invisible bg invisible ico

Apa Penyebab Monosit Tinggi? Ketahui dan Waspadai

Apa Penyebab Monosit Tinggi? Ketahui dan WaspadaiMonosit tinggi sering dijadikan salah satu indikator adanya gangguan kesehatan pada seseorang. Apa itu monosit? Monosit merupakan jenis sel darah putih yang berperan dalam sistem pertahanan tubuh. Monosit dibentuk di sunsum tulang dan akan beredar di seluruh tubuh manusia dalam jumlah sekitar 300-500 mikro liter. Kemudian monosit akan masuk ke dalam jaringan tertentu dan akan mengalami proses pematangan. Setelah matang, monosit akan berubah menjadi sel makrofag yang berperan penting untuk kekebalan tubuh.

Monosit merupakan jenis dari sel darah putih yang cukup kuat untuk melawan kuman penyakit yang masuk ke dalam tubuh. Monosit memiliki permukaan sel yang tidak mulus karena memiliki protein spesifik yang berfungsi untuk mengikat benda-benda asing di dalam tubuh. Benda-benda asing ini dapat berupa bakteri, virus, jamur, parasit, maupun sel-sel asing yang mengganggu tubuh manusia. Monosit berperan untuk menghancurkan benda-benda asing tersebut dan membuang sel atau jaringan yang telah rusak. Walaupun ukurannya kecil, monosit dapat memakan kuman atau mikroorganisme yang ukurannya lebih besar.

Berbagai Penyebab Monosit Tinggi yang Hendaknya Diwaspadai

Pemeriksaan darah rutin merupakan jenis pemeriksaan laboratorium yang paling sering direkomendasikan dokter untuk pasiennya. Monosit merupakan salah satu komponen pemeriksaan darah rutin tersebut. Dalam pemeriksaan laboratorium, jumlah monosit yang normal yaitu berkisar antara 2 – 8 %. Jika jumlahnya lebih dari itu, maka kadar monosit dikatakan tinggi. Kadar monosit yang tinggi dapat disebabkan oleh berbagai hal. Berbagai penyebab monosit tinggi antara lain sebagai berikut:

  1. Adanya proses infeksi

Penyebab monosit tinggi yang pertama yaitu karena adanya proses infeksi. Proses infeksi yang dimaksud disini adalah masuknya kuman/mikroorganisme ke dalam tubuh manusia. Banyak jenis kuman yang bisa masuk ke tubuh manusia, seperti bakteri, virus, jamur, maupun parasit. Oleh karena itu jika terdapat salah satu jenis kuman yang masuk ke tubuh manusia, misalnya saja bakteri penyebab TBC, virus dengue penyebab demam berdarah, parasit jenis plasmodium penyebab malaria, dan sebagainya maka kadar monosit dalam darah akan mengalami kenaikan karena sedang melakukan perlawanan terhadap kuman penyakit.

  1. Reaksi alergi

Reaksi alergi merupakan hipersensitifitas dari sistem pertahanan tubuh terhadap benda asing yag masuk ke dalam tubuh yang sebenarnya tidak membahayakan. Jadi ada satu atau beberapa zat yang pada beberapa orang dianggap sesuatu yang berbahaya oleh sistem pertahanan tubuh sehingga menimbulkan reaksi alergi. Dengan melakukan pertahanan ini lah yang menyebabkan kadar monosit tinggi. Alergi dapat disebabkan oleh jenis makanan atau minuman tertentu, bulu binatang, suhu dingin, debu, dan sebagainya yang biasanya menimbulkan reaksi seperti gatal-gatal atau kemerahan ada kulit, mual/muntah, diare, pusing, sesak nafas, dan lain-lain.

  1. Adanya sel kanker

Sel kanker juga dianggap sebagai benda asing, oleh karena itu tubuh berusaha melawan melalaui mekanisme pertahanan tubuh yang mengakibatkan kadar monosit tinggi atau mengalami peningkatan. Sel kanker merupakan pertumbuhan sel-sel liar secara tidak terkendali sehingga akan mematikan sel-sel yang sehat. Dalam jumlah yang kecil sel-sel kanker ini dapat dilawan oleh sistem pertahanan tubuh, namun jika jumlahnya sudah banyak atau mengalami metastase maka pertumbuhannya sulit dicegah. Oleh karena itu harus dilakukan terapi medis untuk menghambat pertumbuhan sel-sel kanker tersebut.

  1. Stres

Stres sebenarnya suatu mekanisme pertahanan tubuh untuk menanggapi suatu rangsangan dari luar penyebab stres (stressor). Mekanisme pertahanan ini juga melibatkan sel darah putih yang bertujuan agar fungsi tubuh tetap berjalan dengan stabil. Karena ikut andil dalam melakukan pertahanan terhadap stressor maka kadar monosit dapat mengalami kenaikan.

  1. Anemia hemolitik

Anemia hemolitik juga dapat menjadi penyebab monosit tinggi. Anemia hemolitik adalah penyakit anemia yang diakibatkan karena sel-sel darah merah mati lebih cepat daripada kecepatan sunsum tulang belakang menghasilkan sel darah merah. Anemia hemolitik dapat disebabkan karena kelainan bawaabn atau dapat juga terjadi akibat infeksi kuman, adanya tumor/kanker, maupun karena efek samping obat. Terjadinya anemia hemolitik ini juga turut mempengaruhi sel monosit, dimana jumlahnya akan mengalami peningkatan.

  1. Konsumsi obat-obatan tertentu

Penyebab monosit tinggi yang berikutnya yaitu karena efek mengkonsumsi obat-obatan tertentu. Obat-obatan tersebut antara lain yaitu jenis obat lithium, beta antagonis, dan kortikosteroid. Selain itu obat-obatan untuk melawan sel kanker (sitostatika) juga dapat menimbulkan efek meningkatkan kadar monosit dalam darah.

  1. Penyakit sumsum tulang

Sebagaimana dijelaskan di atas, bahwa monosit diproduksi di sunsum tulang. Jika sunsum tulang mengalami gangguan atau terjadi penyakit, maka dapat menyebabkan kadar monosit tinggi. Bahkan pada beberapa kasus, penyakit sunsum tulang jika tidak ditangani maka dapat menyebabkan sel darah putih meningkat secara tidak terkendali sehingga dapat memicu timbulnya leukemia atau kanker darah.

  1. Penyakit autoimun

Adanya penyakit autoimun yang diderita oleh seseorang juga dapat menyebabkan monosit tinggi. Penyakit autoimun adalah suatu kelainan dimana sistem pertahanan tubuh menyerang sel-sel yang sehat. Padahal seharusnya sistem pertahanan tubuh menjadi pelindung atau benteng bagi tubuh untuk menghadapi suatu penyakit. Penyebab penyakit ini belum dapat dipastikan, namun diperkirakan akibat adanya kelainan genetik, perubahan hormon, dan paparan zat-zat tertentu. Beberapa contoh penyakit autoimun antara lain yaitu penyakit lupus, rheumatoid arthritis, diabetes tipe-1, multiple sclerosis, penyakit graves, dan psoriasis.

  1. Cedera

Adanya suatu cedera misalnya akibat terbentur ataupun mengalami luka sayat juga dapat menyebabkan monosit tinggi. Hal ini dikarenakan pada cedera mengalami proses peradangan sehingga akan melibatkan sel darah putih untuk melakukan perlawanan terhadap radang. Dalam proses melawan peradangan ini pada tubuh dapat terjadi respon alami berupa peningkatan suhu tubuh atau terjadi demam.

Monosit merupakan salah satu komponen penyusun sel darah putih. Dalam pemeriksaan laboratorium, tentunya tidak hanya monosit saja yang diperiksa untuk mendeteksi adanya gangguan kesehatan. Untuk melihat adanya suatu kelainan yang dilihat dari komponen sistem pertahanan tubuh, selain monosit pemeriksaan biasanya meliputi leukosit, neutrofil, limfosit, eosinofil, dan basofil. Jumlah leukosit normal untuk orang dewasa yaitu berkisar antara 4.000 – 10.500 sel/mm3, sedangkan untuk anak-anak berkisar antara 5.000 – 15.500 sel/mm3. Untuk jumlah sel neutrofil yang normal yaitu 40 – 60%, limfosit normal : 20 – 40%, eosinofil normal : 1 – 4%, dan basofil normal : 0,5 – 1%. Jika komponen sel darah putih tersebut ada yang melebihi normal maka patut diwaspadai adanya suatu penyakit atau suatu gangguan kesehatan.

Karena monosit tinggi merupakan salah satu indikator adanya kelainan dalam tubuh, maka kita tentunya berharap dalam pemeriksaan laboratorium hasilnya normal. Agar hasilnya normal, tentunya Anda harus terbebas dari penyakit terutama yang disebabkan oleh berbagai macam infeksi kuman, baik yang disebabkan oleh bakteri, virus, parasit, maupun jamur. Untuk menghindari penyakit infeksi, kuncinya adalah dengan menerapakan pola hidup bersih dan sehat, sebab kuman akan susah berkembang biak dalam tubuh yang bersih dan lingkungan yang sehat. Selain itu, Anda sebaiknya juga menghindari zat-zat karsinogenik atau pemicu kanker. Zat-zat yang bersifat karsinogenik antara lain terdapat pada makanan yang mengandung bahan pengawet, pemanis buatan, pewarna buatan, maupun zat-zat yang bersifat radio aktif .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *