invisible hit counter

Mengatasi Mual dan Muntah pada Anak-Anak dengan Tepat

kid-sick2-minMual dan muntah pada anak-anak seringkali menjadi suatu hal yang menyeramkan baik bagi si anak sendiri maupun orangtua. Apalagi bila muntah terjadi cukup sering dan banyak. Tidak jarang orangtua menjadi panik bila mendapati buah hatinya muntah-muntah. Padahal, orangtua dan keluarga yang panik tidak akan membantu si kecil menghadapi mual dan muntah. Dengan membaca artikel pengetahuan ini, diharapkan orangtua dapat berpikir lebih jernih dan membantu anak mengatasi mual dan muntah dengan tepat.

Muntah merupakan suatu fenomena yang sering terjadi pada orang dewasa maupun anak kecil. Bahkan, muntah yang terjadi sesekali pada si kecil merupakan hal yang wajar dan tidak perlu dikhawatirkan. Namun, muntah yang banyak, sering dan berlangsung lama memang membutuhkan penanganan dan perhatian khusus yang tepat. Penyebab muntah pada anak banyak sekali, termasuk infeksi kuman, keracunan makanan hingga kondisi alergi. Apapun itu, prioritas utama menangani muntah pada anak adalah memastikan anak tidak jatuh ke dalam keadaan dehidrasi

Pertolongan Pertama Mual dan Muntah pada Anak yang Dapat Anda Lakukan

Seringkali orangtua panik menghadapi muntah pada anak. Cara utama mengatasi mual dan muntah pada anak adalah berpikir dengan kepala yang dingin. Perlu diketahui bahwa bahaya utama pada penyakit muntah pada anak adalah rentan terjadinya dehidrasi atau kekurangan cairan. Jadi, orangtua yang berkepala dingin dapat membantu si kecil menghadapi muntah dan membantunya menghindari keadaan kekurangan cairan atau dehidrasi. Selain itu, orangtua juga harus mengetahui kapan dan makanan apa yang sebaiknya diberikan pada si kecil saat ia mual dan muntah. Berikut adalah beberapa cara menghadapi mual dan muntah pada anak yang dapat Anda lakukan:

  • Istirahatkan saluran pencernaan anak Anda

Cara mengatasi mual muntah pada anak yang paling pertama adalah memberikan istirahat pada saluran pencernaan anak Anda. Maksudnya, jangan masukkan makanan berat yang terlalu padat dan sulit dicerna dalam kurun waktu 30 menit setelah anak Anda muntah. Waktu tersebut akan sangat berguna bagi organ lambung untuk beristirahat, karena muntah akan menguras energi lambung anak Anda.

  • Pastikan cairan yang anak Anda minum selalu tercukupi

Memastikan bahwa anak Anda tidak jatuh ke dalam kondisi dehidrasi atau kekurangan cairan adalah hal yang paling penting dilakukan sebagai cara mengatasi mual muntah pada anak. Muntah akan mengeluarkan cairan yang berada di dalam tubuh, dan semakin banyak muntahan yang keluar makan cairan dalam tubuh pun semakin berkurang. Kondisi ini yang rentan menimbulkan komplikasi dehidrasi bagi anak Anda. Maka, pastikan cairan dalam bentuk apapun masuk ke dalam tubuh anak Anda untuk menggantikan cairan yang hilang

  • Berikan cairan yang cukup dengan cara yang tepat

Terkadang, menghindari dehidrasi dengan cara memberikan cairan tambahan bagi anak Anda merupakan hal yang sulit, maka ikuti langkah dan tips serta trik ini untuk memberikan cairan pengganti pada anak. Pertama, berikan cairan yang mengandung elektrolit, seperti minuman isotonis, oralit atau pun kuah sop. Kedua, jangan berikan dalam jumlah yang sekaligus besar bila anak Anda menolak, sebaliknya berikan dalam porsi kecil misalnya dengan menyendokkan cairan secara bertahap. Ketiga, tunggu sekitar 20-30 menit sebelum memberikan cairan pengganti ketika ia habis muntah. Jeda ini penting agar anak tidak tambah mual ketika diberikan cairan pengganti.

Artikel ini berlanjut ke halaman 2. Penting untuk menangani mual dan muntah pada anak dengan cepat dan tepat supaya dapat segera sembuh. Ketahui juga tanda-tanda mual dan muntah yang berbahaya dan wajib diwaspadai.

1 2Next

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *