedarkan ke seluruh tubuh.

Masing-masing vili yang melapisi permukaan dinding usus halus terhubung dengan pembuluh darah kapiler dan pembuluh limfatik. Keduanya memiliki fungsi yang berbeda. Pembuluh darah kapiler bertugas sebagai tempat penyerapan zat gizi seperti gula (sebagai hasil dari pemecahan karbohidrat) dan asam amino (sebagai hasil dari pemecahan protein). Sedangkan pembuluh limfatik bertugas sebagai tempat penyerapan asam lemak.

  • Ileum

Ileum merupakan bagian terakhir dari usus halus yang berbatasan langsung dengan kolon. Panjangnya sekitar 3 meter, dan di permukaan dindingnya juga terdapat vili yang sama seperti pada jejunum. Fungsinya yang utama adalah untuk menyerap vitamin B12 dan asam empedu, juga zat gizi lain yang tersisa.

Ileum ternyata juga melakukan fungsi usus halus yang kaitannya dengan sistem pertahanan tubuh. Hal ini karena pada usus halus terdapat flora usus yang secara alami berkontribusi positif terdapat sistem imunitas. Terutama di ileum, terdapat kumpulan jaringan limfatik yang disebut Peyer’s patches, yang juga merupakan bagian penting dari sistem pencernaan yang membantu menjaga tubuh dari kuman penyakit yang masuk lewat makanan yang kurang higienis.

Penyakit yang Dapat Memicu Gangguan Fungsi Usus Halus

Ada banyak cara dimana usus halus dapat mengalami masalah kesehatan. Menurut US National Library of Medicine (NLM), beberapa masalah kesehatan yang sering menyerang usus halus dan karenanya menyebabkan gangguan fungsi antara lain pendarahan, penyakit celiac, Crohn’s disease, infeksi, kanker, penyumbatan, irritable bowel syndrome, perlukaan, dan pertumbuhan bakteri melebihi normal.

  • Diare

Diare adalah masalah yang tampaknya sepele, namun tidak bisa dianggap remeh. Diare dapat disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella maupun Shigella. Selain frekuensi buang air besar meningkat dan teksturnya yang cair, seseorang bisa mengalami demam, mual, dan kram perut. Diare dapat merusak vili di usus halus sehingga fungsi usus halus dalam menyerap makanan bisa terganggu.

  • Kanker usus halus

Kanker usus halus tergolong relatif jarang apabila dibandingkan dengan jenis kanker yang lainnya. Menurut American Cancer Society, hanya sekitar 9000 orang terdiagnosa kanker usus halus per tahunnya. Sekitar 60 hingga 70 persen kanker usus halus terdiri dari tumor, sarkoma, atau limfoma. Diare dan muncul ruam-ruam merah di kulit adalah tanda dan gejala yang meskipun tidak begitu spesifik, namun muncul pada kanker usus halus.

  • Penyakit celiac

Penyakit celiac adalah alergi terhadap gluten, dimana usus halus akan mengalami kerusakan dan fungsi usus halus untuk mengabsorbsi makanan akan terganggu setelah seseorang mengkonsumsi gluten. Gluten sendiri banyak terkandung pada sebagian besar produk roti. Itulah sebabnya sekarang ini banyak diluncurkan produk-produk makanan yang bebas gluten. Salah satunya adalah untuk mengakomodir kebutuhan individu yang memiliki penyakit celiac ini.

  • Penyumbatan

Infeksi, massa, atau usus yang ‘melintir’ dapat mengakibatkan penyumbatan pada usus halus. Tanda dan gejala yang paling umum adalah mual, muntah, perut kembung, nyeri perut, perut terasa keras, dan konstipasi. Jika Anda mengalami gejala tersebut segeralah periksakan diri Anda ke fasilitas kesehatan terdekat.

Wah, ternyata cara kerja dan fungsi usus halus sangat rinci ya? Melihat hal tersebut, lantas bagaimana cara yang dapat kita lakukan untuk menjaga agar usus halus tetap sehat? Para ahli kesehatan setuju bahwa asupan makanan yang sehat dengan gizi seimbang adalah salah satu langkah terbaik untuk memelihara kesehatan usus halus. Semoga artikel ini bermanfaat !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *