invisible bg invisible ico

Bayi Minum Air Putih, Bolehkah? Ini Penjelasan Lengkapnya

Bayi Minum Air Putih, Bolehkah? Air putih merupakan zat terpenting di dalam tubuh manusia, terutama bayi. Sekitar 90% komposisi tubuh bayi adalah air. Namun pemberian air putih pada usia bayi masih menjadi kontroversi bagi beberapa kalangan.

Beberapa kalangan berpendapat pemberian air putih pada usia yang belum mencapai 6 bulan dapat mempengaruhi fungsi jantung dan otak bayi. Benarkah hal tersebut? Berikut akan disajikan penjelasan mengenai pemberian air putih sebagai minuman bagi bayi.

Penjelasan Mengenai Pemberian Minum Air Putih Bagi Bayi

Secara umum, pemberian air putih pada bayi tidak dianjurkan hingga bayi mencapai usia 6 bulan. Kebutuhan hidrasi pada bayi hanya dapat dipenuhi dengan pemberian ASI maupun susu formula saja, meski berada di lingkungan yang panas atau bayi sedang mengalami demam.

Pemberian air putih pada usia yang belum mencapai 6 bulan, akan mempengaruhi kemampuan organ pencernaan bayi untuk menyerap nutrisi dari ASI maupun dari susu formula. Memberikan air putih juga akan menyebabkan bayi cepat kenyang namun tidak ada nutrisi yang dapat diserap oleh tubuhnya.

ASI mengandung 80% air dan 20% sisanya adalah berbagai kandungan nutrisi yang sangat diperlukan oleh pertumbuhan bayi baru lahir hingga usia 6 bulan. Sehingga pemberian ASI saja sebenarnya sudah cukup untuk memenuhi pemenuhan kebutuhan air terutama bagi bayi. Pemberian air putih dalam campuran susu formula pun harus diperhatikan dan disesuaikan dengan kondisi badan dan usia bayi.

Pada beberapa kasus langka bahkan diketahui, terdapat beberapa bayi yang mengalami keracunan air akibat pemberian minum air putih yang berlebihan. Gejala yang terjadi apabila terjadi keracunan air adalah bayi dapat mengalami kejang, pingsan, hingga berujung pada terjadinya koma dan tidak sadarkan diri.

Hal ini terjadi karena air yang terlalu banyak di dalam tubuh bayi akan mengacaukan keseimbangan natrium dan kalium dalam darah. Menyebabkan jaringan sel membengkak akibat menampung terlalu banyak air.

Ketika usia bayi mencapai 6 bulan, organ pencernaannya telah siap dalam mencerna makanan dan sumber nutrisi lain selain ASI. Pada saat inilah Anda dapat memulai pemberian minum air putih sedikit demi sedikit ketika bayi haus.

Perlu tetap diperhatikan bahwa jangan memberikan air putih yang terlalu banyak meski usianya 6 bulan, karena air putih dapat membuat perut anak cepat penuh sehingga tidak mendapatkan nutrisi optimal dari MPASI dengan baik.

Setelah usianya mencapai 1 tahun, dan bayi sudah mampu menelan makanan padat, barulah Anda dapat memberikan air putih sebanyak yang ia inginkan. Dapat diberikan bertahap disuapi dengan sendok maupun diberikan dengan gelas atau dot susunya.

Berapa Takaran Air Putih yang Benar pada Pembuatan Susu Formula

Pemberian air putih pada pembuatan susu formula bayi harus diperhatikan. Pemberian air putih yang terlalu banyak akan membuat susu encer. Sehingga bayi akan cepat merasa kenyang sedangkan nutrisi tidak banyak diserap oleh tubuh bayi.

Takaran susu formula yang dibutuhkan pada setiap bayi adalah berbeda sesuai dengan kondisi badan dan usianya. Bayi yang baru saja dilahirkan membutuhkan sekitar 30 ml susu formula dan untuk bayi berumur sekitar 1 hingga 2 bulan membutuhkan susu sebanyak 30 hingga 60 ml setiap 2 atau 3 jam.

Ketika bayi memasuki usia 2 hingga 6 bulan, bayi akan membutuhkan susu sebanyak 60 hingga 90 ml per hari. Bayi yang telah memasuki usia MPASI akan membutuhkan lebih dari 90 ml per hari. Anda juga dapat memberikan 30-60 ml susu sebagai tambahan, apabila bayi belum merasa kenyang.

Selain dengan takaran dosis yang telah disebutkan di atas, pemberian susu formula dapat disesuaikan dengan berat badan bayi. Rumus yang digunakan adalah berat badan bayi x 2 x 2.2 x 30 ml. sebagai contoh, apabila berat bayi Anda 3 kilogram, maka kebutuhan susu formula bayi Anda adalah 396 ml dalam sehari. Maka, setiap 2 – 3 jam bayi Anda membutuhkan 33 hingga 50 ml susu formula.

Perbandingan yang digunakan dalam pemberian susu formula dan air putih adalah 1 sendok takar susu banding 30 ml. Pemberian yang berlebihan dapat menyebabkan nutrisi yang tidak optimal bahkan dapat menjadi penyebab anak kekurangan gizi.

Bayi baru lahir hingga usia 1 bulan membutuhkan 3 – 4 takar susu dengan air putih matang sebanyak 90 hingga 120 ml per hari, setara dengan 7 hingga 10 ml saja setiap pemberian susu formula (per 2 – 3 jam).

Untuk usia 2 hingga 3 bulan, bayi membutuhkan 4 – 5 takar susu dengan air putih matang sebanyak 120 – 150 ml per hari, setara dengan pemberian 10 – 12 ml per 2 – 3 jam. Bayi yang berusia 4 hingga 6 bulan, dapat diberikan 7 takar susu dengan air putih sebanyak 210 ml, setara dengan pemberian 17 – 20 ml setiap 2 hingga 3 jam nya.

Syarat Air Putih yang Aman Diberikan pada Bayi

Perlu diperhatikan pula bahwa air putih yang digunakan haruslah air putih yang matang, dengan kebersihan botol susu dan sendok yang digunakan. Pemberian air putih mentah dan kebersihan botol atau alat minum bayi yang kurang, akan menjadi penyebab diare ataupun berbagai penyakit infeksi saluran pencernaan lain seperti tipus dan muntaber.

Bagi bayi yang konsumsi susu formula, baik air ledeng maupun air mineral siap minum harus direbus dahulu hingga suhu 70 derajat celcius atau sampai air matang. Dinginkan sebentar air tersebut, sampai hangat hangat kuku baru dicampur dengan susu formula dan diberikan pada anak.

Perlu diperhatikan pula apabila Anda menggunakan air mineral. Harus benar benar di cek terlebih dahulu apakah terdapat kandungan garam, natrium atau sulfat di dalam air mineral tersebut.  Natrium (Na) haruslah kurang dari 200 mg per liter. Kandungan Sulfat (SO atau SO4) haruslah kurang dari 250 mg per liter.

Kandungan natrium dan sulfat yang terlalu tinggi tidak dapat diserap dengan baik oleh pencernaan bayi. Dapat menganggu keseimbangan cairan dan menyebabkan diare serta keracunan air seperti yang telah tersebut pada pembahasan sebelumnya. Obat dan penanganan diare pada anak harus  Anda ketahui dengan baik.

Pemberian air putih bagi bayi yang belum berusia 6 bulan dapat diberikan pada kondisi lingkungan yang benar benar panas dan Ibu tidak mampu memberikan asupan ASI sesuai kebutuhannya.

Selain itu apabila bayi mengalami kondisi diare tanpa dehidrasi dengan keadaan umum baik, rasa haus yang normal dan anak dapat minum seperti biasa. Maka dokter akan menyarankan pemberian oralit dengan air putih sebagai pelarutnya. Dosis yang digunakan bagi bayi yang berusia kurang dari 1 tahun adalah ¼ hingga ½ gelas olarit setiap anak mengalami BAB.

Jika yang terjadi adalah dehidrasi sedang hingga berat yang ditandai dengan keadaan umum gelisah hingga lesu bahkan tidak sadar, mata cekung, anak malas minum maka hal ini menjadi pertanda Anda harus membawa segera anak menuju pelayanan kesehatan terdekat untuk dilaksanakan pemberian cairan lewat infus.

Nah, semoga informasi mengenai pemberian air putih bagi bayi di atas dapat memberikan manfaat bagi Anda semua. Hindari pemberian air putih sebelum bayi mencapai usia 6 bulan demi kesehatan organ pencernaan bayi, penuhi kebutuhan hidrasinya dengan ASI dan susu formula saja. Salam !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *