invisible bg invisible ico

Bayi 4 Bulan Belum Bisa Tengkurap? Jangan Terburu Khawatir

Bayi Anda berusia 4 Bulan dan Belum Bisa Tengkurap? Jangan Terburu KhawatirAnda mungkin khawatir apabila bayi Anda berusia 4 bulan dan belum bisa tengkurap dengan sendirinya. Perlu dipahami bersama bahwa perkembangan masing-masing anak adalah berbeda. Sehingga sebagai orang tua, mengetahui berbagai tahap perkembangan pada bayi seperti tengkurap amatlah penting.

Tengkurap adalah gerakan membalik tubuh sehingga posisi perut akan berada di bawah dan menjadi tumpuan badan. Gerakan tengkurap merupakan gerakan dasar yang menjadi penentu perkembangan gerak motorik lanjutan pada bayi. Jika bayi Anda tidak mampu melakukan tengkurap dengan sendiri hingga usia lepas 6 bulan, dapat dipastikan perkembangan selanjutnya juga akan mengalami keterlambatan.

Apa yang Dapat Anda Lakukan jika Bayi Anda Berusia 4 Bulan dan Belum Bisa Tengkurap

Telah kita ketahui bersama bahwa setiap bayi akan mengalami masa perkembangan motorik yang berbeda dan hal ini sangat bergantung terhadap beberapa faktor. Antara lain faktor kesehatan pada masa ibu mengandung, proses persalinan maupun faktor lain seperti pemberian nutrisi dan stimulasi. Pada umumnya, bayi akan melakukan usaha untuk tengkurap secara mandiri pada usia 3 hingga 6 bulan.

Tunggulah hingga usia nya mencapai 6 bulan, jika pada usia 4 bulan bayi Anda belum dapat tengkurap. Pada masa penantian ini pula Anda diwajibkan untuk bersabar, tidak cemas dan lebih telaten memberikan stimulasi pada bayi Anda. Berikut beberapa langkah untuk memberikan stimulasi tengkurap pada bayi berusia 4 bulan:

1. Tengkurapkan di Atas Paha Orangtua atau Pengasuh

Letakkan bayi di atas paha Anda dengan posisi tengkurap. Posisi tengkurap di atas paha akan membantu bayi untuk berlatih mengangkat kepala secara mandiri. Dengan posisi ini selain gerak badan, diharapkan secara perlahan bayi akan dapat terbiasa menyangga kepala.

2. Latihan Rutin dalam Waktu Singkat dan Bertahap

Berikan latihan tengkurap rutin dalam waktu singkat namun bertahap. Posisikan bayi Anda tengkurap di atas kasur atau alas yang empuk. Perhatikan posisi kepala bayi anda, pastikan posisi kepala miring dan tidak ada yang menghalangi jalan napasnya. Awali dengan durasi singkat 7 hingga 10 menit per hari. Dan apabila bayi telah terbiasa dengan posisi tengkurap, durasi dapat ditingkatkan menjadi 7 hingga maksimal 30 menit per harinya.

3. Bantuan Bantal untuk Menopang Kepala

Pada posisi tengkurap, Anda dapat menggunakan bantal untuk menopang kepala dan dagu bayi sehingga kepala tidak akan tertekuk. Pastikan pada stimulasi ini bayi tetap dalam pengawasan orang tua atau pengasuh.

4. Tengkurapkan di Atas Badan Orang Tua atau Pengasuh

Selain beberapa cara yang telah tersebut di atas, menengkurapkan bayi di atas badan orang tua atau pengasuh dapat menjadi salah satu cara stimulasi bayi untuk tengkurap secara mandiri. Posisi ini juga akan memudahkan anda dalam pengawasan bayi serta akan meningkatkan bonding atau ikatan batin antara bayi dan orang tua.

5. Posisikan Bayi Dekat dan Berada di Samping Mainan yang Ia Sukai

Tentu Anda memiliki mainan yang paling menarik perhatian bayi Anda, seperti contoh boneka favoritnya atau benda yang menimbulkan suara dan sering menarik perhatiannya. Letakkan mainan tersebut atau bunyikan mainan tersebut di samping tubuhnya. Hal ini akan menjadi stimulus bayi untuk bereaksi dan berusaha menggapai mainan tersebut dengan berguling dan tengkurap.

Selain memberikan manfaat kepada tegaknya kepala, membiasakan posisi tengkurap pada bayi juga akan memperkuat leher, punggung dan otot tubuh bagian atas. Namun Anda diwajibkan untuk tetap waspada. Karena posisi tengkurap yang salah dan terlalu lama akan beresiko pula terhadap kondisi kesehatan bayi. Posisi tengkurap tanpa pengawasan merupakan penyebab terjadinya sudden infant death syndrome (SIDS) atau sindrom kematian mendadak pada bayi.

Jika hingga lewat 6 bulan bayi Anda belum dapat untuk melakukan tengkurap secara mandiri, maka dapat dikatakan bahwa terjadi keterlambatan perkembangan pada motorik buah hati Anda. Segera konsultasikan dengan Dokter Spesialis Anak untuk mendapatkan solusi dan terapi yang tepat untuk mengejar keterlambatan perkembangan motoriknya.

Beberapa Penyebab Keterlambatan Perkembangan Motorik Bayi

Sebanyak 7% keterlambatan perkembangan akan tampak pada bayi berusia 4 bulan. Hal tersebut dapat terjadi akibat beberapa faktor. Berikut akan disajikan beberapa faktor penyebab terjadinya keterlambatan perkembangan motorik pada bayi:

1. Kelainan Genetis

Kelainan genetis dapat terjadi akibat kelainan satu atau lebih gen, ketidaknormalan jumlah kromosom, mutasi gen berulang maupun kerusakan genetis yang penyebab utamanya adalah warisan gen orangtua. Kelainan genetis akan menyebabkan lebih dari satu jenis keterlambatan perkembangan pada anak, dan tidak hanya mengenai perkembangan anggota gerak dan motorisnya.

2. Faktor Biologis

Faktor biologis dapat terjadi akibat kurangnya nutrisi ibu selama kehamilan maupun nutrisi bayi setelah dilahirkan. Sangat penting bagi Anda untuk terus memenuhi kebutuhan nutrisi Anda dan bayi, baik selama maupun setelah kehamilan.

Obesitas atau kegemukan juga dapat menjadi salah satu faktor bayi Anda tidak mampu melaksanakan tengkurap secara mandiri. Berat normal bayi perempuan pada usia ini adalah 4 hingga 7.5 kilogram, dan untuk bayi laki-laki berat normal adalah 5 hingga 8 kilogram.

3. Faktor Kehamilan

Terjadinya infeksi, penggunaan obat-obatan selama kehamilan serta terjadinya kondisi penyulit pada proses kehamilan maupun persalinan dapat menyebabkan terjadinya keterlambatan pada perkembangan anak. Kondisi persalinan prematur juga menjadi penyebab keterlambatan dalam perkembangan otak dan fungsi motoris nya. Pemberian stimulasi secara rutin dan optimal diharapkan akan dapat membantu mengejar keterlambatan perkembangan anak.

4. Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan dapat disebabkan oleh kurangnya perhatian dan stimulasi dari orang tua atau pengasuh. Terlalu sering digendong juga menyebabkan bayi akan susah untuk mandiri dalam berkembang. Sangat penting bagi orangtua untuk tetap memberikan stimulasi yang baik dan tepat sesuai dengan tahapan perkembangan usia bayi 4 bulan.

Tanda Lain dari Keterlambatan Perkembangan pada Bayi Usia 4 Bulan

Warning sign atau tanda bagi Anda untuk wajib waspada terhadap terjadinya keterlambatan perkembangan pada usia ini antara lain adalah jika bayi Anda tidak merespon atau tidak tertarik pada benda yang bergerak, tidak tersenyum terhadap kehadiran orang disekitarnya, tidak mampu mengangkat kepala tanpa bantuan, serta bayi Anda tidak berceloteh atau tidak mengeluarkan suara sama sekali.

Selain beberapa tanda diatas, tanda berikut juga merupakan tanda keterlambatan perkembangan apabila bayi Anda tidak dapat menggenggam dan memasukkan barang-barang ke dalam mulutnya, tidak menjejakkan kaki ke tanah apabila diposisikan berdiri diatas kasur atau alas yang datar serta tampak kesulitan untuk menggerakkan bola mata ke berbagai arah.

Jika perlu milikilah buku saku atau peta pertumbuhan dan perkembangan bayi, catat dan dokumentasikan setiap perubahan yang terjadi atau perkembangan yang telah dicapai buah hati Anda. Hal ini akan membantu Anda, untuk mengetahui dengan detail perkembangan apa yang telah dicapai maupun perkembangan apa yang belum dapat dicapai serta mengalami keterlambatan.

Demikian informasi mengenai kondisi keterlambatan tengkurap pada bayi 4 bulan, beberapa penyebab terjadinya keterlambatan perkembangan serta tanda lain daripada terjadinya keterlambatan fungsi gerak dan motoris pada bayi berusia 4 bulan. Pastikan selama pemberian stimulasi, bayi berada dalam pengawasan Anda atau pengasuhnya.  Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *