invisible hit counter

Mengenali Penyebab Kurang Darah dan Cara Mengatasinya

Mengenali Penyebab Kurang Darah dan Cara MengatasinyaPenyebab kurang darah atau yang dikenal dengan istilah anemia dalam dunia kesehatan memang begitu banyak, mulai dari kurangnya asupan makanan, efek perdarahan hingga efek dari penyakit lain yang terjadi di dalam tubuh. Penyakit kurang darah memiliki gejala yang bervariasi; gejala awal yang biasa dirasakan oleh penderitanya berupa pusing, lemah seluruh badan, mudah letih dan lesu.

Pada fase yang lebih berbahaya, seorang penderita bisa menunjukkan ciri-ciri kurang darah berupa gejala syok (tekanan darah tidak bisa diukur, denyut nadi susah dideteksi, tangan dan kaki dingin dan pucat) dan membutuhkan terapi berupa tranfusi darah sesegera mungkin. Pentingnya mengetahui apa saja penyebab yang mendasari penyakit kurang darah berguna untuk menentukan pilihan terapi yang akan diambil guna memperbaiki kondisi ini. Untuk itu mari kita bersama-sama membahas apa saja penyebab kurang darah serta cara mengatasinya, berupa asupan makanan penambah darah yang ada di sekeliling anda.

Daftar Penyebab Kurang Darah (Anemia) yang Sering Ditemui

Penyakit kurang darah atau anemia sebenarnya memiliki definisi dimana terdapat penurunan jumlah sel darah merah (eritrosit) sehingga tidak dapat membawa oksigen dalam jumlah yang cukup ke jaringan dan memerlukan pemeriksaan laboratorium darah guna menegakkan penyebab yang mendasarinya. Di dalam artikel ini kita akan membahas beberapa jenis anemia dan juga penyebab kurang darah yang paling banyak ditemui di dunia medis.

1. Anemia karena kurang mineral

Penyebab kurang darah yang akan kita bahas pertama kali adalah kurangnya mineral tertentu di dalam tubuh. Penyakit anemia atau kurang darah yang disebabkan oleh kurang mineral ini merupakan jenis kurang darah yang paling banyak ditemui di negara kita. Kurang darah jenis ini paling banyak ditemui pada jenis kelamin perempuan dan juga pada wanita hamil.

Mineral yang merupakan penyebab kurang darah paling banyak adalah zat besi (Fe). Zat besi merupakan salah satu mineral yang sangat dibutuhkan dalam pembentukan hemoglobin. Hemoglobin merupakan struktur yang sangat penting karena merupakan alat pengikat dan juga pengantar oksigen ke seluruh tubuh anda.

Kurangnya kadar zat besi sendiri di dalam tubuh seseorang bisa disebabkan oleh berbagai macam penyebab. Bisa disebabkan oleh kebutuhannya yang bertambah (karena proses pertumbuhan) yang dialami oleh anak-anak dan juga yang dialami oleh banyak wanita hamil dan menyusui. Selain itu penyebab kurang zat besi juga bisa disebabkan oleh asupan yang kurang, penyerapan yang tidak berjalan dengan baik dan bisa disebabkan oleh infeksi cacing pada anak-anak.

Asupan zat besi yang dianjurkan setiap hari adalah 20 miligram dan kurang lebih hanya 2 miligram dari jumlah tersebut yang akan diserap. Asupan yang kurang tentu akan sangat mempengaruhi jumlah zat besi yang tersedia. Selain itu penyerapan yang terganggu juga bisa menurunkan jumlah mineral ini di dalam tubuh anda. Penyerapan zat besi sendiri terjadi di dalam lambung dan juga sebagian usus halus, sehingga penyakit-penyakit yang terjadi pada organ ini akan mengganggu penyerapan zat besi dan berujung pada kondisi kurang darah.

Pada kasus kurang darah yang terjadi pada anak, anda perlu memastikan bahwa tidak terdapat infeksi cacing. Jika terdapat infeksi cacing maka anak anda perlu mendapat terapi obat cacing terlebih dahulu. Jika tidak terdapat infeksi cacing maka anda perlu memperhatikan apakah asupan zat besi yang dikonsumsi sang anak cukup atau tidak. Tahukah anda bahwa ternyata banyak makanan penambah darah yang bisa anda temui di sekitar anda?

Anda bisa mencoba memperbanyak konsumsi sayur-sayuran seperti bayam, sayur kacang panjang dan juga sayuran-sayuran hijau lainnya. Selain sayuran anda juga bisa mengkonsumsi beberapa buah-buahan seperti apel yang kaya akan vitamin, buah kurma, juga buah alpukat. Selain itu konsumsi kacang-kacangan dan juga daging terutama daging merah sangat dianjurkan untuk menghindari anda dari penyakit kurang darah ini.

2. Anemia karena kurang vitamin

Berikutnya kita akan membahas penyebab kurang darah yang juga banyak ditemui yaitu kurang vitamin. Kurang vitamin yang paling banyak ditemui dalam kasus anemia adalah kurang vitamin B12 (kobalamin)1. Vitamin B12 sendiri merupakan salah satu vitamin yang dibutuhkan dalam pembentukan dan juga metabolisme sel darah merah (eritrosit). Gangguan utama yang terjadi pada kasus kurang darah karena kurang vitamin B12 ini paling banyak disebabkan oleh masalah penyerapan yang terjadi di dalam lambung.

Penyebab kurang darah yang satu ini bisa disebabkan oleh tidak adanya intrinsic factor (sebuah zat yang dihasilkan oleh lambung dan dibutuhkan dalam penyerapan vitamin B12) pada kasus radang usus, juga bisa disebabkan oleh perusakan sel-sel di lambung yang dialami oleh pecandu alkohol. Selain itu, kurangnya vitamin B12 bisa juga disebabkan oleh asupan yang kurang. Makanan yang mengandung vitamin B12 yang bisa anda jumpai adalah segala produk hewan seperti daging-dagingan. Untuk itulah kekurangan vitamin B12 ini sering sekali terjadi pada orang yang menjalani diet vegetarian.

3. Anemia karena penyakit kronis

Berikutnya kita akan membahas mengenai anemia yang disebabkan oleh penyakit kronis yang dialami oleh penderitanya. Penyebab kurang darah yang satu ini biasanya dialami dalam waktu yang lama, seperti pada kasus infeksi kronik yang disebabkan oleh kuman penyakit TBC maupun pada kasus keganasan atau kanker.

Kedua jenis penyakit kronis ini akan menyebabkan gangguan pada proses pembentukan dan juga metabolisme sel darah merah dan berujung pada penurunan jumlahnya di dalam pembuluh darah kita. Anemia yang disebabkan oleh penyakit kronik biasanya hanya berupa anemia ringan atau sedang yang disertai dengan rasa lelah atau penurunan berat badan. Pada kasus-kasus seperti ini diagnosis kurang darah hanya bisa ditegakkan dengan sejumlah pemeriksaan laboratorium karena gejala anemianya sering kali ditutupi oleh gejala penyakit yang mendasarinya.

4. Anemia karena perdarahan

Penyebab kurang darah terakhir yang akan kita bahas adalah perdarahan. Perdarahan yang terjadi bisa saja terlihat dari luar seperti pada kasus kecelakaan dan juga tidak terlihat seperti pada kasus-kasus perdarahan organ dalam. Jenis anemia yang ditimbulkan juga beragam mulai dari ringan hingga berat tergantung beratnya perdarahan yang terjadi.

Pada sejumlah kasus perdarahan hebat yang disebabkan oleh pecahnya organ dalam ataupun patahnya tulang-tulang besar seperti tulang paha, mungkin membutuhkan terapi berupa tranfusi darah secepatnya dan juga penanganan bedah guna menghentikan perdarahan tersebut. Perlu anda ketahui bahwa anemia karena perdarahan ringan hanya akan timbul jika perdarahan itu terjadi terus menerus dalam waktu cukup lama, sedangkan pada kasus perdarahan berat bisa segera terjadi karena kehilangan darah dalam jumlah besar.

Setelah menyimak sejumlah penyebab penyakit kurang darah di atas, anda tentu perlu memeriksakan diri anda ke dokter guna mendapatkan diagnosis yang tepat. Jika anda telah mengetahui jenis anemia yang anda derita, maka anda bisa lebih mudah mengatasinya. Semoga artikel ini bermanfaat!

Footnote
1. http://www.nytimes.com/health/guides/disease/anemia-b12-deficiency/overview.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *