invisible bg invisible ico

14 Penyebab Infeksi Saluran Kencing pada Wanita yang Harus Diwaspadai

14 Penyebab Infeksi Saluran Kencing pada Wanita yang Harus DiwaspadaiInfeksi Saluran Kemih (ISK) terjadi pada wanita dua kali lebih besar resikonya dibandingkan pada pria. Salah satu penyebabnya karena saluran uretra pada wanita ukurannya lebih pendek dibandingkan pria, sehingga bakteri lebih cepat masuk dan memberikan efek infeksi. Penyebab infeksi saluran kencing pada wanita dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Kebersihan yang kurang terjaga menyebabkan kontaminasi bakteri hingga ke saluran kemih.

Gejala infeksi saluran kemih ditandai dengan seringnya buang air kecil dalam jumlah sedikit dengan warna yang keruh. Diiringi rasa sakit pada bagian bawah perut. Kadang-kadang juga dibarengi demam hingga menggigil. Ini menandakan infeksi sampai ke bagian ginjal. Seseorang positif dikatakan mengalami infeksi saluran kemih apabila dari hasil test laboratoriumnya ditemukan bakteri pada urinnya, terdapat nitrat pada urin, terdapat leukosit-esterase pada urin, sel darah putih >10/mm3 serta ditemukannya antibody-coated bacteria.

Penyebab Infeksi Saluran Kencing pada Wanita

Berbagai kondisi dapat menyebabkan terjadinya infeksi saluran kencing pada wanita, selain faktor kebersihan, faktor usia juga terkadang menjadi penyebab masalah ini. Berikut beberapa hal yang menjadi penyebab infeksi saluran kencing pada wanita:

  • Bakteri E.coli

Hampir 80% penyebab terjadi infeksi saluran kemih yang terjadi pada wanita disebabkan oleh bakteri E.coli yang masuk ke dalam saluran kemih. Hal ini terkait dengan kebersihan seseorang serta beberapa cara pembersihan yang kurang tepat. Misalnya menyiram air seni dari belakang ke depan. Hal ini akan membantu bakteri E.coli yang ada di anus pindah ke area bagian depan sehingga lebih beresiko masuk ke saluran kemih.

  • Menapouse

Wanita yang telah mengalami menapouse akan mengalami penurunan produksi hormon estrogen. Hal ini mengakibatkan terjadinya perubahan kondisi lingkungan pada saluran kemih yang menyebabkan resiko berkembangnya bakteri semakin besar yang dapat menyebabkan infeksi. Para wanita yang telah menapouse akan sering mengalami anyang-anyangan sebagai pertanda terjadinya infeksi pada saluran kemih.

  • Penggunaan kondom berlapis spermisida

Wanita yang berhubungan dengan suami yang menggunakan kondom dengan dilapisi bahan spermisida akan semakin rentan mengalami infeksi saluran kemih. Mengapa demikian? Bahan spermisida membunuh bakteri baik yang ada di saluran kemih, lalu memungkinkan bakteri jahat yang tumbuh kembang di dalamnya sehingga menyebabkan terjadinya infeksi.

  • Alat kontrasepsi diafragma

Jenis alat kontrasepsi ini bekerja dengan cara menekan uretra dan mengganggu kinerja pengosongan urine. Akibatnya, kemungkinan tumbuh kembangnya bakteri penyebab infeksi akan semakin besar. Bakteri-bakteri tersebut akan memicu terjadinya infeksi pada saluran kemih.

  • Penurunan daya tahan tubuh pada wanita

Wanita yang mengalami penurunan daya tahan tubuh dapat beresiko menderita infeksi saluran kemih. Bakteri yang masuk ke dalam tubuh dengan cepat akan menyerang saluran kemih dan menimbulkan efek gejala yang tak diinginkan. Beberapa kondisi daya tahan tubuh yang lemah pada wanita seperti misalnya pendarahan, kekurangan nutrisi, anemia, dehidrasi, kelelahan, persalinan yang terlalu lama dan sebagainya juga memungkinkan wanita mengalami infeksi saluran kemih.

  • Tidak buang air kecil setelah berhubungan

Aktivitas seksual antara wanita dan laki-laki memungkinkan resiko masuknya bakteri ke saluran kemih wanita yang lebih pendek. Maka setelah berhubungan, wanita sangat dianjurkan untuk buang air kecil dan membersihkan kotoran yang tersisa untuk membantu mencegah terjadinya infeksi saluran kemih yang lebih besar resikonya terjadi pada kaum wanita.

  • Kurang minum air putih

Kurang minum air putih menyebabkan pembersihan sistem kemih menjadi terhambat. Selain bisa menurunkan daya tahan tubuh karena dehidrasi, pembersihan kemih yang lambat akan memungkinkan bakteri bisa berkembang di saluran dan menyebabkan terjadinya infeksi. Setidaknya dalam sehari minum lah 2 liter air untuk meningkatkan daya tahan tubuh sekaligus membersihkan organ-organ tubuh yang lain.

  • Kehamilan

Kehamilan pada wanita juga sering menyebabkan anyang-anyangan pada wanita yang terkadang juga berlanjut pada infeksi saluran kencing pada wanita. Rahim yang semakin besar akan menekan kemih sehingga menyebabkan wanita sering BAK pada usia kehamilan yang semakin lanjut.

  • Kurang menjaga kebersihan pakaian dalam

Infeksi bakteri bisa terjadi dimana-mana, termasuk juga pakaian dalam yang kurang dibersihkan. Dalam sehari, minimal mengganti pakaian dalam sebanyak 3 kali, dan bisa lebih jika aktivitas cukup padat. Jika letih, seorang wanita biasanya sering mengalami keputihan dan sejenisnya yang menyebabkan pakaian dalam cepat kotor. Maka pada kondisi ini pakaian harus cepat-cepat diganti untuk mencegah kontaminasi bakteri masuk ke dalam saluran kemih.

  • Pemakaian keteter

Wanita yang baru selesai menjalani operasi melahirkan, atau operasi yang lainnya biasanya menggunakan keteter untuk membantu proses buang air kecil. Tahukah Anda, penggunaan alat ini memungkinkan resiko yang lebih besar pada wanita untuk mengalami infeksi saluran kemih. Maka pada saat menggunakan keteter pastikan kondisi tubuh wanita bersangkutan dalam kondisi yang prima untuk mengurangi resiko infeksi dari bakteri.

  • Air toilet yang kotor

Bagi para wanita, pastikan Anda yakin bahwa air di toilet yang digunakan untuk membersihkan BAK atau BAB dalam keadaan yang steril dan tidak kotor. Masuknya bakteri ke saluran kemih juga bisa disebabkan oleh kontaminasi bakteri yang ada di dalam air, sehingga ketika dibasuhkan bakteri tersebut berpenetrasi di kulit dan terus masuk ke bagian terdalam saluran. Pada wanita saluran uretra yang pendek akan mempercepat resiko terjadinya infeksi tersebut.

  • Menahan buang air kecil

Jangan biasakan menahan BAK, hal ini akan memicu kondisi ginjal dengan urine yang keruh. Pada kondisi ini pula bakteri akan semakin mungkin untuk tumbuh dan berkembang menyebabkan infeksi. Terutama pada wanita yang memiliki resiko lebih besar mengalami infeksi tersebut.

  • Penggunaan produk kewanitaan beraroma

Hati-hati memilih produk kewanitaan yang mengandung aroma parfum, penggunaan produk ini memungkinkan terjadinya iritasi pada kulit dan memicu masuknya bakteri ke bagian organ genetikal. Meskipun kebutuhan cantik itu penting, dalam hal ini Anda juga penting memperhatikan efek samping kesehatan organ kewanitaan keseluruhan.

  • Penggunaan pakaian dalam yang terlalu ketat dan berbahan tak menyerap keringat

Bagi wanita, dianjurkan untuk memakai pakaian dalam yang longgar dan berbahan katun yang menyerap keringat. Pakaian yang terlalu ketat akan menimbulkan resiko iritasi pada kulit, serta keringat yang tidak terserap dengan baik akan menjadi media subur tumbuh kembangnya bakteri. Pertumbuhan bakteri di pakaian dalam akan beresiko menyerang organ genetikal yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi.

Berbagai penyebab infeksi saluran kencing pada wanita di atas bisa diantisipasi dengan menjaga kebersihan yang baik, memilih produk-produk yang tepat untuk perawatan organ kewanitaan, banyak mengkonsumsi air putih dan vitamin C untuk kekebalan tubuh, serta memperhatikan kebiasaan-kebiasaan yang ternyata berefek pada kebersihan organ genetikal pada wanita. Sehingga resiko yang lebih besar tersebut dapat dicegah sejak dini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *