invisible bg invisible ico

Apakah Jantung Anda Berdetak Normal Tiap Menitnya?

Apakah Jantung Anda Berdetak Normal Tiap Menitnya?Jantung adalah salah satu organ utama dalam tubuh manusia. Amatlah penting untuk mengetahui dan mendeteksi detakan jantung secara normal. Karena jantung yang berdenyut atau berdetak dengan normal tiap menitnya menandakan bahwa Anda memiliki fungsi jantung yang baik.

Fungsi jantung adalah memompa darah yang membawa nutrisi dan oksigen ke seluruh tubuh. Jantung sehat yang berdetak seirama dan terus menerus akan mengalirkan darah lebih dari 14000 liter perhari. Nutrisi dan oksigen yang dialirkan melalui darah amat diperlukan oleh seluruh sel di dalam tubuh manusia. Sehingga jika Anda memiliki jantung yang berdetak dengan sehat, maka dapat dipastikan bahwa setiap sel dalam tubuh Anda akan tercukupi dengan nutrisi dan oksigen dan dapat bermetabolisme dengan baik.

Detak jantung dapat diketahui secara tidak langsung dengan mengukur denyut nadi. Selain dengan denyut nadi, mengukur detak jantung juga dapat dilaksanakan dengan menggunakan alat yang bernama elektrokardiogram. Dengan menggunakan alat ini, tidak hanya detak jantung yang dapat diketahui, irama jantung juga dapat terekam sehingga dokter dapat mendiagnosa dan mengetahui kondisi jantung Anda dengan lebih detail.

Berapakah Detak Jantung Normal per Menit?

Berdasarkan data National Institute of Health dalam website American Heart Association, detak jantung normal anak berusia lebih dari 10 tahun, dewasa dan lansia saat beristirahat adalah 60 – 100 kali per menit. Pada atlet olahraga, detak jantung normal akan lebih rendah yakni 40 – 60 kali per menit.

Denyut nadi yang lebih dari 100 kali per menit saat istirahat disebut dengan tachycardia. Dapat disebabkan aktivitas fisik, terjadi kondisi anemia, meminum obat-obatan atau zat stimulan seperti alkohol, kafein dan rokok. Penyebab lain adalah terjadinya hipertiroid, stress dan demam dapat menyebabkan terjadinya tachycardia selain adanya kelainan pada jantung sendiri.

Denyut nadi yang kurang dari 60 kali per menit saat istirahat disebut dengan bradycardia. Bradycardia dapat dianggap normal terutama pada para atlet olahraga. Beberapa kondisi penyakit seperti hipotiroid, penyakit pembuluh darah dan terdapatnya bekuan darah di lengan atau kaki juga menjadi penyebab rendahnya denyut nadi seseorang.

Berikut penjelasan lengkap mengenai beberapa hal yang dapat mempengaruhi denyut jantung atau nadi, antara lain:

  • Suhu Tubuh

Ketika terjadi perubahan suhu tubuh, maka akan terjadi pula perubahan dari denyut jantung. Proses perubahan denyut jantung akibat perubahan suhu tubuh ini kemudian disebut sebagai thermoregulatory system. Ketika suhu lingkungan panas atau ketika berolahraga, tubuh akan meningkatkan denyut jantung sambil melepaskan panas sehingga suhu di dalam tubuh tidak akan terlalu panas dan mencapai ambang batas suhu normal tubuh manusia yakni 37 derajat celcius.

Begitupun ketika berada pada lingkungan dengan suhu yang dingin, atau ketika Anda mandi dengan menggunakan air yang dingin. Maka otomatis detak jantung akan berkurang, serta tubuh akan melakukan berbagai upaya untuk menormalkan kembali suhu tubuh menuju 37 derajat celcius.

  • Makan

Ketika kita makan, maka detak jantung atau nadi akan meningkat. Hal ini disebabkan, makin banyaknya darah yang dipompa menuju sistem pencernaan untuk memproses makanan yang masuk ke dalam lambung atau organ pencernaan yang lain. Semakin besar porsi makanan yang dikonsumsi, akan semakin besar pula kenaikan detak jantung atau nadi kita.

  • Berolahraga

Ketika berolahraga, detak jantung akan meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan oksigen dan pelepasan karbondioxida oleh otot. Peningkatan detak jantung bahkan dapat mencapai dua hingga tiga kali diatas batas detak jantung Anda ketika beristirahat. Berolahraga dengan rutin dapat menurunkan detak jantung hingga dibawah batas detak jantung ketika istirahat.

Perlu selalu diingat bahwa tetaplah menjaga asupan air sebelum, ketika dan setelah berolahraga untuk menghindari kondisi dehidrasi. Kondisi dehidrasi justru akan meningkatkan detak jantung Anda dan dapat menjadikan stress pada otot jantung.

  • Usia

Semakin bertambahnya usia menyebabkan semakin turunnya batas tertinggi detak jantung yang dapat Anda capai setiap harinya. Kelelahan dapat mudah terjadi dan hal ini sangat dipengaruhi oleh proses fisiologis dari penuaan itu sendiri.

  • Jenis Kelamin

Wanita memiliki detak jantung yang lebih tinggi dibanding pria baik ketika tidur, istirahat maupun ketika beraktivitas. Hal ini dapat terjadi karena proses metabolisme pada wanita adalah lebih tinggi dibandingkan laju proses metabolisme pria. Jumlah massa otot wanita juga lebih sedikit, massa otot memiliki pengaruh langsung terhadap laju metabolisme tubuh seorang wanita.

  • Obat-obatan atau Kafein

Kafein ditemukan pada minuman berjenis kopi, soda, teh dan coklat. Kafein termasuk ke dalam zat stimulan, yang dapat mempengaruhi sistem persyarafan dan meningkatkan detak jantung. Kafein memiliki efek yang hampir sama dengan adrenalin, yakni sebuah hormon alami dalam tubuh manusia yang dapat menyebabkan peningkatan detak jantung.

Beberapa obat-obatan yang dapat menurunkan detak jantung antara lain adalah obat-obatan berjenis beta-kalsium bloker. Obat-obatan ini banyak digunakan dan diresepkan oleh dokter kepada penderita sakit jantung atau gangguan irama jantung.

Minuman berenergi juga memiliki efek meningkatkan denyut jantung. Hal ini berkaitan dengan kandungan taurin dan kafein yang ada dalam minuman berenergi. Sebuah penelitian yang terpublish oleh American Heart Association’s Scientific Sessions pada tahun 2007 mengenai efek dari konsumsi minuman berenergi. Hasil dari pemantauan detak jantung selama 7 hari berturut-turut menunjukkan bahwa terjadi kenaikan detak jantung sebesar 7.8% tiap hari, dan total terdapat 11% kenaikan detak jantung pada hari ketujuh konsumsi minuman berenergi.

Cara Mengukur Detak Jantung Melalui Pengukuran Denyut Nadi

Terdapat langkah mudah untuk mengukur detak jantung secara tidak langsung, yakni dengan mengukur denyut nadi. Berikut adalah langkah dan cara mengukur detak jantung melalui pengukuran denyut nadi:

  1. Letakkan ujung jari telunjuk dan jari tengah Anda pada pangkal ibu jari pergelangan tangan sebelah kiri ataupun kanan. Tekan sedalam satu atau dua centimeter dan rasakan denyutan nadi pada area ini. Selain pergelangan tangan, denyutan nadi juga mudah dirasakan pada leher, paha dalam dan lipatan lengan dalam.
  2. Sambil melakukan penekanan terhadap nadi pada salah satu lokasi yang telah disebutkan di atas, ambil jam tangan dan hitung jumlah detak nadi selama 15 detik. Kemudian kalikan dengan 4. Hasil total dari perkalian tersebut adalah detak jantung atau detak nadi Anda per menit.

Pengukuran detak jantung atau detak nadi dilakukan selain untuk mengetahui fungsi jantung apakah dalam kondisi baik atau tidak, pemeriksaan detak nadi dibutuhkan untuk melakukan uji kelancaran aliran darah ketika menggunakan bebat atau bandage yang menutup dan mengikat area luka.

Detak jantung yang terlalu cepat akan menyebabkan perasaan berdebar selain itu akan menyebabkan berkurangnya asupan darah dan oksigen pada organ utama lain selain jantung. Apabila tidak segera diatasi dengan pemberian obat-obatan penurun detak jantung atau dilakukan kejut jantung maka akan berujung pada syok dan kematian.

Telah tersaji berbagai informasi mengenai detak jantung normal per menit, berbagai faktor yang mempengaruhi detak jantung serta cara mengukur detak jantung secara manual. Menjaga hidup sehat dengan rajin berolahraga, istirahat yang cukup dan menghindari penyalahgunaan obat dan kafein dapat membantu Anda menjaga kesehatan jantung. Semoga tulisan ini bermanfaat .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *