invisible hit counter

Serba-Serbi mengenai Telapak Tangan Berkeringat

Apa anda pernah merasakan telapak tangan berkeringat berlebihan atau melihat seseorang mengalami hal seperti itu? Keringat berlebih ini dikenal dengan istilah hyperhidrosis  dalam dunia kesehatan, dan tidak hanya dialami oleh telapak tangan melainkan dapat dialami bagian tubuh yang lain seperti telapak kaki (plantar hyperhidrosis ) dan juga pada bagian ketiak. Definisi hyperhidrosis  sendiri adalah keringat berlebih yang dialami oleh mereka yang terlihat sehat, akibat aktivitas saraf yang berlebih dan sering kali kondisi ini timbul saat kecil atau remaja.

Merasakan kondisi telapak tangan berkeringat terus-menerus tentu saja akan mengganggu, terkadang hal ini menyebabkan penderitanya malu karena tangannya yang selalu basah. Sejumlah aktivitas juga bisa terganggu, seperti anak-anak yang mengalami kondisi telapak tangan berkeringat tentu akan kesulitan menulis di buku karena bukunya bisa basah. Untuk itu di dalam artikel ini kami akan membahas sedikit informasi mengenai apa itu palmar hyperhidrosis  atau telapak tangan berkeringat, silahkan membaca!

Mengenal Lebih Jauh tentang Telapak Tangan Berkeringat (Palmar Hyperhidrosis)

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa keringat berlebih bisa dialami siapa saja sejak usia anak-anak ataupun remaja, lokasi timbulnya keluhan ini juga bervariasi dan tidak selalu sama. Dalam dunia kesehatan sendiri, istilah hyperhidrosis  dikategorikan menjadi 3 jenis kelainan yang memiliki dasar penyebab yang berbeda satu dengan yang lain. Untuk lebih jelas anda bisa membaca lebih lanjut kumpulan informasi yang sudah kami tulis di bawah ini.

Insidensi Hyperhidrosis

Insidensi atau angka kejadian dari kasus palmar hyperhidrosis  (telapak tangan berkeringat), plantar hyperhidrosis  (telapak kaki berkeringat) maupun axilla hyperhidrosis  (ketiak berkeringat) di negara kita memang sulit ditemukan karena metode pelaporan kasus yang masih belum baik. Di Amerika Serikat angka kejadian kasus hyperhidrosis  pada masa remaja dan dewasa muda dilaporkan sebesar 0,6-1%, sedangkan data dari seluruh dunia menunjukkan bahwa kasus palmoplantar hyperhidrosis  (telapak kaki dan telapak tangan berkeringat) terjadi 20 kali lebih sering pada etnis Jepang dibanding dengan etnis lainnya walaupun penjelasan akan data ini belum diberikan. Tidak ada perbedaan risiko terkena kelainan hyperhidrosis  baik pada jenis kelamin laki-laki maupun perempuan.

Kategori Penyakit dan Penyebab yang Mendasarinya

Penyakit hyperhidrosis selain dibagi berdasarkan lokasi terbanyak yang dikeluhkan penderitanya yakni palmar hyperhidrosis  (telapak tangan berkeringat), plantar hyperhidrosis  (telapak kaki berkeringat) maupun axilla hyperhidrosis  (ketiak berkeringat) juga dibagi ke dalam kategori lain bila dilihat dari penyebab yang mendasarinyanya. Ketiga kategori ini antara lain emotionally induced hyperhidrosis, localized hyperhidrosis dan generalized hyperhidrosis . Ketiga jenis hyperhidrosis  yang terjadi ini memiliki ciri khasnya masing-masing bahkan pencetusnya pun berbeda-beda.

Seperti pada kasus emotionally induced hyperhidrosis atau keringat berlebih dikarenakan masalah psikis. Masalah psikis yang dimaksud dalam hal ini haruslah masalah psikis yang berat bagi penderitanya dan menghasilkan rasa gugup, takut, emosi, marah dan sebagainya. Kasus keringat berlebih yang disebabkan oleh masalah psikis ini merupakan bentuk yang banyak ditemukan menyebabkan keluhan ketiak, telapak kaki dan telapak tangan berkeringat. Masalah psikis memang dapat berpengaruh pada sistem saraf manusia yakni sistem saraf otonom (persarafan manusia untuk hal-hal yang tidak disadari) terutama pada sistem saraf simpatis. Sistem saraf simpatis akan mempengaruhi tidak hanya kelenjar keringat untuk mengeluarkan keringat di telapak tangan, kaki dan ketiak melainkan juga mempengaruhi denyut jantung dan tekanan darah seseorang.

Selanjutnya adalah generalized hyperhidrosis  dimana keringat berlebih tidak hanya dirasakan dibeberapa bagian tubuh tertentu melainkan diseluruh tubuh penderitanya. Kondisi generalized hyperhidrosis bisa disebabkan langsung oleh gangguan sistem saraf otonom yakni  saraf simpatis atau merupakan efek dari gangguan lain seperti gangguan metabolik (diabetes melitus, hipertiroid dan hipoglikemia), timbulnya keganasan atau kanker dalam tubuh, penyakit infeksi seperti malaria juga efek penggunaan obat-obatan yang secara tidak langsung mempengaruhi pusat pengaturan suhu tubuh di otak dan akhirnya menyebabkan keringat berlebih.

Obat-obatan yang dimaksud seperti propanolol (obat jantung), obat depresi, pilocarpin (salah satu obat tetes mata). Untuk itu jika secara tiba-tiba anda merasa telapak tangan anda menjadi lebih banyak berkeringat dan anda sedang dalam terapi dengan menggunakan obat-obatan tertentu, cobalah diskusikan dengan dokter yang memberi pengobatan tersebut apakah gejala keringat berlebih yang dirasakan merupakan efek obat atau bukan. Selain itu kondisi generalized hyperhidrosis  juga bisa disebabkan oleh penggunaan alkohol dalam waktu lama dan penyakit flek paru-paru atau TBC (keringat berlebih di malam hari).

Yang terakhir adalah localized hyperhidrosis yang timbul hanya pada bagian tertentu pada tubuh penderitanya dan merupakan bentuk yang paling jarang ditemui. Kelainan ini seringnya timbul pada lengan bawah dan dahi penderita yang tampak sehat dan tanpa pencetus yang jelas. Kelainan localized hyperhidrosis ini juga dapat terjadi hanya pada satu sisi tubuh seperti contoh keringat berlebih yang hanya timbul pada dahi, pipi, hidung dan permukaan tangan sebelah kanan sedangkan sisi sebelah kiri tubuhnya tidak berkeringat sama sekali.

Localized hyperhidrosis sering dihubungkan dengan kelainan saraf otonom terutama saraf simpatis pada bagian tertentu dari tubuh penderitanya. Selain itu kelainan yang sifatnya lokal seperti kelainan distribusi kelenjar keringat yang berlebih pada tempat-tempat tertentu hingga timbul tumor pada kelenjar keringat dan pembuluh darah disekitarnya juga bisa menimbulkan keringat berlebih hanya pada bagian-bagian tertentu dari tubuh seseorang.

Terapi Hyperhidrosis

Selanjutnya kita akan membahas bagaimana kondisi hyperhidrosis baik palmar hyperhidrosis  (telapak tangan berkeringat) dan jenis kelainan hyperhidrosis lainnya diterapi. Terapi kondisi hyperhidrosis merupakan tantangan tersendiri dalam dunia kesehatan, dimana pengobatan luar dan juga pengobatan sistemik (obat-obat yang dikonsumsi dan masuk ke dalam tubuh) digunakan untuk mengurangi keadaan keringat berlebih ini. Untuk pengobatan luar baik penderita ketiak, telapak kaki dan telapak tangan berkeringat sering diberikan Glutaraldehyde (nama dagang : Cidex), Pottasium permanganate, Alumunium chloride 20% (nama dagang : Drysol) dan masih banyak lagi.

Hanya saja obat-obatan luar ini memiliki keterbatasan karena dapat mengiritasi kulit bagi orang sensitif dan kurang efektif. Penggunaannya cukup dioleskan dipermukaan telapak tangan pada malam hari dan dihapus kembali keesokan harinya. Selain obat luar, terapi hyperhidrosis  bisa menggunakan obat-obatan lain seperti suntikan toksin botulinum tipe A (nama dagang : Botox). Selain 2 metode terapi yang sudah disebutkan di atas, operasi untuk mengurangi aktivitas saraf simpatis penderitanya juga dapat diperhitungkan.

Demikianlah sejumlah informasi yang bisa kami bagikan kepada pembaca sekalian mengenai palmar hyperhidrosis (telapak tangan berkeringat) dan beberapa jenis kondisi hyperhidrosis lainnya. Jika anda memiliki kerabat atau bahkan mengalami masalah seperti ini, maka tidak ada salahnya untuk memeriksakan diri anda ke dokter untuk mengetahui masalah apa yang menyebabkan anda mengalami keringat berlebih. Akhir kata, semoga artikel ini berguna untuk menambah wawasan kita semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *