invisible hit counter invisible bg invisible ico

Berbagai Buah untuk Penambah Darah bagi Penderita Anemia

Berbagai Buah untuk Penambah Darah bagi Penderita AnemiaBuah untuk penambah darah banyak dicari oleh para penderita anemia, terutama para penganut gaya hidup vegetarian. Ya, para vegetarian yang tidak mengkonsumsi hewan, bahkan beberapa produk hewan memang rentan terkena anemia. Informasi ini juga tetap berguna bagi kaum non-vegetarian, karena dengan mengetahui buah untuk penambah darah, Anda dapat menambahkannya ke berbagai macam varian menu dalam melawan penyakit ini.

Banyak zat penambah darah yang terdapat di produk hewan seperti daging, susu, atau telur. Namun, belum banyak yang mengetahui bahwa produk tumbuhan seperti buah dan sayuran pun dapat menambah kadar sel darah merah. Selain itu, memilih buah untuk penambah darah pun akan memberikan manfaat lebih pada tubuh Anda yaitu menyumbang serat, membantu menurunkan kadar kolesterol dan menyuplai asupan vitamin dan mineral lainnya yang dibutuhkan oleh tubuh. Ikuti pembahasan artikel di bawah ini agar Anda dapat mengerti apa saja yang termasuk buah untuk penambah darah dan alasannya.

Macam-Macam Buah untuk Penambah Darah

Selain rasanya yang manis dan menyegarkan, buah juga menawarkan beragam manfaat bagi para konsumennya. Makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan ini mengandung banyak nutrisi dan vitamin yang diperlukan tubuh untuk berfungsi dengan baik. Namun tidak semua buah dapat menjadi buah penambah darah. Pada prinsipnya, anemia (kurang darah) dapat terjadi karena beberapa hal, di antaranya kekurangan nutrisi penting. Kekurangan nutrisi yang paling sering menyebabkan anemia adalah zat besi, asam folat dan vitamin B12. Buah-buahan penambah darah merupakan buah yang mengandung zat besi dan asam folat yang dapat membantu meningkatkan produksi sel darah merah dalam tubuh.

Buah dari golongan berry merupakan jenis buah yang banyak mengandung zat besi. Golongan buah berry yang termasuk buah untuk penambah darah adalah mulberry, blueberry, strawberry, blackberry dan raspberry. Selain buah golongan berry, buah lain yang mengandung zat besi adalah buah zaitun, aprikot, kelapa dan buah beet (beetroot). Zat besi adalah salah satu nutrisi utama yang dibutuhkan tubuh untuk sintesis sel darah merah. Kekurangan zat besi merupakan salah satu penyebab tersering penyakit anemia atau kurang darah. Setiap orang yang mengalami perdarahan baik karena luka, ambeien atau cacingan rentan menderita anemia karena kekurangan zat besi. Para perempuan terutama membutuhkan asupan zat besi yang cukup karena setiap bulannya kehilangan darah yang disebabkan peristiwa menstruasi.

Penderita anemia yang kekurangan zat besi pun harus mengonsumsi makanan dengan kandungan vitamin C yang cukup. Mengapa? Zat besi yang kita makan akan masuk ke dalam usus dan diserap oleh usus untuk disimpan di jaringan tubuh yang nantinya akan membantu pembentukan sel darah merah. Nah, penyerapan zat besi di dalam usus ini sangat dipengaruhi oleh kadar vitamin C yang kita konsumsi bersama zat besi tersebut. Konsumsi zat besi tanpa vitamin C akan membuat usus kesulitan menyerap zat besi, sehingga zat besi dapat terbuang percuma ke dalam feses. Maka buah yang mengandung vitamin C seperti  jeruk, tomat, strawberry dan apel merupakan buah untuk penambah darah karena membantu tubuh menyerap zat besi. Konsumsilah buah ini bersamaan dengan buah yang mengandung zat besi untuk medapatkan manfaat yang optimal.

Selain yang mengandung zat besi, buah untuk penambah darah yang tidak kalah penting adalah buah dengan kandungan folat atau vitamin B9 yang tinggi. Kekurangan folat merupakan salah satu penyebab anemia tersering. Kabar baiknya, cukup banyak buah yang mengandung kadar vitamin B9 yang dibutuhkan tubuh. Buah untuk penambah darah yang mengandung folat adalah strawberry, blackberry, pepaya dan buah golongan jeruk seperti jeruk, lemon dan jeruk nipis. Selain itu, buah mangga, pisang, dan alpukat pun termasuk buah untuk penambah darah dengan kadar folat yang tinggi. Konsumsilah buah untuk penambah darah dengan kandungan folat selagi segar, jangan dimasak atau dihangatkan karena akan mengurangi kandungan folatnya.

Macam-Macam Sayuran Penambah Darah

Selain buah-buahan penambah darah, Anda juga dapat mencoba mengonsumsi sayuran penambah darah untuk membantu mengatasi keadaan anemia. Sama prinsipnya seperti buah, sayuran yang mengandung zat besi, vitamin C dan folatlah yang dapat menjadi makanan penambah darah yang baik. Mengonsumsi buah dan sayuran yang beragam dan cukup setiap harinya akan membantu tubuh mencapai fungsinya yang optimal, termasuk dalam pembentukan sel darah merah.

Beberapa jenis sayuran yang mengandung banyak zat besi adalah bayam, sayuran berdaun hijau lainnya, daun bawang, jamur, kacang kedelai dan kentang. Selain sayuran di atas, ternyata peanut butter atau selai kacang juga mengandung zat besi yang dibutuhkan tubuh. Karena zat besi merupakan salah satu nutrisi yang sering menyebabkan anemia, maka mengonsumsi sayuran dengan kandungan zat besi sebaiknya dilakukan setiap hari terutama bagi kaum perempuan dan ibu hamil.

Sedangkan sayuran yang mengandung folat atau vitamin B9 yang dapat menjadi makanan penambah darah adalah bayam, brokoli, asparagus, kacang-kacangan dan selada. Tampak jelas bahaw bayam mengandung baik zat besi dan vitamin B9 yang dapat membantu tubuh melawan anemia atau kurang darah. Ada cara agar mendapatkan kandungan vitamin B9 yang terkandung di sayuran secara maksimal. Vitamin B9 adalah jenis nutrisi yang tidak stabil terhadap pemanasan. Maka, jangan memasak sayuran dengan vitamin B9 terlalu matang karena dapat mengurangi kandungan folatnya, dan tidak mendapatkan manfaatnya untuk mengatasi anemia.

Makanan yang Harus Dihindari Penderita Anemia

Mengkonsumsi makanan dengan kandungan zat besi, folat dan vitamin C akan menambah produksi sel darah merah. Namun terkadang meski telah mengkonsumsi berbagai jenis makanan dengan kandungan zat besi yang tinggi, seseorang tetap selalu kurang darah. Tahukah Anda bahwa ada beberapa jenis makanan yang rentan mencetuskan terjadinya kurang darah?

Peraturan pertama untuk mengonsumsi makanan dengan zat besi adalah konsumsilah makanan dengan zat besi atau suplemen zat besi yang dikombinasikan dengan makanan yang mengandung vitamin C atau suplemen vitamin C. Pertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen vitamin C setelah mengonsumsi makanan dengan zat besi agar usus dapat menyerap zat besi dengan optimal.

Peraturan kedua untuk mengonsumsi zat besi ialah hindari konsumsi nutrisi yang dapat mencegah penyerapan zat besi di dalam usus. Beberapa makanan yang dapat mengganggu penyerapan zat besi ialah teh, kopi, susu, makanan berserat tinggi seperti beras merah dan gandum. Anda tentu saja boleh mengonsumsi makanan di atas, namun pisahkan dengan jenis makanan yang mengandung banyak zat besi.

Kurang darah atau anemia merupakan kondisi yang dapat diatasi. Dengan menambah pengetahuan Anda mengenai buah untuk penambah darah dan sayuran penambah darah, kini Anda dapat mengubah dan menyesuaikan pola makan Anda agar kadar darah dalam tubuh Anda selalu tercukupi. Selamat hidup sehat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *