invisible hit counter invisible bg invisible ico

Batuk Berdahak Berkepanjangan: Penyebab dan Cara Alami Meredakannya

Batuk Berdahak Berkepanjangan: Penyebab dan Cara Alami untuk MeredakannyaBatuk berdahak berkepanjangan memang sangat mengganggu. Tidak hanya Anda merasa tidak fit sepanjang waktu, namun juga batuk berdahak yang berkepanjangan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, menurunkan produktivitas Anda, dan membuat istirahat tidur Anda tidak maksimal. Pada titik tertentu batuk yang Anda alami juga dapat membatasi kebutuhan bersosialisasi Anda. Lantas, bagaimana mengetahui bahwa batuk berdahak yang Anda alami tidak disebabkan oleh masalah kesehatan yang serius atau justru sebaliknya? Bagaimana pula cara alami yang dapat dipraktikkan untuk setidaknya meredakan gangguan batuk yang Anda alami?

Batuk itu sendiri sebetulnya adalah mekanisme alami tubuh untuk mengeluarkan substansi yang dianggap asing bagi jalan pernafasan. Batuk terjadi apabila sel-sel pada saluran pernafasan mengalami peradangan, yang memicu serangkaian reaksi, yang pada akhirnya menimbulkan pengeluaran udara dari paru-paru di bawah tekanan tinggi.

Kemungkinan Penyebab Batuk Berdahak Berkepanjangan

Batuk berkepanjangan, atau batuk kronis menurut istilah medisnya, didefinisikan sebagai batuk yang berlangsung lebih dari delapan minggu. Batuk kronis itu sendiri bukan suatu kondisi yang tidak umum. Di negara maju seperti Amerika Serikat dan negara-negara di Eropa, batuk adalah satu dari lima penyebab yang paling umum seseorang memeriksakan diri ke dokter. Sedangkan angka kejadian batuk kronis pada orang yang bukan perokok mencapai 40 persen.

Untuk mengetahui penyebab batuk kronis, apalagi batuk kronis yang disertai dahak, seseorang harus menjalani pemeriksaan fisik oleh dokter, dan disertai beberapa pemeriksaan penunjang bila perlu. Di bawah ini adalah beberapa kemungkinan penyebab dari batuk berdahak berkepanjangan:

  • Penyakit paru obstruktif kronis

Penyakit paru obstruktif kronis atau yang sering disingkat PPOK adalah suatu istilah yang merujuk pada penyakit yang menyerang paru-paru dalam jangka panjang. PPOK merupakan kombinasi dari dua penyakit pernafasan yaitu bronkitis kronis dan emfisema. Bronkitis adalah kondisi dimana jalan pernafasan yang menuju paru-paru mengalami infeksi, yang menyebabkan pembengkakan pada dinding bronkus dan produksi cairan yang berlebihan.

Sedangkan emfisema adalah apabila kantong-kantong udara pada paru-paru mengalami kerusakan. Umumnya, kantong-kantong udara pada paru-paru dapat mengembang dan mengempis seiring kita mengambil dan menghembuskan nafas. Sedangkan apabila seseorang menderita emfisema, kelenturan kantong-kantong udara tersebut akan menurun sehingga jumlah udara yang masuk pun tidak akan maksimal.

PPOK paling sering disebabkan oleh rokok, dan umum timbul di atas usia 45 tahun. PPOK termasuk dalam salah satu penyebab batuk berdahak berkepanjangan karena pada kondisi ini, paru-paru memproduksi banyak dahak, sehingga tubuh akan secara reflek mencoba untuk mengeluarkannya dengan cara batuk. Selain batuk berdahak, tanda dan gejala PPOK yang lain adalah nafas yang pendek-pendek. Hal ini karena jaringan saluran nafas yang mengalami kerusakan membuat individu yang bersangkutan kesulitan untuk mengeluarkan udara dari paru-paru.

  • Infeksi saluran nafas

Batuk adalah salah satu tanda dan gejala yang paling umum dari pilek, flu, maupun infeksi saluran pernafasan lainnya. Selain batuk, timbulnya hidung tersumbat dan demam adalah salah satu indikasi yang menunjukkan bahwa infeksi saluran pernafasan yang terjadi diakibatkan oleh virus. Ketika seseorang sudah berada dalam masa penyembuhan akibat terkena infeksi saluran nafas, kadang batuk adalah gejala yang paling akhir tersisa. Hal ini kemungkinan karena saluran pernafasan masih sensitif, dan peradangan yang timbul butuh waktu yang lebih lama untuk benar-benar sembuh.

Salah satu bentuk infeksi saluran nafas yang tergolong serius adalah pneumonia, yang dapat disebabkan oleh virus maupun bakteri. Pneumonia dapat menyebabkan batuk berdahak berkepanjangan, yang ditandai dengan keluarnya dahak berwarna kehijauan. Selain batuk, seseorang yang terkena pneumonia dapat mengalami demam, menggigil, nyeri dada, kelemahan, letih, dan mual. Tanda dan gejala tersebut dapat muncul atau tidak bergantung pada usia seseorang. Lansia mungkin saja tidak mengalami demam, atau bisa saja mereka mengalami batuk namun tidak berdahak.

Pneumonia dapat disembuhkan dengan memberikan antibiotik dan umumnya dapat sembuh total dalam waktu dua hingga tiga minggu. Seperti halnya flu atau pilek, gejala batuk pada pneumonia dapat tinggal dalam kurun waktu yang lebih lama.

  • Polusi udara

Polusi udara dapat menyebabkan batuk berdahak berkepanjangan. Bahkan paparan dalam waktu singkat terhadap asap kendaraan bermotor misalnya, dapat memicu timbulnya batuk berdahak dan iritasi paru-paru. Asap kendaraan bermotor juga dapat memperberat alergi atau asma pada sebagian orang.

  • Bronkitis akut

Jika Anda merasa sudah hampir sembuh dari flu dan tiba-tiba kembali mengalami batuk berdahak, ada kemungkinan Anda terserang bronkitis akut. Bronkitis akut adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada suatu kondisi dimana saluran pernafasan di paru-paru mengalami iritasi.

Selain batuk berdahak berkepanjangan dan sesak, bronkitis juga dapat menimbulkan gejala demam, menggigil, sakit tenggorokan, dan tanda gejala seperti flu lainnya. Tanda dan gejala tersebut dapat hilang dalam beberapa hari, namun batuk itu sendiri dapat bertahan hingga berminggu-minggu. Apabila batuk tidak kunjung pergi atau apabila Anda berulang kali terserang bronkitis akut, ada kemungkinan terdapat masalah kesehatan yang lebih serius.

Mengatasi Batuk Berdahak Berkepanjangan dengan Cara-Cara Alami

Apotik atau toko obat terdekat dari tempat tinggal Anda pasti menyediakan obat batuk baik dalam bentuk sirup, spray, tablet, maupun lozenge yang bertujuan untuk mengontrol batuk. Untuk batuk tidak berdahak, biasanya apoteker akan menganjurkan penggunaan cough suppressant.

Dekstrometorfan adalah jenis obat batuk untuk batuk tidak berdahak yang dapat menekan reflek batuk agar tercipta kenyamanan bagi individu yang terserang batuk. Apabila digunakan secara tepat sesuai dosisnya, cough suppressant dapat mengurangi ketidaknyamanan akibat batuk. Namun perlu diingat bahwa batuk dapat menguntungkan (karena membersihkan saluran nafas dari substansi asing), sehingga tidak selalu batuk kering yang timbul cepat-cepat ditekan.

Untuk mengatasi batuk berdahak berkepanjangan, dapat menggunakan ekspektoran. Cara kerjanya adalah dengan mengencerkan dahak sehingga mudah untuk dikeluarkan dari saluran pernafasan. Guaifenesin adalah salah satu jenis ekspektoran yang populer. Namun selain menggunakan obat, Anda juga dapat menggunakan cara-cara alami untuk meredakan batuk. Cara-cara alami tersebut memang tidak menghilangkan penyebab batuk itu sendiri, namun setidaknya dapat membantu meredakan batuk dan mengurangi ketidaknyamanan yang timbul. Apa saja cara-cara alami tersebut?

  • Satu sendok madu

Madu asli dapat dengan efektif bekerja meredakan batuk, demikian hasil dari penelitian yang dipublikasikan oleh Penn State College of Medicine. Viskositasnya yang kental dapat melapisi dan memperbaiki permukaan membran mukosa yang mengalami iritasi. Ketika lebah mengumpulkan madu dari tumbuh-tumbuhan, mereka menambahkan enzim tertentu yang bekerja sebagai antibakteri, yang mungkin membantu memperpendek durasi batuk apabila batuk yang Anda alami disebabkan oleh bakteri.

Anda hanya membutuhkan satu sendok makan madu asli untuk meredakan batuk berdahak berkepanjangan yang Anda alami. Minumlah satu sendok makan madu asli tersebut 1-3 kali sehari untuk meredakan batuk. Minum sebelum tidur apabila batuk yang Anda alami sekiranya berpotensi mengganggu waktu tidur Anda. Untuk anak-anak, Anda dapat menyesuaikan dosisnya menjadi satu sendok teh.

Yang perlu diingat adalah, jangan berikan madu pada anak yang berusia di bawah 2 tahun karena meningkatkan resiko terinfeksi botulisme (karena bakteri Clostridium botulinum dalam madu; bakteri ini tidak menimbulkan dampak apapun pada orang dewasa, namun dapat menimbulkan dampak fatal bahkan mematikan pada anak usia di bawah 2 tahun).

  • Air garam

Cara kedua yang dapat Anda coba apabila Anda mengalami batuk berdahak berkepanjangan adalah berkumur dengan air garam. Cara ini sebetulnya adalah terapi alami yang populer bagi mereka yang menderita radang tenggorokan. Air garam dapat mengurangi ketidaknyamanan akibat batuk dengan mekanisme yang sama dalam menyembuhkan radang tenggorokan, yakni dengan prinsip osmosis.

Konsentrasi air garam lebih tinggi daripada cairan tubuh kita. Ketika tubuh terpapar oleh air garam, konsentrasi sel di luar membran mukosa menjadi lebih tinggi. Sebagai akibatnya, cairan akan mengalir keluar dari membran mukosa untuk menyeimbangkan konsentrasi di dalam dan di luar sel. Ketika cairan tubuh meninggalkan sel, pembengkakan mereda, dan rasa tidak nyaman berkurang. Jika Anda mengalami batuk, berkumur dengan air garam juga merupakan langkah yang tepat karena dapat membantu mengencerkan dahak, sehingga Anda dapat mengeluarkan dahak dengan mudah.

Sediakan satu sendok teh garam dan 250 ml air hangat. Campurkan garam ke dalam air, lalu aduk hingga garam melarut seluruhnya. Gunakan untuk berkumur selama 15 detik lalu ludahkan airnya (jangan ditelan). Berkumurlah dengan air yang tersisa hingga habis. Setelah itu bilas dengan menggunakan air bersih biasa.

  • Uap panas

Uap panas dapat membantu mengencerkan dahak dalam waktu singkat, sehingga cocok dijadikan pilihan terapi alami untuk meredakan batuk berdahak berkepanjangan. Anda juga dapat menambahkan minyak esensial untuk manfaat kesehatan yang lebih besar, misalnya minyak kayu putih. Cara mempersiapkan uap panas pun cukup mudah. Sediakan satu baskom air panas, 1-2 tetes minyak kayu putih, dan handuk yang bersih dan lembut.

Teteskan minyak kayu putih dalam satu baskom air panas dan aduk sebentar untuk melepaskan uapnya. Dekatkan wajah Anda ke atas baskom (tentu saja dalam jarak yang aman dan nyaman untuk Anda). Gunakan handuk untuk menutupi sekeliling kepala Anda (handuk fungsinya adalah untuk ‘memerangkap’ uap), lalu hirup nafas dalam-dalam. Lakukan cara ini sebanyak 2-3 kali sehari selama 5-10 menit.

Yang Anda harus perhatikan ketika melakukan cara ini adalah bahwa air panas dapat menyebabkan luka bakar meskipun ringan. Untuk itu pastikan Anda berada pada jarak yang aman dengan air panas, dan berhati-hatilah agar anggota badan Anda tidak terkena air panas.

  • Sup ayam

Hiruplah uap sup ayam yang masih hangat, untuk mengencerkan dahak dan meredakan batuk berdahak berkepanjangan yang Anda alami. Selain itu, sup ayam juga dapat meredakan iritasi pada paru-paru karena kandungan sup ayam dapat menekan neutrofil. Neutrofil adalah sel tubuh yang bereaksi terhadap penyakit dengan cara memicu peradangan pada area tubuh yang sakit.

  • Minum banyak cairan

Ketika Anda batuk, cobalah untuk minum banyak air. Air di sini tidak terbatas hanya pada air putih saja. Makanan berkuah, kaldu, jus, maupun buah-buahan yang banyak mengandung air juga dapat Anda konsumsi. Cairan bertindak sebagai ekspektoran alami yang dapat membantu mengencerkan dahak Anda sehingga Anda relatif mudah untuk mengeluarkannya dari tubuh.

Sekali lagi perlu diingat bahwa cara-cara alami yang telah disebutkan di atas hanya efektif untuk meredakan gejala saja, namun tidak serta merta menghilangkan penyebab batuk berdahak berkepanjangan yang Anda alami. Tetap konsultasikan dengan dokter Anda untuk memperoleh terapi yang efektif. Semoga artikel ini  bermanfaat !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *