invisible bg invisible ico

Baguskah Konsumsi Mie Instan untuk Ibu Hamil?

Baikkah Konsumsi Mie Instan bagi Ibu Hamil? Mie instan hampir menjadi salah satu makanan pokok atau menu wajib di Indonesia. Beberapa bahkan menjadikan mie instan sebagai lauk, padahal kandungannya mirip seperti nasi. Bagaimanakah dengan mie instan untuk ibu hamil? Apakah ibu hamil diperbolehkan untuk konsumsi mie instan? Berikut penjelasannya.

Adakah Kandungan dalam Mie Instan yang Baik untuk Ibu Hamil?

Mie instan memang merupakan makanan popular yang sangat disukai oleh hampir semua kalangan. Cara masaknya yang mudah dan cepat pun menjadi kelebihan makanan ini untuk dimasak dan dimakan sebagai pengganjal perut yang mudah dan tidak ribet.

Dalam satu bungkus mie instan sekurangnya terkandung sebesar 420 cal (kalori) yang terdiri atas 18 gram lemak. 57 gram karbohidrat dan sekitar 7 gr protein. Selain itu terdapat kandungan natrium atau garam yang sangat tinggi dari sebungkus mie instan, yakni sebesar 730 mg. Tidak hanya kadar natrium saja yang tinggi, kandungan MSG (Monosodium glutamate) sebagai pengawet dan penambah citarasa makanan banyak terkandung pada sebungkus mie instan.

Jumlah garam yang tinggi inilah yang harus diwaspadai pada ibu hamil. Terlalu banyak konsumsi garam berakibat buruk baik bagi kesehatan ibu maupun kesehatan janin. Tekanan darah ibu dapat meningkat, memperlambat pembentukan ginjal janin serta dapat menjadi penyebab kaki bengkak saat kehamilan.

Terlalu banyak kandungan MSG juga berakibat buruk bagi janin. Kandungan MSG yang berlebihan dapat berpengaruh kepada syaraf otak janin. Menjadikan pertumbuhan otak menjadi tidak normal sehingga akan lahir anak yang mengalami gangguan seperti hiperaktif ataupun autisme. Pada tubuh ibu yang kelebihan MSG juga akan menyebabkan tingginya terjadi resiko kram pada perut ibu.

Sangat tidak disarankan pula menjadikan mie instan sebagai lauk pendamping nasi. Terdapat sekitar 135 cal (kalori) dalam sepiring nasi. Menambahkan mie instan sebagai lauk dapat menambah pula asupan kalori ke dalam tubuh ibu. Terlalu tinggi kalori dapat menyebabkan diabetes ketika kehamilan, dan bayi dapat berukuran besar yakni lebih dari 4 kilogram.

Selain kandungan gizinya, beberapa macam zat pengawet yang terkandung pada mie instan selain MSG antara lain Natrium plifosfat yang berguna sebagai bahan pengembang dan penambah aroma mie yang khas. Bahan pengawet kedua adalah Natrium dan Kalium karbonat, yakni pengontrol keasaman dan cita rasa mie instan sehingga rasanya akan tetap gurih dan lezat meski dimakan mentah.

Zat tartazine merupakan zat pewarna makanan yang digunakan untuk mewarnai kuning pada mie instan kering. Selain itu juga terkandung Propylene glycol yang digunakan untuk menjaga mie instan tetap lembab dan terhindar dari pertumbuhan jamur.

Mengolah Mie Instan Menjadi Makanan Sehat Bagi Ibu Hamil

Pada umumnya, mie instan tetap aman dan sehat untuk dikonsumsi bagi ibu hamil apabila memenuhi beberapa persyaratan. Berikut akan disajikan beberapa tips mengolah dan konsumsi mie instan bagi ibu hamil:

  • Menggunakan Separuh dari Bumbu Mie Instan

Kandungan natrium yang sangat tinggi pada mie instan adalah berasal dari bumbunya. Lebih disarankan menggunakan separuh dari takaran bumbu mie instan untuk menghindari tinggi kandungan natrium atau garam dalam makanan ini.

Selain itu Anda juga dapat meracik bumbu sendiri, Menggunakan bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih, gula, garam serta kecap. Dengan meracik bumbu sendiri, Anda dapat menentukan kadar kemanisan maupun keasinan dari mie instan yang baik bagi diri Anda dan keluarga.

  • Menambahkan Sayuran dan Lauk

Kandungan dalam mie instan yang hanya berupa karbohidrat, sedikit sekali lemak dan protein tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan harian gizi Ibu ketika hamil. Sangat disarankan untuk menambahkan sayuran atau lauk berupa sumber protein untuk menambah kekayaan gizinya.

Banyak sayuran yang cocok untuk ditambahkan ke dalam masakan mie instan Anda, antara lain wortel, sawi, kangkung, brokoli, dan berbagai jenis sayuran lain. Kemudian sumber protein yang dapat pula disajikan bersama dengan mie instan antara lain ayam goreng, daging atau ikan, udang serta telur mata sapi.

Sangat tidak dianjurkan untuk menjadikan mie instan sebagai pengganti lauk. Karena hal ini dapat mengakibatkan terlalu banyaknya karbohidrat dan kalori yang masuk ke dalam tubuh akan semakin meningkat pula resiko terjadinya diabetes saat kehamilan.

  • Membuang Air Rebusan Mie Instan

Penggunaan lilin sebagai pengawet dalam mie instan masih menjadi kontroversi bagi beberapa kalangan. Para pakar ahli gizi menyatakan bahwa mie instan awet karena proses pembuatannya adalah dengan deep frying atau di goreng kering sehingga kadar kandungan airnya turun hingga hanya tersisa sebesar 5% air saja.

Namun beberapa kalangan lain percaya bahwa justru kandungan lilin-lah yang sebenarnya digunakan untuk mengawetkan mie instan kering. Hal ini dapat disimpulkan karena ketika air kuah rebusan mie instan didiamkan hingga dingin, maka akan terbentuk sebuah lapisan berwarna putih, tipis dan kaku. Dapat diduga lapisan ini adalah lapisan lilin yang digunakan untuk mengawetkan mie instan kering.

Untuk kebaikan dan kesehatan ibu hamil, lebih disarankan membuang air rebusan mie instan dan menggantinya dengan air rebusan murni. Untuk menghindari berbagai efek samping yang belum diketahui baik bagi janin maupun bagi Ibu hamil.

Selain itu perhatikan pula tata cara penyajian dari mie instan tersebut. Beberapa mie instan mewajibkan untuk merebus bumbu bersama dengan merebus mie keringnya. Namun beberapa merk lain tidak menyarankan hal ini, karena merebus bumbu dalam kuah panas yang mendidih justru menjadikan bumbu mie instan berubah menjadi zat yang dapat memicu penyakit kanker (karsinogenik).

  • Tidak Dikonsumsi Secara Berlebihan

Konsumsi maksimal mie instan adalah satu hingga dua bungkus per minggu. Sehingga konsumsi maksimal mie instan adalah hanya empat hingga delapan bungkus saja perbulanya.

Sangat tidak dibenarkan konsumsi harian mie instan, terlebih bagi wanita yang sedang hamil. Begitu halnya dalam kondisi sehat pun, baik dewasa maupun anak anak sangat tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi mie instan setiap hari.

Selain kandungan gizi dalam mie instan yang tidak seimbang ditambah dengan berbagai efek pengawet dan MSG yang bahayanya masih perlu diteliti lebih lanjut terlebih pada kasus ibu yang dalam kondisi hamil.

  • Tidak Dikonsumsi Dalam Keadaan Mentah

Beberapa orang juga memiliki cara penyajian yang unik dalam mengkonsumsi mie instan. Yakni mie instan dikonsumsi dalam bentuk mentah. Cara ini cukup popular dikalangan muda dan belum terdapat penelitian khusus mengenai berbagai efek yang terjadi ketika mengkonsumsi mie instan dalam kondisi mentah.

Saran penyajian yang dianjurkan adalah dengan memasak mie sesuai dengan petunjuk yang ada pada bungkus mie yakni dengan merebus mie instan dengan suhu maksimal 100 derajat celcius selama 3 hingga 5 menit saja.

Hindari juga merebus mie instan langsung dengan bungkus plastiknya. Bungkus plastik mie instan yang terurai bersama dengan rebusan mie dapat meracuni tubuh. Menambah resiko terjadinya kanker dan peradangan pada saluran pencernaan dari mulut, kerongkongan, lambung hingga usus.

Nah? Telah tersaji informasi mengenai mie instan untuk ibu hamil. Baik kandungan gizi, pengawet serta berbagai saran mengolah mie instan menjadi makanan yang sehat bagi ibu hamil. Semoga artikel ini bermanfaat dan bijaklah dalam konsumsi mie instan ketika hamil meski makanan ini adalah makanan favorit Anda. Salam sehat !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *