invisible bg invisible ico

Benarkah Penyakit Lupus Menular? Inilah Penjelasan Selengkapnya

Apakah Benar Penyakit Lupus dapat Menular?Pernahkah Anda mendengar bahwa penyakit lupus menular? Maka apa yang Anda dengar tersebut 100% adalah salah. Meski penderita lupus mengalami berbagai kelemahan fisik layaknya penderita HIV/AIDS, perlu diketahui bahwa penyakit ini tidak menular.

Berikut akan dijelaskan bagaimana persepsi yang salah mengenai penyakit lupus yang menular, gejala serta penanganan dan pengobatannya. Selamat membaca!

Persepsi yang Salah Mengenai Penyakit Lupus yang dapat Menular

Lupus merupakan sebuah penyakit autoimun. Disebabkan oleh peradangan yang terjadi akibat serangan dari sistem kekebalan tubuh kita sendiri. Sistem kekebalan tubuh manusia yang berperan dalam hal ini adalah zat antibody yang disebut juga dengan istilah medis immunoglobulin.

Pada penyakit lupus, immunoglobulin yang harusnya bereaksi dan menyerang bakteri, virus maupun sel penyakit lain justru berbalik menyerang hampir seluruh bagian organ penting dalam tubuh manusia seperti jantung, ginjal, persendian, otot, kulit, mata dan sistem syaraf bahkan mengganggu pembentukan sel darah manusia.

Gejala awal dari penyakit ini adalah kelemahan yang kronis, demam, kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan yang drastis. Dapat terjadi bengkak dan nyeri pada otot, kemerahan dan bercak menyerupai kupu-kupu pada area wajah (butterfly rash), kerontokan rambut, anemia dan gangguan pembekuan darah. Bahkan dapat menyebabkan berbagai gangguan organ serta gangguan sirkulasi darah yang lain.

Penyakit lupus bukanlah diakibatkan oleh penyakit infeksi yang dapat menular. Sehingga persepsi mengenai penyakit lupus yang menular adalah persepsi yang salah. Berikut detail penjelasan mengenai beberapa faktor pencetus terjadinya penyakit lupus:

  • Genetis

Faktor genetis merupakan salah satu penyebab utama terjadinya lupus. Terdapat satu gen yang bermutasi dalam tubuh, sehingga menyebabkan sistem imun mengalami kekacauan. Berbalik menyerang sistem dan berbagai organ dalam tubuh.

Anda perlu waspada jika ada diantara keluarga Anda ada yang mengalami gejala lupus. Jika saudara kandung Anda mengalami lupus, maka resiko Anda mengalami lupus juga menjadi 20 kali lebih besar. Mutasi genetis ini tidak selalu akan terjadi, namun beberapa faktor lingkungan dan pola makan yang tidak sehat dapat memicu terjadinya lupus.

  • Faktor Lingkungan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa beberapa faktor lingkungan dapat mencetuskan lupus. Antara lain paparan ultraviolet yang berlebihan, virus, stress fisik dan emosional serta riwayat trauma atau kecelakaan.

Radiasi dari sinar UV yang dipancarkan oleh matahari mengandung UV photon yang dapat ditangkap oleh DNA sel kulit dan bersifat merusak. Hindari bekerja di bawah matahari yang terlalu terik. Namun jika pekerjaan Anda tidak dapat menghindari kondisi terik matahari yang menyengat gunakan pelindung krim SPF maupun baju dan topi yang menutup permukaan kulit.

Berbagai jenis virus antara lain EBV (Epstein-bar virus), Herpes Zoster virus dan Cytomegalovirus merupakan beberapa jenis virus yang dapat memicu terjadinya mutasi genetis pada sistem antibodi Anda.

  • Stress Fisik dan Psikologis

Setelah mengetahui berbagai faktor pencetus terjadinya gejala lupus. Ternyata faktor internal yakni stress fisik dan psikologis merupakan salah satu pencetus munculnya gejala autoimun pada lupus, terlebih bagi seorang wanita. Menghindari berbagai stress baik stress fisik akibat olahraga yang berlebihan dan stress psikologis dapat mencegah keparahan penyakit lupus.

  • Faktor Hormonal dan Jenis Kelamin

Wanita memiliki resiko 9 kali lebih besar menderita lupus daripada pria. Hal ini terjadi akibat pengaruh estrogen dalam tubuh wanita yang bersifat “immunoenhancing” atau meningkatkan reaksi imun. Karena alasan ini pula sebenarnya sistem imunitas seorang wanita akan lebih baik daripada pria.

Namun tidak menutup kemungkinan pria akan mengalami kondisi lupus akibat pola hidup yang tidak sehat, konsumsi racun seperti nikotin dalam asap rokok, silica dan berbagai produk yang mengandung merkuri.

  • Penggunaan Obat berjenis Imunosupresan dalam Jangka Panjang

Beberapa penggunaan obat-obatan dapat mencetuskan terjadinya lupus. Sekali lagi perlu diingat bahwa lupus tidak dapat ditularkan melalui sentuhan tangan, maupun cairan tubuh. Lupus yang diakibatkan oleh penggunaan obat-obatan disebut juga dengan DILE (Drug-Induced Lupus Erythematosus).

Obat-obatan berjenis prokainamid dan quinidine yang digunakan untuk mengatasi gangguan ritme jantung, CPZ yang digunakan untuk mengatasi gangguan psikotik atau gangguan jiwa terbukti dapat mencetuskan penyakit lupus terutama jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Menghentikan penggunaan obat obatan tersebut hanyalah satu-satunya cara yang dapat digunakan untuk menghentikan terjadinya berbagai gejala lupus. Dokter juga akan meresepkan pemberian obat kortikosteorid untuk mengatasi hal ini.

Kelemahan yang terjadi akibat kondisi autoimun ini menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan dan penurunan kondisi. Tidak jarang pasien lupus akan mengalami berbagai penyakit infeksi sekunder seperti TB maupun gangguan pernafasan lain serta hepatitis dapat terjadi pada pasien lupus. Penyakit inilah yang justru dapat menular dan menyebar kepada anggota keluarga yang lain.

Menghindari Kondisi Penularan Infeksi Sekunder akibat Lupus

Telah disebutkan sebelumnya bahwa penyakit lupus bukanlah penyakit menular. Tetapi infeksi sekunder akibat lupus lah yang dapat menyebar dan menginfeksi anggota keluarga. Berikut beberapa tips mencegah penularan infeksi ketika sedang merawat pasien dengan lupus:

  • Terapkan Cuci Tangan dengan Benar

Terdapat 7 langkah cuci tangan dengan benar yang direkomendasikan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Diawali dengan membasahi telapak tangan dengan air mengalir, usap dan gosok kedua punggung tangan secara bergantian. Kemudian menggosok sela sela jari secara bergantian. Selanjutnya adalah menggosok ujung jari dengan cara mengatupkan kedua telapak tangan.

Langkah selanjutnya adalah menggosok dan memutar ibu jari secara bergantian, terakhir membilas gelang tangan. Gerakan mencuci tangan ini akan semakin sempurna apabila menggunakan sabun atau menggunakan cairan disenfektan.

Lakukan gerakan mencuci tangan ini sebelum menyentuh pasien, sesudah menyentuh pasien dan setelah menyentuh benda benda di sekitar pasien dengan lupus. Selain melindung diri dengan infeksi, secara tidak langsung Anda juga melindung pasien dengan lupus dari paparan infeksi lain melalui tangan dan sentuhan Anda. Cuci tangan termasuk dalam langkah mudah hidup sehat yang harus Anda biasakan mulai sekarang.

  • Menggunakan Masker dan Sarung Tangan

Bila saat merawat pasien dengan lupus Anda sedang flu atau batuk. Maka sangat disarankan untuk menggunakan masker untuk menghindari penularan virus flu dan batuk Anda kepada pasien. Hal ini sangat penting untuk dilakukan karena pasien dengan lupus mengalami gangguan sistem imun atau pertahanan tubuh yang kronis.

Penularan virus dan bakteri ketika gejala lupus sedang terjadi akan memperberat kondisi pasien, menambah jumlah obat yang harus diminum serta akan semakin memperberat kinerja organ seperti ginjal dan jantungnya.

Kematian akibat lupus sering terjadi akibat kerusakan ginjal, kemudian gagal jantung. Berolahraga dengan teratur, menghindari paparan sinar matahari, menghindari rokok dan asap rokok maupun alkohol dan bahan toxic lainnya terbukti sangat berguna untuk mencegah perburukan kondisi.

Demikian informasi mengenai apakah penyakit lupus menular atau tidak, disertai dengan bagaimana mencegah terjadinya penularan infeksi sekunder dari dan menuju pasien lupus. Semoga artikel ini bermanfaat, salam sehat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *