invisible hit counter

SADARI : Teknik Pemeriksaan Gejala Awal Kanker Payudara

SADARI : Teknik Pemeriksaan Gejala Awal Kanker PayudaraBagi setiap perempuan mengetahui gejala awal kanker payudara merupakan hal yang penting. Bagaimana tidak? Penyakit kanker payudara merupakan salah satu kanker yang memiliki angka kejadian juga angka kematian yang tinggi bagi kaum hawa bersama dengan kanker mulut rahim. Angka kejadian dan juga angka kematian yang tinggi pada kasus-kasus kanker payudara ini sebagian besar disebabkan oleh keterlambatan diagnosis oleh petugas kesehatan, yang merupakan efek dari ketidaktahuan wanita akan gejala awal kanker payudara ini sendiri.

Sama seperti proses keganasan lainnya, kanker payudara tidak timbul dalam waktu yang singkat melainkan membutuhkan yang lama hingga akhirnya mampu merusak seluruh organ di tubuh kita. Tanda dan gejala awal kanker payudara sendiri sebenarnya bisa dideteksi oleh wanita, jika ia sering memperhatikan kesehatan payudaranya sendiri. Di dalam artikel ini kita akan membahas mengenai teknik pemeriksaan payudara guna mendeteksi gejala kanker payudara!

6 Langkah SADARI (Periksa Payudara Sendiri) Ketahui Gejala Awal Kanker Payudara!

Istilah SADARI saat ini sudah cukup awam didengar oleh berbagai kalangan perempuan di negara kita, hanya saja kurangnya kesadaran dan juga pengetahuan tentang pentingnya melakukan teknik pemeriksaan ini menjadi alasan mengapa kanker payudara masih terlambat terdiagnosis. Mari kita simak 6 langkah mudah melakukan pemeriksaan payudara sendiri di bawah ini!

  • Langkah I

Langkah pertama guna mengetahui gejala awal kanker payudara adalah dengan memperhatikan payudara kita sendiri. Hal ini memang masih sangat aneh dan terkesan tabu untuk dilakukan oleh wanita kebanyakan, akan tetapi dengan melakukan pemeriksaan ini secara rutin kita akan dengan mudah menyadari jika terdapat kelainan pada payudara sendiri.

Pada langkah pertama, setiap wanita diharapkan untuk berdiri tegak di depan kaca sambil memperhatikan apakah ada perubahan bentuk, perbedaan ukuran bermakna dari kedua payudara, perubahan permukaan kulit payudara, apakah ada pembengkakan dan/ atau perubahan bentuk dari puting payudaranya. Jangan khawatir jika terdapat sedikit perubahan ukuran pada kedua payudara, karena itu kerap terjadi pada sebagian besar perempuan.

  • Langkah II

Langkah berikutnya sebenarnya tidak jauh berbeda dengan langkah pertama, dimana tetap dilakukan dalam posisi berdiri. Pada langkah pemeriksaan payudara sendiri berikutnya Anda diminta berdiri di depan kaca, dengan posisi tangan diletakkan di belakang kepala dan siku Anda melipat.

Setelah berada pada posisi yang tepat, posisikan siku terdorong ke belakang dan lakukan kembali pengamatan seperti di atas mengenai apakah ada perbedaan bentuk dan ukuran, bagaimana permukaan payudara, apakah ada pembengkakan payudara ataupun perubahan pada puting kedua payudara.

  • Langkah III

Pemeriksaan payudara ketiga guna mendeteksi gejala awal kanker payudara masih berhubungan dengan dua teknik pemeriksaan di atas. Sang wanita masih diminta berdiri di depan cermin namun dengan perubahan posisi tangan. Pada teknik kali ini, kedua tangan wanita diletakkan di pinggang sambil bahu bagian depan dicondongkan ke depan sehingga posisi payudara terlihat menggantung.

Setelah berada pada posisi seperti di atas, lakukan pengamatan yang sama seperti kedua pemeriksaan payudara sebelumnya. Ketiga teknik pemeriksaan di atas dilakukan tanpa menyentuh payudara dan dilakukan hanya dengan melihat dan mengamati, mudah bukan?

  • Langkah IV

Langkah berikutnya berbeda dengan tiga langkah pemeriksaan sebelumnya, pada teknik pemeriksaan kali ini kita akan menggunakan perabaan yang dalam dunia medis disebut palpasi. Pertama teknik pemeriksaan untuk payudara kiri, wanita yang ingin memeriksa payudaranya harus mengangkat lengan kirinya ke atas dan menekuk sikunya hingga tangan kiri memegang bagian atas punggung.

Selanjutnya pemeriksaan akan dilakukan dengan menggunakan tangan kanan, dimana jari-jari tangan kanan Anda diminta untuk melakukan perabaan dan penekanan pada payudara. Lakukan gerakan perabaan dan penekanan dari atas ke bawah, kemudian dengan melakukan gerakan melingkar dan juga gerakan lurus dari tepi payudara hingga ke puting. Cermati seluruh bagian payudara hingga ke area ketiak. Kemudian ulangi pemeriksaan yang sama pada payudara sebelah kanan guna mendeteksi gejala awal kanker payudara.

  • Langkah V

Langkah selanjutnya merupakan pemeriksaan yang mungkin sedikit agak tidak nyaman untuk dilakukan, akan tetapi karena semua teknik pemeriksaan payudara ini dilakukan oleh wanita itu sendiri maka hal ini menjadi tidak begitu mengkhawatirkan. Pada teknik SADARI kali ini, setiap perempuan diminta untuk mencubit atau menekan kedua puting susu guna memperhatikan apakah ada cairan yang keluar dari puting susu atau tidak. Hal ini bisa menjadi salah satu gejala awal kanker payudara yang perlu diwaspadai. Segera laporkan ke dokter jika dari pemeriksaan ini didapatkan cairan yang keluar tidak wajar dari payudara Anda.

  • Langkah VI

Teknik pemeriksaan payudara yang terakhir ini berbeda dari teknik-teknik sebelumnya, karena wanita yang akan melakukan pemeriksaan diminta berbaring di tempat tidur. Pada posisi berbaring, letakkan bantal di bawah pundak yang akan Anda periksa kemudian angkat lengan kiri ke atas (jika Anda ingin memeriksa payudara kiri terlebih dahulu).

Cermati payudara yang akan Anda periksa, kemudian lakukan teknik pemeriksaan dengan melakukan perabaan seperti pada langkah ke-empat. Perlu Anda perhatikan perabaan dan penekanan pada pemeriksaan payudara ini tidak perlu dilakukan terlalu keras. Jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan pada area ketiak terutama jika teraba benjolan yang bisa menjadi tanda telah terjadi proses keganasan pada payudara Anda. Ulangi teknik pemeriksaan tersebut pada payudara kanan dan area ketiak kanan.

Setelah mengetahui 6 langkah pemeriksaan payudara sendiri di atas, setiap wanita diharapkan untuk bisa memeriksa payudaranya secara rutin. Ciri-ciri payudara yang normal yang bisa Anda nilai dari pemeriksaan payudara sendiri ini, adalah bentuk  dan ukuran kedua payudara sama dan seimbang. Selain itu permukaan kulit payudara yang normal akan tampak halus, berbeda dengan payudara yang terkena kanker dimana permukaannya kasar dan terlihat seperti permukaan kulit jeruk (dalam dunia medis disebut peau d’orange).

Selain itu payudara yang sehat tidak berbenjol ataupun bengkak, dimana pada kasus kanker hampir selalu ditemukan benjolan. Pemeriksaan payudara ini dianjurkan untuk dilakukan secara rutin pada hari ke 7-10 setelah hari pertama menstruasi pada seorang wanita. Pemeriksaan dengan teknik SADARI ini merupakan pemeriksaan yang paling sederhana yang bisa dilakukan dengan mudah oleh setiap wanita. Akan tetapi tetap perlu diperhatikan bahwa pemeriksaan SADARI ini memerlukan teknik pemeriksaan lain dari dokter seperti USG (Ultrasonografi) maupun mamografi untuk mendapatkan diagnosis yang lebih tepat sehingga pada akhirnya bisa mendapatkan terapi yang tepat pula.

Untuk itu, jangan lupa periksa payudara Anda sendiri secara rutin dan jika Anda menemukan kelainan segera konsultasikan kepada dokter. Akhir kata, semoga artikel mengenai pemeriksaan untuk deteksi gejala awal kanker payudara ini bermanfaat bagi kita semua!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *