invisible bg invisible ico

Cara Diet dengan Air Putih untuk Turunkan Berat Badan

Cara Diet dengan Air Putih untuk Turunkan Berat BadanMemang terdengar asing, namun ternyata cara diet dengan air putih memang ada. Lebih tepatnya, mengkonsumsi lebih banyak air dapat membantu menurunkan berat badan lebih cepat. Ada sangat banyak metode diet, tentu saja. Dan yang paling sederhana tentu dengan memperhatikan “kalori masuk” dan “kalori keluar” (tubuh harus membakar lebih banyak kalori daripada asupan kalori yang masuk). Leah Kaufman, R.D., seorang ahli gizi dari divisi pengaturan berat badan NYU Langone Medical Center mengungkapkan bahwa seberapa banyak seseorang mengkonsumsi air putih dalam sehari akan menentukan seberapa besar kalori yang berhasil dibakar dalam hari itu.

Sebelum melakukan diet air ini, terlebih dahulu seseorang harus mengetahui hakikat dari diet air itu sendiri. Seperti halnya metode diet yang sangat banyak, cara diet dengan air putih itu sendiri bervariasi. Ada yang benar-benar berpuasa (tidak mengkonsumsi makanan apapun, hanya minum air saja) hingga hanya memastikan bahwa air putih yang diminum memiliki suhu dingin (karena tubuh akan membakar ekstra kalori untuk “menghangatkan” air sehingga sesuai dengan suhu tubuh kita).

Cara lain adalah dengan mengkonsumsi dua gelas air sebelum makan dan diikuti dengan diet rendah kalori. Apapun variasi diet air yang dilakukan, peneliti menemukan bahwa ternyata individu yang mempraktikkan diet air mengalami penurunan berat badan hingga 2.5 kilogram lebih banyak dibandingkan dengan mereka yang tidak atau sedikit mengkonsumsi air.

Perlu diingat bahwa metode diet air ini bekerja dengan baik apabila dilakukan dalam waktu singkat saja. Serta, diet air ini paling aman dilakukan apabila dibarengi dengan diet makanan yang normal (seperti diet food combining atau diet rendah kalori). Meminum air saja tanpa makan makanan apapun bisa jadi berbahaya, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi fisik yang tidak begitu prima.

Sebelum melakukan diet air, seseorang harus yakin dengan kondisi fisiknya karena metode diet ini tidak dijamin aman bagi semua orang. Ketika melakukan diet air, seseorang lebih rentan mengalami penurunan kadar gula darah (yang tampak dari timbulnya gejala seperti pusing dan lelah), konstipasi, dehidrasi, dan intoleransi terhadap suhu dingin. Jika Anda memiliki masalah kesehatan yang berkenaan dengan pemeliharaan kadar gula darah normal, metode diet ini bisa jadi tidak cocok untuk Anda.

Selain itu, metode diet ini cenderung bersifat “yo-yo”, yang artinya individu yang melakukan diet ini bisa saja mengalami penurunan berat badan yang cepat dan signifikan. Namun ada kemungkinan berat badannya kembali naik dengan cepat pula. Itulah hal-hal yang harus Anda jadikan pertimbangan sebelum melakukan diet air, yang cara-caranya akan diulas dalam penjelasan berikut.

Langkah Demi Langkah Cara Diet dengan Air Putih

Sebelum mempraktikkan metode diet ini (dan metode diet apapun), buatlah tujuan yang realistis. Mustahil untuk menurunkan berat badan sebanyak mungkin dalam waktu sesingkat-singkatnya, karena itu bukan cara diet yang sehat. Pertama-tama timbanglah berat badan Anda sekarang dan ingatlah untuk selalu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum melakukan diet apapun. Di bawah ini adalah langkah-langkah diet dengan air putih yang dapat Anda terapkan:

1. Dapatkan takaran volume air yang tepat

Satuan yang umum digunakan untuk menyatakan berat di Indonesia adalah kilogram. Pertama-tama, Anda perlu mengubah hasil pengukuran berat badan Anda dalam kilogram menjadi pon. Satu kilogram setara dengan 2.2 pon. Sehingga, apabila berat badan Anda 75, Anda akan mendapatkan 165 pon (75 x 2.2). Setelah mengetahui berat badan Anda dalam pon, cara mengetahui berapa banyak air yang harus Anda konsumsi per harinya sangat mudah, yakni setengah dari berat badan Anda dalam pon yang dinyatakan dalam satuan ons cairan.

Sehingga, apabila berat badan Anda dalam pon adalah 165, maka air yang harus Anda konsumsi per harinya adalah 82.5 ons cairan (165 : 2). Setelah itu ubahlah satuan dari ons cairan ke mililiter. Satu ons cairan setara dengan 30 mililiter. Maka, 82.5 ons cairan adalah setara dengan 2475 mililiter (82.5 x 30) atau kurang lebih 2.5 liter. Dua setengah liter inilah banyaknya air yang harus Anda minum per harinya.

2. Kapan harus minum air?

Langkah kedua dari cara diet dengan air putih adalah memperhatikan frekuensi minum air dalam sehari. Jadikan minum air putih sebagai hal pertama yang Anda lakukan setelah bangun tidur di pagi hari, dan minumlah dua gelas air putih 30 menit sebelum makan. Rasa kenyang ketika perut Anda sudah terisi oleh air sebelumnya akan mencegah Anda dari makan terlalu banyak.

Ketika Anda merasa lapar, meminum sejumlah air akan membantu pikiran Anda untuk menentukan apakah Anda benar-benar lapar atau hanya sekedar craving semata. Penelitian yang dilakukan pada tahun 2015 silam dari University of Oxford menemukan bahwa pada orang dewasa yang menderita obesitas, ketika mereka meminum 500 mililiter air 30 menit sebelum makan, pada akhirnya akan mengkonsumsi lebih sedikit kalori dan kehilangan berat badan 11 kilogram lebih banyak. Sebuah angka yang lumayan fantastis bukan?

Bagaimana dengan minum air sesudah makan? Banyak yang mengatakan bahwa minum air sesudah atau ketika makan tidak baik bagi kesehatan. Namun sebetulnya minum air sesudah makan dapat membantu sistem pencernaan bekerja lebih optimal dan mencegah konstipasi.

Demikian juga dengan minum air sesudah berolahraga. Sehabis berolahraga, tubuh kita mengalami kekurangan cairan bahkan meskipun kita tidak merasa haus (manusia baru merasa harus jika ia telah kehilangan dua persen berat badannya dalam bentuk cairan tubuh). Para atlit mengkonsumsi 1.5 hingga 2.5 gelas air lebih banyak dari yang direkomendasikan pada poin nomor 1.

3. Gunakan botol air minum

Untuk menunjang cara diet dengan air putih, sediakan botol air minum. Jika memungkinkan gunakan botol air yang memiliki takaran volume di badan botolnya. Hal ini penting untuk memantau berapa banyak cairan yang Anda konsumsi pada hari itu. Penting juga untuk memilih botol minum yang BPA-free, agar tubuh Anda tidak terkontaminasi oleh bahan kimia yang berbahaya. Anda dapat memilih botol air minum dari bahan apa saja (plastik, metal, atau kaca) sesuai kebutuhan. Namun usahakan agar botol air minum Anda cukup kuat, tidak mudah tumpah, dan memungkinkan untuk dibawa kemana-mana.

4. Minum air setiap 2 jam

Dari penjelasan pada langkah sebelumnya, kini Anda telah mempraktikkan minum air putih setelah bangun tidur, 30 menit sebelum makan, sesudah makan, dan sesudah berolahraga. Kini lihat botol air minum Anda. Masih banyak air putih yang tersisa? Jangan kuatir, Anda dapat meminumnya setiap dua jam. Penting bagi tubuh untuk meminum air putih secara bertahap untuk mencegah tubuh mengalami kelebihan cairan.

Menurut Riverside Health System, cara paling sederhana untuk mengetahui tiap berapa jam kita harus mengkonsumsi cairan adalah dengan melihat warna air seni kita. Idealnya air seni berwarna kuning pucat. Apabila air seni Anda berwarna kuning tua, hal ini adalah indikasi kuat bahwa tubuh Anda memerlukan lebih banyak asupan cairan.

5. Lakukan olahraga ringan

Fokus dari diet air ini adalah untuk menurunkan berat badan, namun olahraga tetaplah penting karena memegang peran yang besar dalam membentuk massa otot (agar tubuh tidak tampak kisut sekalipun berat badan berkurang banyak) dan membantu membakar kalori.

Cara diet dengan air putih itu sendiri memang membantu pembakaran kalori. Hal ini terbukti dari penelitian yang dipublikasikan di The Journal of Endocrinology and Metabolism, yang menunjukkan bahwa meminum 500 mililiter air dapat membantu meningkatkan laju metabolisme sebanyak 30 persen. Peneliti kemudian menyimpulkan bahwa meningkatkan asupan cairan hingga 1.5 liter dalam sehari akan meningkatkan pembakaran kalori harian sebesar 200 kalori.

Jika Anda memang sudah terbiasa berolahraga secara rutin, pertahankan kebiasaan tersebut. Jika Anda belum memiliki kebiasaan olahraga rutin sebelumnya, mulailah dengan berjalan kaki paling tidak 30 menit dalam sehari. Perlu diingat bahwa berolahragalah hanya jika Anda juga mengkonsumsi makanan lain. Berolahraga ketika hanya minum air tanpa disertai asupan makanan akan menguras metabolisme Anda, yang membuat Anda lebih rentan terhadap masalah penurunan kadar gula darah, yang mungkin dampaknya akan berbahaya bagi Anda.

6. Tambahkan rasa pada air putih Anda

Jangan heran, namun orang yang tidak suka mengkonsumsi air putih karena “tidak memiliki rasa” memang ada (mungkin Anda salah satunya). Meskipun demikian, Anda tetap dapat melakukan sesuatu untuk membuat cara diet dengan air putih ini terasa lebih menyenangkan. Salah satunya dengan menambahkan perasa pada air putih Anda.

Anda dapat menggunakan effervescent elektrolit yang memiliki rasa seperti lemon atau raspberry. Effervescent elektrolit ini memiliki manfaat ganda: menambah rasa dari air putih itu sendiri, dan kandungan mineralnya dapat membantu meningkatkan kepadatan tulang.

Hindari menambahkan gula pada air putih Anda hanya supaya air putih Anda terasa lebih lezat. Tidak hanya gula mengandung kalori tinggi yang membuat diet Anda menjadi sia-sia, namun juga dapat memicu fluktuasi gula darah yang dapat meningkatkan resiko Anda terserang diabetes melitus di kemudian hari. Pada akhirnya, menambahkan gula dalam diet akan membuat berat badan Anda justru bertambah.

7. Teh hijau dan air putih dalam bentuk lainnya

Kabar baiknya adalah, Anda pun dapat mengkonsumsi air putih dalam bentuk yang lainnya sehingga cara diet dengan air putih yang Anda praktikkan tidak terlalu membosankan. Alternatif yang dapat Anda coba adalah dengan menambahkan air putih dalam teh hijau. Teh hijau telah lama dikenal sebagai antioksidan alami dan mengandung flavonoid yang dapat meningkatkan metabolisme tubuh Anda. Yang perlu diingat dalam membuat teh hijau adalah hindari penambahan gula dalam bentuk apapun.

Selain teh hijau, Anda juga dapat mendapatkan asupan cairan dari konsumsi buah yang kadar airnya tinggi, serta sup. Mengkonsumsi sup sayuran tidak hanya untuk mendapatkan manfaat dari segi rehidrasi cairan, namun juga mendapatkan asupan vitamin dan mineral yang kaya dari sayuran yang menjadi bahan penyusunnya.

Cara diet dengan air putih dengan langkah-langkah seperti yang telah dijabarkan di atas dapat pula Anda barengi dengan diet rendah kalori. Hal ini karena diet air bersifat “yo-yo” alias berat badan akan cepat turun namun juga cepat naik. Ketika hanya minum air, tubuh cenderung mengambil nutrisi dari otot bukannya lemak. Itu sebabnya Anda masih harus dianjurkan berolahraga (untuk memelihara massa otot). Itu sebabnya pula Anda dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan rendah kalori, agar penurunan berat badan Anda dapat lebih bertahan lama. Tertarik mencoba?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *