invisible bg invisible ico

Bayi Anda Belum Buang Air Besar 2 Hari? Berikut Penyebab dan Solusinya

Apabila Bayi Anda Belum Buang Air Besar 2 Hari, Berikut Penyebab dan SolusinyaTidak perlu terlalu khawatir jika Bayi Anda belum BAB (buang air besar) selama 2 hari. Bayi dikatakan mengalami konstipasi atau susah buang air besar dan sembelit adalah setelah selama 3 hari tidak dapat buang air besar.

Hal ini dapat terjadi karena berbagai faktor. Berikut akan disajikan informasi mengenai penyebab bayi tidak rutin buang air besar serta bagaimana solusi untuk menghadapinya.

Penyebab Bayi yang Tidak BAB Selama 2 Hari

Telah disebutkan di atas bahwa seorang bayi dikatakan mengalami sembelit atau konstipasi adalah setelah 3 hari tidak buang air besar. Sehingga jika saat ini adalah hari kedua bayi Anda tidak buang air besar, tunggulah hingga hari ketiga dan tetap cukupi kebutuhan air dan makan sehat seimbangnya. Sama halnya pada bayi yang masih dalam  usia ASI ekslusif (usia 0 hingga 6 bulan), tunggulah hingga hari ketiga dengan tetap memenuhi kebutuhan ASI nya.

Bayi yang tidak bisa buang air besar dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor. Berikut penjelasan mengenai terjadinya konstipasi atau sembelit yang lebbih dari 2 hari berdasarkan usia bayi:

  1. Bayi Baru Lahir hingga Usia 6 Bulan

Bayi baru lahir akan buang air besar dalam waktu kurang dari 24 jam. Setelah lahir  hingga usianya mencapai 7 hari, pola buang air besarnya akan semakin sering yakni sebanyak 3 hingga 4 kali dalam sehari. Hal ini juga tergantung dengan pemberian ASI secara ekslusif ataukah dicampur dengan pemberian susu formula.

Pada umumnya bayi yang berada pada masa pemberian ASI ekslusif akan tampak jarang sekali buang air besar. Hal ini bukan disebabkan karena ada kesalahan dalam sistem pencernaannya. Namun karena ASI adalah makanan terbaik bagi bayi, sehingga tidak tersisa ampas yang harus dikeluarkan melalui buang air besar.

Lain halnya apabila Anda mencampur pemberian ASI dengan susu formula. Pada awal usia kelahiran hingga 6 bulan pertamanya jika Anda memberikan susu formula, maka akan tampak ampas yang lebih banyak. Bayi pun terkadang mengalami susah BAB akibat pemberian susu formula yang terlalu pekat atau tidak sesuai dengan takaran. Selain itu sembelit dapat terjadi karena sifat dari susu formula yang memang sulit untuk dicerna oleh sistem pencernaan bayi.

Sebagai orang tua amat penting untuk mengetahui jenis dan takaran susu formula yang tepat dan sesuai dengan usia dan tumbuh kembang buah hati Anda, untuk menghindari terjadinya susah buang air besar pada usia ini.

  1. Bayi Memasuki Usia MPASI (6 – 10 bulan)

Memasuki usia MPASI 6 hingga 10 bulan pertama adalah saat Anda mulai memperkenalkan makanan pengganti ASI dengan tekstur yang halus, serta berbagai bubur susu dan buah buahan. Pada kondisi normal, bayi pada usia ini dapat buang air besar sebanyak 1 – 2 kali per hari.

Jika bayi Anda mengalami susah buang air besar selama 2 hari bahkan lebih pada usia ini, maka perhatikan berbagai jenis makanan pengganti ASI yang Anda berikan pada bayi. Beberapa sumber makanan yang mengandung protein dan serat terkadang masih susah di cerna oleh sistem pencernaan. Selain itu beberapa buah-buahan seperti pepaya dan pisang memiliki efek sembelit pada sebagian bayi.

Pemberian takaran susu formula yang berlebih juga menjadi salah satu penyebab sembelit pada usia ini.  Bayi yang mulai memakan makanan pengganti ASI lebih banyak membutuhkan air untuk proses pengolahan serat makanan dalam usus. Sehingga dehidrasi atau kekurangan cairan juga menjadi penyebab sembelit pada usia ini.

  1. Bayi Memasuki Usia 10 – 18 Bulan

Pada usia 10 hingga 18 bulan, bayi akan lebih dikenalkan dengan makanan padat keluarga. Pemberian dengan pola seimbang dan penuhi kebutuhan air melalui pemberian ASI maupun susu formula pada usia ini dapat mencegah bayi mengalami sembelit dan susah buang air besar.

Kemudian, Bagaimanakah Mengatasi Sembelit pada Bayi?

Setelah mengetahui berbagai penyebab sembelit pada bayi berdasarkan rentang usianya, marilah kita membahas cara penanganan sembelit. Terutama apabila setelah 3 hari menunggu bayi Anda tidak kunjung BAB. Berikut beberapa hal ini dapat Anda laksanakan:

  1. Ganti Merk Susu Formula

Beberapa susu formula selain dapat menimbulkan alergi dapat pula menjadi penyebab bayi mengalami gangguan pencernaan seperti diare maupun sembelit dan susah buang air besar. Konsultasikan dengan Dokter Spesialis Anak mengenai jenis dan merk susu formula yang aman untuk diberikan pada bayi Anda. Jika perlu lakukan tes alergi untuk mengetahui apakah memang bayi Anda mengalami alergi terhadap beberapa bahan makanan dan susu formula.

  1. Bantu Bayi untuk Melakukan Gerakan Mengayuh di Udara

Sembelit pada bayi dapat pula disebabkan oleh motilitas atau gerak usus yang kurang optimal. Melakukan gerakan mengayuh di udara merupakan salah satu cara menstimulasi gerak usus bayi. Caranya adalah dengan memposisikan bayi telentang di atas alas atau kasur yang empuk. Pegang kaki dan pahanya lalu gerakkan seakan mengayuh sepeda di udara. Hal ini juga akan memberikan stimulus pada otot perut dan mendorong sisa ampas menuju usus bayi.

  1. Memandikan dengan Air Hangat

Memandikan bayi dengan air hangat akan membantu merilekskan otot, terutama otot perut dan saluran pencernaan. Jika perlu rendam agak lama bayi dalam air hangat sambil melakukan pijatan lembut pada area perut bagian bawahnya.

  1. Lakukan Pijatan Lembut pada Perut Bayi

Pijatan lembut dapat dilakukan pada perut bayi dengan gerakan melingkar dari pusar ke arah luar, searah dengan jarum jam. Gunakan lotion atau minyak telon untuk memudahkan Anda melaksanakan pijatan ini, dan memberikan efek hangat pada perut.

  1. Pemilihan Buah – buahan dan Sayuran yang Mudah Dicerna

Beberapa jenis buah dan sayuran yang tinggi serat dapat menjadi penyebab bayi sembelit dan susah BAB. Beberapa jenis buah – buahan yang dapat mengatasi sembelit pada bayi antara lain buah pir, apel dan pisang. Pada jenis sayuran wortel, kacang polong, olahan kedelai dan brokoli adalah jenis sayuran yang dapat diberikan pada bayi yang sembelit. Pemberian buah dan sayur ini tentu saja untuk bayi yang telah berusia 6 bulan atau lebih.

  1. Terdapat Kondisi Medis Tertentu

Apabila setelah 3 hari bayi Anda masih belum dapat melakukan buang air besar, beberapa kondisi medis perlu Anda waspadai. Seperti luka pada anus, hirschsprung, atau gangguan metabolisme lain. Luka pada anus yang terjadi akibat gesekan dengan ampas atau BAB yang keras dapat pula menjadi penyebab bayi Anda sembelit dan enggan untuk buang air besar.

Kondisi hirschsprung sendiri adalah kondisi kelainan syaraf pada usus halus dan usus besar. Ampas akan tertahan di dalam usus dan menyebabkan infeksi pada organ dalam perut. Resiko terjadinya hirschsprung dapat diketahui semenjak bayi baru dilahirkan, terutama apabila selama 48 jam setelah bayi lahir tidak mengalami buang air besar.

Demikian informasi mengenai gangguan 2 hari tidak buang air besar pada bayi. Bila Anda belum menemukan solusi terbaik untuk kondisi sembelit pada bayi Anda, segera kunjungi dokter atau pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang sesuai. Semoga bermanfaat .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *