invisible bg invisible ico

Berbagai Tanda dan Gejala Infeksi Paru-paru yang Wajib Anda Ketahui

Berbagai Tanda dan Gejala Infeksi Paru-paru yang Wajib Anda KetahuiInfeksi paru-paru termasuk penyakit yang tidak mudah untuk diketahui ciri cirinya. Kondisi ini terjadi ketika adanya radang pada area paru-paru. Disebabkan oleh bakteri, virus, parasit maupun jamur dan mikroorganisme lain yang menyerang jaringan paru – paru.

Terdapat berbagai jenis penyakit infeksi paru – paru. Kali ini terdapat tiga jenis infkesi paru antara pneumonia,  TB paru dan  bronkitis yang akan dibahas pada artikel berikut ini.

Mengenal Anatomi Paru-paru Sebelum Mengetahui Tanda dan Gejala Infeksi Paru

Paru-paru merupakan organ vital dalam tubuh manusia. Bertugas mengambil dan mentransferkan oksigen dari luar tubuh ke dalam tubuh manusia. Tanpa oksigen yang disalurkan paru – paru dapat terjadi kematian sel yang berakibat pada kematian manusia.

Sebelum mengenali tanda dan gejala infeksi paru, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu anatomi dan cara kerja paru-paru. Sehingga dapat mengetahui bagaimana infeksi paru dapat terjadi dan pula mengetahui bagian paru paru sebelah mana yang bermasalah ketika terjadi infeksi paru-paru.

Setiap manusia memiliki sepasang organ paru-paru, yang berada pada dada sebelah kiri dan kanan. Berbentuk lunak, elastis dan ringan seperti spons yang berwarna merah muda. Kedua paru-paru dihubungkan dengan bronkus dan trakea yang berbentuk seperti pipa menghubungkan paru paru dengan organ pernafasan atas yakni hidung dan mulut.

Paru-paru sebelah kanan terbagi menjadi tiga bagian atau lobus (lobus atas/superior, lobus tengah/medialis, dan lobus bawah/inferior). Sedangkan paru-paru sebelah kiri terbagi menjadi dua bagian atau lobus (lobus atas/superior dan lobus bawah/inferior).

Paru-paru juga diselimuti oleh selaput yang disebut dengan selaput pleura. Selaput ini berfungsi untuk mengurangi gesekan paru paru dengan tulang rusuk saat melakukan inspirasi (menghirup napas) maupun ekspirasi (menghembuskan napas). Pleura sendiri terdiri dari dua lapisan yakni pleura parietalis dan pleura viseralis.

Pada bagian dalam organ paru-paru sendiri terdapat ribuan bronkiolus dan jutaan alveoli. Alveoli merupakan gelembung udara tempat terjadinya pertukaran gas dengan pembuluh darah. Kumpulan alveoli kemudian disebut dengan bronkoilus. Jumlah total alveolus di kedua paru-paru manusia adalah sekitar 700 juta atau masing-masing 350 juta. Alveolus dan bronkiolus dapat terisi hingga 3,5 liter udara.

Berbagai Tanda dan Gejala Infeksi Paru

Kondisi infeksi paru-paru terjadi ketika terdapat bakteri maupun mikroorganisme yang menyerang bagian dalam paru-paru. Dalam artikel ini akan dibahas 3 jenis infeksi paru beserta tanda dan gejalanya. Yakni pneumonia, TB paru dan bronkitis.

  • Pneumonia

Pneumonia adalah proses radang akut yang terjadi pada jaringan paru (alveolus) akibat infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae. Penyakit ini lebih sering terjadi pada bayi dan anak-anak dibandingkan pada orang dewasa.

Tanda gejala yan dapat terjadi antara lain demam, nafas cepat disertai sesak nafas, denyut nadi yang meningkat, dahak kental berwarna kehijauan, dapat disertai batuk hebat dan bibir menjadi biru. Seseorang yang aktif merokok maupun perokok pasif memiliki resiko lebih tinggi mengalami pneumonia.

Pada kasus pneumonia berat akan tampak pula tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam, kejang hingga penurunan kesadaran. Hal ini dapat terjadi karena bakteri pneumonia merusak jaringan alveolus dalam organ paru – paru. Menurunkan jumlah oksigen optimal yang harusnya masuk ke dalam tubuh manusia.

Pengobatan pneumonia ringan, dokter akan meresepkan antibiotik yang harus dihabiskan sesuai dengan dosis yang telah diberikan oleh dokter. Selain itu dokter juga biasanya akan meresepkan obat pereda nyeri dan demam sebagai obat tambahan. Seseorang yan telah terdiagnosa dengan penyakit pneumonia harus berhenti merokok dan menjalani hidup sehat untuk perbaikan jaringan paru-parunya.

  • TB Paru

TB paru merupakan singkatan dari penyakit tuberculosis paru, dikenal juga dengan istilah awam penyakit flek paru. Yakni suatu penyakit infeksi jaringan paru akibat basil Mycobacterium tuberculosis. Gejala ketika basil ini menyerang paru-paru antara lain batuk, berat badan turun drastis, tidak nafsu makan, demam, berkeringat di malam hari, batuk berdarah, nyeri dada, dan kelemahan.

Batuk pada kondisi infeksi TB dapat berupa batuk berdahak yang berlangsung selama lebih dari 21 hari dan tidak sembuh dengan obat obatan batuk biasa. Basil ini mudah menyerang pada orang orang yang mengalami pertahanan tubuh yang lemah seperti pengidap HIV/AIDS, kasus malnutrisi atau kurang gizi, perokok dan pecandu narkoba.

TB paru termasuk penyakit yang susah untuk dideteksi. Penderitanya harus melalui serangkaian pemeriksaan antara lain rontgen paru, tes dahak, tes mantoux dan tes laboratorium darah. Penyakit ini juga merupakan penyakit yang amat mudah menular terutama lewat batuk dan dahak penderita. Penderita TB wajib menggunakan masker untuk mencegah penularan infeksi kepada orang lain.

Penyakit TB paru dapat disembuhkan dengan menjalani serangkaian pengobatan yang panjang dan melelahkan. Setiap harinya pasien harus meminum 4 hingga 6 jenis obat yang sama hingga selesai 6 bulan pengobatan. Banyak kasus pasien TB paru yang dropout dari pengobatan dan sehingga mengakibatkan bakteri TB resisten dan menyebar ke area lain seperti tulang bahkan menyebabkan meningitis.

Obat TB paru juga merupakan obat yang sangat toxic bagi kesehatan hati dan ginjal. Penggunaan obat TB dalam jangka panjang juga dapat berakibat komplikasi yakni kerusakan organ hati dan ginjal.

  • Bronkitis

Penyakit infeksi paru ketiga yang akan dibahas adalah bronkitis. Bronkitis merupakan infeksi pada bronkus. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa bronkus merupakan pipa penghubung paru paru dengan trakea dan merupakan salah satu organ utama pada sistem paru – paru.

Penderita bronkitis akan mengalami batuk yang disertai dengan lendir atau sekret kental berwarna kuning keabuan hingga kuning kehijauan, tenggorokan yang sakit ketika digunakan untuk menelan hingga muncul rasa sakit serta  ketidaknyamanan dan sesak pada dada ketika bernafas. Gejala lain yang dapat muncul adalah  rasa lelah dan disertai dengan demam ringan. Pada jenis bronkitis akut, berbagai gejala ini akan bertahan dua hingga tiga minggu lamanya.

Sedangkan pada kondisi kronis, gejala yang telah tersebut di atas dapat bertahan hingga tiga bulan bahkan selama setahun. Gejala juga akan datang berulang pada tahun berikutnya. Bronkitis kronis lebih sering dialami oleh lansia yang berusia di atas 40 tahun akibat kebiasaan merokok.

Zat kimia dalam rokok berpotensi merusak bulu kecil dalam bronkus yang disebut rambut silia. Rambut silia memiliki fungsi mengeluarkan berbagai debu dan lendir yang berlebihan. Penggunaan rokok dalam jangka panjang dapat menjadi penyebab rusaknya bulu silia dan melemahkan lapisan dinding bronkus.

Ketika rambut silia mengalami kerusakan, maka kotoran dan lendir yang berlebihan tidak dapat dikeluarkan dan dibuang dengan proses batuk. Lendir serta berbagai kotoran yang tertimbun dalam bronkus juga akan menyebabkan bagian tersebut rentan terhadap serangan infeksi. Tidak hanya menyerang bronkus, infeksi dapat pula menyebar pada bagian jaringan paru sehingga terjadilah pneumonia.

Bronkitis yang tidak segera ditangani akan menyebabkan pneumonia, dan akibatnya organ paru dapat terendam oleh cairan. Penyakit ini dikenal juga dengan istilah awam paru-paru basah. Kelebihan cairan juga dapat terjebak pada ruangan di antara dua lapisan pleura pada paru-paru. Mengakibatkan sesak yang dapat berujung pada kematian. Penanganan terhadap kondisi juga semakin sulit.

Menghindari rokok dan lingkungan yang banyak asap rokok adalah langkah utama yang harus dilaksanakan untuk mencegah terjadinya berbagai infeksi pada paru-paru. Selalu mencuci tangan dan tidak menggunakan alat makan minum bergantian dengan orang lain dapat mencegah berbagai penularan infeksi paru melalui ludah atau droplet.

Demikian informasi mengenai tanda gejala infeksi paru, beserta penjelasan singkat mengenai anatomi paru dan bagaimana mencegah terjadinya infeksi paru yang wajib untuk Anda ketahui. Semoga artikel ini bermanfaat dan salam sehat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *