invisible bg invisible ico

Cara Menghilangkan Rasa Sakit saat Haid dengan Mudah

Cara Menghilangkan Rasa Sakit saat Haid yang MudahHampir setiap wanita ketika memasuki masa baligh dan dewasanya akan merasakan sakit dan nyeri perut saat haid atau tamu bulanan datang. Berbagai cara dilakukan untuk mengurangi nyeri haid yang terkadang dapat sangat mengganggu aktivitas harian.

Bahkan beberapa wanita harus membolos dari sekolah atau pekerjaan karena nyeri haid yang tidak tertahankan. Nyeri haid menjadi salah trauma tersendiri bagi wanita karena dapat mengganggu dan mengurangi kualitas performance ketika sekolah dan bekerja.

Serba Serbi Nyeri Haid yang Perlu Anda Ketahui

Sakit perut yang dirasakan saat haid disebut juga dengan dysmenorrhea. Gejala dysmenorrhea tidak hanya menciptakan nyeri fisik pada area perut saja. Namun juga pada area punggung dan panggul. Hal ini diakibatkan karena proses kontraksi pada rahim untuk mengeluarkan dinding rahim yang tidak dibuahi oleh sperma. Selama proses kontraksi, tubuh akan memproduksi hormon prostaglandin yang menjadi penyebab terjadinya nyeri.

Dysmenorrhea sendiri pun terbagi menjadi dua macam yakni primer dan sekunder. Pada jenis primer nyeri perut akan dirasakan hanya pada satu hingga tiga hari pertama menstruasi, tanpa ada penyakit lain sebagai penyebab. Sedangkan untuk dysmenorrhea sekunder, nyeri perut bahkan dapat dirasakan lebih dari 3 hari pertama menstruasi sampai siklus haid selesai. Beberapa penyakit yang menjadi penyebab dysmenorrhea sekunder adalah endometriosis, infeksi panggul atau adanya fibroid (myoma) di dalam rahim.

Nyeri haid pada umumnya terjadi pada tahun pertama dan kedua setelah seorang wanita baligh dan mendapatkan haid pertamanya. Nyeri akan berkurang dengan semakin bertambahnya usia, terlebih apabila seorang wanita telah merasakan hamil dan melahirkan. Stress dan kecemasan dapat pula menjadi pemicu nyeri  dan kram perut saat haid. Memahami berbagai pantangan saat haid akan membantu Anda mengenal serba serbi haid dengan lebih baik.

Berbagai Cara untuk Mengatasi Nyeri Haid

Terdapat berbagai cara mengatasi yeri haid yang umum dilaksanakan oleh seorang wanita. Berikut beberapa rangkuman cara menghilangkan rasa nyeri saat haid yang dapat Anda laksanakan.

  1. Obat-obatan Anti Nyeri Haid

Beberapa obat-obatan berjenis NSAID (Non Steroid Anti Inflammatory Drugs) seperti mefinal dan asam mefenamat dapat mengurangi terjadinya nyeri akibat haid atau dysmenorrhea. Obat-obatan ini bekerja dengan menekan produksi hormon prostaglandin. Harap menghindari penggunaan obat ini jika Anda memiliki gejala maag atau tukak lambung.

Konsultasi dengan dokter juga penting sebelum Anda berencana menggunakan salah satu obat tersebut di atas untuk mengatasi nyeri haid yang berkepanjangan atau dysmenorrhea sekunder.

  1. Olahraga Aerobik dan Yoga

Olahraga aerobik ringan seperti berenang dan berjalan kaki yang dilaksanakan dengan rutin terbukti dapat mengurangi nyeri haid. Olahraga ringan akan melancarkan aliran darah menuju rahim. Sehingga oksigen yang diperlukan otot rahim untuk berkontraksi saat menstruasi dapat diperoleh dengan maksimal dan akan berkurang resiko terjadi nyeri dan kram saat haid.

Yoga atau olahraga rileksasi lain seperti stretching juga dapat Anda lakukan untuk mengurangi terjadinya nyeri saat menstruasi. Namun hindari melakukan gerakan yoga dan stretching berlebihan pada saat haid. Olahraga dapat tetap dilaksanakan ketika masa haid. Hanya saja Anda harus mengurangi dosis latihan fisik atau laksanakan olahraga secara bertahap.

Sebuah studi penelitian terpublish pada European Journal of Experimental Biology mengenai efek olahraga aerobik pada 30 orang wanita membuktikan bahwa jenis olahraga aerobik berenang selama 8 minggu dapat menurunkan nyeri haid, meningkatkan aliran darah menuju uterus atau rahim. Hal ini juga meningkatkan endorfin yang merupakan hormon kebahagiaan. Dengan 30 menit berolahraga aerobik setiap minggunya dapat membantu Anda mengatasi nyeri haid.

  1. Kompres Panas

Jika Anda tidak memiliki kantung kompres yang dapat langsung diisi dengan air panas, Anda dapat menggunakan botol kaca atau botol plastik yang tahan panas. Bungkus dengan handuk kemudian gosokkan botol panas yang telah terbungkus handuk tersebut pada area perut bawah dan punggung.

Kompres panas akan membantu membuka pembuluh darah dalam rahim, sehingga memperlancar aliran darah dan akan menurunkan produksi prostaglandin sebagai penyebab nyeri haid. Saat ini juga telah tersedia hotpack atau hotgel yang dapat dengan mudah Anda dapatkan di apotek atau swalayan terdekat. Gunakan hotpack ini untuk melaksanakan kompres pada area perut dan punggung dengan proses yang sama yakni dengan membungkus dengan menggunakan handuk.

Jangan menggunakan kompres dingin untuk mengatasi nyeri haid, karena kompres dingin justru akan menyempitkan pembuluh darah pada rahim. Menyebabkan berkurangnya aliran oksigen darah dan menyebabkan resiko kram yang akan lebih sering terjadi daripada penggunaan kompres panas atau hangat.

  1. Kurangi Konsumsi Minuman Tinggi Kafein dan Makanan Tinggi Garam

Kafein memiliki sifat vasoconstrictor pada pembuluh darah. Seperti halnya kompres dingin, konsumsi kafein yang berlebih saat menstruasi justru akan menyempitkan pembuluh darah menuju rahim. Menyebabkan berkurangnya aliran oksigen, nyeri dan kram akan lebih sering terjadi dibandingkan wanita yang tidak konsumsi kafein.

Konsumsi kafein sebenarnya justru memiliki manfaat dalam mengurangi terjadinya kecemasan dan mood swings atau kondisi mood yang naik turun pada wanita ketika haid. Kondisi ini sering menjadi masalah pada sebagian besar wanita ketika masa haid datang. Konsumsi kopi dan teh satu gelas saja setiap harinya dapat membantu Anda mengatasi mood swings dan akan menyelamatkan hubungan sosial Anda dengan klien maupun teman satu kantor.

Makanan tinggi garam akan membuat kembung dan tertumpuknya cairan pada area perut sehingga membuat ketidaknyamanan terutama pada saat Anda menstruasi. Hindari fastfood dan makanan instan pada masa menstruasi. Perbanyak konsumsi sayur dan buah yang segar akan membantu kebugaran tubuh Anda.

  1. Tidak Merokok dan Konsumsi Alkohol

Berbagai penelitian ternyata menyebutkan bahwa dengan merokok akan menekan produksi prostaglandin pada tubuh manusia. Rasa nyeri yang dialami saat haid akan jauh berkurang pada wanita perokok dibandingkan dengan wanita yang tidak merokok. Namun dalam jangka panjang, rokok justru menjadi pemicu munculnya gen kanker pada rahim wanita.

Alkohol berefek seperti kafein, akan mempersempit pembuluh darah menuju rahim menyebabkan berkurangnya asupan oksigen pada otot ketika berkontraksi. Kram akan lebih sering terjadi pada wanita yang mengkonsumsi alkohol. Alkohol juga akan menyebabkan dehidrasi pada tubuh Anda.

  1. Minum Banyak Air

Menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik dapat membantu mengurangi nyeri perut saat haid. Minumlah sekurangnya 6 hingga 8 gelas air putih per hari terutama ketika haid. Selain nyeri perut, air akan membantu mengurangi perasaan kembung dan tidak nyaman pada perut. Pada beberapa wanita juga biasanya akan mengalami diare pada saat nyeri haid. Dengan konsumsi air yang cukup akan menghindari terjadinya dehidrasi pada tubuh Anda.

  1. Relaksasi

Banyak penelitian mengenai terapi relaksasi untuk mengatasi dysmenorrhea. Antara lain terapi relaksasi terbimbing maupun terapi musik telah terbukti mampu menurunkan nyeri haid. Terdapat jenis dan irama musik tertentu yang dapat Anda gunakan antara lain musik klasik, gending jawa maupun musik musik lain yang berirama lembut.

Dengan mendengarkan musik atau melaksanakan relaksasi terbimbing, akan meningkatkan produksi endorfin dan menekan produksi prostaglandin yang menjadi penyebab nyeri. Hindari berbagai kegiatan yang justru meningkatkan stress Anda.

Telah tersebut berbagai cara agar Anda dapat mengurangi terjadinya nyeri perut saat haid. Menjaga konsumsi makanan sehat seimbang serta melengkapi dengan pemenuhan tidur yang cukup merupakan cara lain dalam mengurangi stress yang dapat pula menjadi penyebab dismenorrhea. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *