invisible hit counter

Penyebab Hamil di Luar Kandungan yang Perlu Anda Antisipasi

Penyebab Hamil di Luar Kandungan yang Perlu Anda AntisipasiAngka kejadian hamil di luar kandungan ternyata cukup tinggi yakni 1 dari 50 kehamilan, hal ini tentunya membuat calon ibu waspada akan hal-hal yang menjadi penyebab hamil di luar kandungan. Hamil di luar kandungan dikenal dalam dunia kedokteran sebagai kehamilan ektopik, yakni suatu kondisi dimana sel telur yang telah terbuahi oleh sel sperma menempel di tempat selain rongga rahim. Sebagian besar kasus hamil di luar kandungan terjadi di tuba falopi. Tuba falopi tentu saja tidak dirancang untuk menampung janin. Itulah sebabnya, calon janin yang menempel di tuba falopi tidak dapat berkembang dengan sempurna dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Hamil di luar kandungan adalah salah satu komplikasi yang terjadi pada kehamilan dan sangat berpotensi mengancam keselamatan ibu, sehingga sangat penting untuk mengenali tanda-tanda awal dari hamil di luar kandungan dan mendapatkan penanganan sesegera mungkin. Mengetahui penyebab hamil di luar kandungan, seperti yang akan diuraikan lebih lanjut dalam artikel ini, juga sangat penting sebagai langkah antisipasi dan kewaspadaan.

Bagaimana Hamil di Luar Kandungan Bisa Terjadi dan Penyebab Hamil di Luar Kandungan yang Harus Anda Waspadai

Agar kehamilan bisa terjadi, indung telur seorang wanita harus melepaskan satu sel telur tiap bulannya ke tuba falopi, dimana sel telur tersebut akan tinggal di sana selama 24 jam, menunggu untuk dibuahi. Ketika sel sperma akhirnya datang dan membuahi sel telur tersebut, sel telur yang sudah dibuahi akan tetap berada di tuba falopi selama 3 atau 4 hari sebelum bergerak menuju ke rongga rahim. Begitu tiba di rongga rahim, sel telur yang sudah dibuahi tersebut akan menempel di dinding rahim dan terus tumbuh dan berkembang sampai tiba saatnya persalinan.

Akan tetapi, pada kasus hamil di luar kandungan, sel telur yang sudah dibuahi tidak bergerak ke rongga rahim, ia justru menempel di tuba falopi atau tempat lain (pada kasus hamil di luar kandungan yang lebih jarang terjadi, sel telur yang sudah dibuahi menempel di leher rahim, ovarium, atau organ lain di perut ibu). Sayangnya, calon janin yang menempel di tempat lain selain di rongga rahim tersebut tidak dapat ditransplantasikan ke tempat yang seharusnya. Sehingga, terminasi kehamilan adalah satu-satunya pilihan.

Keputusan untuk mengambil tindakan mengakhiri kehamilan harus dilakukan dengan cepat karena calon janin yang menempel di tuba falopi semakin bertambah besar. Tuba falopi dapat saja pecah, yang mengakibatkan nyeri perut dan pendarahan hebat. Pecahnya tuba falopi dapat meningkatkan resiko kerusakan permanen pada tuba falopi dan bahkan kematian apabila pendarahan dalam tidak diatasi dengan segera.

Penyebab hamil di luar kandungan tidak diketahui secara pasti. Salah satu hal yang mungkin menyebabkan terjadinya hamil di luar kandungan adalah kerusakan atau kebuntuan tuba falopi. Tuba falopi yang rusak atau buntu dapat menghambat perjalanan sel telur yang telah dibuahi menuju rongga rahim, sehingga menempel di tuba falopi atau tempat lainnya. Akan tetapi, resiko Anda untuk mengalami hamil di luar kandungan akan lebih besar apabila Anda memiliki kondisi-kondisi berikut:

  • Operasi

Apabila Anda pernah menjalani operasi sebelumnya di daerah perut, panggul, atau yang berkaitan dengan tuba falopi (seperti misalnya pengikatan tuba falopi dalam rangka sterilisasi atau pembukaan ikatan tuba falopi kembali) dapat menjadi salah satu penyebab hamil di luar kandungan. Hal ini karena terjadi adesi atau perlengketan pada tuba falopi sehingga dapat mencegah perjalanan normal calon janin menuju rahim.

  • Riwayat hamil di luar kandungan sebelumnya

Pada beberapa studi kasus, para ahli menemukan bahwa seorang wanita yang sudah pernah mengalami satu kali hamil di luar kandungan, memiliki resiko 5-25% lebih tinggi untuk mengalami kembali kejadian hamil di luar kandungan, tergantung pada bagaimana kasus hamil di luar kandungan yang sebelumnya ditangani.

  • Penyakit radang panggul atau pelvic inflammatory disease (PID)

Infeksi yang menyerang tuba falopi dapat menyebabkan tuba falopi mengalami kebuntuan baik sebagian maupun seluruhnya, sehingga hal ini dapat menjadi salah satu penyebab hamil di luar kandungan. Pada penyakit radang panggul, infeksi bakteri yang menyerang tuba falopi, rahim, atau ovarium berasal dari penyakit menular seksual (seperti misalnya chlamydia atau gonorrhea) yang tidak ditangani dengan baik.

Penyakit radang panggul itu sendiri tidak selalu menimbulkan gejala. Sehingga, apabila Anda memiliki riwayat menderita penyakit menular seksual, kemungkinan Anda untuk mengalami hamil di luar kandungan juga meningkat, meskipun Anda tidak terkena penyakit radang panggul.

  • Endometriosis

Endometriosis adalah suatu keadaan dimana jaringan yang normalnya ada di rongga rahim tumbuh di tempat lain, seperti misalnya di ovarium, usus, atau tuba falopi. Apabila jaringan rahim ini tumbuh di tuba falopi akan menyebabkan peradangan dan membentuk jaringan parut, yang pada akhirnya dapat menjadi salah satu penyebab hamil di luar kandungan.

  • Masalah kesuburan

Sulitnya seseorang mendapatkan momongan salah satunya disebabkan oleh adanya kerusakan pada tuba falopi. Apabila Anda hamil setelah menjalani terapi kesuburan atau program bayi tabung, kemungkinan untuk mengalami hamil di luar kandungan sedikit lebih tinggi dari rata-rata.

  • Berusia 35 tahun atau lebih

Jika Anda berusia 35 tahun atau lebih (kisaran 35-44 tahun), Anda akan memiliki beberapa faktor resiko yang terakumulasi sekaligus seiring berjalannya waktu, seperti lebih rentan terkena penyakit radang pinggul dan mungkin terjadi perubahan pada seberapa baik organ-organ sistem reproduksi Anda bekerja.

  • Merokok

Pemerintah telah lama mencantumkan peringatan yang tertempel pada bungkus rokok bahwa dampak merokok salah satunya adalah dapat menyebabkan gangguan kehamilan dan janin. Hal ini bukanlah sekedar ancaman belaka. Para ahli di dunia kedokteran tidak mendukung kaum wanita untuk merokok, karena merokok dapat merusak fungsi normal tuba falopi sehingga dapat menghambat pergerakan calon janin menuju rahim. Inilah yang membuat rokok diklaim sebagai salah satu penyebab hamil di luar kandungan.

  • Metode kontrasepsi tertentu

Intrauterine device (IUD) adalah metode kontrasepsi yang bekerja dengan cara mencegah sel telur menempel di dinding rahim, namun pada kasus yang sangat jarang, sel telur yang telah dibuahi tersebut menempel di tempat selain rahim. Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa metode kontrasepsi hormonal progestin juga dapat meningkatkan resiko Anda untuk mengalami hamil di luar kandungan.

Selain penyebab hamil di luar kandungan yang baru saja disebutkan, Anda juga harus mengenal betul tanda-tanda hamil di luar kandungan, seperti nyeri di area panggul, pendarahan melalui organ kewanitaan, rasa nyeri yang tajam (seperti ditusuk) di perut atau di salah satu sisi pinggang, mual, muntah, pusing, dan badan terasa lemah. Rasa nyeri dapat juga dirasakan di leher atau bahu. Hamil di luar kandungan adalah kondisi yang berbahaya. Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut yang berlangsung lebih dari beberapa menit, segera hubungi dokter secepatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *