invisible bg invisible ico

Apabila BAB bayi berbusa, Apakah Penyebabnya?

Apabila BAB bayi berbusa, Apakah Penyebabnya?Apabila BAB bayi Anda berbusa maka terdapat beberapa hal yang dapat Anda evaluasi. Warna, tekstur dan frekuensi BAB bayi akan berbeda-beda sesuai dengan usia dan jenis makanan yang dikonsumsi.

Selain membahas penyebab BAB bayi yang berbusa, dalam artikel ini akan dibahas pula warna, tekstur dan frekuensi BAB normal sesuai usia dan tahapan makan bayi sebagai perbandingan antara BAB bayi yang normal dengan BAB bayi berbusa.

Ketika BAB Bayi Berbusa Banyak Hal dapat Menjadi Penyebab

BAB yang berbusa tidak selalu menjadi pertanda terjadinya sebuah penyakit pada bayi Anda. Hal tersebut justru normal apabila bayi Anda baru lahir hingga usianya 3 bulan dan masih dalam fase ASI eksklusif. BAB yang berbusa merupakan tanda bahwa ususnya masih menyesuaikan terhadap komponen ASI yang banyak mengandung laktosa.

Setelah 3 bulan pemberian ASI ekslusif jika BAB bayi Anda masih terus menerus berbusa dan ditambah dengan tekstur yang encer dan berlendir, maka Anda dapat mulai waspada terhadap terjadinya alergi dan atau intoleransi terhadap laktosa.

Alergi berbeda dengan intoleransi laktosa. Alergi bermakna bayi tidak dapat untuk mencerna sama sekali protein yang terkandung dalam ASI ataupun susu sapi. Reaksi yang terjadi bukan hanya BAB yang berbusa, tetapi juga kemerahan pada kulit bayi, rewel karena nyeri perut, muntah bahkan bengkak dan sulit bernafas. Pada kondisi alergi, tidak hanya terhadap susu sapi saja bayi akan mengalami reaksi alergi, tetapi juga terhadap berbagai makanan yang mengandung protein susu sapi.

Sedangkan intoleransi laktosa bermakna tidak adanya enzim laktase atau ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi enzim laktase secara optimal yang dapat menyebabkan tidak terpecahnya laktosa menjadi gula yang dapat di serap oleh sel dalam tubuh. Laktosa merupakan jenis gula dan terdapat pada semua jenis susu mamalia, baik ASI maupun susu sapi.

Intoleransi laktosa akan menyebabkan laktosa akan menuju usus besar, dipecah oleh bakteri dalam usus besar menjadi asam dan gas. Hal inilah penyebab berbusa dan berlendirnya BAB bayi Anda. Kondisi intoleransi ini biasanya hanya akan menetap hingga usia bayi 5 tahun. Selepas 5 tahun maka sistem pencernaan akan mengalami kematangan dan tanda intoleransi laktosa akan menghilang dengan sendiri.

Susu soya dan susu hypoallergenic dapat menjadi pilihan Anda untuk menggantikan kebutuhan ASI dan susu sapi bagi bayi Anda yang mengalami kondisi alergi maupun intoleransi terhadap laktosa. Susu soya tidak mengandung protein dari susu sapi, karena menggunakan protein nabati dari kacang kedelai. Sedangkan untuk susu hypoallergenic, tetap menggunakan susu protein dari susu sapi, namun kandungan protein telah dipecah menjadi lebih kecil sehingga mengurangi resiko terjadinya reaksi alergi pada bayi.

Beberapa Tekstur BAB Bayi yang Dapat Anda Ketahui

Selain berbusa, warna dan tekstur BAB bayi dapat berbeda-beda sesuai dengan usia dan jenis makanan yang masuk ke dalam sistem pencernaannya. Berikut akan disajikan informasi mengenai tekstur BAB bayi sehingga Anda akan semakin mengetahui dan bisa membedakan BAB yang normal maupun tidak:

  • Kasar dan Berbutir

Pada bayi yang hanya mengkonsumsi ASI saja, maka BAB nya akan bertekstur kasar serta kadang terdapat bentuk berbutir. Butiran ini merukan lemak yang tidak dapat dicerna dengan baik oleh bayi.

Warna kuning mustard atau cenderung ke arah warna oranye adalah warna normal BAB bayi yang full ASI. Perlu diketahui pula bahwa kandungan laktosa ASI dari awal hingga akhir pancaran tetaplah sama, yang berbeda hanyalah jumlah lemak di akhir pancaran ASI biasanya lebih banyak daripada ASI yang keluar pada pancaran pertama.

  • Lembek

Pada bayi yang mengkonsumsi susu formula, BAB nya akan bertekstur lembek seperti pasta odol dengan warna normal BAB pada bayi yang mengkonsumsi susu formula adalah cenderung kecoklatan.

  • Padat namun Cenderung Lembek

Pada bayi yang memulai makanan pendamping ASI (MPASI), tekstur BAB nya akan menjadi lebih padat namun tetap cenderung lembek atau mushy.

  • Terdapat Sisa Makanan pada BAB

Apabila terdapat sisa makanan yang tidak tercerna pada BAB bayi, ketahuilah bahwa hal ini normal untuk beberapa kali BAB. Namun jika semakin sering bayi Anda BAB dan bertekstur seperti ini, maka terdapat kemungkinan tanda bayi Anda mengalami gangguan pencernaan pada beberapa jenis makanan. Sangat dianjurkan untuk  menunda pemberian jenis makanan tersebut hingga usia nya cukup untuk mencerna jenis makanan tersebut dengan lebih baik.

  • Tekstur Padat, Kering dan Kehitaman

Apabila BAB bayi Anda bertekstur padat, kering serta berwarna kehitaman dapat dipastikan bayi Anda mengalami konstipasi atau sembelit. Pada bayi yang konsumsi ASI saja, akan sangat jarang mengalami konstipasi. Namun apabila bayi Anda juga mengkonsumsi susu formula, maka konsultasikan hal ini pada Dokter Anak Anda. Kemungkinan terdapat ketidakcocokan pada merk atau jenis susu formula bayi Anda.

Terlalu dini memulai pemberian makanan pengganti ASI (MPASI) juga menjadi salah satu penyebab konstipasi atau sembelit pada bayi. Tunggulah hingga usia nya 6 bulan atau sistem pencernaanya siap dalam mencerna makanan padat. Lanjutkan pemberian ASI atau susu formulanya hingga cukup usianya.

  • Cair Tanpa Ampas

Diare menyebabkan tekstur BAB bayi menjadi cair dan tanpa ampas. Konsultasikan dengan Dokter mengenai kondisi ini, apakah penyebab terjadinya diare adalah bakteri yang terdapat pada pemberian makanan yang tidak bersih.

Apabila bayi Anda memasuki usia pemberian MPASI (6 bulan) dan mengalami diare berikan menu tunggal berupa puree buah-buahan seperti apel, pisang atau nasi yang dicampur dengan ASI. Jenis buah-buahan ini serta nasi mengandung banyak tannin yang membantu membentuk konsistensi BAB menjadi lebih padat. Kandungan dalam ASI juga menyeimbangkan nutrisi serta memperbaiki kesehatan organ usus.

  • Terdapat Warna Merah atau Darah pada BAB Bayi

Warna kemerahan dapat diakibatkan oleh jenis makanan yang dimakan oleh bayi. Pemberian tomat maupun buah bit, dapat menyebabkan warna kemerahan pada BAB bayi. Namun apabila yang tampak adalah warna darah, maka segera konsultasikan hal ini pada Dokter Anda.

Adanya darah segar dapat menunjukkan tanda bahwa terdapat luka terbuka pada lokasi anus bayi. Apabila terdapat garis dan berwarna hitam, perdarahan terjadinya pada organ lambung bayi.

Berapa Kali Frekuensi Normal BAB pada Bayi

Frekuensi normal BAB pada bayi ASI pada awal usia 6 hingga 8 minggu adalah lebih dari 2 kali dalam sehari. Setelah 2 bulan, baik frekuensi yang sekali setiap hari maupun hanya sekali dalam seminggu adalah normal. Karena ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi dan sangat mudah diserap. Kadang tidak ada ampas yang harus dikeluarkan oleh bayi ketika bayi hanya konsumsi ASI secara eksklusif.

Pada bayi dengan konsumsi susu formula, karena kandungan susu formula sendiri lebih padat dan susah dicerna oleh siste pencernaan bayi. Biasanya bayi dengan konsumsi susu formula dapat BAB satu hingga empat kali dalam sehari dengan tekstur yang lembek dan warna cenderung lebih coklat dibandingkan bayi dengan ASI eksklusif.

Demikian informasi mengenai BAB bayi yang berbusa dan penyebabnya. Disertai pula dengan tambahan informasi mengenai tekstur dan warna BAB serta frekuensi normal BAB pada bayi. Selalu pantau kondisi kesehatan bayi Anda untuk tumbuh kembang yang optimal. Semoga bermanfaat !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *