invisible bg invisible ico

Darah Menstruasi Berwarna Hitam? Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Darah Menstruasi yang Berwarna Hitam? Apa yang Sebenarnya Terjadi?Pernahkah Anda ketika mengalami menstruasi darah yang keluar justru berwarna kehitaman dan pekat? Tidak perlu terlalu khawatir jika hal ini terjadi pada awal menstruasi, karena darah berwarna hitam di awal menstruasi merupakan sisa darah yang mengering dan teroksidasi.

Berikut akan dijelaskan berbagai warna darah menstruasi, berbagai faktor yang mempengaruhi kelancaran pengeluaran daha menstruasi dan tips menjaga kebersihan organ reproduksi disaat masa menstruasi akan berakhir. Selamat membaca!

Mengenal Berbagai Warna Darah Menstruasi Selain Berwarna Hitam

Terdapat lima jenis warna darah menstruasi yang dapat dikeluarkan oleh wanita setiap bulannya. Antara lain warna hitam pekat, coklat kehitaman, merah kehitaman, merah darah maupun merah keabuan. Diantara warna ini terdapat jenis warna yang patologis atau termasuk ke dalam darah penyakit. Berikut penjelasan untuk setiap warnanya:

1. Kehitaman Pekat

Warna hitam terjadi ketika darah bercampur dengan dinding rahim (endometrium) lama yang meluruh. Warna hitam pekat normal terjadi pada akhir masa menstruasi. Terjadi ketika darah terakhir dari menstruasi tidak kunjung dikeluarkan dari dalam rahim. Darah semakin teroksidasi bahkan dapat berbentuk gumpalan yang nantinya dikeluarkan pada siklus menstruasi selanjutnya.

Berbeda halnya apabila yang terjadi adalah darah yang berwarna hitam pekat ini terus keluar ketika hari menstruasi seharusnya sudah selesai. Maka hal ini dapat menjadi pertanda bahwa terdapat gangguan nutrisi, infeksi dan penyakit rahim, adanya perubahan dalam siklus menstruasi normal dan efek dari meminum obat – obatan hormonal seperti pil KB.

Darah hitam yang patologis (ada penyebab penyakit) biasanya akan diiringi dengan nyeri dan kram pada area perut bawah. Periksakan dan hubungi dokter kandungan Anda untuk setiap gejala yang Anda rasa tidak normal seperti biasanya.

2. Coklat Kehitaman

Warna coklat kehitaman merupakan warna darah yang biasanya muncul pada awal dan akhir dari siklus menstruasi, ketika aliran darah menstruasi mengalami penurunan. Darah yang berwarna coklat kehitaman bukanlah darah penyakit. Darah ini sebenarnya adalah darah yang tertinggal di dinding rahim ketika masa mentsruasi akan habis. Darah sisa ini mengering dan teroksidasi sehingga warnanya berubah menjadi coklat kehitaman.

3. Merah Kehitaman

Warna darah merah kehitaman merupakan warna darah yang muncul pada pertengahan dari siklus menstruasi. Warna kehitaman terjadi ketika darah segar yang seharusnya dikeluarkan dengan lancar terjebak lebih lama pada area leher rahim. Darah yang berwarna merah kehitaman ini menunjukkan kadar oksigen atau hemoglobin yang sangat tinggi. Posisi tidur atau berbaring terlalu lama dapat menyebabkan terjadinya kehitaman ini.

4. Merah Darah Segar

Warna merah darah segar memiliki makna darah adalah darah baru. Menandakan bahwa Anda memiliki siklus menstruasi yang sehat. Beberapa wanita akan melihat warna darah ini hampir ditiap periode harinya. Namun, beberapa juga hanya akan melihat ketika pengeluaran darah menstruasi sedang banyak sekitar hari pertama hingga hari ketiga.

5. Merah Keabuan

Anda wajib waspada jika warna darah yang keluar saat siklus haid Anda adalah warna merah keabuan dengan konsistensi yang kental. Warna merah keabuan ini pertanda terjadinya infeksi pada organ reproduksi Anda. Dapat disebabkan oleh infeksi menular seksual atau infeksi saluran kemih. Merah keabuan juga merupakan pertanda terjadinya keguguran ketika Anda sedang mengandung, Segera hubungi Dokter Spesialis Obstetri Ginekologis (kandungan) ketika Anda mengalami pengeluaran darah berwarna merah keabuan.

Berbagai Faktor yang Mempengaruhi Kelancaran dan Pengeluaran Darah Menstruasi

Berbagai hal sangat mempengaruhi kelancaran dan pengeluaran darah menstruasi. Termasuk juga mempengaruhi pengeluaran warna darah. Faktor internal dari dalam tubuh seorang wanita sendiri maupun faktor eksternal atau faktor lingkungan dapat menjadi penyebabnya. Berikut penjelasannya:

1. Stress

Stress merupakan penyebab utama terjadinya perubahan ataupun ketidakteraturan pada pengeluaran darah haid secara normal. Stress sangat mempengaruhi berbagai hormon yang mengatur proses ovulasi dan pelepasan sel telur dalam tubuh seorang wanita. Oleh sebab itu hindarilah stress jika Anda tidak ingin mengalami pengeluaran darah hitam akibat siklus haid yang memanjang.

2. Olahraga yang Berlebihan

Proses ovulasi selain amat dipengaruhi dengan perubahan dan fluktuasi hormonal, juga amat dipengaruhi oleh jumlah lemak dalam tubuh wanita. Lemak dibutuhkan dalam proses pematangan sel telur dan pelepasannya ketika siklus menstruasi tiba.

Ketika seseorang melakukan olahraga yang berlebihan, maka dapat terjadi siklus menstruasi yang pendek dan meloncat – loncat akibat jumlah lemak yang tidak cukup untuk mematangkan sel telur. Begitupun dengan warna dari darah menstruasi. Darah hitam dan kecoklatan dapat sering terjadi akibat siklus yang pendek.

3. Alkohol

Berdasarkan sebuah publikasi mengenai efek alkohol pada kesehatan reproduksi wanita. Ternyata kebiasan konsumsi alkohol sangat mempengaruhi kadar estrogen dan progesteron dalam tubuh seorang wanita. Mengganggu produksi normal hormon yang sangat diperlukan ketika ovulasi dan menstruasi. Pengeluaran darah berwarna hitam ketika menstruasi akan terjadi lebih sering pada wanita dengan kebiasaan konsumsi alkohol berlebihan.

4. Obat – obatan

Terutama jika Anda mengkonsumsi obat-obatan anti depresan. Jenis obat ini akan sering menyebabkan terganggunya fluktuasi hormonal dalam tubuh manusia terutama seorang wanita. Darah kehitaman dilaporkan lebih sering terjadi pada pasien yang mengkonsumsi obat anti depresan dan obat hormonal dalam pil KB.

Pentingnya Menjaga Kebersihan Diri Ketika Menstruasi

Kesalahan yang terjadi ketika darah menstruasi menjadi hitam dan menandai bahwa menstruasi akan berakhir adalah wanita justru tidak menjaga kebersihan organ reproduksinya. Berikut beberapa tips yang harus dilakukan meski Anda berada pada akhir masa menstruasi:

1. Mengganti Pembalut

Meskipun darah ketika mestruasi telah menghitam dan menandakan hari menstruasi Anda akan berakhir. Anda tetap wajib mengganti pembalut setiap 3 – 5 jam. Bekas darah yang keluar dan mengering dapat menjadi sumber penyakit dan infeksi.

2. Bersihkan Organ Kewanitaan Sebelum Ganti Pembalut

Jangan lupa untuk selalu membersihkan organ kewanitaan sebelum mengganti pembalut. Cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan membasuh area kewanitaan dengan air bersih, atau dengan menggunakan tissue kering. Hindari menggunakan sabun pembersih kewanitaan pada masa menstruasi. Selain dapat mengiritasi kulit, penggunaan sabun kewanitaan yang berlebihan justru akan mengganggu pH alami daerah sensitif tersebut. Mengakibatkan flora normal mati dan resiko infeksi semakin meningkat.

3. Cuci Tangan

Mencuci tangan harus selalu dilakukan ketika menstruasi datang. Sebelum menyentuh organ kewanitaan, sebelum mengganti pembalut dan setelah membuang pembalut. Cuci tangan harus selalu dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi bakteri.

4. Mandi

Ketika menstruasi biasanya para wanita akan cenderung malas untuk menyentuh air. Hentikan kebiasaan yang kurang baik ini. Tidak mandi justru akan menyebabkan berbagai masalah akibat kurangnya kebersihan diri.

5. Mengganti Celana Dalam

Selain mengganti pembalut, mengganti celana dalam meski masa selesainya haid akan datang merupakan sebuah keharusan. Celana dalam yang tidak diganti dengan rutin akan menjadi lembab, tempat pertumbuhan bakteri dan dapat menyebabkan infeksi pada saluran perkemihan serta organ kewanitaan.

Demikian telah tersaji informasi mengenai darah menstruasi yang berwarna hitam. Dilengkapi dengan penjelasan mengenai warna darah yang lain ketika menstruasi. Disajikan pula berbagai hal yang menjadi penyebab darah menstruasi berwarna hitam dan bagaimana menjaga kebersihan meski masa haid telah selesai. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *