invisible bg invisible ico

Cara Menghitung Tetesan Infus dan Prosedur Pemasangan Infus

Cara Menghitung Tetesan Infus dan Prosedur Pemasangan Infus Sangatlah penting bagi tenaga kesehatan untuk mengetahui cara menghitung tetesan infus yang benar, mengingat pemberian infus adalah salah satu terapi yang tidak dapat dipisahkan dari fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, Puskesmas, bahkan home care. Perkembangan teknologi yang makin maju juga merambah dunia kesehatan. Penemuan infusion pump membuat penghitungan tetesan infus menjadi lebih mudah. Infusion pump juga membuat tetesan infus yang diberikan lebih presisi dan akurat. Namun, tidak seharusnya kita bergantung begitu saja pada kemajuan teknologi.

Di kota-kota besar di Indonesia, teknologi infusion pump memang sudah banyak digunakan. Akan tetapi, selalu akan ada situasi dimana kita harus menghitung tetesan infus secara manual. Misalnya, ketika infusion pump gagal berfungsi atau ketika tenaga kesehatan bertugas di daerah yang lebih rural, dimana infusion pump tidak tersedia. Itulah sebabnya jika Anda adalah seorang tenaga kesehatan, wajib hukumnya bagi Anda untuk mengetahui cara menghitung tetesan infus dengan tepat di luar kepala.

Cara Menghitung Tetesan Infus Langkah Demi Langkah

Pada artikel ini, untuk mengetahui laju tetesan infus (berapa tetes per menit), cara menghitung tetesan infus akan dipaparkan langkah demi langkah. Sebelum memulai penghitungan, ketahuilah faktor tetesan dari infus set yang Anda gunakan. Anda dapat menemukan informasi mengenai faktor tetesan ini pada label di tiap-tiap kemasan infus set. Infus set makro memiliki faktor tetesan 10, 15, atau 20 untuk mengalirkan 1 ml cairan intravena. Selanjutnya, kita akan menggunakan rumus berikut:

Jumlah tetesan per menit = total volume cairan yang akan diberikan (dalam ml) / waktu (dalam menit) x faktor tetesan

  • Langkah pertama

Langkah pertama dari cara menghitung tetesan infus adalah tulis berapa total volume cairan yang akan diberikan. Kita ambil contoh misalnya cairan yang harus diberikan adalah sebanyak 1200 ml selama 10 jam. Masukkan total volume cairan yang akan diberikan (dalam ml) ke dalam rumus, sehingga menjadi:

Jumlah tetesan per menit = 1200 ml / waktu (dalam menit) x faktor tetesan

  • Langkah kedua

Langkah yang kedua dari cara menghitung tetesan infus adalah, tulis berapa lama waktu yang diperlukan untuk memberikan cairan tersebut. Pada langkah pertama, sejumlah 1200 ml cairan harus diberikan dalam waktu 10 jam. Masukkan waktu yang diperlukan untuk memberikan cairan dalam rumus yang kita miliki. Ingat bahwa contoh soal menggunakan satuan jam, sementara rumus yang kita pakai menggunakan satuan menit. Jam harus diubah ke menit, sehingga harus dikalikan 60 (1 jam = 60 menit). Sehingga menjadi:

Jumlah tetesan per menit = 1200 ml / 600 menit x faktor tetesan

  • Langkah ketiga

Anda sudah hampir selesai. Sekarang, langkah terakhir pada cara menghitung tetesan infus adalah cek faktor tetesan dengan melihat pada kemasan infus set yang akan Anda gunakan. Pada contoh ini, katakanlah kita akan menggunakan infus set dengan faktor tetesan 20. Masukkan faktor tetesan ke dalam rumus. Setelah menghitung, Anda harus memberikan cairan infus 40 tetes per menit. Mudah bukan?

Jumlah tetesan per menit = 1200 ml / 600 menit x 20

Cara Menghitung Tetesan Infus Berdasarkan Infus Set Makro atau Mikro

Di bagian sebelumnya, ada penyebutan mengenai ‘infus set makro’. Infus set adalah penyalur antara cairan infus (yang berbentuk botol) dengan IV kateter yang dimasukkan dalam pembuluh darah vena. Ada 3 jenis infus set yang banyak digunakan di fasilitas kesehatan, yakni infus set makro, infus set mikro, dan transfusi set atau blood set. Anda pun dapat melakukan penghitungan tetesan infus dengan melihat jenis infus set yang Anda gunakan, apakah makro atau mikro. Untuk lebih akrab terhadap kedua jenis infus set tersebut, mari kita kupas satu persatu.

  • Infus set makro

Infus set makro adalah infus set yang biasa digunakan untuk memberikan terapi intravena pada pasien dewasa. Infus set ini pun dapat digunakan pada anak-anak, jika tujuannya adalah untuk terapi rehidrasi. Untuk praktik klinik sehari-hari, ketika Anda ingin memberikan terapi cairan dengan menggunakan infus set makro, ada cara menghitung tetesan infus yang lebih mudah, yaitu:

Jumlah tetesan per menit = total volume cairan yang akan diberikan (dalam ml) / ( lama pemberian (jam) x 3 )

  • Infus set mikro

Infus set mikro adalah infus set yang akan Anda gunakan untuk memberikan terapi intravena pada pasien usia bayi dan anak-anak agar mereka tidak mengalami resiko kelebihan cairan. Namun, pasien dewasa pun boleh menggunakan infus set mikro, seperti pada kasus pasien dengan gagal ginjal kronis. Seperti halnya infus set makro yang memiliki cara cepat untuk menghitung tetesan infus, demikian juga dengan infus set mikro. Untuk praktik klinik sehari-hari, Anda dapat menggunakan formula berikut:

Jumlah tetesan per menit = total volume cairan yang akan diberikan (dalam ml) / lama pemberian (jam)

Prosedur Pemasangan Infus yang Benar

Apabila Anda seorang tenaga kesehatan, selain dituntut untuk mahir dalam cara menghitung tetesan infus, Anda juga dituntut untuk mahir dalam memasang infus dengan benar. Pemasangan infus merupakan prosedur invasif. Apabila prosedur invasif gagal berulang kali, hal ini akan menimbulkan trauma pada pasien.

Bayangkan jika Anda menjadi pasien, dan lengan Anda harus berkali-kali ditusuk jarum karena tenaga kesehatan yang merawat Anda tidak ahli memasang infus, pastinya Anda tidak ingin itu terjadi bukan? Oleh karena itu, simak prosedur pemasangan infus yang sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) berikut.

  1. Terlebih dulu jelaskan pada pasien bahwa akan dilakukan tindakan pemasangan infus berikut indikasinya (apakah untuk mempertahankan dan mengganti cairan tubuh, ataukah untuk memberi nutrisi, atau untuk memasukkan obat).
  2. Cuci tangan.
  3. Hubungkan cairan infus sesuai indikasi dan infus set, dengan cara memasukkan ujung atas infus set ke bagian karet botol infus.
  4. Isi cairan dalam infus set dengan cara menekan ruang tetesan hingga terisi sebagian, lalu buka klem selang infus sampai cairan memenuhi selang dan udara dalam selang keluar (pastikan tidak ada udara dalam selang infus).
  5. Letakkan pengalas di bawah lokasi yang akan dilakukan penusukan.
  6. Lakukan pembendungan dengan torniket 10-12 cm di atas lokasi penusukan dan minta pasien untuk menggenggam.
  7. Kenakan sarung tangan steril.
  8. Disinfeksi lokasi penusukan dengan kapas alkohol.
  9. Lakukan penusukan pada pembuluh vena dengan meletakkan ibu jari di bagian bawah vena (untuk menahan kulit) dan posisi lubang jarum mengarah ke atas.
  10. Perhatikan apakah ada keluar darah melalui abocath. Jika ya maka lanjutkan tusukan ke pembuluh vena tersebut, lepas torniket, tarik keluar jarum.
  11. Sebelum jarum infus dikeluarkan, tahan bagian atas vena dengan memberinya tekanan menggunakan jari tangan agar darah tidak keluar. Kemudian hubungan dengan selang infus.
  12. Buka klem untuk memeriksa apakah cairan infus dapat mengalir dengan lancar. Jika cairan infus dapat mengalir dengan lancar, atur kecepatan tetesan sesuai dosis yang diberikan.
  13. Fiksasi dengan kasa steril dan plester.
  14. Tulis tanggal dan waktu pemasangan infus serta catat ukuran jarum.
  15. Lepaskan sarung tangan dan cuci tangan.

Demikian artikel mengenai cara menghitung tetesan infus yang dilengkapi dengan prosedur pemasangannya. Pada praktik klinik, karena intensitas pekerjaan yang sangat tinggi, seringnya Anda tidak sempat menghapal faktor tetesan. Untuk itulah, cara menghitung yang lebih sederhana (dengan mempertimbangkan set infus makro atau mikro saja) pun disajikan. Selamat mencoba dan semoga sukses!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *