invisible hit counter

Penyakit Kelenjar Getah Bening – Penyebab, Gejala, dan Penanganan

Penyakit Kelenjar Getah Bening - Penyebab, Gejala, dan PenangananPenyakit kelenjar getah bening memang bermacam-macam, mulai dari yang disebabkan oleh infeksi hingga keganasan dan bisa menyerang siapa saja. Kelenjar getah bening adalah salah satu organ penting dalam tubuh manusia yang berfungsi sebagai tempat pematangan sel-sel darah putih yang selanjutnya akan memegang peranan dalam melawan kuman penyakit. Kelenjar ini tersebar di seluruh tubuh, berukuran kecil serupa kacang, dan menjadi bagian penting dalam sistem kekebalan tubuh manusia. Seiring fungsinya sebagai salah satu organ penting dalam pertahanan tubuh kita, kelenjar getah bening akan ikut menunjukkan gejala ketika tubuh terserang penyakit.

Sebagai contoh, seseorang yang terkena infeksi akan mengalami pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar lokasi tempat terjadinya infeksi tersebut. Hanya saja perlu diketahui bahwa pembengkakan kelenjar getah bening tidak hanya disebabkan oleh infeksi semata, melainkan juga penyakit kelenjar getah bening lainnya. Untuk itu di dalam artikel ini kami akan membahas beberapa penyakit kelenjar getah bening baik penyebab, gejala dan juga penanganannya.

Daftar Penyakit Kelenjar Getah Bening, Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa penyakit kelenjar getah bening hampir selalu ditandai dengan pembengkakan kelenjar tersebut. Pembengkakan kelenjar ini terjadi karena respon dari sel-sel darah putih terhadap adanya suatu kondisi atau benda asing di dalam tubuh penderitanya. Pembengkakan kelenjar getah bening juga biasanya hanya terjadi pada kelenjar yang lokasinya berdekatan dengan lokasi infeksi dan sangat jarang terjadi di seluruh tubuh. Mari kita simak penjelasan lebih lengkapnya di bawah ini!

  • Infeksi di luar kelenjar getah bening.

Penyakit kelenjar getah bening yang pertama akan kita bahas merupakan pembengkakan pada kelenjar getah bening yang disebabkan oleh infeksi pada organ di luar kelenjar tersebut. Infeksi yang sering kali menimbulkan pembesaran kelenjar getah bening di sekitarnya adalah radang tenggorokan (ISPA), penyakit seperti campak, infeksi pada telinga, masalah pada gigi dan mulut seperti gigi berlubang, gusi bengkak dan bernanah.

Semua penyakit yang disebutkan ini akan menimbulkan gejala berupa pembesaran kelenjar getah bening di sekitar kepala dan leher, seperti pada kelenjar getah bening di bawah rahang atau di belakang telinga. Kelenjar akan teraba membesar dan akan membaik dengan sendirinya jika infeksi di atas teratasi, karena pembengkakan kelenjar ini hanya merupakan respon terhadap kondisi infeksi yang terjadi. Untuk itu jika anda mengalami pembesaran kelenjar getah bening dan sedang mengalami infeksi seperti di atas, periksakan diri anda ke dokter dan dapatkan terapi yang tepat sehingga pembengkakan kelenjar getah bening juga akan membaik.

Selain infeksi tenggorokan, infeksi kulit oleh bakteri (dikenal dengan istilah erisipelas dan selulitis) juga akan memberikan respon berupa pembesaran kelenjar getah bening di sekitar daerah tempat terjadinya infeksi kulit tersebut. Sama halnya dengan infeksi tenggorokan, segera periksakan diri anda ke dokter jika anda mengalami infeksi kulit dan pembesaran kelenjar getah bening di sekitarnya. Jaga kebersihan kulit yang mengalami infeksi dan jangan memberikan ramuan tertentu sebelum mengetahui penyebab terjadinya infeksi pada kulit anda karena bisa memperburuk infeksi tersebut.

Selanjutnya adalah infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) dimana tubuh penderitanya juga akan memberikan respon terhadap infeksi yang terjadi. Tidak hanya itu, pada kasus infeksi HIV, sel darah putih penderitanya merupakan target utama penghancuran oleh virus ini. Hal inilah yang menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening pada pasien yang terinfeksi HIV terjadi pada hampir seluruh kelenjar di tubuh mereka, tidak terasa sakit namun perlahan membesar karena kelenjar getah beningnya berjuang untuk menghasilkan lebih banyak sel darah putih.

Berbeda dengan infeksi-infeksi sebelumnya, penderita infeksi HIV harus melalui sejumlah pemeriksaan untuk mengetahui jumlah sel darah putih di dalam tubuhnya dan penanganan penyakit ini juga harus dilakukan seumur hidup guna menghindari komplikasi.

  • Infeksi kelenjar getah bening.

Berikutnya adalah penyakit kelenjar getah bening yang berasal dari infeksi pada kelenjar itu sendiri, seperti contoh adalah infeksi kuman Mycobacterium tuberculosis. Infeksi ini dikenal dengan istilah limfadenitis TB. Pada kasus infeksi langsung pada kelenjar getah bening, maka kelenjar anda tidak hanya akan membengkak melainkan juga terasa nyeri, teraba hangat, bahkan bisa menimbulkan luka atau borok (ulkus) jika tidak segera diobati. Pengobatan harus dilakukan berdasarkan pemantauan dokter karena tidak hanya membutuhkan obat-obatan tertentu, dan jika sudah timbul luka maka penanganan yang diberikan akan ditambah dengan perawatan luka.

  • Penyakit autoimun.

Penyakit kelenjar getah bening yang selanjutnya adalah kumpulan penyakit autoimun. Penyakit autoimun secara sederhana diartikan sebagai kondisi dimana sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang sel-sel sehat dari tubuhnya sendiri. Hal inilah yang menyebabkan penderita penyakit autoimun juga akan mengalami pembesaran kelenjar getah bening, tetapi disertai dengan gejala lain dari penyakitnya.

Seperti pada penyakit lupus dan Rheumatoid Arthritis, dimana penderitanya akan mengeluhkan nyeri pada sendi, kelainan kulit dan juga gangguan organ lain seperti jantung, ginjal dan paru-paru. Penderita penyakit autoimun akan mendapatkan terapi khusus dari dokter guna menekan aktivitas sistem pertahanan tubuh mereka sehingga berbagai gangguan yang ditimbulkan dapat ikut ditekan. Penegakan diagnosis penyakit autoimun juga memerlukan sejumlah pemeriksaan khusus yang akan diusulkan oleh dokter yang memeriksa anda.

  • Keganasan atau kanker kelenjar getah bening.

Penyakit kelenjar getah bening yang terakhir akan kita bahas adalah keganasan atau kanker, baik yang memang menyerang kelenjar getah bening atau merupakan metastasis (penyebaran) dari kanker lain. Keganasan pada kelenjar getah bening dikenal dengan istilah limfoma malignan yang penyebabnya belum diketahui dengan pasti, namun Virus Epstein Barr merupakan virus yang dicurigai sebagai penyebabnya.

Limfoma yang ganas terdiri dari 2 jenis yakni Hodgkin Limfoma dan Non-Hodgkin Limfoma, yang dibedakan menggunakan pemeriksaan histologi di laboratorium. Kedua kondisi ini akan menyebabkan penderitanya mengalami pembengkakan kelanjar getah bening leher (pada 80% Hodgkin Limfoma) dan juga kelenjar getah bening lain, penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas, keringat pada malam hari, nafsu makan dan daya kerja yang juga menurun dan gatal-gatal pada kulit. Pengobatan limfoma ganas ini dapat dilakukan dengan menggunakan kemoterapi dan radiasi.

Setelah melihat penjelasan mengenai sejumlah penyakit kelenjar getah bening yang memang beragam, maka anda harus lebih mewaspadai keluhan pembengkakan kelenjar getah bening, terutama yang dirasakan timbul tanpa alasan yang jelas maupun pembengkakan kelenjar getah bening yang teraba keras dan sulit digerakkan, cepat membesar dan disertai dengan penurunan berat badan tanpa alasan dari penderitanya. Jika hal itu terjadi, segera periksakan diri anda ke dokter guna mengetahui diagnosis dan terapi yang tepat. Akhir kata semoga artikel mengenai penyebab, gejala dan penanganannya dari berbagai penyakit kelenjar getah bening berguna bagi pengetahuan kita semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *