invisible hit counter invisible bg invisible ico

Adakah Ciri-Ciri Anemia Berikut pada Anda?

Adakah Ciri-Ciri Anemia Berikut pada Anda?Sering pusing dan lemas membuat Anda bertanya-tanya, apakah hal yang Anda alami tersebut adalah ciri-ciri anemia atau bukan. Sebelum mengetahui apakah kondisi tertentu termasuk dalam ciri anemia atau tidak, terlebih dahulu kita harus memahami tentang anemia itu sendiri. Anemia adalah sebutan yang merujuk pada penurunan jumlah sel-sel darah merah yang beredar dalam darah. Dalam populasi umum, anemia adalah kelainan darah yang paling banyak dijumpai. Di Amerika Serikat, tercatat 3 juta penduduknya menderita anemia. Di seluruh dunia, diperkirakan 1.62 milyar orang terkena anemia. Ini berarti 1 dari 7 orang di dunia mengalami kondisi ini. Anak-anak usia prasekolah memiliki resiko terkena anemia paling tinggi, yakni 47% anak-anak usia prasekolah di dunia menderita anemia.

Di Indonesia sendiri, menurut studi yang dipublikasikan di Lancet Global Health, prevalensi anemia di antara wanita usia produktif (15 hingga 49 tahun, baik hamil maupun tidak hamil) adalah sebesar 22.5%, yang menunjukkan bahwa di negara kita apalagi, kondisi ini patut mendapat perhatian.

Memahami Definisi Anemia Sebelum Mengetahui Ciri-Ciri Anemia

Anemia adalah kondisi dimana tubuh mengalami penurunan jumlah sel-sel darah merah (eritrosit) yang beredar di pembuluh darah. Penurunan jumlah hemoglobin yang sehat dalam darah juga dapat disebut dengan anemia. Hemoglobin adalah protein di dalam sel darah merah yang berikatan dengan zat besi, yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.

Selain mengangkut oksigen, hemoglobin juga mengangkut karbondioksida dari seluruh tubuh kembali ke paru-paru untuk dihembuskan ke luar tubuh. Kadar hemoglobin bervariasi tergantung dari jenis kelamin dan usia. Pada wanita, kadar hemoglobin normal berkisar antara 12-16 gr/dL. Pada pria, kadar hemoglobin normal sedikit lebih tinggi daripada wanita, yakni antara 14-18 gr/dL. Pada anak, kadar hemoglobinnya berada dalam rentang 10-16 gr/dL. Sedangkan pada bayi baru lahir, kadar hemoglobinnya relatif lebih tinggi dibandingkan anak yang usianya lebih tua yaitu sekitar 12-24 gr/dL.

Ketika tubuh seseorang tidak memproduksi cukup sel-sel darah merah yang sehat, atau apabila kadar hemoglobin dalam darah di bawah rentang normal, atau jika tubuh menghancurkan sel-sel darah merah terlalu cepat/banyak, maka sel-sel di seluruh tubuh tidak akan mendapatkan cukup oksigen untuk menjalankan fungsinya secara optimal, yang menyebabkan seseorang mengalami ciri-ciri anemia. Pendarahan, yang menyebabkan seseorang kekurangan banyak sel darah merah, juga dapat memperbesar resiko anemia.

Ciri-Ciri Anemia Berdasarkan Penyebabnya

Tercatat ada lebih dari 400 jenis anemia yang berhasil diidentifikasi. Melihat banyaknya jenis anemia tersebut, terkadang sulit untuk benar-benar menentukan penyebab anemia. Namun, pada dasarnya penyebab anemia dapat dibagi menjadi tiga, yakni anemia akibat kehilangan darah, anemia akibat penurunan produksi sel-sel darah merah yang sehat, dan anemia akibat kerusakan sel-sel darah merah.

Secara umum, ciri-ciri anemia adalah tubuh merasa letih, lemah, kulit tampak pucat atau kekuningan, detak jantung tidak beraturan, nafas pendek-pendek dan cepat, pusing atau kepala terasa ringan (melayang), nyeri dada, kaki dan tangan apabila diraba maka terasa dingin, dan sakit kepala. Meski demikian, akan tampak tanda dan gejala lain tergantung pada apa penyebab yang mendasarinya. Mari kita simak satu persatu penyebab anemia dan ciri-ciri anemia yang ditimbulkannya.

  • Anemia akibat kehilangan darah

Jenis anemia yang paling banyak dijumpai, yakni anemia karena kekurangan zat besi, masuk dalam kategori ini. Sumsum tulang belakang kita membutuhkan zat besi agar mampu memproduksi hemoglobin. Tanpa adanya asupan zat besi yang mencukupi, tubuh tidak mampu memproduksi cukup hemoglobin untuk sel-sel darah merah kita. Anemia karena kekurangan zat besi dapat disebabkan oleh kurangnya asupan makanan yang mengandung zat besi, namun paling banyak disebabkan oleh kehilangan banyak darah.

Ketika tubuh kehilangan banyak darah seperti pada menstruasi yang deras, luka, prosedur pembedahan, proses melahirkan, pecah pembuluh darah maupun kanker, tubuh bereaksi dengan menarik air dari jaringan di luar aliran darah sebagai upaya untuk menjaga agar pembuluh darah tetap terisi cairan.

Meskipun secara jumlah volume cairan relatif “tetap”, akan tetapi cairan tambahan ini tentu saja tidak mengandung sel-sel darah merah. Cairan tambahan tersebut tidak mengandung hemoglobin. Ciri-ciri anemia yang tampak ketika seseorang kehilangan banyak darah adalah kadar hemoglobin yang di bawah normal, pucat, ekstremitasnya (kaki dan tangan) terasa dingin, disertai pusing.

  • Anemia akibat penurunan produksi sel-sel darah merah yang sehat

Sumsum tulang belakang adalah jaringan lembut yang bertekstur seperti spons, yang terletak di bagian tengah tulang kita. Tugas sumsum tulang belakang adalah memproduksi stem cell yang kemudian berkembang menjadi platelet (keping darah), sel darah putih, dan sel darah merah.

Ketika sumsum tulang belakang terpengaruhi oleh beberapa penyakit seperti leukemia, dimana sel-sel darah putih mengganas dan jumlahnya di luar ambang normal, produksi sel-sel darah merah yang sehat pun akan terganggu. Contoh lain adalah pada anemia sel sabit (sickle cell anemia).

Ciri-ciri anemia apabila seseorang menderita anemia sel sabit ini adalah, apabila dilihat di bawah lensa mikroskop, sel-sel darah merahnya berukuran lebih kecil dan berbentuk seperti bulan sabit. Di samping itu, secara fisik individu yang mengalaminya akan menampakkan gejala seperti pembengkakan di kaki dan tangan yang terasa nyeri, lelah, dan jaundice (kulit berwarna kekuningan).

Ada beberapa penyakit lain yang dapat mempengaruhi sumsum tulang belakang dalam memproduksi sel-sel darah merah yang sehat, seperti misalnya penyakit kronis (kanker seperti yang telah disebutkan, HIV/AIDS, rheumatoid arthritis, penyakit ginjal, Crohn’s disease, serta penyakit peradangan kronis lainnya). Ciri-ciri anemia yang tampak ketika anemia dipicu oleh penyakit-penyakit tersebut adalah demam dan bercak merah di kulit (selain tentu saja tanda dan gejala anemia yang secara umum sudah kita ketahui bersama).

Demikian pula pada kondisi tertentu seperti ketika seseorang kekurangan asam folat dan vitamin B12. Kedua nutrien tersebut sangat penting untuk memproduksi sel-sel darah merah yang sehat. Individu yang mengalami anemia yang dipicu oleh kekurangan asam folat selain menampakkan tanda dan gejala anemia secara umum, juga akan mengalami diare dan lidahnya apabila diperiksa tampak halus.

  • Anemia akibat kerusakan sel-sel darah merah

Sel-sel darah merah umumnya memiliki jangka hidup 120 hari dalam aliran darah. Namun pada beberapa kondisi, sel-sel darah merah tersebut dihancurkan lebih cepat sebelum sumsum tulang belakang dapat memproduksi sel-sel darah merah penggantinya. Kondisi ini disebut anemia hemolitika, yang dapat dipicu oleh infeksi, obat tertentu, kelainan pembekuan darah, pembengkakan limpa, hipertensi berat, atau racun yang dihasilkan dari penyakit hati atau ginjal kronis. Pada kasus ini, seseorang bisa mengalami nyeri perut, demam, air seni berwarna gelap, dan kulit berwarna kekuningan.

Selain ciri-ciri anemia yang telah banyak disebutkan di atas, seseorang bisa saja mengalami gejala tambahan seperti kerontokan rambut dan kondisi jantung yang memburuk. Apabila anemia sudah terjadi dalam jangka waktu yang lama (anemia kronis), tubuh mungkin saja telah membuat penyesuaian dengan kadar oksigen yang rendah dan seseorang mungkin saja tidak merasakan tanda dan gejala yang muncul kecuali jika anemianya mengalami perburukan. Memahami ciri-ciri yang muncul akan membantu untuk mendapatkan terapi yang tepat .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *