invisible bg invisible ico

BAB Keluar Darah? Mungkin Hal-Hal Berikut Ini Penyebabnya!

BAB Keluar Darah? Mungkin Hal-Hal Berikut Ini Penyebabnya!BAB keluar darah memang bukan suatu keadaan yang biasa, dan mungkin menakutkan bagi sebagian orang. Darah pada tinja menandakan adanya pendarahan di suatu tempat pada sistem pencernaan Anda (entah di usus besar atau pada saluran pencernaan yang lebih tinggi seperti lambung atau usus halus). Keluarnya darah ketika buang air besar bisa jadi tidak disertai dengan rasa nyeri, namun pada beberapa kasus bisa saja timbul gejala lain seperti diare dan kram perut. Jumlah darah yang keluar bervariasi. Sebagian orang mungkin melaporkan darah yang keluar cukup banyak untuk mengubah air di toilet menjadi merah atau pink, sebagian lainnya mungkin mengeluarkan beberapa tetes darah saja.

Warna darah yang keluar saat buang air besar pun bervariasi, tergantung di mana lokasi pendarahan itu terjadi (pendarahan pada saluran pencernaan atas biasanya menghasilkan darah pada tinja yang berwarna lebih gelap). BAB keluar darah bisa jadi sebuah tanda adanya masalah serius pada sistem pencernaan seseorang. Hal yang harus diwaspadai apabila keluar darah saat buang air besar adalah jika darah yang keluar cukup banyak, seseorang bisa dengan cepat kekurangan darah yang menyebabkan tekanan darahnya menurun, merasa lemah, pusing, pingsan, dan shock akibat kehilangan banyak darah.

Simak Kemungkinan Penyebab BAB Keluar Darah Berikut Ini!

Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui dengan pasti apa penyebab keluarnya darah saat buang air besar. Dokter akan menentukan penyebabnya berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang lainnya seperti anoskopi, sigmoidoskopi, kolonoskopi, visceral angiogram, endoskopi, atau tes darah. Ada beberapa kemungkinan penyebab BAB keluar darah, di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Fisura ani

Kemungkinan pertama dari penyebab BAB keluar darah adalah fisura ani, yang merupakan kondisi dimana terjadi robekan kecil pada jaringan yang melapisi anus. Robekan yang terjadi biasanya tidak lebih besar dari luka akibat teriris pinggiran kertas atau seperti ketika bibir Anda pecah-pecah.

Fisura ani biasanya terjadi ketika tinja yang akan dikeluarkan besar dan keras (akibat asupan makanan rendah serat dan kurang cairan). Ketika terjadi fisura ani, darah yang keluar biasanya hanya sedikit dan berwarna merah terang. Selain keluar darah, biasanya juga terasa nyeri saat buang air besar. Karena gejalanya inilah fisura ani biasanya sering disalahartikan sebagai ambeien.

  • Ambeien

Ambeien atau wasir adalah penyebab BAB keluar darah yang paling umum. Ambeien terjadi jika pembuluh darah pada anus mendapatkan tekanan yang berlebihan (akibat mengejan saat buang air besar karena tinja yang keras, atau pada kondisi-kondisi tertentu seperti ibu hamil, obesitas, atau kurang olahraga) sehingga membengkak. Selain keluar darah saat buang air besar, seseorang yang menderita ambeien juga merasa nyeri atau gatal di sekitar anus.

Pendarahan akibat ambeien umumnya ringan dan tidak sampai menyebabkan turunnya tekanan darah atau anemia. Akan tetapi, bisa saja seseorang yang menderita ambeien mengalami anemia jika pendarahan akibat ambeien tidak segera diobati hingga berbulan-bulan atau bahkan beberapa tahun lamanya. Ditambah lagi jika penderita ambeien tidak mengkonsumsi makanan yang cukup zat besi, maka resiko terkena anemia juga makin besar.

  • Divertikulitis

Divertikulitis adalah divertikula yang mengalami peradangan. Apakah divertikula itu? Divertikula adalah munculnya tonjolan atau kantung pada dinding usus besar, atau yang sering disebut orang awam sebagai hernia usus. Divertikula umum timbul pada sebagian besar orang yang telah mencapai usia 50 – 60 tahun. Umumnya, divertikula itu sendiri tidak menimbulkan masalah, kecuali jika divertikula tersebut pecah sehingga timbul infeksi yang disebut dengan divertikulitis.

Selain keluarnya darah waktu buang air besar, gejala lain yang menyertai penyakit ini adalah demam dan nyeri yang berlokasi di perut sebelah kiri bawah. Pendarahan pada divertikulitis umumnya lebih banyak dan memancar dibandingkan dengan penyebab BAB keluar darah lainnya. Faktanya, pendarahan akibat divertikulitis biasanya membutuhkan perawatan di rumah sakit dan transfusi darah, apalagi jika penderitanya adalah lansia.

  • Kanker kolon atau polip

Tumor pada kolon dan rektum adalah massa yang berkembang pada dinding usus besar. Tumor jinak biasa disebut polip (meskipun jinak, polip dapat juga tumbuh makin besar, mengalami pendarahan, dan berkembang menjadi kanker). Tumor ganas pada kolon dan rektum biasa disebut dengan kanker kolorektal. Di Amerika Serikat, kanker kolorektal adalah jenis kanker nomor empat terbanyak.

BAB keluar darah akibat polip atau kanker kolorektal biasanya hanya sedikit-sedikit dan berselang sehingga tidak sampai menyebabkan penurunan tekanan darah atau shock. Warna darah yang keluar dapat berwarna merah, merah tua, hingga hitam, tergantung lokasi kanker atau polip.

  • Angiodisplasia

Angiodisplasia adalah pertumbuhan abnormal getah bening dan pembuluh darah yang terjadi pada lapisan sebelah dalam usus besar, usus halus, atau lambung. Pembuluh darah yang terbentuk biasanya rapuh sehingga mudah pecah dan menyebabkan pendarahan. Penyebab dari angiodisplasia itu sendiri belum diketahui, namun diperkirakan kemungkinan terjadinya akan lebih besar seiring dengan pertambahan usia seseorang.

Pendarahan yang terjadi pada angiodisplasia biasanya tanpa diiringi dengan rasa nyeri. Warna darah yang keluar bervariasi mulai dari merah terang hingga hitam. Namun ada juga kasus angiodisplasia yang tidak menyebabkan pendarahan masif (darah yang keluar nyaris tak terlihat). Kondisi ini apabila berlangsung dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan anemia defisiensi zat besi bagi penderitanya.

  • Ulkus peptikum

Kemungkinan lain yang dapat menjadi penyebab BAB keluar darah adalah ulkus peptikum. Ulkus peptikum yaitu kerusakan pada dinding lambung atau usus halus. Kerusakan yang terjadi dapat hanya pada lapisan mukosa, submukosa, dan bisa juga hingga lapisan otot. Sebagian besar ulkus peptikum adalah akibat infeksi yang disebabkan oleh bakteri Helicobacter pylori (H. pylori).

Tanpa adanya bakteri, ulkus peptikum juga dapat terjadi akibat sebab yang alami, yaitu karena terkikis oleh asam lambung dan getah pencernaan di usus halus. Kondisi lain seperti penggunaan obat antiinflamasi dosis tinggi atau dalam jangka panjang, cedera, luka bakar, atau penyakit berat, juga dapat menyebabkan ulkus peptikum.

  • Kolitis

Kolon dapat mengalami peradangan, yang disebut dengan kolitis. Ada banyak hal yang dapat menyebabkan terjadinya kolitis, di antaranya adalah infeksi bakteri atau virus. Contoh bakteri dan virus yang dapat menyebabkan pendarahan sistem pencernaan adalah Salmonella, Shigella, Campylobacter, E. Coli, dan cytomegalovirus.

Penyakit Crohn, berkurangnya aliran darah secara mendadak ke area kolon, atau terapi radiasi yang digunakan untuk mengobati kanker pun dapat memicu kolitis. Selain keluar darah, gejala lain yang dapat dirasakan ketika seseorang terkena kolitis adalah nyeri perut dan diare (tidak jarang diare bercampur darah).

Ternyata ada banyak sekali penyebab BAB keluar darah. Terapi dan penanganan yang tepat akan sangat bergantung pada penyebabnya. Pada kasus keluarnya darah saat buang air besar yang disebabkan oleh H. pylori misalnya, dokter akan meresepkan antibiotik. Dokter juga mungkin akan meresepkan obat untuk menekan produksi asam lambung. Pada kasus kolitis maka dokter akan meresepkan obat antiinflamasi. Pada kasus kanker atau polip, seseorang mungkin memerlukan pembedahan.

Meskipun demikian, Anda tetap dapat melakukan hal-hal sederhana untuk mencegah BAB keluar darah. Misalnya, minum cukup air dan menambah asupan serat tiap harinya untuk mencegah konstipasi yang dapat menyebabkan (dan memperberat) ambeien dan fisura ani. Semoga artikel tentang kemungkinan penyebab keluarnya darah saat BAB ini bermanfaat bagi kita semua .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *