invisible bg invisible ico

Berbagai Cara Mengatasi Kembung pada Bayi yang Wajib Anda Ketahui

Berbagai Cara Mengatasi Kembung pada Bayi yang Wajib Anda KetahuiKembung dapat menyebabkan bayi rewel dan menangis, sehingga mengetahui cara mendeteksi dan mengatasinya adalah kewajiban bagi orang tua dan pengasuhnya. Kembung dapat deteksi dengan cukup mudah.

Berikut akan disajikan informasi mengenai tanda bayi kembung serta beberapa cara dalam mengatasi serta mencegah terjadinya kembung pada bayi yang mudah dan Anda pelajari dan praktekkan secara mandiri. Selamat membaca!

Apa Sajakah Penyebab Bayi Kembung?

Bayi dapat menunjukkan tanda jika mengalami kembung atau ada ketidaknyamanan yang disebabkan adanya udara yang terjebak dalam organ pencernaanya. Tanda ini antara lain bayi rewel dan menangis, sering bersendawa, sering mengeluarkan angin dari anus (kentut), sedikit muntah atau “gumoh”, bahkan perutnya dapat terasa keras ketika ditekan. Kembung dapat diakibatkan oleh beberapa hal, berikut penjelasannya:

  • Makanan dan Minuman bayi

Usia bayi untuk dapat memulai makanan pengganti ASI (MPASI) adalah semenjak usianya 6 bulan. Dimulai pada usia ini pula orang tua dan pengasuh bertanggung jawab untuk memperkenalkan berbagai makanan lain sebagai penunjang gizi. Sehingga tidak jarang pada awal usia 6 bulannya bayi akan sering mengalami kembung karena sistem pencernaan yang masih berproses dan adaptasi dengan jenis makanan baru.

Ikuti saran dari WHO untuk pemberian MPASI secara bertahap pada anak yang berusia 6 bulan. Awali dengan menu tunggal pada 14 hari pertama, diikuti kombinasi protein dari daging dan ikan pada 21 hari selanjutnya. Setelah itu barulah laksanakan kombinasi lengkap 4 bintang MPASI dengan sehat dan seimbang.

Minuman selain ASI yakni susu formula yang diberikan melalui gelas maupun melalui botol dot juga menjadi salah satu penyebab organ pencernaan kemasukan banyak gas. Selain itu minuman seperti jus buah yang mengandung sukrosa dan fruktosa terkadang susah dicerna oleh pencernaan bayi, sehingga tidak jarang gas akan terbentuk.

Memberikan air mineral sebelum usia bayi genap 6 bulan juga menjadi penyebab kembung pada bayi. Hindari pemberian air mineral hingga usianya genap 6 bulan dan sistem pencernaanya siap dalam menerima makanan lain selain ASI.

  • Cara Pemberian Makanan dan Minuman Pada Bayi

Posisi ketika anak menyusu yang tidak tepat kemudian ditambah dengan tingkah polahnya ketika makan atau minum susu pun dapat menjadi penyebab banyaknya udara yang masuk ke dalam rongga perutnya. Tidak jarang bayi yang terlalu banyak bergerak ketika makan atau minum akan lebih sering mengalami kembung, akibat banyak udara yang memasuki rongga perutnya saat makan atau minum.

Dalam hal cara pemberian makanan atau minuman pada bayi. Jika Ibu atau pengasuh terlalu banyak dalam pemberian ASI atau terlalu banyak menyuapkan makanan dalam satu kali makan, hal ini dapat menjadi penyebab kembung pada bayi.

Menangis juga akan menyebabkan banyak gas dan udara terjebak dalam pencernaan bayi. Sehingga ketika bayi rewel, kondisi kembung justru dapat diperparah dengan kondisi menangisnya.

  • Makanan Ibu

Jika bayi Anda masih pada usia menyusui (terutama pada usia 0 – 6 bulan pertama). Kandungan beberapa sayuran yang Ibu makan akan terproses pula ke dalam ASI. Sehingga ketika bayi meminum ASI, Ia juga akan mencerna kandungan sayuran bergas tersebut dan dapat menyebabkan bayi Anda kembung.

Hindarilah terlalu banyak memakan bahan makanan terutama sayuran yang banyak mengandung gas seperti brokoli, kembang kol atau kubis dan kacang-kacangan maupun bawang. Pilihlah sayur yang segar dan bebas pestisida.

Beberapa hal yang tersebut di atas menyebabkan pentingnya orang tua untuk mengetahui cara membantu mengatasi kembung pada perut bayi untuk menghindari rewel dan membantu bayi mengeluarkan gas berlebih dari dalam tubuhnya.

Berikut Berbagai Cara Mengatasi Kembung Pada Bayi

Setelah mengetahui penyebab kembung pada bayi melalui informasi di atas, maka Orang tua juga wajib mengetahui cara penanganan kembung pada bayi. Beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi hal ini. Berikut penjelasannya:

  • Perbaiki Teknik Menyusui dan Pola Pemberian Makan

Teknik menyusui maupun pemberian makanan dan minuman yang benar akan mengurangi terjadinya kembung pada bayi. Pada bayi dengan pemberian ASI, posisi yang benar adalah ibu dan bayi harus berada pada kondisi yang rileks dengan posisi kepala bayi harus lebih tinggi dari bagian tubuhnya, sehingga bayi akan lebih mudah menelan.

Ibu dapat mengganjal bayi dengan tangan atau dengan bantal sehingga kepala bayi sejajar dengan puting Ibu. Posisi yang benar akan mendorong bayi membuka mulutnya dengan efektif dan tidak akan banyak udara yang ikut masuk ke dalam saluran pencernaan bayi selagi Ia menyusu.

Sama halnya jika Anda hendak memberikan susu formula melalui botol dot. Pastikan anak dalam kondisi tenang dan rileks sebelum memberikan minum melalui botol dot. Pastikan botol dot dalam keadaan tegak, sehingga tidak ada gelembung udara yang dapat membuat bayi tersedak. Pastikan juga jumlah pemberian susu sesuai dengan kebutuhan dan usianya.

Bayi baru lahir membutuhkan sekitar 45 – 90 ml setiap 2 – 3 jam. Bayi berusia 2 bulan dapat menghabiskan 120 – 150 ml setiap menyusu. Bayi berusia 4 bulan membutuhkan 120 – 180 ml setiap 2 – 3 jam dan pada usia 6 bulan atau lebih bayi dapat menyusu sebanyak 180 – 230 setiap 4 – 5 jam dalam sehari. Selepas 6 bulan sesuaikan juga dengan kebutuhan MPASI nya. Bayi yang terlalu kenyang atau terlalu banyak diberikan susu atau makanan dapat menjadi pemicu kembung dan muntah.

Setelah menyusui baik bayi ASI maupun bayi dengan botol dot atau susu formula, Ibu atau pengasuh juga wajib membantu bayi untuk bersendawa. Cara paling mudah adalah dengan menggendong bayi tegak, posisi dagu bayi berada pada bahu Anda. Kemudian Gosok dan tepuklah punggung bayi hingga ia bersendawa. Selepas usia 6 bulan biasanya bayi akan mampu bersendawa secara mandiri.

  • Beberapa Posisi yang Membantu Bayi Membuang Gas

Beberapa posisi dapat membantu bayi Anda membuang gas berlebih pada saluran pencernaannya dengan lebih mudah. Cara pertama adalah dengan memposisikan bayi tengkurap pada satu tangan di atas pangkuan Anda. Pastikan Anda memegang kepala dan badannya tanpa menekan atau menekuk leher. Gosok dan tepuk dengan lembut punggung bayi Anda hingga ia bersendawa.

Posisi tengkurap di atas kasur atau alas yang empuk juga akan membantu bayi Anda untuk bersendawa. Posisi ini akan membuat perut bayi dipengaruhi gravitasi bumi lebih banyak, dan gas akan secara alamiah keluar dari saluran pencernaan bayi Anda.

Beberapa pijatan lembut dengan gerakan melingkar searah jarum jam pada perut bayi juga mampu mengatasi kembung. Beberapa Spesialis Anak juga menyarankan menggunakan teknik pijatan “I Love You”. Yakni dengan menggunakan dua atau tiga jari, pijat lembut perut bayi dengan membentuk huruf I, L dan U. Ulangi gerakan ini beberapa kali untuk membantu bayi Anda mengeluarkan gas yang menyebabkan perutnya kembung.

Posisikan bayi telentang di atas kasur yang empuk, atau alas yang aman. Dorong dan gerakkan kakinya seperti mengayuh sepeda di udara. Gerakan ini akan menstimulus gerakan usus sehingga akan membantu bayi untuk mengeluarkan udara yang terjebak di dalam usus.

  • Menjaga Bayi Tetap Hangat

Menjaga bayi tetap hangat dengan memakaikan kaos kaki, kaos tangan dan selimut saat bepergian juga akan membantu mencegah terjadinya kembung pada bayi. Anda juga dapat mengoleskan minyak telon atau minyak bayi yang hangat pada area perut, dada dan punggungnya setelah mandi dan sebelum bepergian.

  • Pemberian Obat-Obatan Flatulen

Jika terdapat gangguan pencernaan serius pada bayi Anda dengan ditunjukkan perut yang kembung dan semakin keras, kemungkinan bayi Anda membutuhkan obat obatan untuk mengeluarkan udara di dalam saluran pencernaanya. Konsultasikan dengan dokter mengenai kebutuhan akan obat dengan jenis flatulen ini, sehingga Anda mengetahui dengan benar dosis dan cara pemberian obat dengan benar.

Telah dibahas berbagai informasi mengenai penyebab kembung serta cara mengatasi kembung pada bayi. Selalu cek kondisi dan keadaan bayi Anda bila rewel. Mungkin kembung menjadi salah satu penyebab bayi kesakitan dan tidak berhenti menangis. Terima kasih dan semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *