invisible hit counter

Obat Flu untuk Ibu Menyusui: Cara Alami dan Aman Atasi Flu

Obat Flu untuk Ibu Menyusui: Cara Alami dan Aman Atasi FluFlu adalah penyakit yang sangat umum terjadi dan dapat menyerang siapa saja, tidak terkecuali ibu menyusui, sehingga obat flu untuk ibu menyusui yang aman banyak dicari. Seseorang bisa terkena flu jika terinfeksi virus yang menyerang saluran pernafasan bagian atas. Flu bisa menular melalui kontak dengan sekret mukosa orang yang terkena flu (dengan cara memegang tangan atau permukaan barang yang terkena sekret orang tersebut) ataupun melalui udara pada jarak dekat. Gejala yang timbul dari penyakit flu antara lain sakit tenggorokan yang diikuti hidung tersumbat, hidung gatal dan berair, bersin, serta batuk. Orang yang terkena flu juga mungkin mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, dan lemas.

Obat Flu untuk Ibu Menyusui: Cara Alami Redakan Flu

Pada umumnya, gejala flu akan hilang dalam 7 hingga 14 hari. Untuk meredakan gejala flu, sebelum berbicara mengenai obat flu untuk ibu menyusui yang aman untuk dikonsumsi, berbagai cara di bawah ini bisa dilakukan untuk meredakan gejala flu secara alami:

  • Dengan cukup beristirahat dan menghindari aktivitas berat, Anda memberi tenaga bagi tubuh untuk melawan virus serta kesempatan untuk memulihkan diri.
  • Memperbanyak asupan cairan (air putih, teh, sup, sari buah) untuk membantu menurunkan demam dan mengencerkan dahak. Selain itu, minum air putih hangat sambil menghirup uap panasnya dapat membantu meredakan hidung tersumbat maupun tenggorokan yang terasa gatal.
  • Mengkonsumsi ekstra vitamin C baik dari buah maupun suplemen. Vitamin C mengandung antioksidan yang dapat menangkal dan membunuh kuman, bakteri, dan virus sehingga dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan flu.
  • Berkumur dengan air garam hangat untuk meredakan sakit tenggorokan. Selain itu, minum air panas dengan madu dan lemon juga merupakan cara yang efektif. Cara lain yang juga populer untuk meredakan sakit tenggorokan adalah minum campuran jeruk nipis dan kecap.
  • Minum teh jahe. Jahe mengandung beberapa zat aktif yang berguna untuk melawan flu, antara lain: gingerol dan shagol untuk menstimulasi pengeluaran keringat sehingga membantu meredakan demam, oleoresin untuk mencegah pembentukan dahak, serta zat anti peradangan untuk meringankan nyeri dan ketidaknyamanan yang dirasakan saat flu.
  • Minum teh hijau dan teh hitam. Kandungan theanine, flavonoid, dan katekin dalam teh hijau dan teh hitam kaya akan antioksidan yang berguna menguatkan sistem imunitas tubuh.

Obat Flu untuk Ibu Menyusui yang Aman

Penggunaan obat selama menyusui harus menimbang antara manfaat obat tersebut bagi ibu dan resiko yang mungkin timbul pada bayi. Usia bayi dan berbagai kondisi medis yang dimiliki ibu maupun bayi juga harus dipertimbangkan. Pada umumnya dokter, perawat, apoteker, maupun tenaga kesehatan lain dapat membantu Anda menentukan obat yang aman dikonsumsi selama menyusui.

Di apotik Anda bisa mendapatkan obat flu untuk ibu menyusui yang aman, tentunya setelah berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Biasanya, obat flu mengandung beberapa zat aktif untuk mengatasi beberapa gejala sekaligus. Untuk membatasi paparan obat pada bayi Anda, pilih produk obat yang mengandung satu zat aktif saja yang tertera pada kemasannya. Hindari pula obat yang bersifat ‘sustained release’ atau bekerja secara bertahap karena obat jenis ini lama tercerna oleh tubuh. Di bawah ini adalah obat flu untuk ibu menyusui yang relatif aman untuk dikonsumsi:

  • Dekongestan

Dekongestan adalah obat yang biasa digunakan untuk meredakan hidung tersumbat karena flu, pilek, sinusitis, atau alergi. Cara kerja dekongestan adalah dengan meredakan pembengkakan pembuluh darah di dalam hidung, sehingga saluran nafas menjadi terbuka dan nafas menjadi lega. Contoh dekongestan yang beredar di Indonesia adalah fenilpropanolamin, fenilefrin, pseudoefedrin, dan efedrin.

Sebagian besar dekongestan dinyatakan sebagai obat flu untuk ibu menyusui yang aman. Ada sebuah penelitian yang menyatakan bahwa penggunaan pseudoefedrin di fase awal menyusui berpotensi mengurangi produksi ASI karena cara kerja pseudoefedrin adalah menyempitkan pembuluh darah, yang mungkin mempengaruhi aliran darah yang diperlukan untuk produksi ASI. Namun jika Anda sudah beberapa lama menyusui, dimana pola produksi ASI sudah terbentuk dengan baik, kecil kemungkinan produksi ASI Anda akan terpengaruh oleh pseudoefedrin.

  • Dekstrometorfan

Dekstrometorfan biasa digunakan untuk meredakan batuk kering yang menyertai flu atau pilek. Cara kerja dekstrometorfan adalah dengan menekan pusat batuk dan menaikkan ambang rangsang batuk. Selain dekstrometorfan, zat lain yang memiliki cara kerja yang sama adalah noskapin dan difenhidramin HCl.

  • Antihistamin

Antihistamin digunakan untuk mengobati batuk atau pilek akibat alergi. Terkait efek samping yang ditimbulkan, perlu diingat bahwa antihistamin golongan pertama seperti difenhidramin dan klorfeniramin maleat (CTM) dapat menimbulkan efek mengantuk pada Anda dan bayi Anda. Dampaknya, bayi bisa menjadi malas menyusu karenanya. Antihistamin golongan kedua seperti loratadin dan feksofenadin memiliki khasiat yang sama tanpa efek mengantuk.

Pada umumnya antihistamin termasuk dalam obat flu untuk ibu menyusui yang aman. Akan tetapi, bagi ibu yang menyusui bayi baru lahir atau bayi prematur, tidak disarankan untuk mengkonsumsi obat flu kombinasi antihistamin dan dekongestan karena dapat mengurangi produksi ASI.

Tetap Menyusui Saat Flu

Pertanyaan yang paling sering diajukan saat seorang ibu terkena flu selain mengenai obat flu untuk ibu menyusui adalah, “Apakah saya boleh tetap menyusui bayi saya?” Jawabannya, ya. Anda diperbolehkan untuk tetap menyusui karena ASI mengandung nutrisi yang tepat sesuai kebutuhan bayi dan zat antibodi yang dapat membantu membangun sistem kekebalan tubuh bayi Anda. Akan tetapi, tetap ada langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk melindungi bayi Anda agar tidak ikut tertular flu:

  • Cuci tangan dengan sabun dan air hangat sebelum menyentuh atau memeluk bayi Anda. Cairan pembersih tangan berbasis alkohol juga bisa digunakan sebagai pengganti sabun dan air.
  • Kenakan masker wajah untuk mengurangi potensi penyebaran virus flu. Masker wajah yang menjadi lembab karena udara pernafasan cukup efektif untuk mencegah virus flu berterbangan.
  • Jika Anda ingin bersin atau batuk sedangkan Anda tidak sedang mengenakan masker wajah, gunakan tisu untuk menutup hidung dan mulut Anda, kemudian buang tisu tersebut dan segera cuci tangan. Jika tisu tidak tersedia, bersin atau batuklah ke arah bagian dalam siku Anda.
  • Pakaikan kain selimut yang bersih dan kering pada bayi Anda setiap kali Anda memeluk atau menyusuinya.
  • Sebelum menyusui, bersihkan dada dengan sabun yang lembut dan air hangat. Jaga agar sabun tidak mengenai daerah areola agar kulit areola tidak kering dan pecah (untuk menghindari lecet ketika menyusui nantinya).
  • Hindari berbagi peralatan makan, peralatan mandi, kasur, bantal, ataupun selimut dengan orang lain setidaknya selama lima hari atau hingga Anda benar-benar terbebas dari gejala flu.
  • Cara yang paling aman adalah memompa ASI Anda dan meminta orang lain untuk memberikannya pada bayi Anda. Jika Anda memilih cara ini, hindari dot sebagai media pemberian ASI agar bayi Anda tidak bingung puting begitu Anda siap menyusuinya kembali secara langsung.

Demikian artikel mengenai obat flu untuk ibu menyusui, baik dari segi keamanan obat itu sendiri, cara-cara alami yang bisa ditempuh untuk meredakan flu, serta tips agar tetap sukses menyusui dengan meminimalkan resiko tertular flu bagi bayi Anda. Bagi Anda yang sedang terjangkit flu, semoga lekas sembuh agar bisa kembali menyusui dengan nyaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *